
Dengan menggunakan pedang oriental bentuk absolut attack ditangannya, Riyan menyerang James secepat yang dia bisa. Sosok Riyan tiba-tiba menghilang kemudian muncul didepan James sambil melakukan tebasan.
Tentu saja James yang bisa mengikuti kecepatan itu bisa menghalau tebasan Riyan dengan menggunakan gagang sabit besarnya. Sayangnya James tidak tahu kalau tebasan dari Riyan saat ini tidak bisa ditahan.
Matanya membesar terkejut ketika melihat pedang Riyan menembus gagang sabit miliknya, untungnya reflek tubuh James bereaksi cepat memundurkan tubuhnya meski sedikit terlambat.
"Sreeet"
Tubuh James tergores dan merobek baju bagian depannya. Darah mengalir dari luka yang disebabkan tebasan Riyan, namun James masih kokoh berdiri. Goresan itu tidak berpengaruh banyak baginya. Tanpa memberi Jeda, Riyan terus menyerang James.
Menghadapi orang yang memiliki kecepatan sama dengannya, sulit bagi James untuk tidak menggunakan senjatanya sebagai penghalang tebasan Riyan. Akibatnya James hanya bisa menghindari serangan pedang oriental. Namun berkali-kali James berusaha menyerang, dia melihat pedang Riyan tidak pernah digunakan untuk menahan tebasan dari sabit besarnya.
James adalah salah satu elit NOZ, keterampilan, pengamatan dan pengalaman bertarungnya berada di level atas. Ketika berada dekat sebuah pohon berukuran sedang, dia menahan pedang Riyan dengan panjang gagang sabitnya. Pedang Riyan menembus pertahanan itu seperti sebelumnya, namun kali ini James menghindar sehingga pedang oriental mengenai batang pohon yang ada didekat James.
Setelah mengamati karakteristik absolut attack dan mengetahui kalau serangan Riyan hanya bisa menembus sebanyak satu kali, James menggunakan sarung tangan besi yang dikenakannya sebagai penghalang kedua, dengan begitu dia berhasil menghalau tebasan Riyan.
"Menarik, aku tidak menyangka pedangmu punya kemampuan unik" ucap James
"Kau memang lawan yang sulit dikalahkan. Karena kau sudah mengetahui trik ini, kalau begitu akan ku tunjukkan trik yang lebih menarik" balas Riyan
Riyan kemudian mengangkat tangan kirinya, seketika nano material yang terlihat seperti serbuk hitam keluar dari telapak tangannya dan membentuk sebuah cakram berukuran 35 cm. Cakram hitam itu berputar cepat dan melayang 5cm diatas telapak tangan kiri Riyan.
James sedikit cemas dengan apa yang dilihatnya, dia merasa kalau cakram hitam yang berputar itu bisa berbahaya.
"Padahal baru saja bisa mengatasi pedang aneh itu, sekarang bertambah satu lagi" gumam James
"Kita mulai!" ucap Riyan
Seperti dugaan James, Riyan menggerakkan tangannya dan membuat cakram hitam terbang menyerang kearahnya. James berlari dan melompat kanan kiri menghindari nano material berbentuk cakram yang terus mengincar dirinya. Dia khawatir seandainya cakram itu juga mampu menembus pertahanannya, maka dari itu James lebih memilih untuk menghindar dari pada menahan cakram tersebut.
James yang sadar kalau cakram hitam itu digerakkan oleh Riyan, tetap tidak bisa berbuat banyak. James terus menghindari cakram hitam yang melayang untuk memotong tubuhnya itu, ditambah Riyan yang sekarang terus berusaha menebas dirinya.
Ranting maupun pohon kecil langsung terpotong seketika terkena cakram hitam yang berputar cepat. Beberapa kali cakram itu menyerang dari berbagai sisi namun terus dapat di antisipasi oleh James.
Sambil terus-menerus menjauhi Riyan dan cakram hitam, akhirnya James membuat mereka berdua terpisah dari yang lainnya. Tanpa sadar mereka tiba di sebuah lokasi lapangan yang cukup luas, sehingga memungkinkan bagi James untuk bisa leluasa bergerak.
