
Siang itu Riyan bersama teman-temannya tiba di rumah Riyan, tampak suasana ditempat itu masih sepi karena Tari dan Mila masih belum pulang. Riyan turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu rumahnya. Begitu mereka turun dari masing-masing kendaraan yang dinaiki, Lisa yang sangat kelelahan langsung menghempaskan dirinya di sofa ruang tamu ketika pintu telah dibuka.
"Aah, enaknya" celetuk Lisa
"bisakah aku minta air es" tambahnya
"kau ini seenaknya saja di rumah orang" ucap prof Gema
"tidak apa prof, aku juga akan mengambilkan minum" balas Riyan
"Biar aku bantu" ucap Cindy menemani Riyan ke dapur
Mereka semua berkumpul di ruang tamu sambil melakukan perbicangan untuk perkenalan lebih jauh. Beberapa saat kemudian Riyan dan Cindy membawa nampan berisi 6 gelas kosong dan air es jeruk dalam sebuah ceret besar.
Perbincangan berlanjut dengan saling menceritakan keterkaitan masing-masing dari mereka dengan Riyan. Akan tetapi Riyan yang sebagai anggota intelegensi nasional tetap dirahasiakan oleh Beni dan Fita.
Beni dan Fita seperti tertarik untuk menjadikan ketiga teman Riyan yang ada disana untuk menjadi bagian dari AII, namun sayangnya mereka tidak memiliki wewenang untuk merekrut anggota.
"apa kalian tidak kembali ke sekolah?" tanya Riyan kepada Cindy dan Lisa
"tidak, kami pergi dijemput prof Gema dengan alasan acara keluarga" sahut Lisa
"Pantas saja kalian bisa santai" balas Riyan
"bagaimana dengan robot besar itu?" tanya prof Gema
Belum sempat terjawab pertanyaan dari prof Gema, telepon Beni berdering cukup keras. Beni menerima panggilan telepon Itu yang tidak lain adalah nomer dari atasannya di AII. Dengan nada suara yang terdengar sedikit cemas, orang itu meminta Beni untuk melihat video yang telah dikirimkan kepadanya melalui tablet yang digunakan AII.
Beni menuruti perintah atasannya itu, dia segera mengeluarkan tablet hitam dari dalam tasnya. Setelah tablet menyala, terlihat satu notifikasi yang memberitahukan bahwa satu video telah masuk.
Beni kemudian membuka video yang dikirimkan oleh atasannya itu. Video yang dikirimkan membuat Beni tertegun, ternyata itu adalah video yang menunjukkan dua perempuan bersama dengan seorang manusia batu melawan sebuah robot yang tampak seperti manusia setinggi 2 meter.
Wajah Beni terlihat cemas menyaksikan video tersebut, Fita kemudian menanyakan apa yang membuat Beni terlihat begitu cemas.
Beni pun memutar tabletnya dan menunjukkan video tersebut kepada orang-orang yang berada di ruang tamu Riyan, masing-masing dari mereka menyaksikan video dari tablet tersebut.
"ah syukurlah aku hanya tampak bagian belakang" ucap Lisa
"apa ini akan jadi masalah?" tanya Cindy
"seharusnya tidak kalau masih belum tersebar" sahut Fita
"Sepertinya memang akan jadi masalah" ucap Lisa yang melihat video tersebut telah berada di youtube.
Sayangnya video itu sudah terlanjur viral di media sosial dan menjadi perbincangan, ditambah banyaknya mayat di lokasi itu, menjadi tambahan berita yang sangat hebat.
__ADS_1
Bahkan saluran televisi memberitakan mengenai pembantaian yang terjadi di batas kota Muriya siang itu. Berita itu sontak ramai, dan diberitakan kalau mayat-mayat disana adalah korban sari serangan robot yang terekam oleh warga.
