Nano System

Nano System
Episode 123 Perang Bag V


__ADS_3

*Beberapa saat sebelumnya*


Cindy yang mengenakan kaos biru dan celana jeans panjang sedang berada di dalam mobil taksi online mencoba menghubungi Riyan ketika mobil berhenti saat lampu merah. Dia merasa sedikit kesal ketika sudah beberapa kali menelpon namun tidak ada jawaban dari Riyan.


"Masa iya belum bangun sudah jam segini" gerutu Cindy ketika panggilan telpon darinya masih tidak mendapat respon dari Riyan.


Saat itu didepan mereka melintas begitu banyak mobil yang merupakan rombongan Kurassha kedua. Mobil dengan deretan iringan yang ramai itu membuat Cindy penasaran.


"Apa ada acara besar hari ini ya?banyak banget deretan mobilnya" tanya Cindy


"Ga tau juga mba, mungkin kawinan anak pejabat mungkin" sahut sopir Taksi


Setelah deretan mobil yang panjang itu habis, Mobil yang dinaiki Cindy kembali melanjutkan perjalannya. Cindy terus melihat hingga akhir deretan mobil Kurassha dengan rasa penasaran.


Sepuluh menit kemudian Cindy tiba di rumah Riyan. Setelah membayar sejumlah uang kepada sopir taksi online, Cindy membuka pagar rumah Riyan yang memang tidak dikunci.


Cindy merasakan suasana sepi dirumah itu, diapun terus melangkah melalui halaman hingga kedepan pintu masuk. Cindy menekan bel yang ada pada pintu sambil memanggil nama Riyan beberapa kali. Sesaat kemudian Mila membukakan pintu untuk Cindy.


"eh Kak Cindy, kirain pergi dengan kak Riyan. Masuk kak!" ucap Mila


"Eh,, Riyan tidak ada dirumah?" tanya Cindy karena memang Riyan tidak memberitahukan apapun kepadanya.


"Tadi waktu mau berangkat bilangnya mau pergi ke pantai, orangnya rame tadi kak kesini. kak Lisa juga tadi ikut" balas Mila


Cindy merasakan ada yang tidak beres, namun bahkan Lisa juga tidak memberitahukan tentang apa yang terjadi. Cindy kembali mengambil HP nya dan mencoba menghubungi Riyan maupun Lisa.


Setelah berkali-kali mencoba namun tetap tidak ada jawaban untuk panggilan yang dilakukan Cindy.


"Kenapa kak?" tanya Mila


"Tidak apa, Karena Riyan tidak ada, kakak boleh nggak tunggu disini saja sekalian menemani Mila?"


"Boleh, kakak duduk dulu biar Mila ambilkan minum" sahut Mila ceria


"Oke" balas Cindy


Sambil menunggu Mila yang sedang membuat minuman di dapur, Cindy duduk di teras rumah Riyan.


Belum sempat Mila datang dari dapur, sebuah mobil lapis baja memasuki halaman rumah Riyan. Cindy pun menoleh kearah orang-orang yang mengenakan seragam dan rompi anti peluru turun dari mobil.


Mereka terlihat tergesa-gesa menghampiri Cindy kemudian menanyakan keberadaan Riyan. Cindy menyampaikan apa yang dia tau dari Mila. Jawaban dari Cindy membuat orang Thorn berpaling dan ingin kembali ke mobil.


"Tunggu!" ucap Cindy menahan Adrian dengan memegang bahunya.


Seluruh anggota Thorn berhenti dan kembali berpaling kearah Cindy.


"Ceritakan apa yang terjadi!" lanjut Cindy


Awalnya mereka tidak mau dan mengacuhkan Cindy. Adrian melepaskan tangan Cindy dan kelompok itu terus berjalan kearah mobil tanpa sepatah kata. Namun Cindy berlari kedepan mereka, menjadi pembatas antara Thorn dan mobil baja mereka.


"Jangan halangi kami nak! mungkin saja Riyan saat ini sedang bahaya" ucap Heru


"Kalau begitu saya ikut" ucap Cindy


"Ini bukan permainan nak, kau bisa terbunuh" balas Heru


Cindy tetap menghalangi pasukan Thorn, Lei kemudian memegang bahu Cindy untuk menggeser tubuh kecil itu. Namun Cindy memegang punggung tangan Lei kemudian memutarnya dan menendang tubuh Lei hingga membuatnya terpaksa mundur.


