
*Kediaman Riyan*
Usai makan malam bersama dengan Tari dan Mila, mereka semua duduk di sofa ruang tengah sambil menonton acara TV. Seperti biasa, Orang-orang di rumah itu menyaksikan acara drama yang disukai oleh Tari dan Mila.
Tidak lama kemudian handphone Riyan berdering, itu adalah sebuah panggilan yang berasal dari Fita. Merasa itu adalah hal penting, Riyan segera mengangkat telponnya.
Setelah pamit sebentar kepada Tari dan Mila, dia meninggalkan ruang tengah untuk mengangkat telepon Fita. Riyan memutuskan mengangkat telpon di dalam kamarnya agar tidak terdengar yang lain.
Dalam panggilan itu Fita memberitahukan apa yang mereka dapat dari pengintaian yang mereka lakukan di kediaman Aldo. Salah satunya Fita memberitahukan kalau dua orang asing itu mengatakan kalau mereka akan menjalankan sebuah rencana besok di kota Muriya, tepatnya sebuah tempat bernama Sapathawung.
Riyan teringat kalau itu adalah nama gunung dimana dia melakukan camping dengan teman-temannya waktu itu. Namun dia tidak mengetahui maksud dan tujuan dua anggota NOZ itu ke sana. Ketika perbincangan mereka hampir berakhir, Fita memberikan peringatan kepada Riyan.
"Mungkin ada baiknya kau waspada, kudengar orang bernama Aldo itu menyebutkan nama Cindy dan nama mu dalam rencananya" ucap Fita
"Baiklah, terima kasih. Kalian berhati-hatilah disana!" balas Riyan mengakhiri panggilan tersebut.
"Aldo sudah tau nama sekolahku waktu lomba tahun lalu, tidak sulit untuk menemukan sekolah kami kalau mengerahkan orang-orangnya. sepertinya besok harus libur sekolah lagi" gumam Riyan
"Alpha, apa ada kemungkinan menang melawan robot yang diperlihatkan Beni tadi pagi?" tanya Riyan untuk memastikan
[Robot itu tergolong canggih dan kuat, gerakannya juga tidak kaku dan cepat. Saya rasa kemungkinan anda menang jika duel dengan robot itu sekitar 50%]
"Kalau besok mereka datang dalam jumlah banyak, dan itu sudah pasti, artinya kemungkinan aku akan kalah lebih besar. walau tidak akan mati juga sih" ucap Riyan
Riyan terlihat sedang berpikir untuk antisipasi besok, terlebih kejadian nanti akan melibatkan Cindy yang menjadi target Aldo.
Riyan kemudian memutuskan untuk menelpon dan meminta bantuan kepada Lisa dan Prof Gema untuk melindungi sekolah, sedang dia yang akan menghadapi robot dan dua orang asing itu.
"memangnya ada apa?" tanya Lisa
Tanpa harus memberitahu kalau dia merupakan agen AII, Riyan kemudian menceritakan bahwa dia mendapat informasi kalau NOZ dan Kurassha akan bergerak di Muriya besok, tepatnya sekolah mereka dan gunung Sapathawung.
__ADS_1
"Baiklah, aku dan Prof Gema akan menjaga sekolah besok" sahut Lisa
"Terima kasih, aku bisa sedikit tenang jika kalian yang berjaga di sekolah" ucap Riyan
"Seandainya aku gagal menghadang mereka, paling tidak Lisa bisa menjaga Cindy" pikir Riyan
*Kediaman Aldo*
Usai menghubungkan alatnya ke komputer pemantau, Beni menggerakkan robot kecilnya yang ada di teras rumah Aldo menuju kamar James dimana robot BANE berada.
"apa yang kau lakukan?bukankah nanti akan dihancurkan seperti sebelumnya?" tanya Fita ketika melihat pada layar monitor kalau Beni menjalankan robotnya kembali ke kamar James.
"jangan khawatir, kali ini kita tidak akan mendekati robot besar itu" sahut Beni
Robot lebah kecil Beni kemudian memasuki ventilasi yang ada diatas pintu kamar James. Kali ini lebah kecil itu hanya berdiam diatas pintu kamar itu. Tangan Beni kemudian berpindah memainkan komputer dari box hitam yang diambilnya.
