
HAPPY READING
___________________
"Kau ingin beli apa?"
"Untuk apa tanya-tanya? Memangnya kau yang mau membayari!"
"Tentu saja, sudah tugasku. Ayo,"
Bayu menarik tangan Alea dan membawanya masuk ke salah satu butik favorit Alea. Alea tidak menyangka jika Bayu tahu apa yang ia suka. Dan hal itu tentu saja membuat Alea tersenyum bahagia.
"Pilihlah apapun yang kau suka, tapi ingat jangan berlebihan."
"Kau pelit sekali, belum juga memilih-milih pakaian tapi sudah diberi peringatan."
"Bukan pelit, Alea. Tapi sayang jika yang kau beli akhirnya mubadzir."
"Iya juga, biasanya setiap shopping aku selalu membeli banyak barang. Dan pada akhirnya hanya satu atau dua barang yang aku pakai."
"Nah, itu maksudku. Oh, lihat itu."kata Bayu yang tiba-tiba menunjuk sesuatu. Bayu kembali menarik tangan Alea dan membawanya pada dress di bawah lutut tapi sangat terlihat elegan.
"Ini bagus, sepertinya akan cocok kalau kau pakai. Cobalah," kata Bayu kemudian meminta seorang pramuniaga membantu istrinya mencoba pakaian tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat, Alea pun keluar dari kamar ganti. Ia terlihat begitu cantik dan anggun dalam waktu bersamaan. Membuat Bayu begitu tertegun menatapnya.
"Bagaimana?" tanya Alea memutar tubuhnya.
"Cantik,"
"Ya?"
"Ayo ambil itu. Tolong dress yang ini ya." Kata Bayu seraya memberikan kredit cardnya pada seorang pramuniaga.
"Kalau begitu aku ganti baju dulu,"
"Tidak usah, langsung dipakai saja. Baju yang kau pakai dari rumah, berikan pada pramuniaga agar di masukkan ke dalam tas belanja."
"Baiklah,"
Mereka keluar butik bersama, Alea tak sadar jika ia tengah bergelayut manja di lengan Bayu. Membuat para pramuniaga yang melihatnya begitu iri.
__ADS_1
"Kemana lagi kita?" tanya Bayu.
"Bagaimana kalau nonton?" tanya Alea.
"Boleh, ayo kita ke bioskop dan lihat film apa yang bagus."
Sesampainya di bioskop perdebatan kecil pun di mulai. Alea ingin menonton Film romantis sedangkan Bayu lebih tertarik dengan film action yang sebenarnya sudah ia tunggu-tunggu tayangnya.
"Aku ingin nonton yang ini,"
"Tapi ini lebih bagus,"
"Tidak mau, aku mau nonton film ini. Titik. Kalau kau tidak mau menemaniku, ya sudah. Aku bisa menonton sendiri." ucap Alea kesal sambil berjalan menuju tempat pembelian tiket.
Saat sudah siap membeli tiket, tiba-tiba Bayu menepuk pundak Alea.
"Tolong dua, yang ini." kata Bayu sambil menunjuk nomer bangku yang dia inginkan kemudian menyerahkan selembar uang seratus ribuan untuk membayar.
Karena masih ada waktu sekitar 40 menit, Bayu pun mengajak Alea berkeliling di mall sebentar.
"Kenapa kau akhirnya mau menemaniku menonton?"
"Aku menemanimu, bukan mau menonton." jawab Bayu tersenyum.
"Aku disini kan karena ingin menemanimu. Jadi harusnya aku mengikuti apapun pilihanmu. Oh ada ice cream, kau mau?" tanya Bayu menawarkan.
Alea hanya mengangguk dan dengan senyuman Bayu berlari kecil ke tempat kedai ice cream yang dimaksud.
Antrian ice cream terlihat agak panjang, sesekali Bayu menoleh ke Alea dan memberikan senyumannya.
"Heeeeeeiiii, siapa ini? Alea?"
Alea mengenali pemilik suara itu dan dengan malas pun ia menoleh tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
"Sedang apa disini? Mencari pria untuk menggantikanku kah?"
"Jaga mulutmu," kata Alea yang mulai muak dengan pria itu.
"Hei, galak sekali kau ini. Bagaimana kabarmu? Kau pasti merindukan aku ya jadi kau berjalan-jalan kemari sendirian. Ah, andaikan dulu kau tidak keras kepala. Kita tidak perlu putus. Tapi, asal kau mau kuduakan kita bisa kembali bersama. Soalnya aku tidak bisa kalau hanya punya satu." kata Reynan sambil menunjukkan smirknya.
"Pergilah, jangan banyak bicara disini. Karena aku tidak mau berbicara denganmu." kata Alea yang masih berusaha menahan emosinya.
__ADS_1
"Hei, kau jangan munafik. Wanita haus cinta sepertimu itu pasti tertekan. Apalagi dengan hidup bersama suamimu yang jelek itu. Kau pasti semakin muak, kan? Ayo balikan, aku tak masalah berpacaran dengan wanita bersuami." kata Reynan semakin kurang ajar membuat toleransi kesabaran Alea habis.
plak!!!
Alea melayangkan tamparannya ke pipi Reynan, pria itu meringis dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarah.
"Gadis sialan, berani kau menamparku!" gertak Reynan seraya tangannya melayang hendak menampar balik Alea.
Alea menutup matanya takut, namun beberapa detik kemudian dia kembali membuka matanya. Bayu disana, dia menahan tangan Reynan yang hendak menampar Alea. Kemudian menghempaskan nya dengan kasar.
"Sopanlah pada wanita," kata Bayu tegas.
"Hei, bung. Ini bukan urusanmu, kau tak perlu ikut campur." kata Reynan kesal karena merasa di ganggu.
"Ini urusanku, karena wanita yang hampir kau tampar adalah istriku!" teriak Bayu dengan emosi. Tangannya bahkan mengepal erat menahan diri untuk tidak memukul pria di depannya itu.
"Oh, jadi kau suaminya. Kau tahu tidak, aku ini pernah menjadi pacar istrimu. Bahkan saat kalian sudah menikah pun kami masih berpacaran. Kau itu bukan siapa-siapa baginya. Jangan kau pelihara istri seperti ini. Lebih baik serahkan padaku saja."
Bhuuuuaaakkk!!!
Mendengar perkataan itu, membuat satu tinju Bayu melayang ke pipi Reynan hingga pria itu jatuh tersungkur ke lantai. Alea kaget dan tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.
Segera Alea menarik Bayu untuk pergi dari tempat itu, sebelum banyak pengunjung mall yang merasa kepo dengan apa yang terjadi. Dan membiarkan Reynan tersungkur sambil menahan perih di sudut bibirnya yang robek akibat tonjokan dari Bayu.
.
.
.
.
.
.
.
AUCH, SI BAYU JADI GENTLEMAN 😍😍😍
JANTUNG ALEA PASTI BERDUGUN-DUGUN (a.k.a berdebar-debar)
__ADS_1
NEXT ➡️