"Aku bisa jaga diriku sendiri, lagipula aku kenal kota ini dan Riyan adalah kekasihku" sahut Cindy


Ketika Lei ingin membalas Cindy, dia dihalangi oleh tangan Heru dan akhirnya mengurungkan niatnya.


"Bos, kita membuang waktu disini" ucap Adrian


Heru kemudian mengijinkan Cindy untuk ikut dengan pertimbangan kalau gadis itu memang bisa dijadikan sebagai pemandu jalan. Mereka pun pergi dari rumah Riyan, dan didalam perjalanan Cindy diberitahu kalau mereka mendapat informasi bahwa Kurassha akan menyerang kota ini.


"Karena kalian menyebutkannya, aku jadi teringat rombongan mobil yang melintas waktu ke rumah Riyan" ucap Cindy


Heru dan yang lain langsung bersemangat dan meminta Cindy memberitahukan arah mobil-mobil itu. Cindy pun memandu Adrian yang sedang memegang kemudi mobil.


"Kalau dari gambaran gadis ini, rombongan itu pasti Kurassha" pikir Heru


Jalan yang mereka lalui semakin lama semakin sepi, bahkan sekarang tidak terlihat adanya pengendara lain. Beberapa menit kemudian dari kejauhan dua orang wanita tengah berdiri di tepi jalan memandangi motor yang terbakar.


"Berhenti!!" ucap Cindy ketika berada dekat dua gadis itu.

__ADS_1


Adrian mengikuti permintaan Cindy, Pasukan Thorn heran kenapa Cindy meminta untuk menghentikan mobil dan turun dari mobil Thorn itu.


"Fita, Lisa, kenapa kalian disini?" tanya Cindy


Kedua gadis itu menoleh ke asal suara yang mereka kenal, saat itu kegembiraan di hati mereka tidak dapat digambarkan ketika bertemu dengan Cindy.


"Hei, tidak ada waktu buat reuni. Kita harus bergegas" teriak Adrian dari jendela kaca depan.


"Dua orang ini temanku, mereka bisa membantu" sahut Cindy


Melihat Lisa dan Fita yang menggunakan rompi pelindung berwarna hitam, Adrian merasa kalau mereka bukan orang sipil.


"Kalau begitu cepat naik" balas Adrian lagi


"Ayo!" Ajak Cindy kepada Fita dan Lisa


Fita dan Lisa mengikuti Cindy menaiki mobil lapis baja Thorn. Di dalam mobil itu membuat Fita sedikit heran melihat orang bersenjata api.


"Jangan khawatir, mereka teman Riyan" ucap Cindy


"Kalau begitu kebetulan sekali, kami tau dimana pertempuran akan terjadi" balas Lisa


Lisa kemudian duduk di kursi depan disamping Adrian untuk menunjukkan jalan menuju bangunan tua.


"Cindy, pakailah pakaian pelindung!dan kalian berdua, pilihlah senjata yang kalian bisa" ucap Heru


Heru kemudian membuka sebuah peti berisi beberapa senjata dan mempersilahkan ketiga gadis itu untuk mengambil dan menggunakan yang mereka suka.


Cindy yang tidak membawa sarung tangan tempurnya karena tidak berencana bertarung, mengenakan rompi pelindung dan memilih sebuah baton stick sepanjang 50 cm yang terbuat dari besi seluruhnya.


Lisa masih memiliki wechas pedang miliknya, sedang Fita mengambil senjata api jenis SMG.


*********


Saat ini dalam pertempuran di bangunan tua itu, pasukan Thorn dan tiga gadis itu langsung ikut dalam pertempuran setelah senjata api mereka terlepas dan diserang dua orang dari kelompok Ju Shin Kira.


Tangan yang terluka akibat lemparan pisau masih terasa, namun mereka tetap harus menghadapi Kakushikijo dan Karura yang tiba-tiba menyerang barisan Thorn.


Lei, Jonathan dan Hendri bertarung dengan dua orang Ju Shin Kira itu. Gerakan serangan mereka berdua memang cepat, namun masih bisa dihindari atau di tahan oleh kelompok Thorn. Sementara yang lain maju ke tengah pertempuran.


Kitsune yang mendengar teriakan prof Gema mencari arah suara itu, dan tertuju kepada manusia besi yang saat itu sedang melawan Hannya.


"Apa mungkin dia?" Pikir Kitsune sambil terus menangkis tebasan Riyan


Fita, Lisa dan Cindy kemudian berlari dan melompati mobil ketengah pertempuran untuk membantu rekan mereka yang dikeroyok, namun sebuah pedang mencoba menusuk Cindy dari arah samping.


