
*Jakarta*
Pukul 4 sore Beni dan Fita tiba di bandara Jakarta untuk ikut kembali ke markas AII bersama dengan Lisa dan prof Gema. Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, mobil mereka akhirnya parkir di sebuah minimarket.
"Kenapa mereka turun?" ucap Lisa Beni dan Fita turun dari mobil.
"Mungkin mereka mau membeli sesuatu dulu, kebetulan aku juga haus ingin membeli minuman" sahut prof Gema
"Ayo turun!" ucap Beni sambil mengetuk kaca jendela mobilnya.
Dengan sedikit kebingungan, prof Gema dan Lisa saling memandang kemudian mengikuti permintaan Beni untuk keluar dari mobil. Beni meminta para tamu mereka itu untuk ikut masuk kedalam minimarket tersebut.
Ketika sudah berada di dalam minimarket, Beni meminta Lisa dan prof Gema untuk terus mengikutinya hingga sampai dihadapan sebuah mesin ATM yang merupakan pintu masuk ke markas AII. Beni memasukkan kartunya dan menekan kode angka sehingga membuat mesin bergeser dan terlihatlah sebuah pintu masuk dari sana.
Tanggapan Lisa sekarang sedikit berubah mengenai AII, dia bahkan tidak mengira kalau minimarket itu hanya kedok dari sebuah markas utama. Mereka terus mengikuti Beni dan Fita menyusuri bangunan bawah tanah itu. Berbagai ruangan dilewati hingga akhirnya tiba di ruang direktur AII yang memang menjadi tujuan utama kedatangan mereka.
"Tok...tok...tok" Beni mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali dengan tangannya.
"Silahkan masuk!" ucap seseorang yang terdengar dari dalam ruangan itu.
Setelah mendapat ijin dari dalam, Beni secara perlahan membuka pintu yang ada dihadapannya. Keempat orang itu masuk dengan membawa rasa penasaran dalam diri mereka. Terlihat direktur AII dan beberapa agen senior telah menunggu di ruangan itu.
Perbincangan pun dimulai setelah Beni dan yang lainnya dipersilahkan duduk oleh direktur atau pimpinan Agensi Intelegen Indonesia.
"Jadi dua orang ini yang ada didalam video itu?senang berjumpa dengan kalian" ucap Julian yang juga berada disana.
"Benar, ini mereka" sahut Beni
"Baiklah, singkat saja. Video pertarungan kalian yang beredar telah membuat negara kita dilirik oleh beberapa negara di dunia" jelas direktur AII
"Bahkan menurut pak menteri, saat ini Rusia sangat ingin melakukan kerjasama dengan kita" tambah Julian
"Bukankah itu hal yang bagus?bahkan jika hanya sharing cara mengalahkan robot itu kan" ucap Lisa
"Mungkin saja, tapi keberadaan AII tetap harus menjadi rahasia. Lagipula, kerjasama semacam itu akan berbahaya jika kita tidak siap menghadapi serangan dari musuh" sahut Julian
"musuh?" tanya Lisa bingung
"ya, musuh yang berada dibelakang robot itu" jelas pak direktur
"Maksud anda serangan NOZ" ucap prof Gema
Direktur dan semua agen yang ada disana terlihat terkejut ketika prof Gema menyebutkan nama organisasi yang membuat negara di dunia gelisah.
"Anda mengetahui organisasi NOZ?" tanya Direktur AII
Beni pun kemudian menceritakan kalau prof Gema dan Lisa pernah menjadi bagian sari organisasi tersebut. Keraguan seketika muncul dari hati Julian dan beberapa agen senior lainnya, namun direktur meminta prof Gema untuk menceritakan apa yang dia ketahui mengenai organisasi itu.
Selama prof Gema diculik dan melakukan penelitian pembuatan serum, dia mengetahui kalau NOZ merupakan organisasi yang menginginkan untuk menciptakan dunia baru dibawah kepemimpinan mereka.
Menurut visi mereka, pemerintah dunia saat ini perlu diatur dibawah satu komando. Hal itu menjadikan misi mereka adalah mengambil alih semua tampuk kepemimpinan dunia untuk menciptakan dunia yang mereka inginkan.
