
Hari-hari berikutnya dihabiskan Bayu dan Alea dengan bertamasya ke beberapa tempat. Mereka menikmati setiap waktu libur bersama. Tak lupa pula membeli beberapa oleh-oleh untuk di bawa kembali ke Jakarta.
Saat ini mereka tengah berada di cottage, bersiap-siap untuk mengakhiri liburan yang berujung honeymoon bagi mereka.
"Ini apa?" tanya Alea sambil mengangkat sebuah paperbag kecil.
"Oh, itu. Hampir saja aku melupakannya." kata Bayu menghampiri Alea yang tengah duduk di lantai sambil mempacking barang bawaan mereka.
"Ini untukmu, bukalah." kata Bayu.
"Untukku?" tanya Alea yang di balas anggukan oleh Bayu.
Alea mengambil sebuah kotak persegi panjang dari dalam paper bag itu dan membukanya. Nampak sebuah kalung dengan hiasan mutiara bewarna pink di dalam kotak itu.
"Bagaimana? Apakah bagus?" tanya Bayu karena Alea masih saja menatap kalung pemberiannya tanpa berkata apa-apa.
"Itu memang tidak mahal, aku membelinya karena kurasa itu cocok untukmu. Kalau kau tidak suka, aku bisa............"
"Terima kasih," ucap Alea memotong perkataan Bayu.
"Ah, iya. Sama-sama."
"Tolong pakaikan untukku." kata Alea berbalik membelakangi Bayu dan mengangkat rambutnya agar Bayu mudah memasangkan kalung di lehernya.
Bayu tersenyum dan mulai memakaikan kalung tersebut.
"Sudah,"
"Bagaimana?"
"Cantik,"
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Alea dan Bayu sudah berada di bandara internasional Soekarno Hatta. Bayu sudah mengabari salah satu supir di mansion untuk menjemput mereka sebelum pesawat mereka terbang. Dan tanpa perlu menunggu, sang supir sudah nampak di pintu keluar menyambut mereka.
"Biar saya bawakan, nona." kata supir tersebut pada Alea.
"Apakah kakek sudah pulang?" tanya Alea.
"Belum, nona."
__ADS_1
"Kau merindukan kakek?" tanya Bayu.
"Sedikit,"
"Mau mengunjunginya akhir pekan nanti? Sekalian kita antarkan oleh-olehnya."
"Oke, itu ide yang bagus."
Langit sudah tampak gelap saat Alea dan Bayu sampai di rumah. Beberapa pelayan keluar untuk membantu membawa masuk barang-barang mereka.
Alea yang merasa lelah buru-buru menuju kamar sedangkan Bayu berjalan pelan di belakangnya.
"Akhirnya, aku bertemu kasur. Aku akan tidur sebentar." kata Alea yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Kau tidak mau mandi dulu? atau berganti pakaian."
"Tidak, aku mengantuk."
"Ya sudah kalau begitu tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat makan malam."
Dan tak lama kemudian, Alea pun terlelap. sedangkan Bayu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Seusai mandi Bayu membongkar koper yang mereka bawa dan menatanya kembali ke dalam walk in closet. Setelah semuanya selesai barulah Bayu berniat membangunkan Alea.
"Bangunlah, mandi lalu makan malam."
"Aku masih mengantuk."
"Kau mau makan malamnya di antar ke kamar saja?" tanya Bayu menawari.
"Emm,"
"Kalau begitu aku turun ke bawah dulu. Bangun dan mandilah. Badanmu sudah lengket,"
"Emm,"
Bayu menuruni tangga dengan cepat menuju ruang makan. Para maid sudah menyiapkan makan malam untuk mereka. Dan Bayu pun segera menyantap makan malamnya sendirian. Tak butuh waktu lama baginya untuk makan, setelahnya ia segera mengambilkan malam untuk Alea dan membawanya ke kamar.
Saat ia kembali ke kamar, Alea baru saja selesai mandi. Rambutnya masih tampak basah hingga terlihat menetes ke bathrobe nya.
"Duduk sini," kata Bayu menepuk pinggiran ranjang.
__ADS_1
Alea menurut saja dan duduk disana. Bayu mengambil handuk kecil lalu mulai mengeringkan rambut Alea.
"Ini sudah malam, kau harus mengeringkan rambutmu dengan benar agar tidak masuk angin."
"Aku bisa sendiri,"
"Tidak apa-apa, aku ingin melakukannya."
Setelah dirasa cukup, Alea pun masuk ke dalam walk in closet untuk berganti baju. Ia memilih mengenakan piyama panjang untuk malam ini. Bayangan pergumulan panas mereka selama liburan masih terbayang-bayang di otaknya. Membuat Alea merasa sedikit canggung untuk mengenakan gaun tidur atau sejenisnya.
"Ini makan malam mu," kata Bayu begitu melihat Alea keluar dari walk in closet.
Alea duduk di sofa kecil di kamarnya dimana Bayu sudah meletakkan nampan yang berisikan makan malam.
"Kau sudah makan?"
"Emm, sudah."
.
.
.
.
.
.
AUTHOR BENERAN UDAH BUTUH LIBURAN DEH KAYAKNYA.
SEMINGGU INI PIKIRANNYA KAYAK STUCK GITU JADI GK BISA NULIS.
MAAF YA, BARU BISA UP.
MAAF JUGA KARENA BARU BISA NULIS SEGINI 🥺🥺🥺
SEE YOU, ALL.
__ADS_1