MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
SERANJANG


__ADS_3

HAPPY READING, ALL.


_______________________


Sehabis makan, Alea segera kembali ke kamarnya dan meninggalkan Bayu bersama Tn. Abraham. Ia masih merasa canggung untuk sekedar mengeluarkan suara berbicara dengan Bayu. Hingga akhirnya ia memilih untuk menghindar saja.


Sedangkan Bayu saat ini tengah bersiap menemani Tn. Abraham untuk bermain catur di teras belakang.


"Kau sudah mengobrol dengan Alea?" tanya Tn. Abraham di tengah-tengah permainan catur mereka.


"Hanya saling menyapa saja, kek. Ntahlah, rasanya sedikit canggung karena sudah 3 bulan kami tidak bertemu."


"Tidak apa-apa, pelan-pelan saja kalian memulainya."


"Iya, kek. Nah, skak mat."


"Hah?"


Alea berjalan mondar mandir di dalam kamar. Ia masih tak percaya dengan perubahan Bayu. Badannya yang lebih berisi, kemudian cara berpakaiannya yang lebih modis dan juga kacamatanya yang sudah menghilang. Sebenarnya apa yang terjadi pada Bayu selama di Australia? Seperti itulah yang dipikirkan oleh Alea.


"Dia berubah begitu drastis. Apakah karena dia jatuh cinta dengan seorang wanita saat di Australia sampai-sampai merubah penampilannya?"


Begitu banyak pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepala Aurelie. Ia masih tak menemukan jawaban yang mungkin tentang alasan Bayu mengubah penampilannya.


Sesaat Alea teringat dengan tas branded yang diberikan oleh Bayu. Dan dia pun masuk ke dalam walk in closet nya untuk melihat kembali tas itu.


"Apakah ini asli?" tanya Alea curiga.


"Kenapa dia membelikan ku barang semahal ini. Apa mungkin ini sogokan untuk dia berselingkuh? Hah??" Alea menutup mulutnya tak percaya dengan khayalannya. Ia masih tidak bisa membayangkan jika hal itu benar terjadi. Dan dengan sedikit tak bergairah ia pun keluar dan langsung merebahkan diri di ranjang.


Tn. Abraham sudah merasa lelah dan mengajak Bayu untuk mengakhiri permainan catur mereka. Dan tentu saja, Bayu hanya akan mengiyakan kakek mertuanya itu.


"Kau juga lekaslah istirahat. Mulai besok kau sudah mulai aktif bekerja kan?"


"Iya, kek. Tenang saja. Selamat istirahat, kek."


"Ya, selamat istirahat."

__ADS_1


Setelah membereskan papan catur di meja, Bayu pun melangkahkan kakinya menuju kamar. Jam menunjukkan pukul sepuluh malam dan karena ia kira Alea sudah tidur. Bayu pun membuka pintu kamar dengan sangat pelan.


"Hah, dia sudah kembali. Apa aku perlu bertanya padanya?" gumam Alea dalam diam saat mendengar suara pintu terbuka.


Alea tidur membelakangi pintu sehingga Bayu mengira jika Alea memang benar-benar sudah tidur.


"Dia benar-benar sudah tidur, ya. Ya sudah, semoga besok akan ada waktu untuk mengobrol." kata Bayu pelan.


Bayu masuk ke dalam walk in closet untuk mengganti bajunya dengan piyama. Ia juga mengambil selimut untuk dipakainya.


"Kenapa sofa ini jadi terlihat lebih kecil dari terakhir kali aku menidurinya ya." gumam Bayu sambil mencari posisi ternyamannya untuk tidur.


Berkali-kali Bayu merubah posisi tidurnya, karena mereka sangat tidak nyaman. Dan tanpa Bayu sadari hal itu menimbulkan suara berisik yang membuat Alea jengkel.


"Kau ini bisa tenang tidak?" gerutu Alea yang langsung duduk dari tidurnya.


"Ah, maaf. Aku tidak sadar sudah menganggu mu. Tapi sofa ini benar-benar sudah tidak nyaman untu di tiduri."


"Lalu sekarang apa maumu?"


"Apa?"


"Boleh tidak aku tidur di ranjang. Malam ini saja, besok aku akan mencari cara untuk bisa tidur nyaman di kamar ini. Yayaya?" kata Bayu memohon.


Melihat suaminya memohon seperti itu, Alea pun merasa kasihan dan memberinya ijin.


"Ya sudah, hanya untuk malam ini."


Bayu langsung berlari menuju ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Alea.


"Yasssss, terima kasih."


Alea mengambil gulingnya dan menempatkan nya di tengah-tengah.


"Ini batasnya. Kau tidak boleh melewati ini."


"Siap Nyonya."

__ADS_1


Alea tidak membalas perkataan Bayu dan langsung merebahkan dirinya kembali dengan membelakangi suaminya.


"Selamat malam," kata Bayu dan Alea hanya tersenyum dalam diam.


Tak lama kemudian suara dengkuran halus terdengar di telinga Alea. Ia pun berbalik dan memastikan jika dengkuran halus yang ia dengar itu adalah milik suaminya.


Alea memperhatinya wajah Bayu dengan seksama. Dahinya, alis dan bulu matanya, hidung dan berakhir di bibir serta dagunya.


"Sebenarnya dia tidak terlalu buruk. Wah, apa itu. Kenapa bulu mata seorang pria bisa sepanjangan itu? Membuatku iri saja." gumam Alea pelan.


Merasa diperhatikan, Bayu pun membuka sedikit matanya.


"Kau belum tidur?" tanya Bayu dengan suara seraknya.


"I ini mau tidur." ucap Alea canggung yang kemudian hendak berbalik kembali membelakangi Bayu. Namun tangan besar Bayu lebih cepat menariknya ke dalam pelukannya.


"Emm, tidurlah. Dan jangan membuat suara." kata Bayu.


Alea diam membatu karena kaget dengan apa yang dilakukan Bayu. Jika normalnya ia akan langsung marah jika Bayu menyentuhnya. Tapi kali ini bibir Alea menjadi bungkam begitu saja tanpa bisa melayangkan protes begitu saja.


.


.


.


.


.


.


AKHIRNYA SELANGKAH LEBIH DEKAT LAGI.


🤣🤣🤣


BAYU MENANG BANYAK NIH, DAPAT RANJANG DAN JUGA ALEA DI DALAM PELUKANNYA. 🤭

__ADS_1


__ADS_2