"Wuuuush"


Cindy cepat memundurkan badannya untuk menghindari tusukan itu. Serangan berlanjut dengan tebasan vertikal yang membuat Cindy harus terpaksa mundur selangkah lagi.


Saat itu yang ada dihadapannya adalah Aldo dengan sebuah belati yang sedikit panjang.


"Kau..." gumam Cindy


Lisa tetap menuju prof Gema, sedang Fita langsung membalas serangan Aldo terhadap Cindy dengan mencoba menendang wajah Aldo. Sayangnya serangan Fita terlalu jelas hingga dapat dihalau dengan mudah oleh Aldo.


Aldo dengan lihai memainkan belati ditangannya untuk menyerang Fita. Pertarungan keduanya seimbang, serangan keduanya bisa dihindari dan ditahan. Cindy pun kemudian ikut membantu Fita untuk mengalahkan Aldo.


Dengan tongkat besinya Cindy terus memojokkan Aldo, ditambah Fita yang juga seorang ahli beladiri menjadikan serangan kedua wanita itu membuat Aldo kewalahan.


Hingga akhirnya Kenjo datang dan ikut membantu Aldo untuk menyerang Fita dan Cindy menggunakan katana. Keadaan kembali berimbang diantara mereka.


"Dia lagi" gumam Cindy


Kenjo melontarkan serangan menggunakan katana panjang seorang samurai kepada Cindy. Berkali-kali pedang itu berbenturan dengan baton stick yang digunakan oleh Cindy.


Hingga akhirnya Kenjo menggunakan kedua tangannya untuk memegang pedang miliknya. Dia pun melakukan tebasan keras dari arah atas untuk menebas kepala Cindy.


"Tiiing"


Tebasan itu tertahan oleh baton stick dan akhirnya membuat Cindy dan Kenjo berada dalam situasi adu kekuatan.


"Jadi sekarang kau menggunakan senjata pedang ya, setelah sabit berantai mu ku ambil" ucap Cindy


"Ternyata kamu, gadis di pantai waktu itu" balas Kenjo

__ADS_1


Kenjo mengangkat pedangnya lalu kemudian memutar tubuh dan menebaskan kembali kearah Cindy. Tongkat Cindy kembali menahan tebasan itu. Gerakan keduanya semakin lama semakin cepat. Cindy mengeluarkan kemampuan bela dirinya, begitu juga dengan Kenjo.


"Kalau seperti ini terus tidak akan berakhir" pikir Cindy


Dengan kelebihan kekuatan belut listrik yang dia punya, Cindy mempercepat gerakannya dengan aliran listrik. Kali ini tebasan Kenjo melewati tubuh Cindy, kemudian disambut dengan baton stick Cindy yang dialiri listrik menghantam pinggangnya.


Kenjo terlempar jauh hingga mengenai Harada yang tengah siap memukul Sony. Tubuh kedua pengawal elit itu akhirnya terjatuh.


"Apa yang kau lakukan" teriak Harada


Saat itu Harada melihat perut Kenjo seperti terbakar akibat serangan listrik Cindy, bahkan Kenjo kesulitan berdiri. Dengan satu tangan memegang perut yang terdapat luka bakar, dia menunjuk kearah Cindy yang sedang berlari menuju Riyan.


"Baiklah, Akan kubereskan dia" ucap Harada


Sony yang tidak ingin melewatkan kesempatan menyerang, mencoba memanfaatkan situasi ketika harada masih dalam posisi belum berdiri.


"Hiaaaaa" teriak Sony sambil melakukan tendangan kearah wajah Harada


Tendangan itu ditangkap oleh Harada dengan mudah, kemudian menarik kaki Sony sehingga tubuhnya pun ikut tertarik.


"Buuk" pukulan keras mendarat di perut Sony


Pukulan itu membuat Sony hampir tidak sadarkan diri. Harada berdiri, kemudian satu pukulan keras kembali mendarat dikepala belakang Sony. Kali ini Sony terjatuh dan benar-benar tidak sadarkan diri.


Harada berlari mengejar Cindy, kemudian melompat dan meluncurkan tendangan kearah Cindy yang tengah berlari. Serangan Harada dapat dirasakan oleh Cindy, diapun berhenti berlari untuk menghalau tendangan Harada.


Cindy menangkis tendangan itu dengan tangan kirinya dan membalas dengan ayunan baton Stick kearah Harada. Serangan Cindy juga dapat dihindari oleh Harada yang kemudian berlanjut dengan pukulan lain.