"Kliing"
James reflek menepis cakram hitam itu hingga membuat benda hitam itu melesat jauh dari tubuhnya. Setelah cakram terlempar akibat tepisan James, Riyan melanjutkan serangannya yang tentu saja dapat ditangkis oleh James. Selanjutnya hanya suara denting pertemuan antara pedang oriental dan sarung tangan besi James kembali terdengar.
Disaat James masih menahan tebasan Riyan, cakram hitam yang sebelumnya terlempar tiba-tiba kembali dari arah belakang James. Berdasarkan pengalaman sebelumnya yang berhasil menepis cakram hitam itu, James ingin melakukannya untuk kedua kalinya.
"Sampai kapan serangan seperti ini terus berlanjut?" ucap James sambil mendorong pedang Riyan kemudian mengayunkan sabitnya yang dapat dihindari oleh Riyan dengan menundukkan badannya.
__ADS_1
Tubuh James berpaling kearah datangnya cakram dan menyiapkan tinjunya untuk menahan benda hitam yang berputar cepat itu seperti sebelumnya.
Namun kali ini diluar perkiraan James, saat itu Riyan tiba-tiba mengubah nano material yang berupa cakram itu terpecah menjadi lima buah benda kecil yang runcing. Benda yang terpencar seperti aliran air hitam itu menembus tubuh James kemudian langsung kembali ke tubuh Riyan.
Lima tusukan yang menembus organ vitalnya membuat James seketika berada dalam kondisi sekarat. Sabit besar terlepas dari tangan James dan jatuh ke tanah akibat tubuhnya yang gemetar kehilangan tenaga.
Beberapa detik kemudian James tumbang diatas tanah dengan bersimbah darah. Riyan mendekati mayat James untuk memastikan kematian orang itu.
Sebelum meninggalkan tubuh James disana, Riyan mengambil sabit, sarung tangan dan sepatu yang digunakan James setelah mengembalikan bentuknya menjadi benda kecil. Selain itu Riyan menemukan sebuah benda yang sangat penting, yaitu sebuah serum berwarna hijau yang diketahuinya merupakan serum penyembuh.
"mungkin ini akan berguna nanti" ucap Riyan
[Paling tidak anda bisa menyerapnya Tuan]
"Maksudku botol ini, sekarang kita kembali membantu yang lain"
***
Di tempat lain, Fita dan Prof Gema berhasil mengalahkan Aldo hingga membuatnya terpojok. Pisau sudah terlepas dari tangan Aldo dan mulutnya mengeluarkan darah akibat pukulan prof Gema.
Tiba-tiba tubuh Lisa melayang dan mendarat di samping prof Gema. Bersamaan dengan itu robot BANE akhirnya menyerang ketiga orang itu yang telah berkumpul.
Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan Aldo untuk lari meninggalkan mereka menuju mobilnya. Akhirnya Aldo berhasil pergi dari tempat itu dan kembali ke Palangkaraya.
Fita yang mencoba mengejar Aldo dihalangi oleh robot BANE dengan laser yang keluar dari matanya.
Dalam sekejap Fita terkena tendangan keras robot BANE hingga tubuhnya menghantam pohon, begitu juga dengan prof Gema yang terkena pukulan besi hingga membuat tubuh batunya retak dan kembali seperti semula.
Sekarang tersisa Lisa yang menjadi target robot yang seperti terminator itu. Bahu lisa turun naik selaras dengan aliran nafasnya, dia memaksakan tubuh yang sudah lelah untuk menghadapi robot besar itu.
Robot kemudian melompat dan melakukan dua kali tendangan kanan kiri kepada Lisa. Dengan kondisi fisik yang sudah lelah, tendangan itu tidak dapat dihindarinya.
Tanpa pedang di tangan, Lisa hanya menggunakan pergelangan tangannya untuk dijadikan penghalang. Tubuh gadis itu terseret mundur akibat dorongan tendangan robot yang sangat keras.
Sekarang Lisa sudah benar-benar kehabisan tenaganya, tulang tangannya retak dan kehilangan daya sehingga Lisa tidak sanggup untuk mengangkat tangannya. Robot BANE memundurkan kaki kanannya bersiap melakukan tendangan final ke arah Lisa.
