Nano System

Nano System
Episode 104 FOTO


__ADS_3

*Beberapa saat sebelumnya*


Ketika Riyan meninggalkan gedung arena, Cindy yang curiga dengan keadaan itu ikut pergi keluar. Dari kejauhan dia melihat beberapa panitia dan juga kakek berada di tempat tetua.


Disaat yang lain kembali ke gedung arena dan beberapa lainnya pergi mengejar para penjahat itu memasuki jalan setapak, Cindy memasuki bangunan tetua. Melihat keadaan tempat itu dia merasa kalau Riyan pasti ikut pergi mengejar para penjahat.


Cindy kemudian memutuskan membantu Riyan, sebelum itu dia mengambil sebuah topeng berwarna perak yang terpajang di dinding didalam bangunan tetua itu untuk menutupi wajahnya .


"Sebaiknya aku bergegas juga" gumam Cindy


Beberapa menit ketika memasuki jalan setapak, dia melihat beberapa orang datang dari arah depan. Cindy kemudian bersembunyi kebalik pohon, disana dia melihat kalau mereka adalah panitia pertandingan dan dua orang yang tengah terluka.


"Aku harus menambah kecepatan" ucapnya


Cindy kemudian mengenakan sarung tangan berlapis besi miliknya. Tidak ingin membuang waktu, dia mempercepat gerakan dengan menggunakan kemampuan listrik yang ada didalam tubuhnya. Cindy bergerak sambil menggunakan teknik pernafasan dari jurus hukuman naga petir sehingga membuat energinya tetap stabil.


Begitu tiba di pantai, dia mendapati sosok hitam yang tidak bukan adalah Riyan tengah terkunci oleh seorang bule yang dikenalnya diatas kapal dan mobil. Pada sisi lain seorang lagi tengah memutar sabit berantai seperti ingin menyerang Riyan.


Cindy kembali meningkatkan kecepatannya saat sabit itu melayang kearah leher kekasihnya.


*****


"Kenapa kau bisa disini?" tanya Riyan


"Aku hanya curiga kau pergi ketika kakek dan beberapa orang yang lainnya juga pergi" sahut Cindy


Steve yang percaya diri dengan kecepatannya, menyerang Riyan dan melancarkan tinjunya. Begitu berada di samping kanan Riyan, belum sempat tinjunya diayunkan, tebasan dari pedang oriental telah menyambut Steve.


Steve dengan gerakan refleknya mundur hingga ketepi laut. Dia tidak menyangka serangan cepatnya bisa dihalangi. Tidak sampai disitu, Riyan sekarang bahkan telah berada didepan Steve dan kembali melayangkan tebasan.


Steve menghindar namun terus menerus diserang oleh Riyan, gerakan mereka sangat cepat membuat Kenjo sendiri tertegun melihat pertarungan mereka.


"Ini mustahil ada orang dengan kecepatan seperti ini " pikir Steve sambil terus menghindar dan menangkis serangan Riyan dengan sarung tangan besinya.


Disisi lain, Kenjo yang tertegun menyaksikan pertarungan itu menerima serangan mendadak dari Cindy. Gerakan lincah dan cepat tubuh mungil membuat Kenjo menjaga jaraknya.


"Hiaat...hiaat"


Meski menghadapi sabit dan rantai Kenjo, Cindy terus menerus menekan Kenjo hingga akhirnya Kenjo melompat sangat jauh.


"Apa dia seorang Ninja?" gumam Cindy


"Sriiiing" Sekarang rantai sabit itu menyerang Cindy dari jauh.


"Tap" lagi-lagi sabit itu ditangkap oleh Cindy hingga tarik menarik antara keduanya terjadi.


"Selesai sudah gadis kecil" ucap Kenjo


Kenjo mengaktifkan aliran listrik senjatanya hingga membuat tubuh Cindy tersengat listrik.


"Arrrgh" teriak Cindy


Tubuhnya menegang akibat aliran listrik dari senjata Kenjo namun tangannya masih menggenggam senjata itu.


Riyan yang mendengar suara teriakan kekasihnya, menoleh untuk melihat apa yang terjadi. Saat itu Steve tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan mengumpulkan tenaga pada tangan kanannya, Steve meninju sekuat tenaga kepada tubuh Riyan.

