
*SMA Fajar Harapan*
Cindy yang menunggu kedatangan kekasihnya di sekolah, sedikit heran karena sudah lewat jam masuk sekolah namun masih belum melihat kekasihnya itu.
"Tidak biasanya Riyan datang terlambat" gumam Cindy
Ketika jam istirahat usai mata pelajaran olah raga, Cindy yang terlihat cemas dengan terus mencoba menelpon Riyan didekati oleh Cindy dan menanyakan apakah dia sudah siap. Cindy yang menerima pertanyaan dari Lisa menjadi bingung karena tidak mengerti apa yang dia maksud.
"Siap untuk apa?" tanya Cindy
"Tentu saja menjaga sekolah kita" jawab Lisa
"Memangnya kenapa dengan sekolah kita?" tanya Cindy semakin tidak mengerti
Lisa pun kemudian memberitahukan informasi yang dia dapat dari Riyan tadi malam. Informasi itu membuat Cindy terkejut, sekarang dia mengetahui alasan ketidak hadiran Riyan di sekolah.
Cindy kemudian bergegas lari menuju kelas. Melihat tingkah Cindy, Lisa pun mengikutinya. Cindy tengah merapikan tasnya di kelas kemudian bersiap untuk pergi.
"Kau mau kemana?kita harus tetap disini" ucap Lisa
"Kau tidak mengenal Riyan, dia pasti sekarang sedang menghadang semua orang-orang NOZ dan Kurassha itu di jalan perbatasan kota" sahut Cindy yang segera keluar dari kelas
"Tunggu, kita tidak bisa membolos seperti ini" ucap Lisa menahan Cindy
Kemudian Lisa menghubungi prof Gema yang duduk berjaga di luar gerbang sekolah. Tidak lama kemudian prof Gema menemui guru kelas dan meminta ijin untuk Lisa dan Cindy meninggalkan kelas.
Dengan perkataan yang keluar cepat dari mulut prof Gema, guru kelas tidak diberi kesempatan untuk memberikan penolakan. Cindy dan Lisa pun segera meninggalkan kelas sehingga guru yang saat itu adalah pak Wira hanya bisa menyetujui kepergian dua muridnya.
Mereka bertiga terdiam begitu berada di parkiran, disana hanya ada satu motor milik Lisa yang digunakan bersama dengan prof Gema. Sedang Cindy selalu diantar pergi ke sekolah.
"Sekarang bagaimana?apa kita harus naik ini bertiga?" ucap Lisa
Cindy terlihat ragu, begitu juga dengan Lisa dan Prof Gema. Terlintas ide untuk meminjam motor milik satpam sekolah, namun tiba-tiba Fikri muncul dari belakang mereka.
"Pakai saja motorku" ucap Fikri menyodorkan kunci motornya
"Eh tidak apa?" tanya Cindy
"Tadi kudengar kalian ingin membantu Riyan kan?dia pernah membantuku. Meski cuma meminjamkan motor ini, aku juga ingin membantunya" ucap Fikri
Cindy kemudian mengambil kunci milik Fikri. Karena dia tidak bisa mengendarai motor, Cindy melemparkan kunci itu kepada prof Gema.
"Terima kasih Fik" ucap Cindy
Mereka bertiga kemudian berangkat menuju jalan perbatasan kota Muriya. Cindy bersama dengan Lisa, sedang prof Gema sendirian mengendarai motor milik Fikri.
***
Saat itu Riyan sudah mengenakan armor hitamnya dan siap menghadang rombongan Aldo. Berdasarkan telpon dari Fita, dalam selang waktu 15 menit, dipastikan rombongan itu akan tiba di posisi Riyan.
Begitu rombongan mobil berdasarkan ciri-ciri yang diberitahukan Fita terlihat, Riyan membentuk meriam bazoka pada tangan sebelah kanan. Dari atas pohon besar, Riyan menarget mobil paling depan yang diperkirakan Aldo berada disana.
"Duaar"
Satu mobil sedan yang paling depan terpental bersama dengan jalan yang juga ikut hancur akibat tembakan Riyan. Sontak mobil yang berada dibelakangnya berhenti seketika. Sayangnya Aldo berada di mobil ketiga, orang yang berada di mobil pertama dan kedua adalah para penunjuk arah.
Bahkan Fita dan Beni juga ikut terkejut dengan tembakan yang dilakukan Riyan. Untungnya saat itu tidak ada kendaraan lain yang melintas disana. Semua orang yang ada dalam rombongan Aldo turun dari mobil mereka, termasuk Aldo.
