Nano System

Nano System
Episode 113 Lawan yang merepotkan


__ADS_3

Kibasan sabit besar James berhasil mengenai dada Riyan, percikan api sekilas muncul dari gesekan senjata James yang menyentuh armor Riyan.


"padahal aku sudah menggunakan mode II, kenapa kecepatan ini masih belum cukup?saat melawan orang satunya tidak sesulit ini" gumam Riyan.


Kenyataannya ketika Riyan mengalahkan Steve saat itu, kemenangan Riyan disebabkan karena batas waktu penggunaan serum kecepatan yang dipakai oleh Steve sudah habis sehingga Steve tidak bisa mengimbangi kecepatan Riyan lagi.


Berbeda dengan James yang memiliki peningkatan kecepatan permanen, orang dengan peningkatan regenerasi seperti Steve menyebabkan durasi peningkatan dari serum sementara menjadi lebih pendek.


Sedangkan James, kecepatannya akan tetap setara dengan Riyan yang menggunakan mode II selama masih menggunakan sarung tangan dan sepatu yang digunakan Steve untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatannya.


Disaat yang sama Fita mengambil sebuah kotak kecil dan menempelkannya pada bagian belakang robot BANE. Begitu tombol pada kotak kecil itu ditekan, lima buah kabel hitam berdiameter 3 cm keluar dan seketika membelit tubuh robot tersebut.


"Aku tidak yakin kabel ini bisa bertahan lama" ucap Fita


"kenapa tidak dibiarkan saja robot ini terdiam?" tanya Lisa


"kalau bisa bertahan selamanya sih bagus, hanya saja benda itu tidak bisa membuat terminator ini diam selamanya" jawab Fita menjelaskan mengenai alat yang berada di leher robot BANE.


"artinya mau tidak mau kita tetap harus menghadapi robot ini ya" ucap Cindy


"benar, jadi sebaiknya kita bersiap kalau robot ini mulai aktif lagi" balas Fita


Lisa dan Cindy menganggukkan kepala mereka. Fita pun kemudian memberi tahukan Beni kalau mereka sudah siap dan Beni bisa memulai aksinya.


Satu jari Beni kemudian menekan tombol enter dan seketika mata robot BANE kembali menyala dan terlihat aktif. Bersamaan dengan itu deretan kode program muncul di layar monitor Beni, diapun memulai pekerjaannya untuk merusak program robot BANE.


Akibat dari kabel yang melilit tubuhnya, Robot itu kesulitan untuk bergerak. Badan dan tangannya terus mencoba melepaskan kabel yang melilit tubuh besi itu. Ketiga gadis yang berada didepan robot BANE sudah bersiap untuk bertempur seandainya tali itu dapat di putuskan.


Tidak ingin menunggu kabel terlepas, Lisa mengumpulkan kekuatannya kemudian melompat dan menebaskan pedangnya ke arah kepala robot itu sekuat tenaga. Sayangnya serangan Lisa dengan niat untuk menghancurkan robot itu sia-sia, robot BANE hanya terpukul mundur tiga langkah bukan terpotong, bahkan tubuhnya tidak terjatuh ketanah.


"Gila, terbuat dari apa robot ini" ucap Lisa


tidak lama kemudian satu, dua kabel berhasil diputuskan oleh robot BANE, ketiga gadis itu mulai panik. Genggaman mereka lebih kencang memegang senjata masing-masing.


"Kusarankan kau tambah lagi pengekangnya!" ucap Cindy


"Sayangnya aku hanya membawa satu itu" balas Fita


"kalau begitu sebaiknya temanmu cepat melakukan tugasnya, aku tidak bisa menahannya lebih lama" ucap Cindy


Fita kemudian menanyakan perkembangan pekerjaan Beni, namun jawaban dari Beni terdengar kurang menyenangkan. Beni mendapati sedikit hambatan lainnya, program yang dilihatnya lebih rumit dari yang dia kira sehingga kemungkinan akan memerlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugasnya.


Disisi lain Riyan yang masih bertarung dengan James, tiba-tiba merasakan hawa membunuh lain dari arah belakang tubuhnya. Seketika itu sebuah pisau sangkur sepanjang 20 cm mengarah ke leher Riyan dari belakang.


"Shuut"


Riyan menunduk dengan cepat sehingga pisau sangkur itu melesat lewat diatas kepalanya. Ketika Riyan menunduk, sepatu besi yang dikenakan James mengincar wajah Riyan. Dorongan kuat kaki kanan Riyan keatas tanah membuat dia dapat menghindari tendangan James dan melesat kesamping hingga menjauhi kedua orang itu.

