Nano System

Nano System
Episode 121 Perang Bag III (Menerobos Masuk)


__ADS_3

Dibagian tengah bangunan tua dengan lantai yang penuh debu dan dinding yang terlihat banyak celah retak yang ditumbuhi lumut, lima orang tengah bersiap menghadapi 10 orang yang terkenal sebagai pembunuh elit milik organisasi Kurassha dengan sebutan nama Ju Shin Kira.


Sedangkan orang-orang yang berada diluar dan lantai atas dari bangunan tua itu, terus melakukan peperangan hingga suara letusan senjata api terus terdengar ramai ditelinga. Sesaat ketika jeda tembakan terhenti, suara dentuman keras yang berasal dari sebuah granat yang dilempar oleh anggota AII terdengar kencang dari arah luar.


"Duaaaar"


Bagi orang-orang yang saat itu berada di lantai bawah, suara letusan yang baru saja terdengar seolah seperti bel lonceng dalam pertandingan tinju. Suara letusan itu dijadikan sebagai pertanda pertarungan dimulai.


"Sriiiiiiing" gemerincing suara rantai milik koomote dan Kappa terdengar saat kedua orang itu melemparkan Pedang yang ada digenggaman mereka. Pedang yang telah terpasang rantai itu melesat kearah barisan Riyan dan kawan-kawan.


Tentu saja reflek anggota AII segera menghindari pedang yang melayang kearah mereka itu. Disaat semuanya telah menghindar, robot BANE tetap menghadang kedua pedang terbang itu dan membuat kedua pedang itu melewati tubuhnya.


"Tap, tap"


Kedua rantai yang terpasang pada pedang tersebut ditangkap oleh Robot BANE, kemudian robot BANE menariknya dengan kencang hingga membuat Koomote dan Kappa ikut melesat kearah robot BANE.


Namun gerakan kedua anggota Ju Shin Kira itu bukan tanpa alasan. Dengan memanfaatkan daya tarik BANE, mereka berdua menendang tubuh robot itu hingga terpental menembus tembok dan beralih keruangan lain.


Pasir dari dinding pun bertaburan ditubuh robot BANE. Untung saja tubuh robot itu bukan besi biasa, sehingga serangan seperti itu tidak menjadi masalah.


Meninggalkan rekan Ju Shin Kira mereka, Koomote dan Kappa kembali menyerbu robot BANE dengan cepat. namun gerakan capoera dari robot yang sudah dipihak Riyan itu membuat semua tebasan kedua orang itu dapat dihalau.


Diwaktu yang sama, delapan orang anggota Ju Shin Kira yang tersisa sedang bertarung dengan lima orang dari AII. Tentu saja berat bagi orang-orang AII menghadapi dua orang Ju Shin Kira sekaligus, hal itu lebih dirasakan oleh Maria yang sedang menghadapi Hashihime dan Kakushikijo yang memiliki kecepatan diatas Maria.


Rompi anti peluru milik Maria dalam sekejap sudah compang camping akibat tebasan dari lawannya. Dia hanya berfokus untuk menghindari tebasan dan tusukan dari daerah vital.


Markus dengan tubuh besarnya pun kesulitan untuk melawan dua orang lainnya. Julian dan Riyan juga hanya bisa menahan serangan kombinasi lawan dengan senjata mereka.


Pertarungan itu sama sekali tidak mudah bagi anggota AII, Julian kemudian memberikan komando untuk berkumpul dan saling membelakangi. Sekarang posisi mereka dikelilingi oleh delapan Ju Shin Kira.


"Kemampuan mereka sangat hebat, jujur saja mungkin aku tidak akan bertahan lebih lama" ucap Maria sambil memegang bagian perutnya


"Apa ada yang punya ide bagaimana melawan orang-orang ini?" tanya Julian


"Aku bisa mencoba melawan 5 orang dari mereka, tapi kalian harus membawa 3 lainnya menjauh dari sini bersama dengan kalian karena teknik yang akan ku gunakan bisa mengenai kawan juga" ucap Riyan


"Kalau begitu kita coba saja" sahut Julian


"Hiaaaaa" teriak anggota AII yang mulai menyerang kelompok Ju Shin Kira


****


Disaat yang sama amunisi yang dibawa anggota AII mulai menipis. Meski begitu, dari pihak Kurassha juga hanya tersisa sebagian dari jumlah para ketua dan pengawalnya yang terus berlindung di balik mobil anti peluru mereka dan jauh dari ledakan.