"Apa langsung perang terbuka disini?" gumam Beni
__ADS_1
James kemudian juga ikut turun dari mobil dan berteriak sambil menunjuk kearah Riyan yang berada di atas pohon.
"Disana " teriak James
Riyan seketika langsung melompat dan mendarat di tengah jalan dengan armor hitamnya. Ditangannya sudah terhunus pedang katana milik Seichi.
"Waktu pertama aku tidak begitu yakin kalau pakaianmu itu adalah material nano, namun sekarang aku yakin 100% " ucap Steve
"Jadi dia yang sudah membuat kehebohan di Kurassha dan NOZ " ucap Aldo
"Kalau begitu sekalian saja lakukan disini " tambah James
James kemudian memerintahkan untuk membuka mobil box berisi robot BANE. Sedangkan Aldo melakukan panggilan video call kepada Rei untuk memastikan apakah benar yang didepannya adalah orang yang mereka maksud.
"Sial, aku tidak mengira bule itu akan ada disini juga" gumam Riyan
Riyan tidak tinggal diam dan menunggu untuk diserang, dia bergerak sangat cepat kearah lawan menebaskan pedangnya namun dapat tertahan oleh Steve. Rupanya Steve sudah mengaktifkan sarung tangan dan sepatu tempurnya.
Dentingan katana ditangan Riyan yang menghantam sarung tangan milik Steve sangat sering terdengar. Pertarungan keduanya menjadi tontonan didepan mereka.
Beberapa anggota Kurassha ingin melakukan tembakan namun Aldo mengangkat tangannya untuk memberikan isyarat agar anak buahnya menghentikan tindakan mereka.
Robot BANE telah turun dari mobil, keadaan menjadi semakin diluar dugaan. Panggilan Aldo pun sekarang dijawab oleh Rei.
"ada apa kau melakukan video call?aku sedang rapat bersama ayah" teriak Rei
"maaf bos, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu" balas Aldo
Kemudian arah Handphone dibalikkan oleh Aldo sehingga menunjukkan Riyan yang sedang bertarung melawan Steve.
"benar, itu dia. jika tidak bisa menangkap orang itu hidup-hidup, bunuh di tempat saja!" perintah Rei
"Sekarang bagaimana?" tanya Fita
"Bagaimana lagi, habisi mereka semua" ucap Beni memasang peredam pada senjatanya
Fita pun kemudian mengenakan rompi dan peredam pada senjatanya. Kedua orang agen AII itu turun dari mobil dan menembaki satu persatu anggota Kurassha dari belakang dengan senjata berperedam.
Setelah beberapa orang tewas, serangan dari kedua agen itu diketahui oleh lawan. Segera baku tembak terjadi di jalan itu, Fita dan Beni terpaksa berlindung dibalik mobil didekat mereka.
"James, gunakan BANE! aku akan mengurus dua orang itu " teriak Steve yang kemudian mundur.
Robot BANE berlari maju untuk melawan Riyan. Di luar dugaan, robot BANE melakukan gerakan beladiri saat melawan Riyan. Robot itu melakukan salto dan tendangan cepat beberapa kali. Itu adalah teknik beladiri dari Brazil, Capoera.
"Teng..teng..teng" tendangan robot itu dihalau Riyan menggunakan katananya.
Melihat Steve yang mendekat kearah Beni dan Fita, Riyan menjadi khawatir dengan keselamatan dua orang itu.
"Mode II" ucap Riyan
Armor ditubuh Riyan berubah seperti pada saat berada di markas utama Kurassha dulu. Riyan tiba-tiba menghilang dari hadapan robot BANE, robot itu pun melakukan pencarian terhadap Riyan yang tidak berada dihadapannya.
"Jleeeb"
Katana Riyan tepat menembus tubuh Steve dari belakang. Darah keluar dari mulut dan dada Steve. Tubuhnya terjatuh seketika saat Riyan menarik kembali katana itu dari tubuh Steve.
Anak buah Aldo kemudian menghujani Riyan dengan peluru walau tidak berhasil menembus armor hitamnya. Ketika Riyan bergerak, mereka sudah tidak bisa menarget sosok armor hitam itu lagi.
"Sreet...sreeet"
__ADS_1
Dua anggota Kurassha tumbang oleh katana Riyan, sedang yang lainnya bertahan dengan menjadikan senjata mereka sebagai perisai. Setelah sebagian besar senjata lawannya hancur, katana itu tiba-tiba bersentuhan dengan tangan robot BANE. Riyan kembali menghindar dan berkumpul dengan dua rekannya.
