
Alea menarik lengan Bayu ke sudut Mall yang terletak dekat dengan toilet. Sesampainya disana Alea langsung melayangkan pertanyaan pada Bayu.
"Kenapa kau lakukan itu?"
"Kau pikir kenapa?" tanya Bayu kembali dengan ekspresi datarnya.
"Jangan seperti itu lagi, kalau dia terluka parah kau bisa dituntut." kata Alea tenang.
"Cih, kau hanya takut aku membuat bonyok wajah mantan pacarmu kan? Apa kau pikir aku harus diam menonton saat istriku di hina seperti itu oleh seorang ********? Kau pikir aku suami seperti apa? Aku tidak peduli kau tidak menganggapku suamimu, tapi tidak denganku. Kau istriku dan sampai kapanpun kau......." tanya Bayu dengan suara tinggi yang akhirnya terpotong oleh suatu hal yang tak terduga.
Cup
Alea mengecup bibir Bayu untuk membuat pria itu diam. Dan benar saja, Bayu seketika mematung dan mulai bergerak kebingungan dengan situasi yang baru saja terjadi.
Melihat suaminya yang tampak bingung bercampur canggung membuat Alea semakin gemas. Dan malah menarik kemeja Bayu agar lebih dekat dengannya.
Di situasi seperti itu, Bayu tentu saja menjadi semakin kaget. Tapi ternyata hal itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan hal tak terduga yang terjadi selanjutnya.
__ADS_1
Alea kembali menempelkan bibirnya ke bibir Bayu. Ia menempelkan bibirnya disana dengan begitu lama seolah mengundang Bayu untuk **********. Bayu yang awalnya hanya diam dengan wajah kagetnya, kini mulai menutup matanya dan membuka bibirnya. Mencecap manis di bibir istrinya untuk pertama kali. Bibirnya begitu termanjakan dengan kelembutan bibir Alea yang begitu ia dambakan selama ini. Alea membiarkan Bayu mencecap bibirnya sejenak kemudian hasratnya seolah menyuruhnya untuk mencecap kambali bibir suaminya. Dan hal itu pun ia lakukan. Keduanya terbuai dalam nafsu, Bayu pun tidak sungkan menjelajahi mulut Alea dengan lidahnya. Saliva mereka bercampur namun tak ada sedikitpun rasa jijik diantara keduanya. Lidah mereka saling menaut, menari dan mencecap satu sama lain. Untung saja, situasi di tempat itu sangat sepi. Sehingga mereka tak perlu khawatir akan terpergok oleh pengunjung lain yang mungkin akan membuat mereka sangat malu.
Di pojok sebuah mall, dekat dengan toilet. Di sanalah ciuman pertama mereka akan di ingat. Mereka berhenti manakala nafas keduanya mulai tersengal karena kekurangan oksigen. Alea langsung berbalik badan memunggungi Bayu karena malu dengan apa yang ia lakukan. Kemudian tanpa berkata apa-apa Alea berjalan menjauh dari Bayu. Dan tentu saja hal itu membuat Bayu kelabakan karena takut istrinya marah karena berani menikmati bibirnya tanpa ijin.
"Dia marah?" Bayu bertanya-tanya dalam hatinya dengan was-was. Kemudian berjalan cepat menghampiri Alea dan mencekal lengannya agar ia berhenti.
"Maafkan aku," kata Bayu lirih.
"Apa yang kau katakan? Ayo ke bioskop, film nya sudah mau mulai." kata Alea tanpa berani menatap wajah Bayu.
Mendengar perkataan Alea, sontak saja Bayu bahagia bukan main. Hatinya begitu berbunga-bunga mendapat respon tak terduga dari wanita yang sudah hampir 6 bulan menjadi istrinya.
Seperti yang dikatakan Bayu sebelumnya, pria itu benar-benar membelikan Alea popcorn degan ukuran large serta minuman untuk mereka berdua. Alea begitu fokus menonton film yang sedang diputar di depannya. Tidak seperti Bayu yang terus menatap sang istri dengan tatapan penuh damba.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
AKHRINYAAA 🤣🤣🤣
BUKA PUASA BIBIRNYA SI BAYU.
AHAY..
__ADS_1
SEE YOU, ALL.
BYE-BYE