MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
BAKING TOGETHER


__ADS_3

Seusai mandi, Alea turun ke dapur untuk mengecek menu makan malam mereka. Semua sudah selesai di masak oleh para maid. Menunya pun sesuai dengan apa yang ia minta tadi pagi sebelum berangkat bekerja.


Ada tumis kangkung, ikan laut goreng, sambal matah dan tak ketinggalan tahu tempe goreng. Nampak sederhana, tapi memang itulah yang di inginkan Alea. Karena sudah lama semenjak terakhir kali Alea makan menu tersebut.


Bayu menyusul ke meja makan, dan duduk di salah satu kursi.


"Wow, kelihatannya enak."


"Aku yang minta maid untuk memasakkan ini tadi pagi. Kau tak apa kan dengan menu sederhana ini?"


"Tidak apa-apa, aku suka makanan seperti ini." jawab Bayu tersenyum.


Alea membantu Bayu untuk menyiapkan makanannya. Ia menyendokkan nasi di piring Bayu dan juga mengambilkan lauk untuk suaminya itu.


"Terima kasih. Selamat makan."


Mereka pun makan dengan tenang, Alea dan Bayu sama-sama makan dengan lahap. Ternyata menu makan malam kali ini benar-benar sesuai seleranya. Dan ia senang dengan hal itu.


Seusai makan malam, Bayu pemit untuk kembali ke kamar terlebih dahulu karena harus mengecek pekerjaannya. Dan Alea hanya mengiyakan.


Setelah selesai membereskan semuanya dengan di bantu maid. Alea segera menyiapkan bahan-bahan untuk membuat beberapa camilan untuk ia bawa ke Lombok.


"Biar saya bantu, nona."


"Tidak usah, biar aku saja. Kalian istirahatlah. Oh iya terima kasih, makan malamnya enak sekali."


"Sama-sama, nona. Kalau begitu kami pamit kembali ke belakang."

__ADS_1


"Kalau butuh bantuan, panggil kami saja nona."


"Oke, selamat beristirahat."


Setelah para maid itu pergi, Alea mulai membuat adonan kue. Ia akan membuat cake pandan dan setelah itu ia juga akan membuat cookies untuk di makan di perjalanan ke Lombok lusa nanti.


Dengan sangat telaten Alea menyiapkan semuanya sendiri. Setelah adonan cake pandannya jadi, segera ia tuang di loyang yang sudah ia siapkan dan memasukkannya ke oven dengan hati-hati. Sambil menunggu cakenya matang. Alea mulai membuat adonan untuk cookiesnya. Ia terlihat begitu senang melakukan semuanya sendiri. Bahkan tak terlihat sedikitpun lelah di wajahnya.


***


Satu jam berlalu, Bayu yang sadar dengan ketidak hadiran Alea di kamar segera meletakkan laptopnya di nakas dan turun dari ranjang menuju lantai bawah.


Harum cake memanjakan Indra penciumannya, dari sana ia bisa menebak jika istrinya pasti sedang berada di dapur dan ia pun bergegas kesana.


"Kau sedang membuat apa?" tanya Bayu begitu sampai di dapur membuat Alea yang tengah mencetak cookies pun menoleh.


"Aku sedang membuat cake dan cookies."


"Apa kau tidak lelah?"


"Emm, tidak. Melakukan apa yang kita sukai tidka akan membuat kita lelah." kata Alea menampakkan senyumnya.


"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Bayu menawarkan diri.


"Kau mau membantu? Emm, kalau begitu bantu aku mencetak ini." kata Alea menunjuk adonan Cookies yang belum di cetak.


"Oke,"

__ADS_1


Bayu mencuci tangannya terlebih dahulu, mengeringkannya dan memakai sarung tangan plastik agar tetap hygenis.


Cake dan satu tray cookies di dalam oven sudah matang. Dan dengan hati-hati Alea mengeluarkannya. Alea membiarkan keduanya dingin terlebih dahulu sebelum mengeluarkannya dari loyang dan melepaskan cookiesnya dari tray.


Namun, karena penasaran dengan rasanya ia pun mengambil 1 keping cookies yang masih agak panas itu dengan hati-hati.


Alea meniupnya beberapa kali dan membawanya ke depan mulut Bayu. Bayu yang di sodori cookies oleh istrinya pun membuka mulut dan menggigit sebagian cookies itu.


"Emm, enak."


Merasa puas dengan bakingannya, Alea pun tersenyum dan memakan sisa cookies yang sudah di gigit oleh Bayu.


.


.


.


.


.


TADINYA MAU UP 1 CHAPTER. TAPI KARENA KEMARIN AUTHOR GAK UP, AKHIRNYA 2 CHAPTER YANG AUTHOR UP.


KALIAN SENENG GAK?


SEMOGA SENENG YA.

__ADS_1


TERIMA KASIH, SUDAH SETIA MEMBACA KARYA-KARYA AUTHOR.


BORAHAE 💜


__ADS_2