
Bayu mengerjapkan matanya yang silau karena cahaya matahari. Di tatapnya rambut Alea yang memang tidur membelakanginya. Bayu tersenyum dan memperdekat jarak mereka. Ia peluk tubuh polos di depannya dengan erat. Lalu menciumi kepalanya dengan sayang.
"Terima kasih, sayang. I love you." ucap Bayu pelan.
Sentuhan kulit polos keduanya membuat hasrat Bayu meningkat lagi, tanpa sadar ia mulai menciumi tengkuk dan bahu polos istrinya. Semakin lama ciumannya semakin ke bawah membuat Alea mengerang dalam tidurnya.
"Ah, tidak-tidak. Alea pasti lelah. Aku harus menuntaskan ini sendiri." gumam Bayu yang kemudian lari ke dalam kamar mandi untuk bermain solo.
Semalam Bayu mengambil kesempatan untuk menggauli istrinya hingga berkali-kali, bahkan sampai Alea memohon untuk berhenti namun Bayu tak mengindahkannya. Di kamar mandi, Bayu merutuki dirinya sendiri yang berkelakuan bar-bar seperti itu.
"Aku harus meminta maaf padanya, dia pasti kesakitan sekali." gumam Bayu sedih.
Alea terbangun karena haus. Ia mencari gelas air di nakas samping ranjangnya tapi tak ada. Lalu ia menatap ranjang di sebelahnya yang kosong dan mulai tersenyum mengingat betapa panasnya permainan mereka semalam.
"Dia sedang mandi," gumam Alea mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.
Alea meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya lalu menurunkan kakinya dari ranjang hendak mengambil minum yang terletak di mini kitchen di samping kamarnya. Namun, baru saja akan berdiri Alea sudah lebih dulu jatuh terduduk di lantai. Ia merasakan kakinya begitu lemas hingga tak bertenaga untuk menopang tubuhnya sendiri.
Di saat itu pula, Bayu keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri terduduk di samping ranjang. Dan dengan cemas, ia pun segera menghampirinya.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" tanya Bayu cemas, dengan berjongkok di depan Alea.
"Minum," ucap Alea tertunduk.
"Huh?"
"Aku ingin minum," ucap Alea lagi dengan sedikit menaikkan volumenya.
"Oh, oke. Tunggu sebentar." Bayu berlari pelan menuju mini kitchen lalu mengambil segelas air untuk Alea dan segera kembali.
Bayu berjongkok dan memberikan segelas air yang ia bawa pada Alea. Alea langsung meminumnya hingga tandas.
__ADS_1
"Kau kenapa duduk di bawah? Hemmm? Di bawah dingin, nanti kau masuk angin."
"Ini semua gara-gara kau," jawab Alea terisak.
"Hah?"
"Kakiku lemas hingga tidak bisa menopang tubuhku sendiri."
"A aah, itu..... Maafkan aku. Ayo aku bantu naik ke ranjang lagi." kata Bayu kemudian menggendong Alea ke ranjang.
Bayu duduk di sisi ranjang sambil menunduk, ia merasa begitu bersalah pada Alea. Ia sadar jika ia keterlaluan, tapi ia tak pernah menyangka jika keberingasannya semalam sampai membuat Alea tak kuat berjalan.
Alea melirik Bayu yang duduk diam di dekatnya.
"Dia kenapa diam terus? Apa dia merasa bersalah? Bagaimana ini, kasihan sekali wajahnya." gumam Alea dalam hati.
"Aku,...."
"Apa kau gila, mau memanggil dokter? Haish, makanya kalau orang bicara jangan di sela."
"Emm, lalu kau ingin apa?"
"Mandi, badanku sudah lengket sekali."
"Oke, kalau begitu tunggu sebentar. Biar aku menyiapkan air hangat di bathup. Tadi pagi aku membaca di internet katanya berendam air hangat bisa memulihkan tenaga." kata Bayu kemudian beranjak ke kamar mandi.
Selesai menyiapkan air hangat di bathup dan memasukkan satu buah bath bomb disana, Bayu pun segera menghampiri Alea. Ia hendak membuka selimut yang Alea pakai,
"Hei, kau mau apa?" tanya Alea keras sambil mempertahankan selimut yang menutupi tubuh polosnya.
"Mau menggendongmu ke kamar mandi." jawab Bayu bingung karena sikap Alea.
__ADS_1
"Tapi kenapa selimutnya mau kau ambil?"
"Kalau di bawa ke kamar mandi bisa basah, sayang. Lagi pula kenapa harus di tutupi kan semalam aku sudah.........."
"Stoooppp!!!" teriak Alea sambil menutup mulut Bayu dengan kedua tangannya.
"Berhenti bicara," kata Alea memperingatkan dan Bayu hanya mengangguk.
Alea menurunkan tangannya dan Bayu segera menggendong Alea dengan ala bridal style ke kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
NUNGGU LAMA, YA...
SORRY.
😁
SELAMAT MALAM SENIN YA, SEMUANYA.
SEE YOU,
__ADS_1