
Alea duduk termenung di balkon kamarnya. Ia merasa ada yang tidak beres dengan perasaannya yang mulai berubah pada Bayu. Seolah ia sudah bisa menerima pria itu untuk menjadi suaminya. Namun berkali-kali akalnya selalu menyangkal.
Rasa gengsinya lebih besar, karena sebelumnya ialah yang dengan jelas menolak pria itu hadir di hidupnya.
Bayu baru saja keluar dari kamar mandi dan tak mendapati istrinya di kamar. Namun suara desahan kasar dari balkon memberinya petunjuk jika sang istri berada disana.
Tanpa ragu Bayu pun menghampiri Alea yang tampak frustasi menangkupkan kepalanya di lulut. Dengan lembut Bayu membelai rambut Alea, mencoba untuk menenangkannya.
Alea yang merasakan belaian itu pun mendongak menatap Bayu yang tampak semakin tampan dengan rambut yang basah dan berantakan.
"Kau baik-baik saja?" tanya Bayu khawatir.
"Tidak," jawab Alea cepat tanpa mengalihkan pandangannya dari Bayu.
Bayu turut duduk di samping Alea dan mulai bertanya lagi.
"Ada masalah? Mau bercerita, aku siap mendengarkan."
Alea mendengus kesal dan berkata,
"Tidak apa-apa, aku hanya jenuh."
"Mungkin kau butuh berlibur." kata Bayu kembali membelai rambut Alea.
"Berlibur?" tanya Alea kembali mendongakkan kepalanya.
"Iya, kau bisa mengajukan cuti dan berlibur kemana pun kau mau. Aku akan meng ACC nya." ucap Bayu.
"Berlibur sendiri? Kau tidak ikut?" tanya Alea lagi.
"Kalau kau ingin aku ikut, aku akan lebih senang. Jadi, kau benar-benar ingin berlibur?"
"Sepertinya itu bukan ide yang buruk."
"Oke, tentukan kemana kau ingin pergi. Biar akomodasinya nanti biar aku yang urus." kata Bayu yang di balas anggukan bahagia oleh Alea.
"Sekarang, ayo masuk. Disini sudah mulai dingin." ajak Bayu yang sudah berdiri dan menyodorkan tangannya pada Alea.
Alea menerima uluran tangan Bayu dan beranjak dari duduknya mengikuti Bayu yang menariknya ke dalam kamar. Dan tak butuh waktu lama, mereka berdua pun akhirnya terlelap.
Seperti biasa, keesokan harinya Alea dan Bayu bernagkat ke kantor. Di rumah tadi pun mereka hanya sarapan berdua karena Tn. Abraham ternyata masih sangat betah berlama-lama di puncak bersama sahabat karibnya. Atau mungkin itu memang akalan dari Tn. Abraham yang ingin memberi ruang untuk cucu dan cucu menantunya agar bisa lebih dekat.
"Nanti makan siang bersama, ya." ajak Bayu begitu sampai di tempat parkir perusahaan.
"Boleh, tapi aku yang memilih tempatnya." kata Alea sambil melepas seatbeltnya.
"Oke,"
Mereka pun berjalan beriringan menuju ruangan masing-masing. Pemandangan itu sudah tak aneh lagi di mata para karyawan karena kebanyakan dari mereka sudah tahu akan fakta pernikahan mereka.
Bayu mengantar Alea ke kantornya terlebih dahulu, setelah memberikan ucapan semangat barulah ia masuk ke dalam kantornya sendiri.
"Apa agendaku hari ini?" tanya Bayu pada Jaka yang sudah sigap berdiri di samping meja Bayu.
__ADS_1
"Pagi ini ada rapat bersama divisi perencanaan membahas proyek baru di Seminyak, Bali." jawab Jaka.
"Ah, aku benar-benar baru ingat kalau kita punya proyek itu. Apakah konstruksi nya sudah berjalan?"
"Kalau sesuai jadwal, baru akan mulai hari ini. Jadi belum tahu bagaimana perkembangannya."
"OH, Apakah menurutmu kita harus meninjau langsung proyeknya, jak?" tanya Bayu lagi.
"Seperti itu lebih baik. Tapi kalau anda ingin pergi Minggu ini sepertinya saya tidak bisa mendampingi Anda."
"Kenapa?"
"Keluarga saya mau datang kesini, jadi saya harap anda tidak membuat saya tidak enak karena pergi meninggalkan mereka yang seharusnya saya temani." jawab Jaka penuh penekanan.
