Nano System

Nano System
Episode 105 Kembali


__ADS_3

*SMA Fajar Harapan*


Seminggu telah berlalu sejak Turnamen Silat sejagat selesai. Keadaan terasa sedikit lebih baik, kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah sudah tidak terdengar lagi beritanya di televisi maupun media sosial.


Dalam seminggu ini tidak ada perintah tugas dari AII ataupun permintaan rusa dari Pak Surya. Siang itu Riyan duduk sendirian di kantin sekolah, dia masih memikirkan tentang apa yang diminta oleh kakek Cindy.


*Hotel dekat dermaga sebelum Pulang*


Riyan terdiam saat kakek Cindy menunjukkan foto kedua yang merupakan foto dirinya dan Cindy.


"Dari mana ini kek?apa tahanan yang menyamar itu yang membawanya" tanya Riyan


"Sepertinya bukan. Dari informasi teman kakek, foto ini tidak ada pada kedua orang itu. Artinya ini milik orang yang membantu membebaskan para tahanan itu, kemungkinan terjatuh disana" jelas kakek


Kakek Cindy khawatir kalau Riyan dan cucunya yang akan menjadi target mereka selanjutnya. Kakek meminta Riyan untuk berhati-hati dan sebisanya menjaga Cindy selama di sekolah, namun harus dirahasiakan dari Cindy.


"Kalau mengingat kejadian di pantai tadi sore, Cindy pasti tidak akan apa-apa kalau lawannya cuma orang biasa" pikir Riyan


*****


"Ini sudah satu minggu dan masih belum terdengar berita apapun, semoga saja tidak terjadi hal yang buruk" pikir Riyan


"Hei, ga ngajak-ngajak kesini" Cindy datang bersama teman-temannya yang lain mencoba mengagetkan Riyan.


"Bukannya tadi kalian sedang mengerjakan sesuatu, aku tidak mau mengganggu" balas Riyan


"Ayo pesan makan, sudah lapar" timpa Fikri


Canda gurau seperti biasa muncul dimeja mereka. Tiba-tiba mata Cindy tertuju kepada seorang laki-laki yang baru memasuki kantin sekolah.


Cindy menepuk tangan Riyan yang ada di sampingnya, Riyan pun merespon perbuatan dari kekasihnya tersebut.


"Ada apa?" tanya Riyan


"Lihat itu!" ucap Cindy mengarahkan Riyan kepada laki-laki yang dilihatnya.


Tampak Anton dengan perban meliputi tangan kirinya dan beberapa memar di wajah sedang memesan makanan kemudian langsung meninggalkan kantin membawa makanan yang dibungkus.


"Apa yang terjadi dengannya?" gumam Riyan


"Apa kamu ingin cari tau?" tanya Cindy


Riyan hanya sedikit menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Cindy, mereka pun melanjutkan makan siang disana.


"Meski kamu bilang tidak, aku tau kamu pasti memikirkan mereka sayang. Kamu tipe orang yang tidak bisa diam saat melihat orang menderita" ucap Cindy dalam hati

__ADS_1


Benar saja, Riyan mengikuti Anton ketika pulang sekolah hingga sampai ke rumah sakit.


"Siapa yang sakit?" Pikir Riyan turun dari motornya


"Apa kalian mau ikut masuk juga?" ucap Riyan agak keras


Cindy dan Lisa keluar dari balik mobil dengan senyum cengar-cengir. Riyan kembali menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua gadis itu.


"Kalau mau ikut kenapa sembunyi-sembunyi begitu" ucap Riyan


"Dari mana kamu tau kami mengikutimu?" tanya Lisa


"Apa aku harus menjawab pertanyaan itu?ayo masuk!" sahut Riyan


Mereka kemudian memasuki rumah sakit yang pernah merawat teman-teman dan almarhum nenek Riyan. Begitu melewati resepsionis, mereka bertemu dengan Anton yang ingin keluar.


"Kalian" ucap Anton yang kemudian meneruskan langkahnya melewati ketiga orang itu.


"Bisa bicara sebentar?" ucap Riyan menahan Anton dengan memegang tangannya.


"Tunggulah disini, aku beli minuman dulu" balas Anton


Riyan dan kedua gadis yang bersamanya duduk di kursi tunggu untuk menunggu Anton kembali. Lima belas menit kemudian Anton kembali membawa bungkusan plastik dan menyodorkan botol air mineral kepada Riyan.


Riyan mengambil minuman itu dan meminumnya, sedang Cindy dan Lisa tidak mengambil minuman yang diberikan Anton. Kemudian mereka mengikuti Anton atas permintaanya menuju sebuah kamar di rumah sakit itu.


Anton mengetuk pintu kamar sebelum membuka dan memasukinya, kemudian mempersilahkan teman-teman sekolahnya memasuki ruangan tersebut.


Didalam kamar itu terdapat seorang wanita setengah baya yang sedang duduk menunggu di samping pasien diatas ranjang. Pasien yang berada di atas ranjang mengenakan oksigen dan tidak sadarkan diri dengan perban pada kaki dan tangannya.