__ADS_1


Namun Riyan sempat mengumpulkan nano material di tempat tinju itu hingga serangan Steve hanya membuat Riyan melayang sejauh enam meter dan mendarat dengan kedua kakinya.


"Bagaimana mungkin " gumam Steve seakan tidak percaya pukulannya dapat ditahan.


Riyan kembali menoleh kearah Cindy, khawatir dengan keadaan kekasihnya itu. Namun diluar dugaan, sengatan listrik dari Kenjo malah menambah kekuatan Cindy.


"Kemari kau!" Teriak Cindy


Tangan kirinya Cindy kini ikut memegang sabit itu. Dengan kedua tangannya, Cindy menarik rantai senjata Kenjo dengan keras hingga membuat Kenjo yang masih memegang ujung rantai senjatanya ikut terlempar kearah Cindy.


"Hiaaaat"


Sebuah tinju kecil beraliran listrik siap menyambut Kenjo. Akan tetapi Kenjo menggunakan sebuah pengait dan menembakkannya keatas tanah di tepi pantai dan menekan tombol penariknya hingga membuat tubuhnya berubah arah.


"Apa itu Cindy sekarang?" gumam Riyan yang heran sekaligus kagum dengan kekuatan Cindy.


"Brooooom"


Sesaat kemudian sebuah speed boat melintas di tepi pantai. Steve dengan kecepatannya menaiki boat itu, begitu juga dengan kenjo yang kembali menembakkan pengait kebagian atas boat dan membuat dia menaikinya.


Riyan dan Cindy ingin mengejar mereka namun tidak bisa, motor boat itu meninggalkan pantai dengan cepat. Keempat orang itu pun lolos meninggalkan Cindy dan Riyan di tepi pantai dengan cahaya keemasan pemandangan sunset.


"Mungkin sebaiknya kita kembali ke desa" ucap Riyan


"Yah, padahal pemandangannya lagi bagus dan romantis" sahut Cindy


"Sudaaah, nanti keluargamu cemas" ucap Riyan mengelus kepala Cindy kemudian mencium keningnya dan meninggalkan Cindy


"hey tunggu sayaang"


Ayah Cindy bersama dengan pak Rudy dan Surya tiba di desa Makopassus menggunakan mobil jenis mini bus yang mereka sewa di pelabuhan.


"Saya tidak tau jika sudah terlalu sore tidak ada transportasi umum kesini, untungnya ada ada tempat rental mobil" ucap ayah Cindy


"Anda benar" sahut pak Surya yang ada dibelakang setir


Mereka bertiga turun dari mobil dan melihat orang-orang ramai di dalam desa. Orang-orang itu seperti akan pergi meninggalkan desa Makopassus.


"Apa turnamennya sudah selesai ya?" ucap ayah Cindy


"Kita masuk saja"


Mereka pun melewati pergi gerbang desa dan berjalan makin jauh hingga melihat orang ramai keluar dari sebuah gedung besar. Beberapa menit kemudian Kakek dan yang lain keluar dari bangunan itu dengan memapah adiknya alias paman Cindy.


"Sayaang" teriak ayah Cindy melihat Istrinya keluar dari sana.


Melihat ayah Cindy disana, mereka pun pergi menghampirinya. Ayah Cindy memperkenalkan keluarganya kepada pak Surya dan Rudy, begitu juga sebaliknya.


"Kau tidak apa?" tanya Ayah Cindy kepada adiknya saat melihat kondisinya yang dipapah Ayah dan istrinya


"Tidak apa, tapi sayangnya aku tidak menang" balas paman Cindy


Mereka bersama-sama menuju pondok yang disediakan kepada paman Cindy. Melihat Cindy tidak ada disana, ayahnya pun menanyakan kepada istrinya.


Belum sempat ibu Cindy menjawab, sebuah teriakan "ayah" terdengar dari kejauhan. Cindy berlari menuju keluarganya dan meninggalkan Riyan.

__ADS_1


"Pak Surya, pak Rudy. Kenapa mereka disini?" gumam Riyan


Tidak lama kemudian Riyan juga ikut berkumpul, setelah berjabat tangan dengan ketiga orang itu mereka mengobrol sejenak sambil berjalan menuju pondok.


