MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
Bertemu


__ADS_3

tok


tok


tok


"Masuk." kata Bayu dari dalam ruangannya.


"Permisi, pak. Saya mau mengingatkan, bahwa jam 3 nanti bapak memiliki janji temu dengan direktur Jinan dari Apollo Group di restoran W untuk pembahasan pengajuan tender proyek di kota B." kata asisten Bayu.


"Terima kasih sudah mengingatkan. Aku hampir saja lupa." kata Bayu dengan tersenyum.


"Sudah tugas saya mengingatkan bapak."


"Baiklah, aku minta tolong untuk menyiapkan berkas yang diperlukan untuk pertemuan nanti."


"Baik, pak. Kalau begitu saya permisi dulu." pamit sang asisten kemudian meninggalkan ruangan Bayu.


Di tempat lain, di salah satu pusat perbelanjaan Alea dengan mesra menggandeng lengan Reynan. Berjalan kesana kemari masuk dari satu toko ke toko yang lain.


"Ah, aku sudah mulai lelah. Terlalu banyak barang bagus di musim ini. Rasanya ingin beli semuanya." rengek Alea pada Reynan tanpa melepas tangannya dari lengan Reynan.

__ADS_1


"Belilah kalau kau ingin. Tidak mungkin kan platinum card mu tidak mampu membayarnya." kata Reynan.


"Huffft, inginnya si begitu. Tapi sekarang tiap. hari kakek memantau pengeluaran kartu kreditku. Kalau ada pengeluaran yang tidak wajar pasti aku akan diomeli nantinya." kata Alea yang tidak di tanggapi oleh Reynan.


"Aku lapar." kata Alea.


Reynan tetap memainkan handphonenya dan tidak menggubris kata-kata Alea. Alea pun melepaskan tangannya dari lengan Reynan, membiarkan Reynan berjalan terlebih dahulu sedangkan ia memilih untuk tetap berdiri. Reynan yang menyadari bahwa Alea tak lagi di sampingnya pun berhenti berjalan dan menoleh ke belakang.


"Kau kenapa?"


"Ku bilang, aku lapar. Kenapa kau mengacuhkanku, handphonemu itu apakah lebih penting dari pada aku?" tanya Alea setengah berteriak.


"Sudahlah, jangan seperti anak kecil. Ayo, aku akan membawamu makan." ajak Reynan yang kemudian menggandeng tangan Alea.


"Makanlah yang banyak." kata Reynan.


"Hmmm" jawab Alea singkat.


Di sisi lain, Bayu yang baru sampai di restoran W untuk bertemu clien untuk pembahasan penting segera memasuki restoran dan menuju tempat dimana ia akan duduk bersama clien pentingnya.


"Maafkan atas keterlambatan saya, Tuan Jinan." kata Bayu begitu mendapati clien pentingnya sudah datang lebih dulu dari pada dirinya.

__ADS_1


"Ah, kau tidak terlambat Bayu. Aku saja yang terlalu cepat sampai. Kau jangan terlalu formal padaku, seperti dengan siapa saja." kata Tuan Jinan, direktur Apollo Group.


Sebenarnya Bayu dan Tuan Jinan sudah saling mengenal, bahkan mereka sudah sangat dekat. Di dunia industri ini Bayu pernah sekali menyelamatkan Tuan Jinan dari sebuah penipuan besar. Dan tentu saja hal itu membuat Tuan Jinan begitu berterima kasih pada Bayu, hingga pernah sekali Tuan Jinan menawarkan gaji besar agar Bayu mau pindah ke perusahaannya. Tapi itulah Bayu, ia bukan kacang yang lupa pada kulitnya. Baginya Tuan Abrahamlah yang utama, orangtua itu terlalu berjasa dalam hidupnya sehingga Bayu tidak akan pernah sampai hati mengkhianatinya.


Pembahasan mengenai proyek yang akan dijalankan berlangsung lancar dan mencapai kata sepakat. Membuat Bayu bisa bernafas lega. Meski ada kedekatan pribadi antara dirinya dan Tuan Jinan, tidak akan membuatnya terlihat mudah untuk sepakat dengan pria paruh baya itu. Tuan Jinan sangat teliti terhadap sebuah kerjasama. Tidak memandang saudara, teman dekat atau siapapun. Baginya sebuah pekerjaan tidak bokeh di sangkut pautkan dengan hubungan pribadi.


"Tuan, saya permisi ke belakang." ijin Bayu yang di angguki oleh Tuan Jinan.


Bayu melangkahkan kakinya menuju toilet dan dengan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis.


"Kau punya mata tidak, hah?" kata gadis itu mengomel.


"Alea?" panggil Bayu.


"Hah, sial sekali aku sampai-sampai bertemu denganmu dua kali di luar rumah. Minggir sana, aku mau lewat." kata Alea.


Sebelum Alea melangkahkan kaki, Bayu lebih dulu mencekal lengan Alea.


"Dengan siapa kau kemari?" tanya Bayu datar.


"Bukan urusanmu." kata Alea melepaskan tangan Bayu dari lengannya kemudian pergi meninggalkan Bayu.

__ADS_1


"Sial sial sial. Sebuah nasib buruk bila bertemu dengan orang itu." gerutu Alea.


__ADS_2