MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
Istri


__ADS_3

HAPPY READING


DO'AKAN AUTHOR AGAR BISA ISTIQOMAH UP TIAP HARI.


_______________________________


Bayu merasa lega saat melihat mobil Alea yang terparkir di halaman, menandakan si empunya sudah kembali ke mansion.


Bayu segera melangkahkan kakinya ke kamar dan yang ia temukan disana adalah istrinya yang tengah tertidur di ranjang. Dengan lengkah pelan dan tersenyum, Bayu pun mendekati Alea. Ia berjongkok dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu. Namun ternyata gerakan tangannya justru membuat Alea terganggu dan bangun dari tidurnya.


"Ah, maaf. Aku tadi hanya ingin menyingkirkan rambut di wajahmu."


Alea hanya diam dan melirik jam weeker di nakas sampingnya.


"Kenapa kau sudah pulang?" tanya Alea begitu menyadari bahwa jam masih menunjukkan pukul 3 sore.


"Aku tidak fokus bekerja karena istriku terdengar aneh di telepon tadi. Membuatku pusing, jadi aku pulang saja." jawab Bayu dengan memasang wajah lucu.


"Siapa juga yang membuatmu pusing." kata Alea ketus.


"Kaulah, siapa lagi. Coba katakan, kau kanapa?" tanya Bayu.


"Kenapa apanya?"


"Di telepon tadi, kenapa suaramu terdengar sedih?"


"Tidak,"


"Benarkah?" tanya Bayu tak percaya.


"Emm, apakah Widya sudah menghubungimu?" tanya Alea menatap Bayu dengan wajah sendu.


"Tidak tahu, setelah kau menutup telepon tiba-tiba tadi. Aku tidak mengecek handphoneku lagi karena tak lama setelah itu aku langsung pulang."


"Kenapa tidak kau cek saja sekarang?" tanya Alea.


"Tidak perlu."


"Kenapa?"


"Ya karena merasa tidak ada yang penting, setelah melihat kau berada disini untuk apa aku mengecek handphoneku."

__ADS_1


"Jadi, kalau kau tak menemukanku disini, apa kau akan mengecek handphonemu?"


"Tentu saja, aku akan memegang dan menatapnya terus sampai kau memberi kabar."


"Kenapa?"


"Ya karena kau istriku," jawab Bayu lugas dengan menampakkan senyumnya membuat wajah Alea merona.


"Ayo tidur, lagi. Aku juga ikut mengantuk melihatmu tidur tadi." ucap Bayu yang langsung mengambil posisi di samping Alea.


Alea hanya diam memperhatikan, jujur ia tidak tahu dengan perasaannya. Ia merasa sebal melihat Widya bergelendot manja pada suaminya. Ia pun tak suka mengetahui kenyataan jika suaminya dan Widya memiliki masa lalu bersama yang menyenangkan.


Alea mendesahkan nafasnya kasar, kemudian beranjak ke kamar mandi. Ia tidak bisa kembali tidur, hingga memilih untuk mandi. Seusai mandi, ia mendengar dengkuran halus Bayu yang mungkin sudah masuk ke alam mimpinya. Tanpa sadar, Alea tersenyum.


Alea keluar dari kamar menuju dapur. Sore ini ia hendak memasak makan malam untuk suaminya. Ya, sekarang ia tak aneh lagi untuk menyebut Bayu sebagai suaminya karena memang kenyataannya begitu.


"Kakek kemana? Biasanya jam segini selalu minum teh di teras." tanya Alea pada seorang maid.


"Tuan besar sedang pergi ke puncak, nona. Liburan bersama Tuan Darius." jawab maid tersebut.


"Hah, kenapa tidak memberitahuku. Tumben sekali dua kakek itu liburan bersama." gumam Alea sambil membuka kulkas.


"Anda perlu sesuatu nona?"


"Biar saya bantu," kata maid menawarkan diri.


"Nonono, pergi dan istirahatlah. Aku sedang ingin masak sendiri sekarang."


"Baik nona," kata Maid tersebut kemudian pergi meninggalkan Alea sendiri.


Alea mengambil ayam dan beberapa sayuran. Ia berencana untuk memasak ayam goreng mentega dan capcay. Memang keduanya bukan masakan yang sulit untuk Alea masak. Hingga tak butuh waktu lama, masakannya sudah siap di hidangkan. Alea tak berhenti disitu saja, ia pun membuat jus apel dan pokcoy untuknya dan Bayu.


Setelah semuanya beres, Alea mengarahkan pandangannya ke jam dinding. Sudah pukul 5 sore dan ia berencana untuk membangunkan Bayu.


Namun saat baru saja berbalik, Bayu sudah ada di belakangnya menatapnya sambil tersenyum.


"Kau sudah bangun ternyata. Mau makan sekarang?" tanya Alea.


"Aku terbangun karena mencium aroma masakan," Jawab Bayu bercanda kemudian menarik sebuah kursi dan duduk.


Alea mengambilkan sepiring nasi untuk Bayu lengkap dengan lauknya. Dan Bayu menerimanya dengan perasaan senang.

__ADS_1


"Ah, aku merasa benar-benar seperti punya istri sekarang." kata Bayu dalam hati dengan masih terus tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum? Ayo makan," ajak Alea.


Bayu mengangguk dan mereka pun mulai makan. Di suapan pertamanya Bayu langsung melemparkan pujian pada Alea.


"Enak sekali, aku beruntung punya istri yang pintar masak."


"Cepat makan, kalau habis kau boleh tambah lagi." kata Alea sambil menunduk menatap piringnya karena malu.


Setelah menyelesaikan makannya, Bayu pun berdiri hendak membereskan meja dan membawa piring-piring kotor ke dapur.


"Kau sedang apa?" tanya Alea heran.


"Membereskan ini," kata Bayu menumpuk piring-piring kotor menjadi satu agar mudah ia bawa.


"Biar aku saja,"


"Tidak usah, kau kan tadi sudah masak. Sekarang biarkan aku yang cuci piring." kata Bayu mengangkat tumpukan piring kotor itu ke bak wastafel yang berada di dapur.


"Emm, bagaimana kalau kita cuci piringnya bersama. Biar cepat selesai." ajak Alea.


"Boleh, ayo."


Akhirnya Bayu dan Alea mengerjakan itu berdua sambil mengobrol dan bercanda sampai bisa cuci piring pun menjadi alat mereka mengerjai satu sama lain. Mereka terlalu asyik hingga tak sadar jika ada beberapa maid yang mengintip di balik tembok. Para maid menjadi turut bahagia melihat kebersamaan tuan muda dan nona mudanya itu.


.


.


.


.


.


.


DUH, PENGEN DEH CUCI PIRING BERDUA SAMA SUAMI. 🥺


LUCU KALI YA, CUCI PIRING SAMBIL BERCANDAAN GITU.

__ADS_1


AUTHOR TUH SENGAJA PASANG WASTAFEL DOUBLE BAK DI RUMAH BIAR BISA KAYAK GITU.


TAPI ZONK, GARA2 SUAMI SELALU CUCI PIRINGNYA SENDIRI DOANG. 😪😪😪


__ADS_2