
HAPPY READING,
_____________________
Dua bulan kemudian,
Bayu baru saja pulang dari tempat gym saat dimana Collins sudah berada di apartemen yang memang mereka tempati berdua.
"Bagaimana latihan anda hari ini, sir?" tanya Collins.
"Yah, sama saja dengan hari-hari sebelumnya. Aku sudah mulai terbiasa dengan semuanya jadwalnya jadi tidak ada masalah." jawab Bayu sembari mengambil satu botol air mineral dari dalam lemari es.
"Badan anda juga sudah banyak berubah sir." puji Collins memperhatikan beberapa otot yang terbentuk di tubuh Bayu.
"Benarkah?" Bayu menatap pantulan tubuhnya di depan lemari es dan sedikit merasa kagum dengan perubahan tubuhnya sendiri.
"Collins?" panggil Bayu.
"Yes, sir."
"Sebenarnya apa alasan kakek melakukan ini semua padaku?" tanya Bayu yang masih saja penasaran.
"Maaf, sir. Saya tidak tahu."
"Ya sudah kalau begitu. Besok liburkan jadwal latihanku ya. Aku hanya ingin bekerja saja besok."
"Tapi, sir."
"Sehari saja, Collins. Aku juga perlu untuk rehat sejenak."
"Baik sir. Oh iya, operasi lasik anda sudah dijadwalkan."
__ADS_1
"Operasi lasik?"
"Iya, Tn. Abraham sudah menghubungi dokter mata terbaik disini untuk membantu anda."
"Kenapa harus operasi lasik segala? Aku merasa baik-baik saja memakai kacamataku."
"Ini perintah Tn. Abraham, sir."
"Hah, baiklah-baiklah. Aku akan kembali ke kamar untuk istirahat."
"Baik, sir. Selamat beristirahat."
***
Sementara itu, Alea yang sudah satu setengah bulan terakhir masuk ke perusahaan baru saja pulang.
"Kakek, aku sudah tak sanggup lagi." kata Alea begitu duduk di meja makan dengan sang kakek. Ia masih mengenakan baju kantornya. Karena begitu sampai di rumah, ia langsung menghampiri sang kakek yang sudah menunggu di meja makan untuk makan malam bersama.
"Aku menyerah, tolong bawa Bayu kembali agar aku tidak perlu lagi ke perusahaan." kata Alea memelas.
"Apa yang kau katakan? Kau melakukan semuanya dengan baik Alea, Wila bilang begitu pada kakek."
Wila adalah asisten yang ditunjuk oleh Tn. Abraham untuk membantu Alea bekerja. Ia begitu sangat profesional dan bisa dipercaya. Etos kerjanya sangat baik sehingga Tn. Abraham mempercayakan Alea kepadanya.
"Dia pasti membohongimu. Jadi kakek, bawa Bayu kembali. Oke? Aku harus segera keluar dari perusahaan sebelum menjadi gila. Aku harus ke kamar untuk merebahkan tubuhku yang lemah ini. Selamat malam kakek." kata Alea kemudian mengecup pipi Tn Abraham dan langsung berlari pergi.
"Kau tidak makan?"
"Maaf kakek, aku terlalu lelah. Aku ingin berendam. Tolong suruh maid untuk mengantarkan makananku ke kamar." teriak Alea yang sudah menjauh dari meja makan.
Alea lebih dulu berendam dan membersihkan tubuhnya sebelum beristirahat. Setelah semuanya selesai, ia mengambil handphonenya di nakas dan mulai mengecek beberapa notif yang masuk. Dan mengabaikan begitu saja makanan yang sudah di siapkan maid untuknya.
__ADS_1
"Sudah dua bulan dan masih tidak ada kabar. Apakah dia menemukan orang lain disana? Hah, mungkinkah dia selingkuh? Waaa, benar-benar gila. Dia berselingkuh saat masih punya istri disini." pikiran negatif Alea mulai berkecamuk di dalam otaknya.
"Ah, tunggu. Kenapa aku marah? Bukankah itu bagus kalau dia menemukan orang lain? Tapi, harusnya dia tidak membuatnya terlalu jelas. Karena kami belum bercerai. Berani sekali dia. Apa aku harus terbang kesana dan memergokinya dengan wanita itu?" tanya Alea pada dirinya sendiri.
Alea menjadi sangat sibuk dengan fikiran buruknya terhadap Bayu. Sedangkan di Australia, Bayu juga tengah memperhatikan laptopnya. Lebih tepatnya, menikmati foto wanita yang terpajang sebagai wallpaper di laptopnya. Wanita yang ia sebut ISTRI.
Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa Bayu tidak mencoba menghubungi Alea jika ia masih bisa menggunakan laptop? Jawabannya adalah, ia tetap tidak bisa melakukannya. Karena laptopnya pun sudah di proteksi sehingga ia tidak bisa mengakses internet melalui laptopnya.
Sebenarnya bisa saja diam-diam Bayu memperbaiki laptopnya atau bahkan membeli handphone baru disana. Tapi ia percaya dengan apa yang di rencanakan Tn. Abraham untuknya. Pria tua itu pasti memiliki maksud yang baik dari semua yang ia lakukan disini. Maka ia pun hanya bisa menerima dengan pasrah segala rencana itu. Tinggal sebulan lagi, dan Bayu akan bertahan sampai saat itu.
"Istri cantikku, apa kau merindukanku?" tanya Bayu menatap lekat foto Alea.
"Aku merindukanmu. Kau pasti senang karena tidak melihatku. Tapi yang harus kau tahu, justru disini aku seperti gila memikirkanmu. Apa kau bertemu pria lain disana? Ku harap tidak. Sampai jumpa satu bulan lagi istriku. Aku merindukanmu," ucap Bayu pada foto Alea.
.
.
.
.
.
.
AUTHOR LEGA SEKALI BISA LANJUTIN NOVEL INI.
TERIMA KASIH YA, SUDAH SETIA MENUNGGU.
SAMPAI JUMPA DI CHAPTER SELANJUTNYA.
__ADS_1
SEE YOU, ALL 🤗💜