
Bayu terbangun dari tidurnya, badannya terasa pegal karena tidak terbiasa berada dalam posisi miring terlalu lama. Ia pun mengubah posisinya menjadi terlentang dan menolehkan kepalanya ke Kenan, dimana ada Alea yang tidur dengan menghadapnya. Bayu memiringkan badannya menghadap Alea, tangannya terulur dan membelai lembut pipi istrinya itu.
"Kuharap disini kita bisa memulai menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. Aku mencintaimu, Alea." bisik Bayu yang ternyata dengan samar terdengar di alam bawah sadar Alea. Sehingga dalam tidurnya ia pun tersenyum.
Bayu berjalan ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri sebelum membangunkan Alea yang tampak sangat pulas tidurnya. Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi dan berganti baju barulah Bayu kembali menghampiri Alea dan membangunkannya.
"Alea, sayang bangun." ucap Bayu dengan lembut sambil mengusap-usap punggung tangannya yang dingin di pipi Alea.
Bayu melakukan hal itu beberapa kali hingga Alea menggeliat dan membuka matanya. Yang dilihat Alea pertama kali saat membuka matanya adalah senyum menawan milik Bayu dan ia pun turut tersenyum.
"Jam berapa ini?" tanya Alea dengan suara serak khas bangun tidur.
"Setengah 1 siang. Masih ada waktu setengah jam sebelum tour guide menjemput. Bangunlah dan bersiap." kata Bayu tetap pada posisinya.
Alea mengangguk dan menatap Bayu dalam, "Emm. Boleh aku memelukmu?" tanya Alea.
"Tentu saja, kau tidak perlu meminta ijin untuk memeluk suamimu." jawab Bayu yang langsung membuka lebar tangannya membuat Alea tersenyum dan tak ragu untuk mendekap erat tubuh suaminya. Dan pelukan itupun dibalas oleh Bayu.
Alea masih terlalu nyaman dalam dekapan hingga tak mau melepaskannya. Sampai Bayu mengingatkannya untuk segera bersiap-siap,
"Kau mau seperti ini terus? Atau mau bersiap dan memulai liburan kita? Kalau mau seperti ini terus pun tak apa, dengan senang hati aku menerima pelukanmu." goda Bayu membuat Alea cemberut dan memukul pelan dada Bayu kemudian berlari menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Ah, kemajuan lagi. Ku harap aku bisa memenuhi keinginan kakek untuk memiliki cicit." kata Bayu sambil berguling di atas ranjang karena kegirangan.
Setelah Alea selesai mandi dan bersiap, Bayi mengajaknya untuk ke depan Villa karena disana sudah menunggu tour guide yang akan memandu liburan mereka selama beberapa hari ke depan.
"Apakah anda menunggu lama?" tanya Bayu begitu mereka sampai.
"Tidak, tuan. Jadi kita langsung saja ke lokasi pertama. Saya akan membawa Tuan dan Nyonya untuk makan di tempat yang menarik. Mari kita mulai perjalanannya."
"Oh, maaf. Saya belum tahu nama anda."
"Ah, ternyata saya lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan saya Wasa yang akan menjadi tour guide tuan dan nyonya untuk beberapa hari ke depan."
"Baiklah kalau begitu, mohon panduannya ya Mas Wasa."
Di perjalan Alea mengambil sesuatu dari dalam tas yang ia bawa. Cookies yang sudah ia bungkus dengan sangat cantik. Ada dua bungkus cookies di tangannya, lalu ia memberikannya satu bungkus pada Wasa dan membuka sebungkus lainnya untuk dinikmati bersama Bayu.
"Ini untukmu, mas Wasa." kata Alea sambil meletakkan sebungkus cookies di dekat tuas gigi untuk Wasa yang tengah menyetir.
Bayu melotot memandang Alea tak suka. Bukan karena cookies yang Alea berikan pada Wasa. Namun dengan panggilan Mas yang Alea sematkan dalam menyebut nama Wasa.
"Ini makan cookiesnya," kata Alea menyodorkan sebungkus cookies yang sudah ia buka pada Bayu. Bayu berusaha merubah ekspresi wajahnya dan tersenyum sembari mengambil sekeping cookies dari tangan Alea.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mobil yang di tumpangi oleh Bayu dan Alea sampai di sebuah restoran yang berada di atas bukit. Restoran itu menyajikan pemandangan yang luar biasa indah dari tempatnya. Alea langsung terpesona dan merasa puas dengan lokasi yang di pilihkan oleh Wasa.
Layaknya wisatawan pada umumnya, Alea tak mau membuang kesempatan untuk mengabadikan keindahan Alam yang terbentang di depan matanya. Ia mengambil beberapa foto Selfi sambil membelakangi pemandangan. Dan mengajak Bayu untuk berfoto dengannya juga.
.
.
.
.
.
.
.
.
next 👉🏻
__ADS_1
(sekarang atau besok nih? 😝)