"Baiklah, sekarang kita lihat dirimu robot besar" ucap Beni sambil terus memainkan tombol komputernya.
"aku tidak tahu kalau robot lebah bisa digunakan seperti itu" ucap Fita
Beni kemudian memutar gambaran robot BANE yang ditampilkan pada monitor kecil di depannya. Ketika Fita menanyakan apa yang dilakukannya, Beni mengatakan kalau dia mencari akan mempelajari robot tersebut.
"tidak ada receiver, artinya robot ini tidak dikendalikan menggunakan pengendali jarak jauh. kalau begitu harus menemukan letak chip progam robot itu" pikir Beni
Fita menjadi semakin penasaran dengan apa yang diperbuat oleh rekannya yang terlihat fokus itu.
"binggo" ucap Beni membuat Fita heran
Beni menemukan posisi chip program robot BANE, kemudian dia membuat sebuah virus yang bisa menembus firewall program yang ada pada robot BANE.
Beberapa saat kemudian dia berhasil membuat virus untuk menembus firewall. Meski Beni hanya memiliki keyakinan 60% virusnya akan berhasil, namun permasalahan lainnya juga sulit diatasi.
__ADS_1
"Sekarang permasalahannya adalah bagaimana cara memasukkan virus tersebut agar bisa mengacaukan program yang dimiliki robot tersebut" gumam Beni
"kau tidak bisa meretasnya" tanya Fika
"robot itu tidak dikendalikan melalui jaringan atau sinyal, jadi tidak bisa diretas" jawab Beni
"lalu bagaimana?" tanya Fita
Beni mengambil sebuah receiver kecil dari kotak hitam miliknya kemudian menunjukkan kepada Fita. Setelah itu Beni mengarahkan layar monitornya untuk menunjukkan posisi chip yang ada pada robot BANE kepada Fita.
"lakukan secara manual, asalkan benda ini bisa menempel diatas chip robot yang ada di sini, aku bisa menjalankan program virus dan mengacaukan perintah pada program robot itu" jelas Beni sambil menunjukkan letak chip robot tersebut yang ada di leher bagian depan.
"itu tidak akan mudah, robot itu bahkan bisa mendeteksi gerakan robot kecil kita dan menangkap roket launcher" ucap Fita
"itu sebabnya aku bilang masalah dan tidak akan mudah" sahut Beni
"kita harus memberitahu Riyan untuk rencana jni" ucap Fita
***
Keesokan paginya Fita membawakan sarapan yang dibelinya dari warung dekat mobil mereka. Sambil menunggu adanya pergerakan, kedua agen AII itu sarapan untuk mengisi tenaga mereka.
Tepat pukul 08.00 di kediaman Aldo, semua orang terlihat siap untuk berangkat ke Muriya. Fita dan Beni juga menyiapkan diri mereka untuk mengikuti rombongan itu.
Tidak lama kemudian tujuh buah mobil kemudian keluar dari kediaman Aldo yang diantaranya tiga minibus berisi sampai 10 orang dan satu mobil box yang mengangkut robot BANE. Aldo yang membawa sejumlah anak buahnya itu berniat menuju SMA Fajar Harapan untuk mencari Riyan dan Cindy, sedang sisanya akan menuju gunung Sapathawung.
Fita kemudian menghubungi Riyan untuk memberitahukan keberangkatan rombongan itu. Selain itu Fita memberitahukan rencana Beni untuk mengalahkan robot milik NOZ. Begitu mereka semua meninggalkan rumah Aldo dan pagar tertutup, Fita dan Beni segera tancap gas mengikuti mereka.
Meski Pagi itu Riyan mengenakan seragam sekolahnya, namun dia tidak berangkat menuju sekolah. Seperti rencananya tadi malam, Riyan memutuskan untuk berjaga di jalan masuk kota Muriya seorang diri.
"Maaf saja, aku tidak bisa membiarkan kalian mengacaukan sekolah dan Sapathawung. Apalagi menyakiti teman-temanku. Kalau memang harus kalah, aku akan menahan mereka disini sampai sekolah berakhir" gumam Riyan
__ADS_1
Riyan kemudian mengaktifkan armor hitamnya saat berada di jalanan sepi kemudian mempercepat laju motornya menuju perbatasan kota Muriya.