
Setelah menatap Alea beberapa saat, Bayu menjatuhkan wajahnya ke ceruk leher Alea. Bibirnya mulai menjelajahi area itu dan membuat beberapa tanda disana yang membuat Alea mengerang beberapa kali.
Gairah Bayu sudah memuncak, bahkan celananya pun sudah mulai terasa sesak. Ia tak bisa lagi berfikir jernih. Inginnya segera membuka dress yang membalut tubuh Alea yang selama ini tak pernah sekalipun ia lihat bentuknya yang tanpa benang. Namun nalurinya sebagai pria yang baik mampu mencegahnya untuk bertindak gegabah. Bayu kembali mengangkat wajahnya, menatap Alea dengan penuh damba meminta ijin untuk bisa berbuka setelah puasa selama lebih hampir 10 bulan lamanya.
Alea begitu peka, gairahnya mengantarkan otaknya untuk memahami setiap makna dari tatapan sang suami. Hingga tanpa menunggu waktu lama anggukanlah yang ia berikan sebagai bentuk ijin untuk Bayu memilikinya malam ini.
Mendapatkan lampu hijau, tentu saja Bayu tak membuang waktu lagi. Ia lepas kaos yang sudah basah oleh keringat. Lalu mendudukkan tubuh Alea agar memudahkannya menyingkirkan dress di badan Alea. Kini hanya tinggal penutup bagian sensitif Alea saja yang masih tertinggal dan Bayu membiarkannya untuk sesaat.
Ia rebahkan kembali tubuh istrinya, bibirnya menghujani Alea dengan ciuman-ciuman hangatnya. Sedangkan tangannya mulai menjamah seluruh tubuh Alea dengan sentuhan lembutnya.
Hingga bibirnya turun mendekati dua gundukan yang masih tertutup itu, dengan pelan tapi pasti Bayu membukanya dan menenggelamkan wajahnya di antara keduanya. Lalu bibirnya pun mulai bergerilya disana. Mengulum puncaknya dan membuat bercak di sekitarnya. Sedangkan Alea hanya mampu mengerang menahan sengatan nikmat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Mendengar erangan sang istri membuat Bayu semakin bersemangat, Bayu pun segera melepaskan celana dalam yang menjadi satu-satunya kain yang tersisa di tubuh Alea. Ini memang yang pertama kali untuk Bayu dan juga Alea. Namun tak ada rasa canggung yang menghampiri mereka. Seolah feeling membantu mereka untuk memuluskan segalanya.
__ADS_1
Bayu membiarkan tangannya tetap di bawah sana, menggoda milik Alea yang sudah semakin basah. Bahkan erangan Alea tak lagi tertahan. Gadis itu sudah dengan leluasa mengeluarkan desahannya sebagai tanda nikmat dari apa yang dilakukan oleh Bayu.
Bayu tersenyum bahagia, ia menghentikan kegiatannya sejenak membiarkan Alea mengatur nafasnya sembari ia membuka celana membebaskan apa yang sudah membuat celananya terasa sangat sesak.
Alea memalingkan wajahnya malu, ia tak pernah melihat milik pria secara langsung seumur hidupnya. Hanya lewat film nakal yang sempat ia tonton semasa remaja dulu. Dan tak pernah lagi sampai saat ini yang ia lihat justru milik Bayu suaminya, yang sudah berdiri tegak menantang.
Bayu mencium pipi Alea dan mulai berbisik,
"Aku pernah dengar jika ini akan sakit untuk pertama kali. Kau boleh menggigit atau mencakar ku jika kau mau, sayang."
Alea menjerit tertahan karena kesakitan. Ia mencengkram dengan kuat bahu Bayu hingga meninggalkan bekas kukunya disana. Menyadari jika Alea kesakitan, Bayu segera menciumi wajah istrinya lalu ******* bibirnya untuk mengalihkan rasa sakit.
Hingga saat Alea sudah mulai terbiasa, Bayu mulai bergerak di atas sana. Mencari kenikmatan yang seumur hidupnya belum pernah ia rasakan. Keduanya larut dalam cinta dan juga gairah. Suara erangan dan desahan bersatu menjadi melodi indah yang menemani malam panjang mereka berdua. Penyatuan itu bahkan disaksikan oleh terangnya bulan dan bintang dilangit yang menjadi penonton kisah cinta mereka.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
AWAS KALAU KALIAN GAK BISA TIDUR.
__ADS_1
JANGAN SALAHIN AUTHOR.
😌😝