Merasa aman berada di dalam mobil, Aldo baru tersadar dan berpikir untuk menabrakkan mobil itu kepintu bangunan agar dapat masuk kedalam bangunan tua.


Aldo pun kemudian menyalakan mobil dan bersiap menjalankannya. Kenjo tidak tau apa yang akan dilakukan Aldo, dia hanya diam dengan ekspresi bingung disamping Aldo.


"Apa dia akan melarikan diri dari sini?" pikir Kenjo


Namun arah mobil yang dikendarai Aldo bukannya kembali tapi terus maju kearah pintu. Tidak sedikit peluru yang terpental mengenai mobil sedan hitam itu, namun semuanya tidak berguna.


Melihat yang dilakukan Aldo, mobil milik ketua yang lain juga ikut menuju bangunan tua.


"bagaimana ini?" tanya Sony sedikit panik


"Mau bagaimana lagi, kita bantu Riyan dan yang lainnya. Amunisi kita juga hampir habis kan" ucap Beni


"Ya, lagipula mereka juga tersisa sedikit kan" sahut Sapri


Tiba-tiba suara kumpulan mobil terdengar semakin dekat. Rombongan Kurassha yang ikut mengejar baru saja tiba disana meski agak jauh karena terhalang mobil kelompok mereka yang tiba lebih dulu.


Melihat tubuh anggota mereka yang tergeletak tak bernyawa membuat orang-orang yang baru tiba langsung menyiapkan senjata api mereka.


"Kalau yang itu bagaimana?" tanya seorang junior panik melihat ratusan anggota Kurassha datang


"Astaga, ini semakin sulit. Berapa amunisi yang tersisa?" ucap Beni

__ADS_1


"Hanya tinggal ini" sahut para Junior menunjukkan amunisi yang sedang mereka gunakan masing-masing


Sapri kemudian meminta Beni untuk memimpin para Junior dan tetap berada di lantai atas. Beni pun kemudian memerintahkan untuk memberikan efek kejutan kepada lawan, para Junior diminta menunggu saat lawan sudah dekat kemudian menembak dengan peluru yang tersisa untuk menjatuhkan sebanyak mungkin lawan sebelum mereka berlindung .


Sony dan Sapri membawa senjata SMG dan turun melalui tangga menuju lantai satu untuk membantu Riyan dan yang lainnya.


"Bruuuuuk.....ciiiiiiiiit"


Pintu rumah tua itu terbuka dan terlepas secara paksa akibat hantaman mobil Aldo. Kejadian itu membuat perhatian para petarung di ruangan itu tertuju kearah pintu masuk. Dalam sekejap tujuh mobil masuk beriringan kedalam ruang tengah dan menghentikan pertarungan yang berlangsung.


Dikarenakan ruangan yang kurang luas, ketujuh mobil akhirnya berhenti di tiap tepi dan dinding ruangan tersebut, hingga mengelilingi anggota AII dan Ju Shin Kira yang berada di tengah ruangan.


Kedatangan mobil-mobil itu membuat anggota AII kembali berkumpul sebelum sempat menjalankan rencana mereka untuk memisahkan tiga orang Ju Shin Kira.


Hanya saja bedanya sekarang Riyan dan kawan-kawan tidak dikelilingi oleh Ju Shin Kira, melainkan keseluruhan anggota Kurassha yang tersisa. Orang-orang berpakaian hitam itu kemudian turun dari mobil mereka.


"RIYAN, kali ini kau akan mati" teriak Aldo


"Sial, ini lebih kacau dari perkiraan ku" gumam Riyan


Dalam situasi itu, Riyan ingin menggunakan armor mode II miliknya, namun seketika terdengar suara tembakan.


"Treeeeet.....treeeet" tembakan dari arah tangga membuat Riyan mengurungkan niatnya sekaligus mengubah suasana menegangkan yang dirasakan anggota AII. Sony dan Sapri menghujani anggota Kurassha dengan peluru dari senjata mereka.


Seketika semua orang berlarian dan berlindung. Dengan serangan dadakan itu, memberikan waktu bagi Riyan dan teman-teman untuk mundur kearah Sony dan memberikan waktu istirahat bagi Maria dan Markus yang terkena sabetan pedang.


Ketua wilayah Kurassha pun kembali berkurang banyak karena terbunuh oleh serangan yang baru saja terjadi. Riyan dan yang lainnya melewati Sapri untuk menaiki tangga menuju lantai atas.


"Kalian duluan!kami akan menahan mereka sejenak" ucap Sapri terus menembak


Kitsune kemudian melemparkan pisau kearah Sony dan Sapri untuk menghentikan serangan mereka berdua.