Para agen AII berusaha sebisa mungkin menutupi kejadian tersebut, untuk sementara kabar video itu diberitakan sebagai video setingan yang merupakan bagian scene sebuah film, hal itu dijelaskan oleh seorang ahli IT dalam medsosnya yang aslinya merupakan bagian dari AII. Mereka mengatakan bahwa mayat yang ada disana tidak ada sangkut pautnya dengan video pertarungan robot.
Untungnya sebagian netizen menganggap kalau itu hanyalah hasil rekayasa atau editan, sehingga upaya menutupi keberadaan robot dari NOZ berjalan lumayan lancar. Namun berbeda dengan pihak lain yang memang mengetahui keaslian dari robot BANE itu.
Sayangnya video perlawanan terhadap robot BANE telah sempat masuk ke beberapa negara asing. Beberapa pemerintah negara lain tertarik dengan video tersebut, terutama negara yang pernah berhadapan dengan robot tempur milik NOZ dan kesulitan mengatasinya.
Selain itu Beni diberitahu melalui telepon sebelumnya bahwa saat ini juga pemerintah Indonesia mendapat permintaan dari negara lain untuk dapat bertemu dengan tiga orang yang melawan robot BANE. Hal itu sekaligus membuat dia dan Fita harus kembali ke markas pusat yang di Jakarta siang itu juga.
"Apa aku perlu ikut?" tanya Riyan karena dia merasa bagian dari AII
"Tidak perlu, tapi prof Gema dan Lisa diminta ikut bersama kami" balas Beni
Lisa sedikit kaget mendengar ucapan Beni, dia merasa kalau identitas dia dan prof Gema tidak diketahui meskipun ada didalam video tersebut.
"Tunggu dulu, kenapa aku dan profesor harus ikut?wajahku tidak tampak di video, begitu juga dengan prof Gema yang saat itu berwujud batu" ucap Lisa tidak terima
"Bagaimana menjelaskannya ya, atasan ku yang meminta hal itu" balas Beni
Lisa semakin tidak mengerti dengan maksud Beni. Karena keadaan menjadi membingungkan bagi semua orang, Riyan yang memahami maksud Beni kemudian mengajak Beni untuk berbicara empat mata di ruang tengah.
Setelah beberapa menit, mereka berdua kembali bergabung di ruang tamu dengan yang lain. Orang-orang disana penasaran apa yang akan di ucapkan oleh kedua orang itu.
Beni menyodorkan kembali tablet miliknya dan menunjukkan video serangan robot yang terjadi di negara Rusia kepada Prof Gema, Lisa dan Cindy.
"Selain itu gerakannya sedikit lebih kaku, walaupun sedikit cepat" tambah Cindy
"Richard" ucap prof Gema
"Apa robot itu dibawa oleh James?" lanjut prof Gema bertanya kepada Beni
"Benar" jawab Beni
Semua orang berpaling kearah prof Gema yang terlihat sedikit terkejut. Pandangan mereka seakan bertanya maksud dari nama yang keluar dari mulut prof Gema.
"Pantas saja aku merasa sedikit aneh, rupanya hasil kerja Richard berhasil" gumam prof Gema
Semua orang disana terus menatap prof Gema dengan tatapan penuh tanda tanya. Akhirnya prof Gema menjelaskan siapa orang bernama Richard kepada mereka yang ada disana.
Richard adalah salah satu ilmuwan yang berasal dari Inggris, dia dipekerjakan oleh NOZ jauh sebelum prof Gema ditangkap. Richard memimpin proyek robot Humanoid yang akan digunakan sebagai prajurit tempur NOZ, dan robot yang berada di video itu adalah robot pertamanya.
Prof Gema menjelaskan bahwa Kala itu pembuatan robot humanoid masih sangat jauh dari kata berhasil. Setelah Prof Gema berhasil menciptakan serumnya, dia menjadikan 6 orang anggota NOZ memiliki kemampuan diatas manusia normal. Hal itu membuat fokus NOZ beralih kepada proyek prof Gema.
