MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
MASAKAN PERTAMA


__ADS_3

Alea sudah kembali tidur di ranjang saat Bayu keluar dari kamar mandi. Tak ingin mengganggu tidur istrinya, dengan langkah pelan Bayu segera masuk ke dalam walk in closet. Ia keluar dengan baju Koko lengkap dengan sarung dan peci serta sajadahnya. Dan ia pun segera melaksanakan sholat malam.


Alea membuka matanya saat ia tak mendengar apapun di kamarnya. Terasa aneh jika kamarnya sunyi senyap seperti ini. Namun lirihan takbir yang ia dengar menariknya untuk menatap ke arah pria yang tengah sholat di kamar itu. Seketika, hati Alea pun terenyuh.


Setelah melaksanakan sholat malam 6 rakaat, Bayu pun memanjatkan do'anya,


"Yaa Allah, Yaa Rahmaan. Limpahkanlah Rahmat, Hidayah serta Inayah-Mu kepada ku dan juga istriku serta seluruh penghuni kediaman ini.


Yaa Allah, Yaa Ghoffar. Ampunilah dosaku, dosa istriku, kedua orangtua kami, saudara-saudara kami dan para pendahulu kami.


Yaa Allah, Yaa Rahiim.


Berikanlah kesehatan untuk istriku. Gerakkan hatinya agar bisa menerimaku sebagai imamnya. Bimbinglah aku menjadi pria terbaik baginya, karena seumur hidupku hanya ingin bersamanya. Bukalah matanya, dan perlihatkan pada istriku bahwa aku mencintainya. Mudahkanlah semua hajatku ini yaa Allah."


Keesokan paginya Alea bangun terlebih dahulu. Bayu tidur di ranjang dengan memunggunginya. Hal itu tidak lagi menjadi masalah untuk Alea. Karena ia pun sudah mulai terbiasa dengan itu.


Ini adalah hari Sabtu, ia dan Bayu tidak perlu berangkat ke kantor. Karena ia merasa Bayu belum cukup tidur, Alea mematikan alarm yang biasa digunakan Bayu untuk membangunkannya.


Alea menuju dapur dan membuat teh untuknya, Bayu dan juga Tn. Abraham. Tak hanya itu, bahkan ia yang bersikeras menyiapkan sarapan sendiri tanpa bantuan maid. Membuat para maid begitu tak enak hati sekaligus takjub. Karena yang mereka tahu, nona mudanya itu tidak suka mengerjakan hal-hal berbau dapur.


"Alea?" panggil Tn. Abraham dengan nada bertanya.


"Kakek sudah bangun, tunggu ya sebentar lagi nasi gorengnya matang. Kakek duduk di maja makan saja dulu. Alea juga sudah membuat teh untuk kita." kata Alea yang hanya menolehkan kepalanya karena sibuk memasak.


"Kau bisa memasak?" tanya Tn. Abraham meragukan Alea.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Alea langsung mengecilkan kompornya dan menyendokkan nasi goreng yang dibuatnya dan menyuapkannya ke Tn. Abraham.


Tuan Abraham dengan senang hati memakan sesendok nasi goreng yang dibuat cucunya. Tn. Abraham tampak kaget, tak menyangka jika cucu manjanya bisa memasak seenak ini.


"Bagaimana?" tanya Alea dan Tn. Abraham hanya mengacungkan jempolnya, sebagai tanda jika nasi goreng yang dibuat Alea sangat enak.


Alea pun senang dan kembali mengaduk nasi goreng yang ia buat. Setelah matang, Alea menyajikannya di tiga piring. Tak lupa ia juga memberikan garnish sebagai hiasan namun bisa juga di makan. Seperti timun dan tomat.


Saat membawa masakannya ke ruang makan, betapa kagetnya ia melihat Bayu yang sudah tampak segar duduk di meja makan. Dengan sedikit malu, Alea pun memberikan sepiring nasi goreng kepada Bayu.


"Terima kasih," ucap Bayu dengan senyuman.


Tanpa basa-basi, Bayu segera menyantap nasi goreng buatan istrinya. Alea merasa sangat senang melihat Bayu memakan masakannya dengan lahap.


"Emm, iya kek. Nasi gorengnya sangat enak. Apalagi ini adalah masakan pertama yang disajikan oleh istriku. Rasanya menjadi lebih enak berkali-kali lipat." kata Bayu melayangkan pujian membuat pipi Alea merona.


Setelah selesai sarapan, Bayu menemani Tn. Abraham bermain catur di teras belakang. Dan Alea menghampiri keduanya dengan nampan berisikan jus jeruk dan sepiring kecil cookies.


"Terima kasih," ucap Bayu.


Tn. Abaraham tampak tersenyum melihat interaksi kedua cucunya.


"Apakah kau sudah merasa baikan? Semalam kau demam sangat tinggi." tanya Bayu khawatir karena sedari tadi Alea ada saja mengerjakan sesuatu.


"Aku sudah sehat, lihat wajahku saja sudah tidak pucat. Nanti, temani aku jalan-jalan ke mall ya."

__ADS_1


"Ke mall, boleh. Tapi aku selesaikan yang satu ini dulu. Kau disini saja, jadilah Dewi Fortuna ku agar aku bisa menang melawan kakek kali ini." pinta Bayu yang justru ditertawakan oleh Tn. Abraham.


Alea hanya menurut dan duduk di sebelah Bayu sambil menyaksikan dua pria beda generasi itu bermain catur dengan senang.


.


.


.


.


.


.


.


KEMARIN ADA YANG MINTA UNTUK TIDAK DIMUNCULKAN KONFLIK DULU, SEBELUM PERASAAN MEREKA BERDUA TERSAMPAIKAN. OKELAH, SUDAH AUTHOR TURUTI YA.


TERIMA KASIH MASUKANNYA, 😚


YANG BELUM BACA "BOS DINGIN MENGEJAR ISTRI NAKAL" , BOLEH DONG MAMPIR DAN BACA, SUDAH END LHOH JADI GAK PERLU NUNGGU UPDATE'AN LAGI. HEHE


SEE YOU, ALL.

__ADS_1


__ADS_2