
HAPPY READING
__________________
Waktu begitu cepat berlalu, hingga tak terasa sudah 3 bulan semenjak Bayu kembali ke Indonesia. Hubungan Bayu dan Alea juga sudah semakin dekat, meskipun masih belum senormal pasangan suami istri pada umumnya.
Seperti siang ini, Bayu yang terlihat panik saat Jaka memberitahunya jika wajah Alea tampak sangat pucat. Hingga tanpa berkata apa-apa Bayu segera berlari ke ruangan Alea.
Brakk,
"Kau sakit?" tanya Bayu yang langsung menghampiri Alea dan memeriksa dahinya.
Alea yang diperlukan seperti itu dengan tiba-tiba hanya diam membisu.
"Kau demam, sudah minum obat? Ah, tidak kau harus makan dulu." kata Bayu dengan wajah yang panik.
Dengan pelan Alea menyentuh lengan Bayu agar pria itu bisa tenang.
"Aku tidak apa-apa. Hanya sedang PMS saja."
"Hah?"
"Datang bulan, kali ini datang tiba-tiba hingga aku tidak sempat cuti." kata Alea menjelaskan.
"Oh, kau mau pulang dan istirahat di rumah? Biar aku antar." tawar Bayu.
"Tidak, setelah jam makan siang aku masih ada rapat dengan bagian keuangan."
"Kan ada aku, biar aku yang menggantikanmu. Ayo pulang, aku antar."
"Tapi........."
Jaka yang sejak tadi menunggu di luar ruangan yang masih terbuka pun menginterupsi obrolan keduanya.
"Pak, anda ada jadwal untuk bertemu clien siang ini."
"Ah, sial." gerutu Bayu sebal.
"Tidak apa-apa, hanya rapat kecil. Aku bisa menghandlenya sendiri. Setelah rapat selesai aku akan langsung pulang." kata Alea berusaha meyakinkan Bayu jika ia baik-baik saja
"Baiklah, tapi kau tetap harus minum obat."
"Iya, tapi sebelumnya aku harus makan dulu."
"Mau makan disini saja?"
"Pesan antar?"
"Iya, kau ingin makan apa? Biar ku pesankan." tanya Bayu dengan sigap mengeluarkan handphonenya.
"Aku sedang ingin sop buntut."
__ADS_1
"Sop buntut? oke."
Bayu pun segera memesan apa yang akan menjadi menu makan siang mereka. Sambil menunggu pesanan datang, Bayu dengan santai duduk di sofa ruangan Alea. Dan sesekali memperhatikan Alea yang tengah membaca laporan di mejanya dengan wajah yang masih pucat.
"Kau tidak kembali ke ruanganmu?" tanya Alea yang mulai terganggu dengan keberadaan Bayu tapi tak sampai hati mengusirnya.
"Tidak, aku disini saja." jawab Bayu santai.
"Ya sudah,"
"Alea, kemarilah." perintah Bayu.
"Ada apa?" tanya Alea malas.
"Sini, istirahat dan temani aku mengobrol."
"Aku masih banyak kerjaan, Bayu."
"Kerjaan apa, kau ini sedang sakit. Hanya karena rapat aku membiarkanmu tetap disini. Kalau tidak aku sudah membopongmu pulang."
"Memangnya kau berani?" ejek Alea
"Kau pikir aku tidak berani?"
"Hahaha, yayaya. Aku juga sudah merasa lelah." kata Alea yang kemudian beranjak dari kursi kerjanya dan memilih bergabung dengan Antonio di sofa.
"Oh, kau memakai tas yang kubelikan." kata Bayu spontan saat tak sengaja melihat tas di atas meja Aurelie.
"Iya, hahaha. Kau suka tasnya?" tanya Bayu penasaran.
"Itu limited edition. Jadi, mana mungkin aku tidak suka."
"Kau tidak pernah memakainya. Jadi kupikir tidak suka."
"Aku tidak memakainya karena sayang. Takut rusak."
"Wah, sebegitunya kau menghargai pemberianku. Apa kau suka padaku?" goda Bayu dengan seringai nakalnya.
"Dalam mimpimu." balas Aurelie dengan jutek.
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang dan mereka pun makan bersama. Bayu membantu Alea menyiapkan makanan di meja. Ia membuka tutup mangkok sop buntut pesanan Alea dan memberinya sendok. Dan Alea pun menerimanya dengan senang.
Setelah menyiapkan milik Alea, kini Bayu menyiapkan makanannya sendiri. Seporsi rawon daging sapi di depannya.
"Itu apa?" tanya Alea penasaran.
"Ini rawon."
"Rawon? Kenapa kuahnya hitam begitu?"
"Ya karena memang seperti ini masakannya. Kau belum pernah makan ini?" tanya Bayu yang di balas gelengan Aurelie.
__ADS_1
Bayu menyendokkan rawon beserta nasi kemudian menyodorkannya di mulut Alea.
"Aaa,"
Alea membuka mulutnya dan menerima suapan yang disodorkan oleh Bayu. Ia mengunyah dan mulai merasakannya.
"Emmm, enak. Rasanya sangat unik. Pasti kalau pakai sambal lebih enak lagi." kata Alea.
"Sop buntutnya juga terlihat enak."
"Ini kalau mau mencicipi." kata Aurelie menyodorkan mangkok sop buntutnya.
Dan mereka pun makan bersama dengan saling mencicip makanan masing-masing.
Disela-sela makan siang mereka, Bayu memperhatikan Alea dengan bahagia. Ia sudah cukup senang dengan kedekatan mereka seperti ini. Dan ia pun berharap jika suatu saat nanti Aleanya akan benar-benar bisa menerima ia sebagai suami yang sesungguhnya.
Setelah makan dan memastikan Alea meminum obatnya, Bayu pun kembali ke ruangannya sebelum berangkat untuk bertemu clien penting seperti yang sudah dijadwalkan oleh Jaka. Sedangkan Alea sudah bersiap untuk mengikuti rapat dengan divisi keuangan.
"Tuan Bayu tampak sangat perhatian pada Anda, nona."
"Dia seperti itu karena memang dasarnya dia orang baik."
"Tapi kalau saya perhatikan, bukan hanya itu alasan perhatian Tuan Bayu pada anda."
"Maksudmu?"
"Ah, tadi beberapa kali saya perhatikan. Tuan Bayu diam-diam selalu menatap anda dengan mata yang teduh dan berbinar. Itu tatapan pria dengan penuh cinta."
"Wila, kau pasti banyak menonton drama Korea akhir-akhir ini."
"Nona tidak percaya ya kata-kata saya."
"Sudah, ayo rapat agar aku bisa segera pulang dan istirahat."
"Baik nona."
.
.
.
.
.
YAMPUN, GAJE BANGET NOVELKU YANG INI.
🤣🤣🤣
KONFLIKNYA MULAI CHAPTER DEPAN AJA KALI YA. BIAR MEREKA TERLIHAT DEKAT DULU, BARU MUNCULKAN KONFLIKNYA. OKE.
__ADS_1
see you.