"Jadi dua orang itu bukan dari Kurassha, tapi NOZ?" ucap Riyan melihat ekspresi yang keluar dari wajah prof Gema
__ADS_1
"Benar, aku pernah cerita mengenai 6 orang yang mendapatkan peningkatan secara permanen kan?James dan Steve juga termasuk" jawab prof Gema
"Pantas saja mereka kuat, tapi itu berarti sekarang orang kuat di NOZ tinggal 2. Waktu menyelamatkan Cindy juga tewas satu kan, dan satu lagi Lisa di pihak kita" ucap Riyan
"Tidak segampang itu, setahuku NOZ punya beberapa divisi pengembangan. Aku hanya mengetahui beberapa seperti senjata Nano, robot humanoid, serum peningkatan, senjata biologis bahkan mungkin lebih banyak lagi. Setiap divisi memiliki pimpinan yang tidak bisa dianggap remeh" jelas prof Gema
Diantara semua yang ada disana, Cindy satu-satunya orang yang tidak mengetahui apapun mengenai organisasi yang disebut NOZ. Hal itu membuatnya menjadi pendengar sejati yang diam seperti patung. Beberapa saat seperti itu akhirnya membuat Cindy tidak tahan dan mulai ikut bicara.
"Tunggu dulu, NOZ itu apa? kenapa terdengar seperti akan menguasai dunia? ku pikir musuh Riyan cuma Kurassha" tanya Cindy
Karena sudah terlanjur ikut terlibat, akhirnya Riyan dan yang lainnya saling menatap dan seolah sepakat untuk menceritakan semua hal mengenai NOZ kepada Cindy dan mengaitkan dengan Kurassha.
"Kami memang mencurigai adanya kekuatan penyokong dibelakang Kurassha, tapi tidak disangka kalau itu adalah NOZ. Hal ini akan mengejutkan atasan" ucap Beni
"Bisa saja lebih parah dari yang kita perkirakan kalau Richard berhasil memproduksi robot seperti ini secara masal" balas prof Gema
"kenapa kehidupan SMA ku jadi berat begini" gumam Riyan
Akhirnya setelah penjelasan panjang lebar mengenai apa yang terjadi, Prof Gema dan Lisa memutuskan mengikuti Beni dan Fita ke Jakarta menemui atasannya.
Keputusan lain yaitu Robot BANE tetap berada di rumah Riyan untuk sementara. Robot itu kemudian dibawa ke dalam kamar Riyan bersama dengan alat pengendali milik beni.
Sekarang diruang tamu hanya ada Riyan dan Cindy setelah kepergian teman-temannya.
"aku baru tau kalau kau begitu luar biasa" ucap Cindy
"maksudnya" tanya Riyan
"seorang agen nasional, rekan pengusaha ternama, mempunyai kemampuan hebat, siswa jenius" sahut Cindy
"kalau tanpa musuh nasional dan internasional sih memang bagus" balas Riyan
Tanpa terasa waktu berjalan cepat, mobil Riyan yang dikendarai Sapri telah tiba mengantarkan Mila pulang. Tiba di ruang tengah Mila terlihat senang dengan kehadiran Cindy disana.
"tante Tari mana?nggak sama-sam Mila?" tanya Cindy
"Tante masih bekerja, nanti malam baru selesai" jawab Mila
Riyan kemudian menyuruh Mila berganti pakaian, bocah SMP itu pun pamit pergi menuju kamarnya.
"adikmu terlihat lebih tinggi" ucap Cindy
"apa iya?aku tidak terlalu memperhatikan. Ngomong-ngomong sepertinya sekolah kita juga sudah selesai, aku akan menjemput Fikri" ucap Riyan
"kenapa?" tanya Cindy
__ADS_1
"bukannya kalian membawa motor Fikri?bagaimana dia pulang nantinya" balas Riyan
Cindy tersenyum malu karena lupa kalau motor Fikri yang dibawa untuk membantu Riyan masih berada disana. Siang itu setelah mengantarkan Cindy, Riyan menghubungi Fikri untuk menjemputnya dari sekolah kemudian membawa Fikri kerumahnya untuk mengambil motor.