Perkelahian terus berlanjut sampai keduanya terpisah karena masing-masing terkena serangan satu sama lain. Cindy terkena tendangan Harada, sedang Harada terkena tinju Cindy setelah menahan tongkat besinya.


"Ternyata kau boleh juga" ucap Harada


Meski sedikit heran dengan lawannya yang mampu menahan pukulan dari baton stick besi miliknya. Cindy hanya memasang muka sinis kemudian menggunakan jurus silat naga petir miliknya.


Untuk sejenak pertarungan tetap seimbang hingga Cindy terpaksa menggunakan kemampuan listriknya sekali lagi untuk meningkatkan kecepatan. Harada hanya bisa menghindari beberapa serangan Cindy kemudian terkena tinju dan pukulan tongkat besi di tubuhnya.


Namun sayangnya serangan itu hanya membuat tubuh Harada tergeser sejauh dua meter. Hal itu membuat Cindy kaget, dia tidak menyangka lawannya sekarang lebih kuat.


"Lumayan terasa, pantas saja kau bisa mengalahkan Kenjo" ucap Harada


Harada kemudian menunjukkan ekspresi serius, dia mengepalkan kedua tangannya yang mengenakan sarung tangan hitam.


"Hiaaaaat" teriak Harada sambil melontarkan tinju kanan lurus kearah Cindy


Serangan itu ditahan dengan menggunakan tongkat besi yang dipegang kedua tangannya. Diluar dugaan, tongkat besi itu patah dan pukulan Harada sedikit mengenai tubuh Cindy.


Tidak sampai disitu, Harada melanjutkan tinjunya mengarah kewajah Cindy. Sedikit gerakan kepala membuat serangan Harada meleset. Untungnya pukulan kuat itu memiliki kecepatan dibawah Cindy yang menggunakan kemampuan petirnya.


Cindy membalas tinju itu dengan memukulkan kedua potongan tongkat besi di kedua tangannya secara beruntun. Kedua potongan besi itu terlepas dari tangan Cindy ketika Harada berhasil memukul pergelangan tangan Cindy.


Cindy kemudian memasang kuda-kuda jurus tingkat atas perguruan naga petir yaitu teknik petir langit yang dulu digunakan saat latih tanding dengan perguruan harimau putih.


"Semoga saja ini bisa berhasil" pikir Cindy


Disisi lain Anggota Ju Shin Kira telah menjatuhkan Jonathan dan Adrian. Saat itu Jonathan yang terbaring dilantai didekati oleh Karura yang membawa sebilah nodachi/katana panjang dengan ukuran satu meter.


Riyan yang sempat melihat itu, melemparkan kunai kearah Kitsune kemudian bergerak cepat kearah Karura. Untunglah Riyan sempat menghadang tebasan Karura sehingga Jonathan dapat diselamatkan.


Sayangnya saat itu Hendri sudah dihabisi oleh Kakushikijo yang menggunakan pedang dengan gagang panjang yang sering disebut nagamaki oleh orang jepang.


Tubuh Hendri bersimbah darah dan penuh luka terlihat jelas disamping Lei yang masih bertahan dari serangan Kakushikijo.


Karura menarik kembali nodachi miliknya yang tertahan pedang Riyan. Teknik penggunaan nodachi lebih fokus kepada serangan dari atas kebawah karena beratnya membuat ayunan pedang ini lebih kuat dan cepat.


"Sial, tidak banyak dari kami yang bisa mengatasi orang-orang bertopeng ini" pikir Riyan


Disaat itu Kitsune bergerak kearah prof Gema yang sedang bertarung dengan Rei. Tubuh besi itu berkali-kali terkena sabetan pedang Rei namun tidak berpengaruh besar.


"Taap"


Sosok Kitsune dengan pakaian berwarna putih les merah dengan topeng rubah muncul dihadapan Rei. Kedatangan Kitsune membuat Rei berhenti menyerang.


"Serahkan orang ini padaku!" ucap Kitsune


Rei sebenarnya masih ingin bersenang-senang dengan prof Gema, namun dia tidak berhasil menggores tubuh besi lawannya. Rei yang mengetahui kemampuan Kitsune sebagai pembunuh nomer 1 milik ayahnya, kemudian menyerahkan urusan manusia besi itu kepada Kitsune.

__ADS_1


"baiklah, kuserahkan padamu" balas Rei


__ADS_2