"Artinya bekerja sama dengan organisasi yang menjadi musuh negara akan membuat jalan mereka lebih mudah, jadi itu sebabnya mereka mau menyokong kelompok seperti Kurassha" ucap Julian
__ADS_1
"Mafia, Yakuza, Triad, Gangster, setiap negara memiliki lawan masing-masing yang selalu menentang pemerintahnya. NOZ mendekati mereka dan menyokongnya" balas prof Gema
Berdasarkan informasi dari prof Gema, dengan mesin tempur Richard yang dilihatnya, kemungkinan saat ini NOZ sudah semakin kuat.
"Ternyata masalah ini lebih besar dari yang kita kira. Beritahukan hal ini kepada pak menteri segera!" ucap Direktur AII
******
*Pantai Coronado, California*
Dibawah terik matahari yang membakar kulit, di antara banyaknya kerumunan orang yang berwisata di pantai itu terdapat seorang pria botak mengenakan celana bokser biru sedang berjemur dengan kacamata hitam.
Sesaat kemudian seorang wanita muda berambut pirang lurus sebahu menghampiri orang itu dengan membawa segelas es kelapa dan sebuah handphone.
"Petinggi menghubungi anda tuan " ucap wanita muda itu sambil menyodorkan sebuah smartphone yang ada ditangan kirinya.
Dengan tubuhnya yang masih berbaring di kursi panjang, pria itu mengambil smartphone dari tangan si wanita yang mana sudah terhubung via video call dengan salah satu petinggi NOZ.
"Richard, sebaiknya kau tau berita ini " ucap pria di dalam video call yang terlihat pria mengenakan setelan jas hitam
"Saya sedang liburan sekarang. Kalau tentang pekerjaan, BANE 9 dan 10 akan siap dua minggu lagi jadi anda tenang saja " sahut pria botak yang tidak lain adalah Richard
"Bukan itu, Apa kau tau kalau James dan Steve telah tewas ? mungkin BANE 03 yang bersama mereka juga sudah dihancurkan " ucap petinggi NOZ
Richard segera duduk dan melepas kacamata hitamnya, dirinya yang semula santai mendadak jadi serius.
"Kalau tidak salah, bukankah mereka menjalankan semacam misi di Indonesia ? " tanya Richard
Richard menghela nafas panjang dan merenung sejenak sambil menatap ombak yang terkibas angin laut.
"Indonesia. Meski BANE 03 hanya prototipe untuk menguji kecocokan program beladiri, tapi tidak mungkin negara Indonesia mampu mengatasi kecepatan dan kekuatan robot yang bahkan melebihi serum peningkatan " pikir Richard
"Bagaimana tuan ? "
Sapaan dari asistennya membuat Richard kembali tersadar dan kemudian berdiri meregangkan tubuhnya.
"Leni, apa kau tau mengenai berita ini ? " tanya Richard
"ya tuan " sahut wanita itu
"kita kembali ke hotel ! aku ingin melihat informasi mengenai kejadian di Indonesia! " ucap Richard
"Baik tuan " sahut Leni
Kedua orang itu pergi meninggalkan pantai untuk kembali menuju hotel tempat mereka menginap. Leni menuju kamarnya dan mengambil tablet berukuran 20cm.
Kamar Richard adalah ruangan mewah dengan pemandangan langsung menuju pantai, Saat itu Richard berada di balkon kamarnya sambil merasakan hembusan angin sepoi.
Kemeja hawai yang dibiarkan terbuka melambai dibadannya yang cukup ideal meski tidak berotot. Tidak berapa lama Leni membuka pintu kamar dan langsung masuk menuju balkon dimana Richard berada.
Leni memang sudah biasa keluar masuk kamar Richard tanpa permisi, hal itu karena ijin yang diberikan Richard sendiri. Leni adalah pengawal sekaligus sekretaris dan orang kepercayaannya.
"ini Tuan " ucap Leni sambil menyodorkan tablet berukuran 20cm yang berisi informasi yang menimpa anggota NOZ di Indonesia.
__ADS_1
Richard mengambil tablet tersebut dan membaca informasi yang ada disana, termasuk video yang menunjukkan pertarungan robot miliknya.
