
Pemimpin Kurassha yang tersisa 8 orang ditambah dengan Rei menjadi 9 orang sekarang telah kembali berada di ruang pertemuan, setiap dari mereka mengambil ponsel dan menghubungi bawahan kepercayaan masing-masing.
Pemimpin daerah terdekat sekitaran Jakarta memerintahkan bawahannya yang tersisa untuk membawa pasukan ke markas utama. Sedangkan pemimpin daerah luar, memerintahkan untuk memulai kekacauan.
Disaat yang sama, pertarungan Riyan dan kedua orang pengawal elit Rei itu berlangsung sangat sengit. Ketiganya memiliki teknik dan kecepatan dengan level yang hampir sama.
Dalam waktu singkat, situasi di ruang tengah telah berbalik. Riyan yang meningkatkan kecepatannya membuat Kenjo dan Teru kesulitan menghadapi jurus sundang sungai. Mereka terpaksa harus bergerak sedikit lebih jauh dari biasanya untuk menghindari serangan acak Riyan.
"Anak ini bertambah cepat" gumam Teru
Setiap kali Riyan menyerang, kedua orang itu selalu melompat terpisah dan melemparkan shuriken secara bersamaan. Meski tidak dapat mengenai Riyan, mereka tetap saja melakukan hal yang sia-sia tersebut untuk mencari titik lemah Riyan.
"Ternyata lebih sulit dari dugaanku" ucap Teru kepada Kenjo yang sekarang telah kembali berdampingan.
"Kalau begitu kenapa tidak kau gunakan senjata barumu" balas Kenjo
"Kalau tempat ini rusak, kau yang ganti rugi ya" ucap Teru lagi
"Haaah, terserah kau saja" balas Kenjo
Kenjo kembali melemparkan senjata sabit berantai miliknya ke arah Riyan, senjata itu melayang dengan cepat kemudian tertancap pada dinding ruangan akibat tebasan Riyan.
Dengan kaki kanan sebagai tumpuan, Riyan melesat seperti roket yang baru lepas landas. Pedang di kedua tangannya siap melakukan tebasan kepada Kenjo.
****
Sementara itu, rekan-rekan Riyan sudah tiba di depan ruang pertemuan. Pintu besar menghadang para agen bersenjata itu, dengan rapi kelima agen itu berbaris di depan pintu dan menyiapkan senjata masing-masing.
Kecuali Maria dan Julian yang hanya mengenakan rompi anti peluru standar, yang lainnya mengenakan pakaian anti peluru lebih tebal dengan helm pelindung.
"Kalian siap?" tanya Markus kepada rekan-rekannya.
Mereka semua mengangguk, Markus yang berada pada posisi tengah menendang dengan keras pintu besar yang membatasi ruang pertemuan tersebut.
"Braak" pintu terbuka secara paksa dan daun pintu besar itu terhempas keras menghantam dinding.
Begitu pintu terbuka, dihadapan mereka ternyata sudah menghadang 5 orang pemimpin Kurassha. Seorang pria dengan tampilan seperti pemimpin gangster dengan rambut klimis dan kumis tipis, berdiri pada posisi tengah membawa senjata shotgun yang lumayan besar.
"Door" senjata shotgun itu ditembakkan tepat ke dada Markus.
Tembakan itu membuat Markus yang berbadan besar sampai melayang hingga menghempas dirinya ke lantai di luar ruangan, asap muncul dari bekas tembakan itu dan memberikan sebuah lubang cukup besar pada pakaiannya.
Agen yang lain menodongkan senjata mereka untuk membalas tembakan orang itu. Seorang pria botak tiba-tiba mengayunkan tongkat besi panjang hingga mengenai pergelangan tangan Julian dari arah samping yang berlanjut dengan hantaman keras ke perut Julian.
Serangan tongkat panjang itu mengakibatkan senjata Julian kembali terlepas dari genggamannya. Dengan cepat ujung tongkat itu mengarah ke leher Julian dan memunculkan pisau hingga hampir menyentuh lehernya.
Maria yang berpaling untuk membantu Julian dengan mengarahkan senjatanya kepada pria botak itu, malah mendapatkan todongan di kepala oleh pria yang memegang senjata shotgun.
"Jangan lakukan apapun cantik" ucap pria itu
Disaat yang sama, Radit dan Fita menerima tendangan tiba-tiba oleh dua orang yang sejak awal berada pada dinding dekat pintu di belakang mereka.
Tubuh mereka terdorong kedepan dan tertunduk, kemudian disambut dengan senjata api yang terarah ke kepala mereka dari pemimpin Kurassha yang sejak tadi berdiri di depan mereka.
