Nano System

Nano System
Episode 103 Serangan Kombinasi


__ADS_3

Kenjo dan Steve bersama dengan dua orang lainnya berlari cepat meninggalkan desa Makopassus melewati jalan setapak kearah pantai yang ada dekat sana. Pada kanan dan kiri Jalan yang mereka lalui, terdapat semak dan kadang beberapa pohon.


Dengan jarak sekitar 50 meter tidak jauh dibelakang mereka, panitia turnamen dan sebagian guru silat mengejar keempat orang itu.


"Dimana jalan keluarnya? " tanya Steve


"Terus lurus saja, aku sudah menyiapkan boat yang akan kita gunakan di sana. Begitu sampai, kita akan naik Speed boat itu dan pergi meninggalkan tempat ini " jawab Kenjo


"Kalau begitu aku duluan " ucap Steve menambah kecepatan larinya. Dengan sepatu peningkat kemampuan yang masih dikenakannya, Steve menambah kecepatan larinya dan meninggalkan Kenjo serta dua orang lainnya.


"Bagaimana ini bos"


"Terus lari!" balas Kenjo


Disaat yang sama, sekilas Kenjo melihat bayangan hitam yang melesat cepat melompat diatas pepohonan melintasi mereka mengikuti Steve.


"Apa itu seperti yang aku pikirkan" gumam Kenjo


Kenjo yang masih memegang sabit berantai miliknya kemudian melemparkan sabit itu ke sebuah pohon besar yang ada di samping kanan depan mereka. Begitu senjata itu menancap kuat dan dua anak buahnya telah melewati pohon tersebut, Kenjo menggunakan kemampuan listrik pada senjatanya untuk membuat ledakan kecil pada pohon itu.


Seketika pohon besar itu tumbang dan menghalangi jalan. Walau tidak bisa menghentikan mereka, pohon besar itu memang direncanakan Kenjo untuk memperlambat pengejaran dari orang-orang Makopassus.


Akan tetapi para pengejar dari Makopassus bukan orang biasa, mereka adalah para pesilat hebat. Mereka melompati pohon besar itu dan terus mengejar Kenjo dan anak buahnya. Terlebih lagi mereka menggunakan pohon tumbang itu sebagai landasan pijakan untuk melompat sehingga malah mempercepat pengejaran.


Setelah beberapa kali melakukan hal yang sama namun malah membuat jarak antara mereka semakin dekat, Kenjo terkejut melihat orang-orang Makopassus itu sudah berada 10 meter di belakang mereka.


"Sial, kenapa mereka malah lebih cepat" pikir Kenjo


Tanpa membuang waktu, diapun melemparkan beberapa bom asap sehingga menutupi pandangan para pengejar. kemudian melemparkan beberapa shuriken.


"Aarggh"


Tiba-tiba sebuah shuriken mengenai dua orang pengejar yang berada di tengah kabut asap. Para pengejar memutuskan untuk berhenti dan siaga.


"Mereka bukan orang biasa"


"Benar, kita harus hati-hati"


Setelah beberapa saat kabut menghilang, Kenjo dan anak buahnya sudah tidak terlihat. Mereka memeriksa keadaan yang terkena serangan dan segera melakukan pertolongan.


Sekarang mereka tertinggal cukup jauh untuk melakukan pengejaran, akhirnya mereka memutuskan kembali ke desa.

__ADS_1


Kenjo sedikit lebih tenang saat tidak ada lagi terdengar suara dari orang-orang yang mengejar. Akan tetapi perasaan tenangnya segera menghilang ketika kakinya menginjak pasir di tepi pantai. Langkahnya berhenti seketika membuat kedua anak buah yang lari bersamanya heran.


Tanpa bertanya, keduanya saling menatap dibelakang Kenjo. Pandangan mereka kemudian beralih lurus kedepan dimana Steve saat ini sedang berdiri dihadapan Riyan yang telah mengenakan armor hitamnya.


"Apa itu adalah orang yang anda ceritakan bos?yang menyerang markas utama kita dan xforu?" Tanya salah seorang anak buah Kenjo.


"Benar" jawab Kenjo


*Arena pertandingan*


Sementara itu pertandingan putaran ke empat ronde kedua telah usai, sayangnya paman Cindy gagal menjadi juara setelah ditendang hingga keluar arena oleh Bayu.


Penentuan juara ronde kedua putaran keempat antara Bayu dan Karsa sekarang tengah bertanding di arena. Paman Cindy terpaksa kembali ke kursinya, dan beristirahat. Beberapa saat kemudian Ibu Cindy menghampiri untuk memberikan semangat dan melihat kondisi adik iparnya itu.


Sementara beberapa guru yang terluka oleh Steve dibawa keruang pengobatan, Kakek Cindy datang bersama para panitia dan Arga memasuki gedung turnamen.


Melihat anaknya berada dibawah dengan kondisi wajah dan tubuh memar bersama dengan ibu Cindy, Kakek menyadari kalau putranya itu telah dikalahkan. Diapun mendekati paman dan ibu Cindy, tersenyum dan memberikan semangat kepada putranya itu.


Beberapa saat paman Cindy menyadari ketidak hadiran Cindy disana kemudian menanyakannya kepada saudari iparnya itu.


"Dimana Cindy?" tanya paman


"Tadi dia bilang ke toilet sih, sudah lumayan lama. Apa dia tersesat ya" sahut Ibu Cindy


*Tepi Pantai*


Setelah beberapa kali menyerang, Steve menyadari ada sesuatu yang berbeda dari sosok hitam yang ada didepannya. Steve kemudian bergerak dengan kecepatan tinggi dan muncul dalam sekejap dihadapan Riyan dan menggunakan tinju kuatnya.


