MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
Kencan


__ADS_3

Setelah 30 menit bersiap-siap, Alea keluar dari kamar dan menghampiri Bayu yang tengah memainkan handphonenya di ruang keluarga.


"Ayo, aku sudah siap."


"Oh, sudah siap. A ayo." Bayu melirik Alea sekilas kemudian berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan Alea yang masih berdiri mematung.


"What? Dia hanya melirik dan tidak melihatku? Sungguh sia-sia aku berdandan." gerutu Alea sembari berjalan mengikuti Bayu.


Dalam hati Bayu,


"Mengapa Alea terlihat sangat cantik sore ini? Apakah dia berdandan karena aku mengajaknya keluar? Ah, Alea kan memang suka berdandan. Tidak mungkin kalau dia berdandan dengan alasan khusus karena ajakanku." tanpa sadar semu merah menghiasi pipi Bayu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali menepis segala pikiran tentang alasan istrinya yang tampil cantik kala itu.


Di dalam mobil, Alea tampak sibuk dengan handphonenya. Membuat Bayu menjadi enggan untuk memulai sebuah obrolan. Hingga akhirnya sepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka.


Bayu membawa Alea ke bioskop terlebih dahulu untuk memilih dan membeli tiket film yang akan mereka tonton. Kemudian sembari menunggu jam tayang film yang akan ditonton, mereka memilih ke restoran terdekat untuk makan malam.


Suasana makan mereka tampak hening karena tidak satupun yang mau membuka suara. Bayu tampak menyantap makanannya dengan wajar, namun berbeda dengan Alea yang hanya mengaduk-aduk makanan di depannya sembari melirik Bayu sesekali. Bayu yang merasa di perhatikan pun menghentikan makannya sejenak dan menatap Alea dan piringnya secara bergantian.


"Apakah makanannya tidak enak? Kau mau memesan menu yang lain?"


"Tidak apa-apa, cukup ini saja." kata Alea malas.


"Dasar pria tidak peka. Aku seperti ini karena bosan. Bosan menunggumu untuk mengajakku bicara. Huh, sebal." gerutu Alea pelan namun masih sedikit terdengar di telinga Bayu.

__ADS_1


Bayi tersenyum tipis kemudian membuka suaranya lagi.


"Alea, kau lulusan fakultas Ekonomi Bisnis kan?"


"Emm, yah."


"Sudah tiga tahun semenjak kau lulus. Apa kau tidak ingin memanfaatkan ilmumu di kantor?"


"Kau menyuruhku bekerja?" tanya Alea dengan tatapan sinis.


"Tidak, bukan begitu. Aku fikir kau mulai bosan dengan hari-harimu. Makanya aku bertanya, mungkin kau ingin melakukan sesuatu hal yang baru."


"Tidak, aku malas mengurusi semua hal tentang perusahaan. Lagi pula kakek kan sudah mempercayakan semuanya padamu."


"Baiklah kalau begitu. Apakah makanmu sudah selesai?" tanya Bayu yang hanya di balas anggukan oleh Alea.


"Aku mengambilnya karena haus." kata Alea berusaha menyangkal maksud yang sebenarnya lalu mulai menyedot cola di tangannya.


Kali ini film yang mereka tonton adalah film komedi romantis pilihan Alea. Bayu hanya mengikut saja karena ia sama sekali tidak mengerti tentang film yang bagus. Karena memang bukan hobinya untuk menonton film.


Sepanjang diputarnya film, sesekali Alea tertawa keras seolah membenarkan bahwa film yang ia tonton sangat bisa menghibur dirinya. Bayu terkesima dengan suara tawa Alea yang tak pernah ia dengar semenjak mereka menikah.


"Kau sangat cantik saat tertawa." kata Bayu lirih tanpa melepas pandangannya pada Alea.

__ADS_1


"Emm, kau bicara apa? Aku tidak dengar."


"Tidak, bukan apa-apa." jawab Bayu cepat karena salah tingkah sebab Alea tiba-tiba bertanya dan memandangnya.


***


Pukul sepuluh malam, Bayu dan Alea baru sampai di rumah. Rumah besar itu tampak sangat sepi menandakan bahwa semua penghuninya telah tidur terlelap.


"Aku mau ke dapur mengambil minum. Kau naiklah dulu." kata Bayu.


"Nanti bawakan juga untukku, ya." pinta Alea Kemudian berlari kecil menaiki tangga.


Sesampainya di kamar, Alea melemparkan tasnya ke atas sofa kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang tanpa melepas sepatunya.


ceklek,


Bayu masuk ke dalam kamar dengan segelas air putih di tangannya. Kedatangan Bayu sontak membuat Alea mendudukkan tubuhnya.


"Ini," Bayu menyodorkan segelas air yang ia bawa.


"Terima kasih." kata Alea menerima gelas itu dan langsung meminumnya.


"Bolehkah aku yang mandi terlebih dulu?" tanya Bayu yang dibalas anggukan oleh Alea.

__ADS_1


Setelah Bayu hilang dari penglihatannya, Alea segera merebahkan diri kembali. Rasa kantuknya tak bisa lagi di tahan. Hingga dalam waktu singkat Alea sudah terbuai di dalam mimpi.


Bayu keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah memakai piyama dan siap untuk tidur. Perhatiannya teralihkan ke arah Alea yang tampak tidur dengan sembarangan. Tanpa melepas sepatu dan juga ganti baju. Bayu tersenyum sejenak melihat wajah polos istrinya yang sedang tertidur. Dengan hati-hati Bayu melepas sepatu Alea, membenarnya posisi tidurnya kemudian menyelimutinya. Setelah semua itu selesai, Bayu pun bersiap untuk tidur di singgasananya. Dimana lagi kalau bukan di sofa.


__ADS_2