Pisau kitsune memang tidak mengenai sasaran dan menghantam tembok, namun serangan Sony dan Sapri terhenti sejenak. Begitu Sony dan Sapri ingin mundur, Miura yang kebetulan berlindung di mobil yang dekat dengan dua orang itu segera menyerang.


Miura menangkap kaki kanan Sony yang ingin naik kelantai atas, Sony pun berusaha melepaskan tangan Miura dengan menendang tangan itu dengan kaki kirinya.


"Hiaat" teriak Sony


Namun dengan cepat Miura kembali menangkap kaki Sony dan kali ini dia menariknya hingga Sony hilang keseimbangan dan terjatuh diantara anak tangga.


Sapri tidak tinggal diam, dia ikut membantu Sony dengan menyerang Miura menggunakan tinjunya. Hanya saja tinju Sapri dapat dengan mudah ditahan Miura dan malah membuat Sapri jatuh ke lantai satu karena bantingan Miura.


"Hiaat"


Sony kembali menyerang dengan tendangan terbangnya yang melewati tubuh Miura dan mendarat disamping Sapri. Anggota Kurassha yang tersisa menodongkan senjata kearah dua orang itu, namun Rei menahan bawahannya untuk menembak.


"Kalian membantu rekan-rekan kalian melarikan diri ke atas?selain sia-sia, kalian juga membahayakan nyawa kalian" ucap Rei kepada Sony dan Sapri yang saling membelakangi dan memasang kuda-kuda bertarung.


"Meski aku mati disini, kalian juga akan berakhir" tambah Sapri


"Hoo,,benarkah?" ucap Rei


Sapri memang hanya mendengar mengenai kekuatan orang-orang petinggi Kurassha, namun untuk kemampuan Riyan menggunakan jurus Sundang Majapahit untuk menghabisi lawannya sama sekali tidak dia ragukan.


"Itu karena kalian salah pilih lawan" jawab Sapri


"Karena kau begitu yakin, kalian bisa berjuang untuk hidup kalian. Lawan lah Miura dan Harada, berapa lama kalian bisa bertahan" ucap Rei


Miura dan Harada kemudian mendekati Sony dan Sapri. Mereka mulai gelisah karena merasakan perbedaan kekuatan yang jauh dengan kedua orang pengawal Rei itu.


Sementara itu, Rei memerintahkan Ju Shin Kira mengejar ke lantai dua untuk membersihkan jalur. Rei khawatir kalau ujung tangga sudah dijaga dengan pasukan bersenjata.


Hashihime dan yang lain kemudian menggunakan pengait kearah lubang yang berada diatas mereka untuk menuju lantai atas. Lubang yang telah dibuat Riyan untuk menjatuhkan mereka ke lantai dasar sekarang digunakan untuk naik.


"Set...set"


Hashihime dan Semimaru lebih dulu melesat naik. Untuk sejenak senyum lebar terlihat di wajah Rei dan yang lainnya, namun raut wajah mereka berubah dengan cepat saat selang beberapa detik Semimaru dan Hashihime terhempas dari lantai atas.

__ADS_1


Selang tiga detik kemudian, menuruni tali pengait milik Ju Shin Kira itu Julian turun dengan cepat sambil menembaki anggota Kurassha yang sudah tidak siaga.


"Aaaarrrg,,,arrrggh" Satu persatu anggota Kurassha habis dan yang tersisa kini hanya 18 orang. 10 orang Ju Shin Kira, dan 8 orang Kurassha yaitu Rei dan tiga pengawal elitnya, Hendrik dan satu pengawalnya, Aldo dan Adiyana yang merupakan ketua wilayah Bali.


Semimaru yang sudah bangkit kemudian mencoba untuk menusuk Julian. Gerakan frontal dengan pedang lurus kedepan sambil berlari ke arah Julian tanpa mengawasi sekitar.


"Semimaruuu!!!!" teriak Obeshimi


"Jleeeb"


Sebuah katana menancap dibagian belakang leher Semimaru, darah pun mengalir hingga ujung pedang dan membasahi lantai. Saat itu pedang yang dikenal mereka milik tuan muda Seichi itu, dilempar dari lantai dua dan tepat mengenai Semimaru.


"shuut...Tap"


Riyan dengan armor hitamnya mendarat disamping tubuh Semimaru yang sudah kehilangan nyawa. Dengan tangan kirinya Riyan mencabut katana dari tubuh Semimaru, dan sekarang kedua tangannya berisi pedang oriental dan katana yang diambilnya dari Seichi.


