MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
LAMONGAN CINTA


__ADS_3

HAPPY READING


___________________


Setelah film selesai, mereka memilih untuk segera keluar dari mall tersebut. Dan di jalan Bayu pun memberanikan diri untuk membuka suara terlebih dahulu.


"Emm, kita mau makan dimana?" tanya Bayu mengingat mereka belum makan apa-apa semenjak keluar dari mansion sore tadi.


"Aku tahu tempat makan enak dan murah. Kau mau coba?" tanya Alea.


"Boleh, dimana?"


"Lurus saja, nanti aku tunjukkan jalannya."


"Oke."


Sekarang mereka sudah berada di sebuah warung tenda pinggir jalan. Alea mengajaknya duduk di salah satu meja lesehan beralaskan tikar yang tampak bersih.


Bayu hanya mengikuti kemauan istrinya. Ia duduk dan menatap sekelilingnya dengan bingung.


"Ada apa?" tanya Alea menyadari Bayu yang tampak bingung.


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak menyangka kau akan mengajakku kemari." kata Bayu tersenyum.


"Ini tempat makan favoritku semasa kuliah, dulu aku sering makan di tempat ini bersama sahabatku." kata Alea menjelaskan.


"Sahabat? Bukan dengan si brengsek tadi?" sindir Bayu sambil menunjukkan smirknya.


"Aku tidak pernah makan disini bersama si brengsek yang kau bilang tadi. Dan seingatku, terakhir kali aku makan disini adalah saat masih di semester 4. Setelahnya aku tidak pernah datang lagi, karena tidak ada yang menemani. Sahabatku mendapat beasiswa di Inggris. Dan mungkin sampai sekarang dia masih disana."


"Memangnya kau tidak punya teman lain?" tanya Bayu semakin penasaran.


"Teman yang lain hanya melihat isi dompetku."


"Permisi, mau pesan apa neng?" tanya istri pemilik warung tenda.


"Aku mau bebek goreng bagian dada, tahu tempe dan sambalnya aku mau pakai yang sambal bawang. Minumnya es jeruk." pesan Alea dengan cepat.


"Kau mau makan apa?" tanya Alea pada Bayu.


"Samakan saja,"

__ADS_1


"Kalau begitu, pesanan yang sama ya bu."


"Baik, tunggu sebentar ya." istri pemilik warung pun segera pergi membuatkan makanan yang dipesan.


"Oh iya, dulu kau kuliah dimana?" tanya Alea penasaran.


"UI, S1 dan S2 disana."


"Kenapa tidak kuliah di luar negeri?" tanya Alea asal-asalan.


"Biaya hidup di luar negeri tinggi. Lagi pula, sejak SMA aku sudah diminta kakek untuk membantu di perusahaan. Jadi tidak mungkin bagiku meninggalkan Indonesia."


"Hah? Serius?" tanya Alea tampak sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Bayu.


"Iya,"


"Aku tidak tahu kau dan kakek sedekat."


"Kakek adalah malaikat penolongku. Kalau bukan karena beliau, aku tidak mungkin bisa jadi seperti sekarang." kata Bayu merasa bersyukur.


"Memangnya sudah berapa tahun kalian saling mengenal?" tanya Alea semakin antusias.


"Sekitar 13 tahun mungkin."


Belum sempat Bayu menjawab, pesanan mereka datang.


"Wangi sekali, sepertinya enak." kata Bayu mengamati makanan di depannya.


"Tentu saja, cobalah. Aku yakin kau pasti akan ketagihan."


"Oke, selamat makan."


"Selamat makan."


Mereka pun makan dengan lahap, bahkan sampai piring nasi mereka tampak sangat bersih dibuatnya.


Setelah makan, mereka pun pulang ke mansion. Di perjalanan, mereka tak henti-hentinya mengobrol dan saling mengejek satu sama lain. Hingga tak ada rasa canggung yang tersisa setelah ciuman panas mereka di mall tadi.


"Makanan tadi enak sekali dan sangat ramah di kantong."


"Nah, iya kan. Makanan disana memang enak,"

__ADS_1


"Tapi, omong-omong kenapa nama warung tendanya Lamongan Cinta?"


"Ntahlah, Mungkin karena penjualnya adalah suami istri, dan mereka memulai usahanya itu dengan cinta." jawab Alea menebak.


"Hal sederhana yang begitu indah," gumam Bayu membayangkan bagaimana bahagianya pasangan suami istri pemilik warung tenda yang saling bahu membahu bersama.


"Kau bilang apa?" tanya Alea karena ia tidak begitu mendengar apa yang digumamkan oleh Bayu.


"Tidak apa-apa," jawab Bayu menampakkan senyumnya.


Sesampainya di mansion, Alea dan Bayu masuk ke kamar mereka. Ntah mengapa tiba-tiba atmosfir disana terasa berbeda bagi pasangan suami istri itu. Membuat rasa canggung tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Emm, aku mau mandi dulu." kata Alea memecah keheningan.


"Oh, iya. Aku akan ke bawah mengambil minum." kata Bayu menyahuti.


"Oke," jawab Alea asal sambil berlari kecil memasuki walk in closet nya.


***


Di tempat lain, tampak seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari Bandara dengan menyeret koper besarnya. Ia memberhentikan sebuah taksi dan meminta supir mengantarkannya ke suatu tempat.


"Swiss Belhotel, pak."


"Siap, mbak."


Dan segeralah taksi itu meluncur menuju hotel yang dituju.


.


.


.


.


.


.


ADA YANG SUKA MAKAN BEBEK GORENG DI WARUNG TENDA LAMONGAN? KALAU ADA, KITA SEHATI SAMA ALEA DAN BAYU. 🤣🤣🤣

__ADS_1


DAH AH,


SEE YOU, ALL.


__ADS_2