"Berdiri!" ucap mereka dengan menodongkan senjata kekepala Radit dan Fita
Sekarang senjata shotgun mengarah kepada Maria, sedangkan Julian tertahan oleh pria botak dengan tongkat besi. Keempat orang itu kembali dibariskan, senjata para agen dilucuti. Todongan semua senjata itu membuat mereka tidak berani bergerak.
Rei yang dari tadi duduk di kursi pimpinan rapat, bangkit dari kursinya dan berjalan dengan santai kearah para agen sambil bertepuk tangan perlahan.
__ADS_1
"Kalian memang hebat bisa menemukan tempat ini, sayang sekali harus berakhir sekarang" ucap Rei
"Owh, yakin sekali sudah berakhir" balas Julian tersenyum
Pemimpin kurassha lain yang berada di belakang mereka menggantikan Pria botak menahan Julian dengan senjata api. Sehingga dibelakang ke empat agen itu sekarang terdapat todongan senjata api di kepala mereka masing-masing.
"Kita habisi saja sekarang bos" ucap salah seorang yang menodong Julian.
"Jangan, saudara-saudara kita telah banyak tewas. Kita harus berikan kematian yang menyakitkan kepada orang-orang ini, bukan kematian yang mudah" balas Rei
Mereka semua tersenyum mendengar perkataan bos kecil Kurassha itu. Keempat agen itu direncanakan ditahan untuk menerima siksaan dari mereka.
Di tengah suasana itu, Julian tertawa kecil hingga membuat kumpulan orang di sana heran sekaligus kesal.
"Buuuk" pukulan keras Rei kewajah Julian membuat darah mengalir dari hidungnya.
"Apa ada yang lucu?" ucap Rei
"Tidak, hanya saja kalian salah perhitungan mengenai kehebatan anggota kami. Bukan kami yang akan mati, tapi kalian" ucap Julian
"Maksudmu orang dengan pakaian hitam itu?anggap saja dia sial menghadapi Teru dan Kenjo, dua pengawal elit ku itu selain sangat kuat, juga memiliki senjata hebat. Anggota mu itu tidak memiliki kesempatan menang" jelas Rei
"Dia memang luar biasa, tapi maksudku yang baru saja tertembak" balas Julian
"Trrrrt" orang yang menodong Julian terjatuh bersimbah darah terkena tembakan beruntun dari Markus yang telah bangun dari belakang.
Seketika suasana diruangan itu menjadi kacau, tembakan dari Markus membuat rekan-rekannya bergerak menunduk sehingga memudahkan Markus meneruskan serangannya.
Empat orang yang menyandera anggota AII tewas terkena tembakan Markus. Sedang Rei dan 4 orang pemimpin lainnya dengan cepat berlindung kedalam meja pertemuan yang besar.
"Trrrrrrt" menembaki meja pertemuan
Saat Markus menghentikan tembakannya, Rei dengan cepat keluar dari meja dan melemparkan shuriken kearah Markus. Beberapa tertancap pada baju tebalnya, namun satu shuriken mengenai tangannya sehingga membuat senjatanya terjatuh.
"Dor"
Sebuah tembakan terlepas dari pistol Radit menembus plafon karena saat itu serangan pria botak mengarahkan tangan Radit ke atas, orang dengan tongkat besi panjang itu membuat tembakan Radit mengenai langit-langit bangunan markas Kurassha.
******
Sementara itu di ruang tengah, tubuh Riyan menghantam dinding dengan keras. Hal itu menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada dinding ruang tengah itu.
"Pukulan si codet itu jauh bertambah kuat setelah menggunakan senjata itu. Padahal aku sudah menahannya dengan pedangku" gumam Riyan
[Tuan, jangan terima langsung serangan dari gada itu. Meski anda tangkis, tubuh anda akan tetap terpental]
Saat ini Riyan menghadapi senjata rantai sabit milik Kenjo yang sekarang dapat mengalirkan listrik. Sedang Teru yang awalnya hanya memiliki pedang katana pendek bertambah sebuah gada pada tangan kanannya.
"Ternyata senjata kalian juga unik, ini lebih sulit dari yang kubayangkan" ucap Riyan
Andai stamina Riyan tidak dipulihkan oleh nano system, tentu saja kedua pengawal elit milik Rei itu sudah menghabisi Riyan. Disisi lain, Teru dan Kenjo sudah mulai bernafas dengan berat akibat kelelahan.
"Ayo kita akhiri ini!" ucap Kenjo yang kemudian melemparkan sabitnya.
"Oke" balas Teru berlari menyerang ke arah Riyan
"Srrrriing" sabit berantai milik Kenjo dengan cepat mengincar kepala Riyan yang berdiri dekat dinding yang hancur.
Riyan melompat ke samping menghindari senjata itu, listrik yang mengalir pada sabit Kenjo cukup besar hingga dapat menghacurkan dinding yang di sentuhnya.