Melihat kedekatan pak Rudy dan pak Surya dengan Riyan, bahkan terlihat seperti dua orang itu sangat menghargai Riyan membuat ayah Cindy semakin kagum.


"Ternyata memang benar anak ini. Dia memang anak yang luar biasa" pikir ayah Cindy


Didalam pondok, mereka semua mengobrol banyak mengenai turnamen dan lain hal. Dari cerita paman, Juara turnamen hari ini adalah perwakilan dari Sulawesi bernama Sandi.


"Orang yang seumuran dengan kami itu?" tanya Riyan memastikan


"Benar, jurusnya sangat unik dan hebat" jawab Kakek Cindy


Riyan semakin penasaran dengan jurus silat dari orang bernama Sandi itu. Paman dan kakek mengemasi barang mereka untuk pergi. Mereka memutuskan untuk meninggalkan desa Makopassus pukul 08.00 malam dan menginap di sebuah hotel yang ada di kota kecil dekat pelabuhan.


Tiba di hotel, Mereka memesan 6 buah kamar dimana Hanya Paman dan kakek serta Ayah dan ibu Cindy yang tidur satu kamar. Saat itu Riyan bersama dengan kakek Cindy tengah berada di restoran hotel menikmati cemilan sambil mendengar live musik dari seorang gadis cantik.


"Apa yang akan kau rencanakan sekarang?" tanya kakek


"Untuk saat ini saya hanya ingin membuat peternakan rusa untuk suplai restoran pak Surya kek" jawab Riyan


"Itu bagus" balas kakek Cindy


Riyan yang menyadari ada maksud tersembunyi dari kakek Cindy mencoba untuk mencari tahu.


"Ngomong-ngomong, kakek tidak akan mengajak saya kemari kalau hanya ingin makan phao lipat dan menanyakan kegiatan saya selanjutnya kan" ucap Riyan


"Kau ini, benar-benar sesuatu ya"


"Katakan saja kek, kalau bisa akan saya bantu" ucap Riyan


Kakek Cindy kemudian menceritakan mengenai orang yang menyamar menjadi tetua. Meski melakukan perlawanan sengit, mereka berhasil ditangkap saat semua orang sudah meninggalkan gedung pertandingan.


Hanya saja lima menit yang lalu kakek Cindy mendapat kabar kalau pada saat berada di dalam tahanan desa, kedua orang itu melarikan diri dan penjaga disana dilumpuhkan.


"Lalu apa hubungannya dengan saya kek?" tanya Riyan


Kakek Cindy memperlihatkan foto dalam handphonenya dimana tampak sebuah simbol di dalam tembok tahanan. Simbol yang sangat familiar bagi Riyan, yaitu simbol kelompok Kurassha.


"Bukankah kau pernah berurusan dengan orang-orang yang memiliki simbol seperti ini?" ucap kakek


"Dari mana kakek tau?" tanya Riyan


"Cindy, dia cerita pada kakek kalau saat di kota Palangka dia pernah diculik dan dibawa ke rumah yang memiliki simbol seperti ini" jawab kakek


Kakek mengatakan kalau para pesilat yang menjadi bawahan tetua yang meninggal menawarkan hadiah untuk menangkap orang-orang itu. Namun Riyan sama sekali tidak ada keinginan untuk melakukannya meski dia bisa meminta Alpha melakukan pelacakan terhadap Kenjo.


"Maaf kek, tapi saya tidak bisa. Rumah tempat Cindy di culik juga sudah lama tidak ada penghuninya" jawab Riyan


Masalahnya terletak pada foto berikutnya yang ditunjukkan kakek, dimana terdapat foto Riyan dan Cindy yang sedang berada di panggung lomba olimpiade tahun lalu.


"Foto ini ditemukan di dalam tahanan, teman kakek yang mengenal Cindy itulah sebabnya kakek diberitahukan oleh mereka mengenai foto dan simbol ini"


Riyan mengingat kembali kejadian di Palangkaraya dan menarik satu kesimpulan dimana ada satu orang yang lolos saat dia menyerang rumah bos Tirta.

__ADS_1


"Aldo" pikir Riyan


__ADS_2