Nano System

Nano System
Episode 107 Prototipe


__ADS_3

Sebuah cafe bernama Rainbow Cafe yang baru saja berdiri ditengah kota Muriya, tidak jauh dari taman kota sedang melakukan grand opening dengan berbagai bonus promo.


Tatanan meja tersusun rapi dengan warna yang beraneka ragam memanjakan mata. Bahkan karyawan yang ada di cafe itu mengenakan seragam berwarna pelangi.


Mengusung konsep outdor, beberapa meja diletakkan diluar cafe tepat di tepi jalan raya. Dengan pagar setinggi satu meter yang juga berwarna warni sebagai pembatas, membuat cafe itu sangat mencolok.


Beberapa orang yang selesai berolah raga di taman kota, bersantai disana dengan masih mengenakan pakaian training olahraga. Diantara para tamu, terdapat pasangan muda mudi sedang menikmati juice tepat di meja berwarna biru yang berada diluar cafe .


Riyan yang baru tiba disana langsung menghampiri pasangan itu dan duduk bergabung di meja yang sama dengan mereka. Mereka adalah Clafita dan Beni yang merupakan salah satu agen lapangan AII.


"jadi bagaimana?" tanya Riyan


"santai dulu lah, pesan minum atau makan dulu" sahut Beni


Tidak lama pelayan cafe mengantarkan makanan cemilan kepada mereka diatas nampan. Riyan menambahkan pesanan kopi tarik hangat untuk dirinya.


"jadi, bagaimana hasilnya?" tanya Riyan sekali lagi


"orang bernama Aldo yang kau sebutkan, dia menggantikan ayahnya menjadi pimpinan di kota Palangkaraya" ucap Beni sambil menyantap cemilan


"padahal kupikir sudah menghabisi semuanya di daerah itu" gumam Riyan


"tidak akan semudah itu, bahkan menurut informasi yang kami dapat mengatakan kalau Kelompok Kurassha sudah pulih" tambah Fita


Riyan terdiam sejenak, dia berpikir kalau benar Aldo sudah memegang kepemimpinan Kurassha, maka bukti foto yang ditemukan di tahanan desa Makopassus sudah cukup untuk membuktikan kalau Aldo akan mengincar dirinya dan Cindy.


Riyan kemudian tersadar melihat dua orang agen AII didepannya. Memang benar Riyan meminta kepada Beni untuk mencari tau mengenai Aldo Prayuda, namun sangat janggal mereka sampai ke kota Muriya menemuinya hanya untuk memberitahukan hal itu.


"jadi ada apa lagi?" tanya Riyan


Fita menyodorkan sebuah tablet dan menjalankan video yang ada disana. Riyan menyaksikan video itu dengan seksama. Sebuah rekaman kejadian di negara Rusia dimana sebuah robot tempur setinggi 2 meter menyerang penjara dan membebaskan beberapa tahanan.


Robot itu sangat kuat hingga perlawanan petugas keamanan tidak memberikan dampak apapun. Selain anti peluru karena terbuat dari baja, robot itu mampu bergerak sangat cepat dan memiliki senjata yang terpasang di punggung dan tangannya.


Bahkan robot tersebut mampu menangkap dan melemparkan kembali peluru roket dari sebuah bazoka yang ditembakkan tentara penjaga untuk melumpuhkannya.


"apa itu?" tanya Riyan

__ADS_1


"robot tempur milik NOZ, kejadian di Rusia ini ternyata terjadi di beberapa negara lain hingga membuat pemerintahan dunia sedikit cemas" jelas Beni


"lalu apa kaitannya dengan kita?" tanya Riyan


"Sewaktu mencari informasi mengenai Aldo, kami mendapat kabar bahwa salah satu robot itu berada bersama dua orang dari NOZ yang saat ini bersama Aldo" ucap Beni


"artinya robot tempur itu saat ini berada di Palangkaraya, sebelum robot itu membuat kekacauan seperti pada negara lain, kita mendapat misi untuk menghentikannya" tambah Fita


Sebagai anggota dari salah satu instansi garis pertahanan negara, Riyan menerima misi bersama Beni dan Fita untuk mencari dan menghancurkan robot itu sebelum membuat kekacauan.


"Senior Maria bilang kau bekerja sendiri, jadi kami akan pergi lebih dulu ke Palangka. Hubungi kami jika kau ke sana" ucap Fita


"Tentu saja, aku pasti akan ke sana" balas Riyan


Dalam pikirannya, Riyan memang berencana menyelesaikan urusannya yang belum selesai dengan Aldo. Dia tidak ingin kelalaiannya menyebabkan Cindy dan keluarganya dalam bahaya.


Riyan kemudian memberikan lokasi kediaman bos Tirta yang sekarang ditepati Aldo kepada Fita dan Beni. Setelah menghabiskan makanan dan minuman mereka, Beni dan Clafita berangkat lebih dulu menuju Palangkaraya untuk mencari informasi akurat sebelum bergerak.