"Benny?" ucap Riyan


Mendengar suara dari belakang, wanita setengah baya yang merupakan ibu Benny segera berpaling dan menyambut mereka.


"Siapa mereka Anton?" tanya ibu Benny


"Teman-teman sekolah tante, mau jenguk Benny katanya" sahut Anton


Ibu Benny mempersilahkan mereka untuk mendekat. Sedang Anton mengeluarkan belanjaannya dan meletakkan keatas meja yang tersedia disana.


"Benny kenapa tante?" tanya Cindy


"Kecelakaan, Anton yang membawa Benny kemari" Jawab ibu Benny


Setelah meletakkan semua belanjaannya, Anton memberi isyarat kepada Riyan untuk keluar dari kamar itu bersamanya. Riyan pun pamit sebentar kepada ibu Benny dan meninggalkan kedua gadis itu berbincang dengan ibu Benny disana.

__ADS_1


Anton dan Riyan duduk pada sebuah kursi panjang di luar ruangan itu, lalu kemudian Anton bercerita hal yang sebenarnya terjadi kepada mereka.


"Kau ingat kejadian tempo hari di pabrik bekas?mereka membawa lebih banyak orang untuk balas dendam. Mereka menyergap aku dan Benny secara tiba-tiba" jelas Anton


"Jadi begitu, memangnya kenapa kalian berurusan dengan mereka" tanya Riyan


Anton kemudian bercerita kepada Riyan, asal mula permusuhan mereka memang sudah lama sejak kelas satu. Saat itu kelompok Benny pernah berkelahi dengan kelompok mereka karena hal sepele.


Perkelahian antara mereka sering kali berakhir berakhir seimbang. Sejak perkelahian terakhir, keduanya tidak pernah menyerang satu sama lain lagi.


Namun beberapa bulan yang lalu, entah bagaimana mereka mendapatkan dukungan dari beberapa preman dan menjadi lebih kuat. Dalam satu ketika mereka menyergap kelompok Benny dalam jumlah besar dan menghajar mereka.


Akibatnya Teddy, Dani, Agung dan teman-teman Benny yang lain pergi pindah sekolah keluar kota. Yang tersisa dari kelompok Benny saat ini hanya tinggal Anton dan Benny saja.


"Sekarang malah menjadi seperti kebiasaan mereka menghajar kami, dan sepertinya anak-anak itu telah menambah kekuasaannya ke sekolah lain" tambah Anton


"Tapi kenapa mereka terus mengejar kalian?tidak mungkin hanya untuk bersenang-senang kan?" tanya Riyan


"Baiklah, akan kukatakan padamu yang sebenarnya. Sejak bersama para preman itu, mereka meminta kami berdua untuk mengedarkan Narkoba tapi kami menolak" bisik Anton


"Kenapa kalian?"


"Memangnya menurutmu kenapa lagi?tapi kudengar mereka sudah berhasil mendapatkan orang di sekolah kita" balas Anton


"Dari mana kau tau?"


"'Kami tidak perlu memaksa kalian lagi' itu adalah kalimat terakhir saat mereka meninggalkan aku dan Benny dengan kondisi seperti yang kau lihat sekarang" ucap Anton


Setelah agak sore, Riyan dan dua gadis itu pergi pamit meninggalkan ruang perawatan Benny. Bahkan hingga mereka pulang, Benny masih belum sadarkan diri. Sebelum Riyan pergi, Anton sekali lagi menyampaikan permintaan maafnya kepada Riyan atas perlakuan mereka dulu kepadanya.


"anggap saja sekarang kita berteman" sahut Riyan sambil tersenyum


"mungkin akulah yang harus berterima kasih kepada kalian, andai saja waktu itu kalian tidak memaksaku memasuki hutan, aku tidak akan memiliki nano system dan menjadi seperti sekarang. Mungkin aku harus membantu mereka" pikir Riyan


Begitu keluar dari pintu Rumah Sakit, Cindy dan Lisa menanyakan kepada Riyan mengenai apa yang dibicarakan oleh Anton. Riyan menceritakan semuanya kepada dua gadis itu hingga membuat mereka menjadi khawatir. Apabila apa yang dikatakan Anton benar, maka sekolah mereka bisa menjadi pengedaran narkoba.


"Tidak usah dipikirkan, kita pulang saja!" ucap Riyan


"Ah benar juga, aku harus menjemput prof Gema di bandara sebentar lagi" ucap Lisa


"Beliau sudah kembali?" tanya Riyan


"Iya, aku duluan ya. Kau antarkan Cindy pulang!" teriak Lisa yang berlari menjauhi Riyan dan Cindy.


Mereka pun berpisah diparkiran rumah sakit sore itu. Riyan yang sebelumnya mengira keadaan sudah stabil dan tenang sekarang menyadari sesuatu. Meski tidak tampak di permukaan, kejahatan tetap bergerak didalam kegelapan.

__ADS_1


Dia harus tetap menjaga kewaspadaannya, terlebih lagi sebelumnya yang menjadi bandar narkoba adalah kelompok Kurassha.


__ADS_2