Raut wajah Richard terlihat serius memperhatikan informasi yang baru saja didapatnya. Dia seakan tidak bisa percaya kalau robot miliknya bisa dikalahkan.
"Meski prototipe yang belum sempurna, tapi robot itu harusnya tidak bisa dikalahkan hanya dengan tiga orang " gumam Richard
Richard mengulang kembali video pertarungan BANE hingga akhirnya dia melihat sebuah benda asing yang menempel pada bagian leher robot ciptaannya.
"Transmiter ? Jadi dengan cara itu ya. Meski begitu, harusnya bukan hal mudah meletakkan benda itu di leher no 3 karena kecepatan dan gaya bertarung capoera yang kumasukkan " gumam Richard
Setelah diam sejenak, kemudian diapun meminta Leni untuk mengemas barang bawaan mereka dan kembali ke markas di Amerika. Leni yang merasa kalau persoalan itu tidak terlalu berat, menanyakan keputusan atasannya itu untuk kembali ke Amerika.
"Kenapa harus kembali tuan ? bukannya kita cukup meminta orang mengirimkan robot lain untuk menyerang kesana ? " tanya Leni
"Orang-orang itu telah mengalahkan satu robot, mereka juga pasti bersiap untuk serangan berikutnya. Lagipula kita harus kembali dan sempurnakan mesin tempur milik kita, ada yang harus kutambahkan. Tidak boleh ada kegagalan lagi" ucap Richard
"Saya rasa anda tidak perlu terlalu memikirkannya, kita sudah berhasil menambah kekuatan organisasi dengan membebaskan tahanan kelas atas di Rusia dan Hongkong. Lagi pula robot tempur kita juga hampir siap " sahur Leni
"Di dunia sekarang, bagi para atasan seribu keberhasilan tidak cukup untuk melupakan satu kesalahan yang di buat bawahan " balas Richard
"Baiklah, saya mengerti " sahut Leni
*****
Saat itu bukan hanya Richard yang gelisah, namun anak dari bos besar Kurassha yaitu Rei juga merasakan kekhawatiran akan kekuatan yang mampu menghalangi mereka.
Di dalam ruangannya, suara dentingan dari gelas yang pecah akibat menghantam dinding kamar terdengar hingga keluar ruangan. Seketika tiga anak buahnya yang berada di luar segera masuk untuk memastikan keadaan bos kecil mereka.
"Ada apa bos?" tanya salah satu dari mereka.
"Dimana ayah?" ucap Rei
Anak buahnya mengatakan kalau bos Tadoki sedang melakukan semacam pertemuan di kantornya dengan orang-orang dari Jepang.
Rei pun segera menuju ruang kantor dimana ayahnya sedang melakukan pertemuan. Begitu tiba disana, dia mendapati tiga orang Jepang keluar dari kantor ayahnya.
"Sepertinya pertemuan telah selesai, ini waktu yang pas" ucap Rei salam hati
Para tamu dari Jepang tersenyum kearah Rei dan membungkukkan Badan mereka untuk memberi hormat, begitu juga dengan Rei.
Bos Tadoki meminta pengawalnya mengantar ketiga tamunya itu. Setelah menjauh, Tadoki menyuruh Rei untuk masuk.
"Ada apa?" tanya Tadoki
"Apa ayah sudah tau yang terjadi di Muriya?" ucap Rei yang menjawab pertanyaan ayahnya dengan pertanyaan lagi.
"Kalau maksudmu Aldo dan dua orang NOZ yang bersamanya, ayah sudah tau. Kau tidak perlu cemas, ayah sudah meminta semua orang kita untuk pergi ke Muriya" sahut Tadoki
Tidak ingin ketinggalan dalam penyerangan, Rei juga memutuskan ikut ke Muriya untuk mencari orang berpakaian hitam yang tidak lain adalah Riyan.
Hari itu Kurassha benar-benar mengerahkan kekuatan penuhnya untuk bergerak. Tidak tanggung-tanggung, setiap wilayah diperintahkan mengirim 100 orang untuk berangkat menuju Muriya.
"Dengan jumlah sebesar ini, kita akan mencari orang itu bahkan sampai lubang tikus sekalipun" ucap Rei
__ADS_1