MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
WIDYA


__ADS_3

HAPPY READING


_________________


"Kalian, saling kenal?" tanya Alea dengan tatapan bingung kepada Bayu dan Widya.


"Widya ini........." jawab Bayu namun terpotong oleh ucapan Widya.


"Kak, aku sangat merindukanmu. Aku sudah lama mencarimu dari semenjak lulus SMP." ucap Widya seraya memeluk lengan Bayu dengan erat. Rasa kaget bercampur rindunya pada Bayu membuatnya lupa pada Alea yang berada di depannya.


Alea sontak kaget dan tampak sedih menatap bagaimana Widya memeluk lengan suaminya dengan begitu manja. Menyadari hal tersebut Jaka pun langsung membuka suara,


"Ehhem, Pak kita jadi makan tidak?" tanya Jaka dengan sengaja agar Bayu segera melepas pelukan Widya.


Bayu menatap wajah Alea yang tampak terkejut bercampur sedih dan kecewa. Hingga dengan cepat ia pun mencari cara agar bisa pergi dari situasi yang tidak mengenakkan ini.


"Ah, iya. Sayang, aku dan Jaka pergi dulu. Aku lupa kalau ada klien yang mau datang sebentar lagi dan dokumennya belum selesai disiapkan. Ayo, Jak." kata Bayu menarik lengan Jaka agar mengikutinya.


"Kami pergi dulu, nona!" pamit Jaka sedikit berteriak dan Alea hanya membalasnya dengan senyum tipis sambil menatap kepergian suaminya.


Widya menatap Bayu yang sudah menjauh dengan kecewa. Namun panggilan Alea pun menyadarkannya,


"Wid?"


"Oh iya, Al. Aku tidak tahu kau sudah menikah."


"Kami menikah dengan acara sederhana yang hanya dihadiri keluarga. Jadi tidak banyak orang yang tahu. Kau kenal suamiku?"


"Ah, kak Bayu itu..........."


Flashback ON


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Bayu remaja pada Widya yang saat itu masih mengenakan seragam putih merah.


"Kakiku sakit sekali, kak." rengek Widya kecil.


"Kau kenapa tadi lari-lari?" tanya Bayu lembut.


"Tadi aku bertaruh dengan si Boni. Siapa yang duluan sampai akan mendapatkan jatah lauk."

__ADS_1


Mendengar hal itu, Bayu justru menggeleng sambil tertawa. Betapa kekanakannya adik-adik pantinya itu.


Seperti Bayu, Widya dan Boni juga penghuni panti asuhan. Saat ini mereka berada di pelataran panti. Dan Bayu pun memapah Widya untuk masuk ke dalam.


Flashback off


"Jadi, kalian satu panti?" tanya Alea memastikan kembali.


"Iya. Dan jujur saja, aku bingung. Bagaimana bisa kau yang seorang nona kaya menikah dengan kak Bayu?" tanya Widya dengan wajah heran namun tersirat kecewa di matanya.


"Panjang ceritanya. Namun intinya, kami di jodohkan. Dan bagaimana bisa kau mengenalinya secepat itu?" jawab Alea singkat.


"Cukup mudah, kak Bayu punya tahi lalat di bawah matanya. Dan matanya itu aku tidak pernah melupakannya, hingga akhirnya mudah untuk ku kenali walau dari postur tubuhnya, jelas sudah sangat berbeda ketimbang dulu. Boleh aku minta nomornya? Aku belum sempat menanyakan banyak hal padanya." pinta Widya blak-blakan.


Mendengar permintaan sahabatnya itu, Alea terpaksa mengiyakannya.


Dengan perasaan enggan di dalam hati, Alea menyodorkan handphonenya yang sudah memperlihatkan nomor sang suami di layar.


Sepanjang obrolan bersama Widya, Alea merasa dadanya sangat sesak karena berkali-kali sahabatnya itu menceritakan tentang kedekatannya dengan Bayu di masa lalu. Dan hal itu berhasil membuat mood seorang Alea rusak seketika. Hingga setelah pertemuan itu selesai, akhirnya mereka pun berpisah. Widya kembali ke kantornya, sedangkan Alea memilih untuk jalan-jalan ke Mall ketimbang kembali ke kantor untuk menyegarkan pikirannya.


Alea baru saja akan memasuki salah satu toko, saat tiba-tiba handphonenya berdering. Terpampang nama Bayu disana, otaknya ingin mereject telpon tersebut tapi hati dan tangannya justru menerimanya.


"Kau dimana? Kenapa belum kembali ke kantor? Apakah masih bersama Widya?" tanya Bayu di seberang telepon.


"Tidak, aku sudah tidak bersama Widya. Tenang saja aku sudah memberikan nomermu padanya. Kau tinggal menunggu dia menghubungimu." kata Alea ketus.


Setelah mengatakan itu, Alea langsung menutup teleponnya tanpa mengatakan apapun lagi. Tiba-tiba hasrat berbelanjanya mulai hilang dan ia memilih untuk pulang ke mansion.


Sementara itu di kantor, Bayu tampak khawatir karena Alea tiba-tiba menutup teleponnya begitu saja.


"Apakah dia baik-baik saja? Kenapa suaranya terdengar sedih." gumam Bayu menatap layar handphonenya.


tok


tok


tok


"Masuk!"

__ADS_1


Jaka menampakan dirinya dan berjalan mendekati Bayu.


"Pak, ada dokumen yang perlu anda tanda tangani." kata Jaka menyodorkan sebuah map pada Bayu.


"Anda tampak tidak baik-baik saja, pak." kata Jaka yang memperhatikan raut wajah Bayu.


"Hmm, perasaanku sedang tidak enak." jawab Bayu sembari mengembalikan map berisi dokumen itu kepada Jaka setelah ia tanda tangani.


"Apa anda sedang tidak enak badan? Anda bisa pulang sekarang untuk beristirahat. Karena hari ini anda sudah tidak memiliki jadwal lagi." kata Jaka menyarankan.


"Emm, begitukah?" tanya Bayu ragu apakah ia harus pulang lebih awal atau tidak.


"Iya, semua dokumen yang perlu anda periksa sudah anda selesaikan semua. Jadi pulanglah, saya pikir anda juga perlu berbicara dengan nona."


"Bicara apa?" tanya Bayu Bingung.


"Ah, anda benar-benar pria yang tidak peka pak." kata Jaka meledek atasannya.


"Apa maksudmu?" Bayu mengerutkan keningnya karena bingung dengan apa yang dikatakan Jaka.


"Tidak-tidak. Saya tidak mau berbicara lebih lanjut. Saya tidak mau ikut campur urusan rumah tangga anda. Cukup satu pesan saya, semangat dan mengalahlah." kata Jaka yang kemudian pamit meninggalkan ruangan atasannya itu.


"Sebenarnya, apa maksud si Jaka tadi? Hah, tiba-tiba saja aku jadi pusing. Lebih baik aku pulang sekarang, siapa tahu Alea juga sudah kembali ke mansion."


.


.


.


.


.


.


ALEA KENAPA YA, ALL.


ADA YANG TAHU? 😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2