Sedang Riyan ingin menuju kediaman Cindy. Namun saat ingin menaiki motornya, dering suara handphone miliknya tiba-tiba berbunyi. Sebuah panggilan yang berasal dari Lisa, Riyan pun menerima panggilan yang meminta dirinya untuk datang ke rumah prof Gema.


Karena kediaman prof Gema berdekatan dengan rumah Riyan, maka dia memutuskan pergi ketempat Cindy terlebih dahulu dan ketempat prof Gema ketika pulang saat sore hari.


Prof Gema dengan jas laboratoriumnya baru keluar dari ruang kerjanya kemudian duduk di sofa bersebrangan dengan Lisa.


"bagaimana?apa dia bisa kesini?" tanya prof Gema


"nanti sore, katanya mau ke tempat Cindy dulu" sahut Lisa


Lisa dengan sedikit rasa penasaran menanyakan apa yang dikerjakan oleh prof Gema di India. Prof Gema kembali memasuki ruang kerjanya dan meminta Lisa untuk mengikutinya.


Di dalam ruangan itu prof Gema membuka sebuah tas dan meletakkannya keatas meja putih tempat dia bekerja. Dari dalam tas itu prof Gema mengeluarkan sebuah alat berupa gelang berukuran cukup besar.


"Apa itu prof?" tanya Lisa


"Luxerion, ini hasil kerja yang kulakukan bersama rekan-rekan ku di Delhi" sahut prof Gema


Prof Gema kemudian menjelaskan fungsi dari alat yang ditunjukkannya tersebut. Setelah menjelaskan panjang lebar, prof Gema kemudian duduk di kursi kerjanya sambil berputar.

__ADS_1


Lisa kagum dengan kemampuan yang bisa dilakukan alat bernama Luxerion itu. Dia mengangkat dan memutar Luxerion, memperhatikan detailnya dan mencoba mengenakannya di tangan kanan.


"Bukannya ini masih terlalu besar untuk dibawa prof?" ucap Lisa


"Kau benar, itu sebabnya aku ingin minta bantuan kepada Riyan untuk mendapatkan informasi mengenai nano material" balas prof Gema


*Kediaman Aldo*


Bangunan yang semula milik ayahnya sekarang telah berubah total, Aldo sengaja melakukannya agar orang yang pernah melakukan pembantaian ditempat itu merasa asing jika kembali datang.


Rumah Aldo saat ini lebih seperti benteng, dia membuat pagar beton dengan beberapa pos jaga yang berisi 3-4 orang diatas pagar tersebut.


Sore itu dua buah mobil sedan hitam dan satu mobil box telah memasuki halaman rumah Aldo kemudian berhenti tepat didepan pintu masuk. Dari mobil paling depan Aldo turun bersama dengan dua orang anak buahnya. Sedang dari mobil kedua, Steve dan James turun bersama dengan satu orang pengawal Aldo.


"Bawa mainan mu ! " ucap steve kepada James


Aldo dan pengawalnya kemudian masuk kedalam rumah diikuti oleh Steve. Sedang James berjalan menuju belakang mobil box bersama salah seorang pengawal Aldo.


Dengan sedikit gerakan tangan menunjuk pintu belakang box mobil, James memberi arahan agar anak buah Aldo membuka pintu box itu. Begitu pintu dibuka, terlihat sebuah robot dengan tinggi 2,5 meter dalam keadaan diam.


Robot dengan rangka menyerupai manusia tersebut terlihat seperti robocop, hanya saja tanpa helm.


James kemudian masuk kedalam box itu dan mengaktifkan robot tersebut. Suara mesin berbunyi seperti sebuah komputer yang baru dinyalakan. Beberapa saat kemudian mata robot menyala berwarna biru terang.


"Ikut aku ! " ucap James


[Perintah dilaksanakan ] suara terdengar dari robot itu


Bersama dengan suara khas mesin yang bergerak, robot itu mengikuti James turun dari mobil menuju kedalam rumah dimana Aldo dan Steve berkumpul.


"Apa itu robot yang mengacaukan beberapa kota di berbagai negara itu ? " tanya Aldo


"Ya, Battle Machine atau BANE walau ini hanya prototipe dan projek kami ini masih tahap pengembangan, tapi ini sangat kuat " sahut James


Aldo kagum dengan kemampuan NOZ, dengan sebuah robot bisa membuat pemerintah dunia cemas. Kemudian memanggil pelayannya dan meminta untuk mengantarkan kedua tamu beserta robot mereka tempat untuk beristirahat.


"Kebetulan kami lelah sekali, besok tunjukkan saja lokasi gunung Sapathawung! Kami akan mengurusnya sendiri " ucap Steve

__ADS_1


"Tidak apa, akan ku antar kalian kesana. Lagipula, aku juga ada urusan di Muriya besok " balas Aldo


__ADS_2