"Shuuuut"


Riyan sedikit menggerakkan kepalanya ke samping, hingga membuat Tinju Steve melesat melewati pipi wajahnya. Namun tidak sampai disitu, kepalan tangan kiri Steve segera melanjutkan serangannya yang gagal.


Lagi-lagi serangan yang mengarah kepala dilancarkan oleh Steve, Riyan kemudian menundukkan kepalanya untuk menghindar. Serangan beruntun dari Steve terus menerus dihindari Riyan, dalam satu kesempatan Riyan melakukan serangan balasan. Riyan berhasil memukul Steve hingga tubuhnya bergeser kebelakang membuat pasir yang dipijak Steve seolah terbelah karena gesekan kakinya.


"kalian menjauhlah dari sini dan segera naik boat dibalik karang besar itu dan jemput kami segera!" ucap Kenjo kepada anak buahnya yang masih berada disana.


Sesuai perintah Kenjo, dua anak buah anggota Kurassha itu segera pergi menjauh dari sana, Sedang Kenjo yang menggenggam erat sabit miliknya bersiap untuk membantu Steve menyerang Rian.


Bersamaan dengan anak buahnya yang berlari menuju tempat boat berada, Kenjo juga berlari kearah pertarungan Riyan dan Steve. Meski dia tidak mengerti kenapa bisa bertemu dengan sosok hitam itu lagi, dia memutuskan untuk membalas perbuatan Riyan.


"Sriiiing" Kenjo melemparkan sabit berantai miliknya kearah Riyan, tentu saja itu bukan hal yang sulit bagi Riyan untuk menghindari serangan Kenjo.

__ADS_1


Sabit melewati tubuh Riyan sesaat, kemudian kembali menyerangnya dari belakang karena di tarik kembali oleh Kenjo. Riyan pun segera melompat kesamping untuk menghindar.


Kenjo terus semakin mendekat sambil melempari shuriken kepada Riyan, beberapa dihindari oleh Riyan dan sebagian ditangkis menggunakan punggung tangannya.


"Pakaiannya sekeras besi, senjata itu tidak akan mempan " ucap Steve kepada Kenjo


"Aku tau, aku pernah menghadapi orang ini " sahut Kenjo


Kenjo menghujani tendangan dan pukulan kepada Riyan, ditambah tebasan dari sabitnya. Riyan yang mengetahui kalau sabit itu dapat mengalirkan listrik, terus menghindari senjata itu.


Steve yang tidak mau terlewat kejadian yang menurutnya menarik didepan matanya, ikut menyerang sosok hitam yang menghalangi jalan kabur mereka itu. Sekarang Riyan melawan kombinasi serangan kedua orang itu dan sedikit kewalahan.


"Ini seperti dejavu saat di markas kurassha, seharusnya tadi aku mengaktifkan oriental sebelum bertarung" pikir Riyan


Sayangnya kombinasi serangan Steve berbeda dari kombinasi Kenjo dan Teru. Kekuatan Steve lebih kuat dan cepat dibandingkan Teru, hingga beberapa kali Riyan mendapatkan pukulan.


"Serang terus, jangan biarkan dia menggunakan senjatanya apalagi berganti armor " ucap Kenjo


Kenjo sekarang terus menyerang Riyan dari jauh dengan sabit berantainya dan Steve membatasi gerak Riyan dengan tendangan dan tinju kuat dari sarung tangannya.


Pada akhirnya Riyan terkena strategi serangan mereka, Steve berhasil merangkul dan mengunci Riyan dari belakang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak.


"Sial" gumam Riyan


"Terus tahan Steve ! " Teriak Kenjo


Kenjo memegang rantai sabitnya dan terus memutar senjata itu untuk meningkatkan kecepatan pelepasannya.


"Selamat tinggal orang aneh" ucap Kenjo


Sabit tajam itu diayunkan dari samping mengarah leher Riyan, serangan seperti itu akan memotong leher Riyan seketika jika berhasil mengenainya.


"Taap"


Seorang gadis tiba-tiba berada didepan Riyan dan menangkap gagang Sabit itu ketika hampir mengenai leher Riyan, seorang gadis dengan rambut hitam sebahu muncul mengenakan topeng berwarna perak yang menutupi sebagian wajahnya kecuali mulut.


Mata Riyan dan gadis itu saling bertatapan, Riyan tersenyum dari balik topeng hitamnya mengetahui kalau gadis didepannya adalah kekasihnya sendiri.


Usai melempar kembali sabit milik Kenjo ke pemiliknya, Cindy bergerak kebelakang Riyan dan menyerang Steve. Serangan itu membuat Steve melepaskan kunciannya kepada Riyan dan mundur.


Sekarang Riyan dan Cindy berada di antara Kenjo dan Steve. Kenjo kembali memainkan sabitnya, sedang Steve sekarang mengeluarkan pisau pada dua sarung tangannya.

__ADS_1


Riyan kemudian meminta Cindy untuk menjauh saat pertarungan dimulai. Namun Cindy tidak mau pergi dari sana, bahkan memasang kuda-kuda bertarung.


"hmmm, sepertinya kau tidak ingin pergi. baiklah bersiap bertarung" ucap Riyan yang sekarang mengaktifkan pedang oriental miliknya.


__ADS_2