__ADS_1


"Sayang sekali serangan ku meleset" gumam orang yang baru saja akan menusuk Riyan yang ternyata itu adalah Aldo.


"Bagaimana dia masih bisa bergerak?" gumam Riyan


"Ternyata ini berfungsi dengan bagus, terima kasih" ucap Aldo memperlihatkan botol kecil bekas serum pemulihan dan kemudian menjatuhkannya ketanah.


James tersenyum dengan bangga kepada Aldo, dia kemudian meminta Aldo untuk mendekati robot BANE dan membantu melepaskan ikatan robot besar itu.


"Walau aku sudah pulih, tetap saja kecepatan dan kekuatanku kalah jauh dari orang berpakaian hitam ini. Lebih baik aku membalas Cindy terlebih dahulu " pikir Aldo


Aldo menyadari kalau kesempatannya untuk menang melawan Riyan merupakan hal yang hampir mustahil, karena itu dia menyetujui permintaan James dan berlari kearah para gadis yang menjaga robot milik NOZ itu.


Riyan yang melihat Aldo berlari mendekati robot BANE, segera melompat untuk menghentikan Aldo. Sayangnya James menghentikan gerakan Riyan dengan menggunakan sabit besarnya.


"kling...kling...kling"


Pedang Riyan terus berbenturan dengan sabit James sebanyak tiga kali, serangan dengan kecepatan yang sama membuat Riyan kesulitan untuk melepaskan diri dari James.


"tap...tap..tap..tap"


Langkah cepat kaki Aldo yang menginjak rerumputan basah terdengar jelas. Ketiga gadis itu berbaris sejajar dengan Cindy berada di tengah, mereka bersiap melawan Aldo yang akan datang.


"taas...taas...taas"


Di luar perkiraan, kabel pengekang


Robot BANE langsung melancarkan tendangan mengarah kepada Lisa yang berada di sebelah paling kiri. Menggunakan pedang di tangannya, Lisa menangkis tendangan dari manusia besi tersebut.


Cindy memfokuskan aliran listrik ke tangannya yang kemudian mengalir ke sarung tangan yang dikenakannya. Dengan membawa aliran listrik pada sarung tangan itu, dia menghantam robot BANE disaat tendangan robot itu ditahan oleh Lisa.


Serangan Cindy membuat robot BANE kembali terdiam sehingga memberi mereka waktu beberapa detik. Bersamaan dengan itu Aldo telah tiba dihadapan mereka, Fita menghadangnya dengan sebuah serangan beruntun menggunakan tonfa di tangan kanannya.


Untuk menghadapi orang tanpa peningkatan dari serum, Fita mampu seimbang dengan Aldo. Akan tetapi dia menghadapi tiga orang gadis kuat yang salah satunya mempunyai peningkatan kecepatan.


Serangan gabungan ketiga gadis itu membuat Aldo kerepotan dan sering terkena pukulan. Namun kemenangan para gadis tidak berlangsung lama, sekarang robot BANE yang terdiam sudah kembali bergerak. Robot itupun menyerang dari arah belakang dan seketika membubarkan formasi ketiga gadis itu.


Pertarungan sengit kembali terjadi di lokasi itu. Sekarang Cindy dan Lisa berhadapan dengan robot BANE yang baru saja lepas dari ikatannya, Aldo menghadapi salah satu agen AII yang sudah terlatih, dan Riyan bertarung sengit melawan James yang memiliki kecepatan yang sama dengannya.


Melihat robot BANE yang sudah aktif kembali, sudut bibir Aldo tertarik keatas menampilkan sebuah senyuman gembira. Sekarang pekerjaannya menjadi lebih mudah karena lawan yang harus dihadapinya hanya tinggal satu orang.


Aldo menunjukkan keahlian bermain pisaunya sehingga Fita harus lebih berhati-hati untuk menghadapinya meski sudah terlatih beladiri. Dalam pertarungan itu, Aldo sedikit lebih unggul dengan kemampuan dari berbagai macam beladiri yang dipelajarinya dari berbagai negara. Permainan pisau Aldo termasuk cepat untuk orang yang sudah tidak menggunakan serum penambah kecepatan.


Saat pisau sangkurnya hampir mengenai bagian samping leher Fita, sebuah tinju dari batu hampir mengenai wajah Aldo seandainya dia tidak menghindar ke samping. Itu adalah prof Gema yang sudah meniru struktur batu.