"Tubuh Robot itu sangat keras" ucap Riyan
"Aku tau itu" sahut Beni
Saat yang sama, James dan Aldo masih dengan santai menyaksikan kejadian di depan mereka. Beberapa mobil dan motor yang hendak melewati jalan itu terpaksa putar balik tidak ingin terkena peluru nyasar.
Sekarang Riyan berada di balik mobil box tempat awal robot BANE dimuat. Beni kemudian memberikan alat yang bisa membuatnya meretas program robot itu kepada Riyan.
"Posisinya di bagian leher depan. setelah tertempel, aku akan perlu waktu untuk meretasnya" ucap Beni
"Baiklah, kita lihat apa aku bisa meletakkan benda ini pada robot itu" balas Riyan
Sementara mereka berlindung, robot BANE berjalan mendekati ketiga orang itu. Riyan dengan sangat cepat menyerang robot BANE dengan tujuan meletakkan alat yang diberikan oleh Beni.
Namun gerakan robot itu sangat unik, selain posisi kepala yang dominan di bawah karena gerakan capoera. Serangan cepat Riyan sama sekali tidak memilki efek berarti pada tubuh robot itu.
Sebuah granat tiba-tiba menggelinding kearah Beni dan Fita, sontak mereka terkejut dan berlari menjauh meninggalkan mobil box dan berlindung dibalik pohon besar yang ada di tepi jalan.
Sialnya kedua agen saat itu kehabisan amunisi mereka, sedang Riyan masih terus berusaha meletakkan alat pemberian Beni kepada robot lawannya. Namun setelah beberapa saat menembaki kedua agen, senjata anggota Kurassha juga sudah tidak memiliki amunisi.
Aldo akhirnya memerintahkan mereka mengepung dan menangkap kedua agen yang berlindung di pohon. Sekarang mereka dikepung oleh puluhan anggota Kurassha, Riyan masih terus melawan robot BANE.
Aldo dan James kemudian ikut berjalan mendekati para agen yang sudah terkepung dikelilingi anggota Kurassha.
"Hei, mau sampai kapan kau tiduran disitu?" ucap James menendang kaki Steve yang tergeletak di jalan.
"Kau ini mengganggu istirahatku saja" ucap Steve kemudian bangun dan berdiri membersihkan darah di mulutnya.
Semua orang disana terkejut kecuali James, mereka tidak mengetahui kalau Steve merupakan pemilik kemampuan serum permanen regenerasi. Luka tusukan yang diberikan Riyan telah sepenuhnya menutup, sekarang Steve berdiri sejajar bersama dengan James dan Aldo.
"Sial, ini jauh diluar dugaan" gumam Riyan
Perkelahian pun terjadi, Beni dan Fita bertarung melawan anggota Kurassha. Tentu saja mereka juga akan menghadapi tiga orang yang sedang berjalan mendekat, dan tentu pastinya akan merepotkan.
Steve dengan sarung tangan besinya membantu anggota Kurassha, sedang Aldo dan James menyerang Riyan yang tengah bertarung dengan robot BANE. Ditengah keributan yang terjadi, tiba-tiba sebuah tendangan dari gadis berseragam olah raga Fajar Harapan mengenai wajah Aldo hingga membuatnya terpental.
"Cindy, tidak disangka malah bertemu kau disini" ucap Aldo yang sudah kembali berdiri
Disaat yang sama, James juga mendapatkan sebuah pukulan yang hampir mengenainya andai dia tidak melompat mundur.
"Lisa, lama tidak bertemu" ucap James
"halo James" balas Lisa
Riyan yang juga terkejut dengan kehadiran dua gadis itu sekarang masih melawan BANE. Terdengar teriakan dari arah samping, seorang manusia besi berlari mendekati mereka.
"teeeeng" tubrukan keras dari besi membuat robot BANE terpental menghantam pohon
"professor" ucap Riyan
Steve yang semula berjalan menuju dua agen AII, mengubah arahnya dan kembali berkumpul bersama Aldo dan James.
"kenapa kamu kesini?" ucap Riyan kepada Cindy
"kamu yang kenapa tidak bilang padaku mengenai hal ini?" balas Cindy
"sudah nanti saja ngobrolnya, sekarang ada hal yang lebih penting. Robot itu bangun lagi" ucap prof Gema
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Aldo mengaktifkan wechas miliknya yang diberikan oleh NOZ berupa sebuah tombak. Begitu juga dengan Lisa dan James, keduanya mengaktifkan wechas secara bersamaan. Sekarang tujuh orang itu saling berhadapan ditambah dengan satu buah robot tempur.