Begitu tendangan itu melesat lepas dari pijakannya ditanah dan menuju pipi Lisa, kaki besi itu tertahan oleh tangan hitam Riyan. Seketika Robot BANE berhenti bergerak, matanya padam menandakan robot itu sudah tidak aktif.
Orang-orang disana terlihat bingung terutama Lisa dan Riyan yang sedang berhadapan dengan robot besar itu. Di dalam mobil, Beni menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas lega karena telah berhasil merusak program robot BANE.
"Sepertinya Beni berhasil" ucap Fita dengan nafas tersengal.
Riyan yang teringat dengan Cindy, bergegas menghampirinya lalu memberikan serum yang didapatkan dari James. Beberapa saat kemudian luka Cindy menghilang dan tubuhnya kembali pulih kecuali staminanya.
__ADS_1
Untungnya prof Gema tidak mengalami luka parah karena tubuh batunya, Fita terlindungi oleh rompi yang dikenakannya, dan Lisa yang merebahkan tubuhnya diatas tanah karena kehabisan tenaga dan retak pada tulang tangannya.
"syukurlah sudah berakhir" ucap Lisa dan Fita
Beni keluar dari mobil dan bergabung dengan yang lain. Disana dia melihat teman-teman seperjuangannya tengah bersandar di batang pohon bahkan melihat seorang gadis berbaring.
"Kalian tidak apa?" tanya Beni basa basi
"Selain hampir mati karena robot ini, tampaknya kami baik saja" balas Fita
"Siapa dia?" tanya prof Gema
"Dia temanku dan juga Riyan" balas Fita
"Kalian tau orang itu Riyan?" tanya prof Gema menunjuk Riyan yang sedang berjalan bersama Cindy.
"tenang saja prof, mereka bisa dipercaya. Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini, mungkin sebentar lagi tempat ini akan ramai" ucap Riyan yang datang mendekat bersama Cindy.
Mereka semua pun berdiri kecuali Lisa, sepertinya dia benar-benar menguras banyak tenaga melawan robot BANE seorang diri. Setelah Lisa diberi serum penyembuh oleh prof Gema, Beni kemudian membantu Lisa berdiri dan menuju mobil milik AII.
"Bagaimana dengan robot ini?" tanya Cindy
Beni mengatakan kalau dia bisa menggerakkan robot itu, namun tidak bisa mengaktifkan programnya. Saat ini robot itu seperti mainan dengan remote kontrol.
"Apa ini akan jadi masalah?" tanya Riyan mengarah kepada orang-orang yang berada di jalan sedang merekam situasi disana yang entah sejak kapan.
"semoga saja tidak" sahut Beni
"Alpha, bisakah kau menghapus rekaman itu?" tanya Riyan
[selama masih terlihat, saya bisa menghapusnya. tapi perlu waktu menyeleksi videonya]
"Tidak ada waktu, jangan sampai video itu tersebar. Kalau begitu hapus saja semua video yang ada di handphone mereka!" ucap Ryan
Dalam beberapa menit, video pertarungan di batas kota itu menghilang dari Handphone orang-orang itu beserta video yang mereka simpan lainnya. Orang-orang itu kebingungan dengan apa yang terjadi dengan HP masing-masing.
Riyan dan yang lainnya meninggalkan tempat kejadian bersama dengan yang lainnya. Disisi lain, orang-orang sedang kebingungan mengutak-atik mencari video yang hilang di HP mereka.
Lisa bersama dengan Cindy ikut kedalam mobil AII bersama dengan Fita yang menyetir, didalam mobil itu juga terdapat robot BANE yang sudah menjadi mainan Beni.
Riyan yang masih mengenakan armor hitam kembali menaiki motornya, Beni mengendarai motor milik Fikri dan prof Gema mengendarai motor Lisa.
Mereka semua menuju ke rumah Riyan sesuai dengan kesepakatan. Hal itu dikarenakan markas AII di kota Muriya belum selesai, sedang kediaman prof Gema tidak memiliki ruangan yang cukup untuk meletakkan robot BANE.
__ADS_1