"Anda bisa berubah kewujud yang lain?" tanya Fita sedikit heran


"Ya, tapi untuk saat ini aku tidak bisa mempertahankan wujud ini terlalu lama, jadi kita harus bertindak cepat" ucap Prof Gema

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu apa lagi" ucap Fita berlari untuk menyerang Aldo yang kemudian diikuti oleh prof Gema.


Disisi lain Lisa dan Cindy menghadapi gerakan capoera dari robot besar BANE yang tergolong cepat dan gesit, suara dentingan dari tendangan salto kaki besi itu terus terdengar kala pedang Lisa dan sarung tangan besi Cindy menangkisnya.


Tiba-tiba dari posisi tubuh yang terbalik dimana kepala robot BANE berada dibawah, laser menembak dari robot BANE mengarah kaki Cindy dan Lisa. Keduanya melompat tinggi untuk menghindari sinar mematikan tersebut sehingga membuat jarak antara Lisa dan Cindy menjadi berjauhan.


Robot BANE yang sudah kembali berdiri setelah berputar melakukan tendangan salto, bergerak mendekati Cindy dalam waktu singkat. Gerakan Quiexada yang merupakan salah satu gerakan beladiri capoera, langsung digunakan robot BANE untuk menyerang gadis itu.


Tendangan berbentuk setengah putaran dengan kaki lurus kedepan itu mengarah kepala Cindy dari atas. Cindy menyilangkan tangannya keatas untuk menahan serangan mematikan itu. Meski dengan dua sarung tangan besi miliknya, Cindy tidak bisa menahan tendangan keras itu hingga tangannya terbuka.


Begitu pertahanan Cindy terbuka, tendangan berikutnya mendarat tepat di dada Cindy sebanyak tiga kali hingga membuatnya terpental hingga kearah pertarungan Riyan dan James.


Kala itu Lisa menebaskan pedangnya kearah robot BANE saat Cindy terlempar, serangan Lisa membuat robot itu berpindah target kepadanya.


Sayangnya pengalihan perhatian itu tidak berdampak banyak, pedang Lisa berhasil ditangkap oleh tangan kanan robot besar itu.


Tinju besar yang terbuat dari besi mengarah kewajah Lisa, dengan terpaksa dia melepaskan pedangnya untuk menghindari tinju itu menghantam wajahnya. Robot BANE yang mendapatkan pedang Lisa, melemparkan pedang itu ketanah.


"Sial, berapa lama lagi ini baru berakhir" guman Lisa melihat alat yang menempel di robot itu masih berkelip.


Robot BANE kemudian kembali menggunakan gaya capoeranya untuk menyerang. Lisa hanya bisa menghindar sambil bergerak mundur karena mustahil baginya untuk menahan serangan dari manusia besi itu dengan tangan kosong.


Saat itu sekilas Riyan melihat kekasihnya yang melayang hampir jatuh, dia pun melesat meninggalkan James untuk menangkap gadis yang disayanginya itu. Cindy pun mendarat di pangkuan Riyan dan tidak sampai terjatuh ke tanah.


"Kamu tidak apa?" tanya Riyan khawatir


Beberapa rusuknya patah dan dari mulutnya mengeluarkan darah setelah menerima tendangan keras yang terbuat dari besi. Emosi Riyan bercampur melihat kekasihnya yang terluka cukup parah.


"Aku baik saja" balas Cindy dengan suara terbata


Dari kejauhan James berjalan dengan santainya kearah mereka.


"Apa kau akan bermesraan disini sekarang ? " ejek James yang mendekat kearah dua sejoli itu.


Riyan menjadi geram melihat hal itu, dia harus memikirkan cara berbeda untuk melawan orang yang memiliki kecepatan yang sama dengannya.


"kupikir kau hebat karena bisa membunuh Steve, sepertinya cuma keberuntungan saja " ucap James memutar sabitnya ke belakang punggungnya.


Riyan perlahan menyandarkan Cindy pada sebuah pohon besar dan memintanya untuk istirahat dan menunggu sejenak. Riyan kembali berhadapan dengan James, kemudian melepaskan katana yang digunakannya hingga sekarang dia hanya memegang pedang oriental.


"apa kau bermaksud mengurangi beban dengan melepaskan satu pedang ? konyol sekali, itu tidak akan mengubah perbedaan kecepatan kita " ucap James menyandarkan sabit besar di pundaknya sambil tersenyum.


"kita lihat saja " balas Riyan


Riyan mengangkat tangan kanannya mengacungkan pedang oriental kearah James. mengubah pedang oriental menjadi senjata yang tidak bisa di tahan.


"absolut attack"

__ADS_1


__ADS_2