"Kau ini suka sekali mendramatisir keadaan."
"Beginilah saya,"
"Ya sudah, jam berapa rapatnya?"
"Sekarang, mereka semua sudah menunggu di ruang rapat."
"Hah, kenapa tidak bilang dari tadi. Kau ini," gerutu Bayu yang langsung bersiap menghadiri rapat.
Sementara itu di kantor Alea,
"Wila, menurutmu lebih enak liburan ke Bali atau Lombok?" tanya Alea pada asistennya.
"Emm, mungkin Lombok." jawab Wila setelah berfikir beberapa saat.
"Kenapa?"
"Aku juga sudah pernah ke Bali, sih. Apa aku pergi ke Lombok saja ya?" gumam Alea sambil membrowsing destinasi wisata yang ada di Lombok.
"Anda mau berlibur?" tanya Wila.
"Iya, Bayu mengajakku berlibur agar aku tidak jenuh. Nah, dia menyuruhku untuk menentukan tempatnya." jawab Alea menampakkan senyum bahagianya.
"Emm, sepertinya ada yang hatinya sedang berbunga-bunga!" goda Wila.
"Wila," Alea mencoba memperingatkan Wila dengan lirikan tajam.
"Iya-iya, kalau begitu saya kembali ke meja saya ya. Tolong selesaikan dokumen itu sebelum makan siang ya, nona." kata Wila mengingatkan.
"Iya-iya, sana pergilah." dan Wila pun segera keluar dari kantor atasannya itu.
Rapat bersama divisi perencanaan berjalan lancar, tepat 45 menit sebelum jam makan rapat itu sudah selesai. Bayu memuji kinerja para staff divisi itu dan berterima kasih atas kerja keras mereka. Setelah itu ia pun segera kembali ke kantornya.
45 menit bukanlah waktu yang lama untuk menunggu jam makan siang, tapi tidak bagi Bayu. Dia sudah sangat ingin bersama istrinya walau hanya sekedar makan siang.
"Kenapa jam makan siang lama sekali? Masih 15 menit lagi." gumam Bayu menopang dagunya sambil memperhatikan gerakan jarum jam.
ting
__ADS_1
(suara pesan masuk)
MY WIFE 💕
Sudah selesailah pekerjaanmu?
REPLY : Sudah, tinggal menunggu jam makan siang. Jangan kemana-mana, aku yang akan menjemputmu.
MY WIFE 💕
Bertemu di parkiran saja.
Bayu mengerutkan dahinya, heran. Kenapa istrinya meminta bertemu di parkiran? Jika kalian mengira Bayu akan menurut, maka kalian salah. Justru sekarang Bayu sudah berjalan dengan langkah lebar menuju kantor Alea.
"Alea di dalam?" tanya Bayu pada Wila yang mejanya di depan kantor Alea.
"Iya, Pak. Nona Alea ada di dalam."
Tanpa menanggapi jawaban Wila, Bayu pun menerobos masuk kantor istrinya tersebut.
"Ya ampun, kenapa tiba-tiba kesini dan tidak mengetuk pintu. Membuatku kaget saja." gerutu Alea kesal.
"Hehehe, sorry. Ayo kita berangkat sekarang."
"Masih ada waktu 7 menit sampai jam makan siang."
"Itu cukup untuk berjalan ke parkiran. Ayo," Ajak Bayu menggandeng tangan Alea begitu saja. Memaksa Alea untuk mengikuti langkahnya.
.
.
.
.
.
.
YAROBUN,
KALIAN NGERASA GAK SIH, KALAU NOVEL INI GK ADA KONFLIKNYA SAMA SEKALI. KENAPA ADEM AYEM AJA SIH. BINGUNG AUTHOR 😌
HAYU, PADA NGASIH SARAN. KONFLIKNYA MAU BENTUK APA NIH?
KALAU BDMIN KAN KONFLIKNYA MACEM2 DARI MULAI PELAKOR SAMPE SENA NGUMPET HABIS KECELAKAAN KARENA LUMPUH.
TRUS, BAYU SAMA ALEA APAAN NIH KONFLIKNYA? MASA ADEM AYEM TERUS SIH. KAN GAK SERU. WKWKWKWK
😆😆😆
KASIH SARAN KALIAN DI KOMENTAR YA.
__ADS_1
AUTHOR TUNGGU,
SEE YOU, ALL.