Nano System

Nano System
Episode 106 Pergerakan Selanjutnya


__ADS_3

Pagi yang cerah dihari minggu kembali hadir bersama sinar mentari yang hangat. Dari kamar Riyan terdengar suara teriakan latihan beladiri yang berasal dari halaman rumahnya hingga membuat Riyan terbangun.


"siapa yang teriak pagi-pagi begini" ucap Riyan membuka matanya dan melihat Jarum pendek pada jam dinding menunjukkan angka sembilan.


Riyan yang baru bangun dari tidur turun dari kasur dan membuka jendela kamarnya. Disana dia mendapati Mila dan Tari sedang berlatih beladiri dengan Sapri sebagai pelatih yang mengajarkan mereka.


Riyan menyilangkan tangannya dan bertumpu pada jendela kamar dan tersenyum menikmati pemandangan latihan dari adik kesayangannya itu.


"hiaat....hiaat"


Teriakan dari Mila dan Tari menjadi hiburan dan membawa kebahagiaan tersendiri bagi Riyan. Sesaat kemudian Riyan yang berada di tepi jendela terlihat oleh Mila.


"kakak sudah bangun, ayo ikut latihan sini!" ajak Mila


"tidak terima kasih, lebih seru melihat kalian saja. Lagi pula kakak ada urusan pagi ini jadi mau mandi dulu, kalian teruskan saja" sahut Riyan


Pukul 09.30 Riyan telah siap untuk pergi keluar rumah dengan mengenakan jaket berwarna hitam. Di teras rumahnya, Sapri, Mila dan Tari dengan penuh keringat tengah duduk diatas rumput kecil sambil menikmati minuman dingin untuk mengembalikan tenaga mereka.


"aku pergi dulu ya" ucap Riyan kepada tiga orang itu.


Mila yang sedikit iseng, ingin mempraktekkan hasil latihannya dan tiba-tiba berlari mendekati Riyan.


"hiaat..hiaat" teriak Mila


Tentu saja Riyan dapat menghindari semua serangan Mila dengan mudah. Tinju kecil itu melewati tubuh Riyan beberapa kali, bahkan kadang Mila melompat dan melancarkan tendangan ketika tinjunya ditangkap oleh kakaknya itu.


"wah aku tidak tau kalau adik kecil ini hebat juga" ucap Riyan kemudian menangkap adiknya itu dan mengelus kepalanya.


"Tentu saja, setiap hari minggu kami latihan beladiri dengan Sapri" sahut Tari

__ADS_1


"pantas saja sudah hebat" balas Riyan


Begitu Riyan pergi meninggalkan mereka bertiga disana, Tari mengajak Mila masuk dan pergi mandi. Begitu juga dengan Sapri, dia kembali ke kamarnya untuk mandi yang sudah disediakan oleh Riyan di samping pos penjaga.


"kakak hebat ya tante" ucap Mila kagum dengan kakaknya yang dapat menghindari semua serangannya.


"tentu saja. Kalau tidak, mana mungkin bisa membawa Mila pulang waktu itu kan" balas Tari


Mila tersenyum mendengar perkataan Tari. Mereka berdua memasuki rumah, Tari mempersiapkan makanan untuk Mila sementara menunggu Mila selesai mandi.


"Tante benar, aku lupa kalau kakak yang membawaku kembali dan menghajar para penjahat itu" pikir Mila dibawah air shower yang menyentuh tubuhnya.


*Markas Kurassha Bandung*


Setelah hancurnya markas utama mereka di Jakarta, Kelompok Kurassha kini memindahkan pusat organisasinya ke Lembang Bandung. Saat ini seluruh tampuk pimpinan wilayah yang kosong akibat insiden di markas pusat Jakarta sudah terisi. Mereka dikumpulkan di markas pusat baru untuk melakukan rapat besar.


Bahkan Bos besar mereka Tadoki telah kembali dari negeri sakura untuk memimpin sendiri pertemuan tersebut. Berbeda dari sebelumnya yang menggunakan meja melingkar dengan ukuran besar, sekarang mereka berada di meja masing-masing secara terpisah mengelilingi setiap sisi ruangan.


Pertemuan dibuka oleh bos besar mereka, beberapa sambutan dipaparkan hingga pada akhirnya penyampaian maksud sebenarnya. Kekacauan yang mereka buat sebelumnya yang mana sekarang sudah tidak muncul ke media lagi cukup membuat benih kebencian beberapa masyarakat terhadap pemerintah.


