MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
BUAH TANGAN


__ADS_3

HAPPY READING,


____________________


Beberapa waktu tinggal di Australia, penampilan Bayu telah di rombak habis-habisan oleh orang-orang profesional yang disiapkan oleh Tn. Abraham. Mulai dari instruktur Gym yang membuat tubuhnya ideal, konsultan Gizi, hingga stylist yang membuatnya terlihat lebih keren sekarang.


Beberapa hari yang lalu Bayu telah melakukan operasi lasik untuk menyempurnakan penampilannya agar bisa melepaskan kaca matanya. Kini bisa terlihat dengan jelas mata coklat jernih milih Bayu yang begitu indah.


Hari ini adalah hari terakhirnya di Australia dan esok pagi ia sudah bisa menginjakkan kakinya lagi di Indonesia.


"Anda terlihat sangat senang, sir." kata Collins yang melihat Bayu mengepak barang-barangnya dengan bersemangat.


Hampir 3 bulan tinggal bersama, Collins dan Bayu sudah menjadi sangat akrab. Bahkan di luar jam kerja Bayu selalu memaksa Collins untuk memanggilnya dengan santai. Tapi pria itu tak juga mengindahkan perkataannya.


"Tentu saja aku senang, akhirnya besok aku bisa kembali ke Indonesia." jawab Bayu sembari menorehkan senyuman.


"Saya akan merindukan anda, sir. Anda adalah orang yang baik."


"Kau juga, terima kasih sudah mengurusku selama disini." ucap Bayu dengan tulus.


"Sudah tugas saya, sir."


"Bagaimana kalau malam ini kita hangout? Aku juga perlu membeli sesuatu.


"Saya akan mengikuti anda, sir."


"Baiklah, kalau begitu ayo bersiap."


Bagi seorang pria, bersiap adalah hal yang mudah. Mereka tidak akan memakan banyak waktu hanya untuk sekedar berganti baju.


Sekarang, Bayu dan Collins berjalan-jalan di sebuah mall terbesar di kota Sidney, Australia. Di Mall itu berjajar outlate merk-merk terkenal dunia. Dan Bayu mengajak Collins untuk memasuki salah satunya.


"Apa yang anda cari, sir?" tanya Collins penasaran.


"Ntahlah, aku juga bingung."


Melihat dua pria masuk dengan wajah bingung, seorang pelayan wanita pun menghampiri mereka.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" tanya pelayan tersebut.

__ADS_1


"Emm, apa yang sedang trend akhir-akhir ini?" tanya Bayu asal.


"Anda mencari untuk anda sendiri atau kekasih anda?" tanya pelayan itu lagi.


"Untuk istri saya." jawab Bayu dengan cepat.


"Kalau begitu silakan ikuti saya, tuan. Saya akan menunjukkan beberapa koleksi terbaru kami." kata pegawai tersebut mempersilakan untuk mengikutinya.


"Wah, anda mau mambawakan Nyonya muda oleh-oleh sir?" goda Collins pada Bayu.


"Emm, anggap saja begitu." jawab Bayu dengan sedikit malu.


"Saya rasa kepulangan anda sudah cukup untuk membuatnya kaget. Tapi anda sampai mencari oleh-oleh untuk nyonya." perkataan Collins membuat kaki Bayu berhenti berjalan.


"Collins?" panggil Bayu pelan.


"Ya, sir."


"Apakah penampilan ku sekarang sangat berbeda dengan saat pertama kali kau bertemu denganku?" tanya Bayu memastikan perubahannya.


"Kalau boleh jujur, tentu sangat berbeda. Kalau anda tidak yakin, anda bisa menjajarkan foto before dan after anda." saran Collins.


Melihat Bayu tidak percaya diri, Collins pun berkata sambil menunjuk ke suatu arah.


"Anda lihat, beberapa pelayan wanita disana bahkan melihat anda dengan tatapan genit. Kalau Nyonya muda disini pasti anda sudah di seret pergi untuk menghindari mereka."


"Hahaha, Alea tidak tertarik padaku. Jadi dia pasti akan masa bodoh dengan hal itu." kata Bayu merasa jika perkataan Collins tak masuk akal.


"Tuan, ini koleksi tas dan sepatu terbaru musim ini. Silakan anda pilih," kata pegawai wanita tersebut begitu mereka sampai di salah satu etalase paling dalam di toko itu.


"Menurutmu bagus yang mana?" tanya Bayu berbisik pada Collins.


"Saya tidak mengerti selera Nyonya muda, sir." jawab Collins juga dengan berbisik.


"Aku juga tidak tahu,"


Mendengar bisikan-bisikan kedua pria itu, si pegawai pun mulai memberikan saran.


"Kalau boleh menyarankan, tas model ini lah yang sedang banyak dicari. Dan kebetulan seri ini hanya tinggal satu. Barang ini limited edition, tuan. Dan harganya cukup mahal hingga tidak banyak orang yang memilikinya."

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku ambil yang ini." kata Bayu setelah memperhatikan tas yang di maksud dengan sesaat.


Setelah mendapatkan buah tangan untuk Alea, Bayu dan Collins memasuki salah satu restoran di mall itu untuk makan malam.


"Gila, aku baru saja mengeluarkan uang hampir 300 juta hanya untuk sebuah tas." kata Bayu masih tak percaya dengan nominal uang yang baru saja ia keluarkan.


Bagi orang sederhana seperti Bayu, mengeluarkan nominal uang sebanyak itu adalah yang pertama kali baginya. Karena sejak kecil sampai sekarang ia tak pernah sekalipun menghamburkan uangnya.


"Anda luar biasa, sir. Saya yakin Nyonya muda akan sangat menyukai tas itu." puji Collins sembari meledek.


"Semoga saja, kalau benar iya maka hal itu akan sepadan dengan uang yang baru saja aku keluarkan." kata Bayu menampakkan smirknya.


"Sekarang anda terdengar seperti orang pelit, sir. Hahaha."


"Aku bukannya pelit pada istriku sendiri. Ini pertama kalinya aku membeli barang-barang branded. Dan aku tidak tahu harga-harganya. Jadi aku hanya kaget saja. Untuk istriku, kalau sampai harus menjual ginjal pun aku rela."


"Ah, anda kini menjadi budak cinta sir."


Dan kalimat yang baru saja Collins keluarkan pun berakhir dengan suara tawa keduanya.


.


.


.


.


.


.


BESOK BAYU PULANG, NIH.


GIMANA YA REAKSI ALEA MELIHAT PERUBAHAN BAYU?


SEE YOU, ALL.


BYE-BYE 👋🏻

__ADS_1


__ADS_2