__ADS_1
Disaat itu Teru menghadang gerakan Riyan saat berada di udara. Dengan ayunan gadanya, dia berniat untuk menghempaskan Riyan kembali.
Namun gerakan itu dapat di antisipasi oleh Riyan dengan menundukkan badannya, sehingga gada itu melintas di atas kepala Riyan. Sembari menghindar, Riyan melayangkan tebasan kearah bagian dalam perut Teru.
"Klink"
Menggunakan katana pendek di tangan kirinya, Teru menahan tebasan Riyan itu.
Ketika kedua kaki Riyan menapak di lantai, serangan Teru dan Kenjo masih terus berlanjut. Dengan kecepatan mereka, pertarungan ketiga orang itu hanya menyisakan kehancuran di ruangan tengah markas utama Kurassha itu.
Kenjo yang ahli pertarungan jarak jauh dan jarak dekat membatasi gerakan Riyan dengan sabit rantainya. Dia melempar sabit itu kemudian menariknya kembali untuk bertarung bersama Teru.
"Memangnya hanya kalian yang punya senjata unik. Absolut attack" ucap Riyan sambil terus bergerak
Kali ini Riyan menangkis serangan dengan katana milik Seichi dan menyerang dengan pedang oriental. Teru yang tidak mengetahui kemampuan absolut attack pedang Riyan, melakukan tangkisan dengan katana pendek miliknya.
"Sreeet"
Tebasan Riyan membuat luka lebar sehingga darah melompat dari dada Teru dan berceceran di lantai. Teru dengan sekuat tenaga mengayunkan gadanya membuat Riyan mundur menjauh, ditambah sabit milik Kenjo selalu mengejar Riyan.
"Pedang itu menembus katana Teru" pikir Kenjo setelah melihat kejadian itu.
Selama ini Riyan kesulitan menyerang Kenjo karena terhalang Teru, namun saat ini Teru tengah terluka sehingga gerakannya menjadi menurun drastis.
"Klink....klink...klink"
Katana Riyan terus tertahan sabit maupun rantai milik Kenjo, sedang tebasan dari pedang oriental selalu dihindari olehnya. Pertarungan jarak dekat sedikit tidak menguntungkan Kenjo.
Disaat itu Riyan mengubah gerakannya dengan teknik sundang laut, Kenjo seketika kesulitan menahan serangan beruntun acak itu. Beberapa torehan luka didapatnya dari pedang Riyan. Sebelum bertambah parah, Kenjo memutuskan melompat jauh kebelakang menghindari Riyan.
"Hiaaaat"
Teru dengan sisa kekuatannya tiba-tiba datang melakukan pukulan kuat dengan gada ke arah Riyan, kemudian melayangkan tebasan dengan katana pendeknya.
Serangan Teru pun membuat Riyan juga melompat menjauh. Gerakan Teru barusan membuat lukanya mengeluarkan lebih banyak darah dan membuat Teru terpaksa berlutut.
"Kita harus mundur, orang ini diluar perkiraan kita" ucap Kenjo yang mendekati Teru dan membantu memapahnya.
"Kau benar" balas Teru
Riyan berlari cepat untuk menyerang kedua pengawal elit itu. Berjarak tiga meter tersisa, Kenjo melepaskan bom asap tepat kedepan mereka.
Tebasan Riyan hanya menyibak asap yang di timbulkan, kedua orang itu tengah menghilang.
"Alpha, apa kau tau dimana mereka?"
[Kedua orang itu menuju jalur ruang pertemuan tuan]
"Baiklah"
Riyan pun berlari menuju jalur yang mengarah kepada ruang pertemuan dimana semua orang tengah berkumpul di sana.
******
Di ruang pertemuan, Radit sekarang melawan pria botak dengan senjata tombaknya. Begitu juga dengan Julian dan Maria, mereka masing-masing menghadapi pemimpin Kurassha yang menggunakan pedang.
Fita sekarang menghadapi pria besar dengan cakar di tangannya. Gerakan lincah Fita dapat menghindari setiap serangan cakar orang besar hingga Markus menabraknya dengan keras.
Rei yang sejak awal hanya menonton, sekarang ikut turun tangan melawan para agen itu. Rei mendekati Markus dengan santainya. Begitu tinju besar Markus mengarah ke wajah Rei, kecepatan menghindar dan pukulan beruntun membuat Markus terpukul mundur.
__ADS_1
Tidak berhenti sampai disitu, dengan jarak yang cukup, Rei melompat dan memberikan dua tendangan beruntun hingga membuat Markus terpental sampai dinding.
Fita yang kemudian mencoba melawan Rei, malah terkena pukulan dan terjatuh kearah Markus dan mengeluarkan darah di mulutnya. Perlahan Rei berjalan mendekati anggota IIA yang lain membantu pimpinan Kurassha menghadapi mereka.