"Sisanya kuserahkan padamu" ucap Julian


Riyan menganggukkan kepalanya, Julian pun kembali memegang tali disampingnya. Sesaat kemudian Tubuh Julian ditarik oleh Prof Gema yang berada di lantai atas, bahkan Markus yang tengah terluka ikut membantu mempercepat perpindahan Julian kelantai dua karena khawatir akan terjadi serangan.


"Tenang saja, Riyan bisa mengatasi mereka. Sekarang lebih baik bantu para Junior, amunisi kita akan segera habis" ucap Prof Gema saat melihat wajah Julian yang terlihat khawatir meninggalkan Riyan.


"Ya" sahut Julian kemudian bergabung dengan para Junior


Sambil menjaga kalau-kalau ada pengait yang keatas lagi, saat itu prof Gema kemudian melakukan pengobatan sebisanya kepada Markus dan Maria yang mendapatkan sabetan di bahu dan punggung.


"Sial, kenapa tas berisi serum penyembuh malah terbawa Lisa" gerutu prof Gema dalam hati


Sementara itu di lantai bawah Riyan mengubah bentuk armornya menjadi mode II, dia berencana mengandalkan kecepatan untuk menghabisi lawannya.


Kitsune merasakan ada yang aneh dengan perubahan armor Riyan. Sayangnya sebelum sempat memberikan perintah, Obeshimi yang terlanjur emosi melihat Semimaru terbunuh langsung menyerang Riyan.


"Mati kau" gumam Obeshimi


Saat itu Obeshimi menggunakan tehnik membunuh terbaiknnya, dia dikenal memiliki kecepatan yang hampir sama dengan ketua mereka Kitsune. Dengan percaya diri, Obeshimi bersiap melakukan serangan saat sudah dekat dengan Riyan.


"Jleeb"


Sayangnya tusukan Riyan menembus tubuh Obeshimi sebelum Obeshimi sempat mengayunkan pedangnya. Tusukan itu membuat Obeshimi terdiam dan mengeluarkan darah dari mulutnya hingga tidak bisa melanjutkan serangannya.


"Sreet"


Ketika pedang yang sudah tertancap dicabut dengan cepat oleh Riyan, tebasan kedua pun dilakukan hingga membuat darah Obeshimi menciprat ke lantai.


"Apa yang terjadi?" Itulah apa yang dipikirkan para Ju Shin Kira dan anggota Kurassha saat melihat kejadian itu. Kecuali Kenjo dan Rei, orang-orang disana belum mengetahui kemampuan mode II Riyan.


"wuuush" Kitsune kemudian seolah menghilang dari tempatnya berdiri.


"kliiing"


Dalam sekejap Kitsune dan Riyan telah beradu pedang ditengah ruangan itu. Riyan menahan pedang Kitsune yang mengarah kepalanya.


"Jadi kau juga ada kaitannya dengan organisasi NOZ ya" ucap Kitsune


"perempuan?" pikir Riyan ketika mendengar suara dibalik topeng siluman rubah ekor sembilan yang ada dihadapannya.


Dengan kuat Riyan mendorong pedangnya, Kitsune salto sebanyak empat kali hingga kembali ke posisi awalnya bersama Ju Shin Kira.


"orang ini berbahaya, bahkan dia bisa menandingi kecepatan Kitsune?" pikir Ju Shin Kira yang lain


Riyan dengan tegap berdiri ditengah ruangan itu menggenggam kedua pedangnya. Dihadapannya, Ju Shin Kira tidak berani mengambil tindakan gegabah yang akan berakibat seperti dua rekan mereka.


"Sudah kubilang kan, kalian salah pilih musuh, hehehe" ucap Sapri


Rei mulai kesal dengan apa yang terjadi, dia pun memerintahkan untuk menghajar Sapri dan Sony. Sedangkan untuk Riyan, seluruh anggota yang tersisa disana diperintahkan untuk mengeroyoknya.


Kala itu Riyan memasang kuda-kuda serangan Sundang Sungai, bahkan Sapri yang melihat itu tidak tau harus senang atau takut.

__ADS_1


"Gerakan itu tidak mengenal lawan atau kawan, semoga saja dia tidak menggunakan jurusnya secara sempurna. Kalau tidak maka akan bahaya juga bagi diriku dan Sony yang berada disini" pikir Sapri


"akan kupastikan kalian tamat disini sekarang" ucap Rei yang juga mengeluarkan senjatanya


__ADS_2