Untuk berikutnya pengumpulan informasi mengenai sosok hitam yang telah menyerang organisasi mereka. Data informasi yang mereka dapatkan mengenai Riyan sangat sedikit, tidak ada rekaman atas setiap kejadian.


Satu-satunya ujung informasi adalah nama para gadis yang dibebaskan oleh Riyan di pabrik kertas dan Xforu. Mereka menyusuri kembali dan mengeliminasi gadis yang tidak memiliki kakak. Hal itu berdasarkan informasi terakhir dari Afri bahwa sosok hitam itu menyerang karena ingin mengambil kembali adiknya yang dibawa oleh Julia.


Hasil seleksi menyisakan gadis bernama Nita, Kartika dan Mila. Dua dari mereka di Jakarta sedang Mila dibawa oleh Julia dari Palangkaraya ketika menemui Tirta.


Berikutnya fokus mereka untuk bekerjasama dengan NOZ yang diwakili oleh kehadiran Steve dan seorang ilmuwan bernama James yang baru saja tiba di Indonesia. Setelah panjang lebar penjelasan yang diberikan Tadoki, semua pimpinan wilayah diperintahkan membuat kekacauan sekali lagi.


Kecuali pimpinan Palangkaraya yang baru, semua pimpinan disana dipersilahkan pergi. Sekarang Pimpinan Palangkaraya itu diperintahkan untuk mendekat ke meja dimana Tadoki dan lainnya berada.

__ADS_1


"Senang bisa bertemu dengan anda bos" ucap pemuda berambut pendek didepan mereka.


"Tindakanmu di desa Makopassus itu hebat, tapi juga bodoh" ucap Tadoki


"Kedua orang itu hanya beruntung saya ke sana karena mendengar kabar orang yang saya cari ada di situ, lagi pula tidak ada lawan yang sebanding disana" ucap pimpinan Palangkaraya


"Kau sangat berbeda dengan ayahmu" sahut Rei


Benar, pemimpin baru Kurassha wilayah Palangkaraya adalah Aldo Prayuda yang tidak lain adalah putra dari Tirta. Setelah pergi keluar negeri, dia melatih dirinya dengan berbagai ilmu beladiri dengan tujuan membalas perbuatan Riyan.


Sehari setelah kembali ke Indonesia, Aldo menghabisi pemimpin sementara Palangkaraya yang menolak kehadirannya kembali kemudian mengambil alih posisi tersebut dengan dukungan bawahan.


Dia juga orang yang membebaskan anggota Kurassha yang menjadi tahanan warga desa Makopassus. Kedatangan sebenarnya ke desa itu adalah karena tau kalau Riyan berada disana. Hanya saja begitu tiba di desa itu, Riyan telah pergi dari sana.


Kenjo sempat menanyakan apakah Aldo bertemu dengan sosok yang mengenakan armor hitam saat di desa itu, Aldo menjawab dia tidak melihat sosok yang digambarkan Kenjo. Ketika disana dia hanya melawan orang-orang dengan seragam perguruan silat saat itu.


"Pantas saja kau bilang mudah" cletuk Kenjo


Meski Aldo tidak mengerti apa maksud perkataan Kenjo, dia merasa diremehkan oleh kalimat yang keluar dari mulut Kenjo itu. Namun demi menghormati orang-orang yang ada disana, Aldo tidak membalas perkataan itu.


"Aku sudah memperkenalkan kedua orang ini padamu, aku ingin kau membantu mereka" ucap Tadoki kepada Aldo.


”apa itu?" tanya Aldo


Tadoki meminta Aldo untuk menyelesaikan proyek pembuatan markas yang pernah gagal di area gunung sapathawung. Selain itu, Steve dan James ingin menyelidiki kematian Brian yang menurut informasi dikalahkan di kota yang sama.


Aldo menyetujui untuk membantu perwakilan NOZ tersebut dan membawa mereka untuk pergi ke Palangkaraya.


"Satu lagi, Kenjo dan anakbuahnya juga akan pergi ke sana untuk ikut mencari informasi mengenai gadis bernama Mila" tambah Rei

__ADS_1


Dengan modal foto yang sempat dikirim Julia kepada bos Tadoki, mereka mencari informasi mengenai Mila.


__ADS_2