Nano System

Nano System
Episode 126 Perang Bag VIII


__ADS_3

Pertempuran diruang tengah bangunan tua itu menimbulkan banyak korban yang tergeletak di lantai kotor berdebu.


Dihadapan prof Gema saat ini sedang berdiri seorang pria jepang dengan rambut hitam panjang sebahu.


"Kau masih hidup?projek no.1 Hanzo" prof Gema terkejut


"Senangnya kau masih mengenali ku profesor, tapi Hanzo sudah mati sejak kejadian itu, dan sekarang aku adalah Kitsune yang akan menghabisi orang-orang saat itu, dimulai dari anda"


Kitsune memasang kembali topengnya, kemudian menendang perut prof Gema hingga prof terjatuh. Kitsune mengangkat kerah baju pada leher belakang prof Gema dan menyandarkan prof ke badan mobil.


"Selamat tinggal prof"


Kitsune memutar- mutar pedangnya sejenak dan siap untuk menusuk prof Gema. Disaat kitsune akan menusukkan pedang itu, prof Gema dengan tenaganya yang tersisa mencoba menghindari tusukan Kitsune.


Meski dapat menghindari tusukan yang mengarah kepada kematian, prof Gema menderita luka tusuk pada bagian bahu kiri. Saat itu dari arah samping kanan mereka Sapri dengan secepatnya berlari mendekati Kitsune.


"Tang..buuk"


Tombak Sapri memukul katana milik kitsune hingga menancap di tanah, kemudian Sapri menggerakkan tombaknya untuk memukul Kitsune.


Kitsune terkena pukulan Sapri dan membuatnya terpukul mundur hingga meninggalkan katana miliknya yang terjatuh di depan prof Gema.


Tanpa membuang waktu, Sapri menyerang Kitsune dengan tombak yang dia ambil dari Miura. Serangan Sapri dengan santainya dihindari dan dihalau oleh Kitsune.


Ketika ujung tombak Sapri melewati kepala Kitsune yang sedang menunduk, saat itu juga tinju Kitsune mendarat di perut Sapri kemudian berlanjut dengan tendangan keras yang membuat sapri berdampingan dengan prof Gema.


"Baik sekali kau mau menemaniku duduk disini" ejek prof Gema memegang bahunya yang terus berdarah


"Apa aku terlihat ingin duduk santai disamping anda?" Balas Sapri


Kitsune mengayunkan tangannya kepada Sapri sebagai perintah untuk memintanya bangun.


"Brengsek, setelah ini aku akan meminta guru mengajari jurus baru" gumam Sapri berdiri perlahan.


Sapri berlari mendekati Kitsune dan melakukan beberapa kali serangan menusuk dengan tombaknya. Tetap saja semuanya bisa dihindari oleh Kitsune seolah dia dapat melihat dengan jelas kemana tombak diarahkan.


"Buuk...buuk..buuk"


Tubuh Sapri kembali terlempar dan menjatuhkan tombaknya setelah menerima tiga serangan Kitsune.


Kitsune berjalan mengambil katananya yang terjatuh, kemudian memutarnya dengan lihai ditangannya.


"Terima kasih hiburannya, tapi aku tidak ingin berlama-lama disini" ucap Kitsune


***


Disisi lain Rei telah sampai didepan cindy dengan membawa sebilah pedang ditangan kanannya.


"Sebenarnya aku ingin menghabisi si hitam itu. Tapi karena kau mengalahkan Harada, akan kujadikan sebagai pemanasan"


"Sepertinya aku akan memaksakan tubuhku hari ini" gumam Cindy


Cindy menyerang Rei dengan jurus silat naga miliknya. Dengan stamina yang sudah menurun, gerakan Cindy tidak secepat dan sekuat waktu bertarung dengan Harada.

__ADS_1


Rei seolah mempermainkan Cindy dengan tidak melakukan tebasan dengan katana miliknya. Rei hanya menggunakan gagang pedang dan tendangan untuk menyerang Cindy.


Meski dapat menangkis serangan Rei beberapa kali, akhirnya tubuh Cindy terpental akibat tendangan keras Rei. Tendangan kaki kanan Rei membuat Cindy terlempar, tubuhnya berguling sampai ketempat Harada sehingga memberikan beberapa luka baret pada lengan Cindy.


Seandainya tenaga Cindy masih penuh, tentu hal itu tidak akan terjadi. Pertarungan melawan Harada sebelumnya menguras banyak tenaga Cindy, ditambah dia harus menggunakan kemampuan listriknya.


"Apa Harada sudah membuatmu lelah nona?" Ucap Rei


Cindy bangkit dengan perlahan dan berdiri tegap. Dia memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam kemudian mengangkat kedua tangannya lurus kelangit.


Secara perlahan Cindy menurunkan tangannya seperti membentuk lingkaran sambil menghembuskan nafas perlahan. Gerakan Cindy berakhir dengan posisi pertapa berdiri.


"He?apa kau mau menari disini?" ejek Rei


Begitu Cindy membuka matanya, dia merasakan aliran energi mengalir didalam tubuhnya dengan deras. Itu adalah salah satu dari efek jurus hukuman petir naga tahap IV yaitu nafas petir naga, efek aktif dari tahap ini dapat memulihkan stamina dan meningkatkan kemampuan untuk sementara.


"Ya, mari menari"


Mata dan tubuh Cindy sedikit memercikkan aliran listrik sehingga membuat Rei merasa aneh sekaligus khawatir. Dia pun mengacungkan pedang miliknya kearah Cindy.


"Sekarang kau memakai pedangmu?kebetulan aku juga baru dapat mainan dari rekanmu" ucap Cindy yang baru saja mengambil sarung tangan milik Harada.


Cindy mengenakan sarung tangan perak milik harada dan melakukan posisi kuda-kuda serangan naga petir. Rei memegang erat pedangnya dan juga memasang kuda-kuda seorang samurai.


"Wuuush"


Cindy yang bergerak cepat, tiba-tiba sudah berada didepan Rei kemudian melancarkan jurus silatnya. Rei yang menganggap remeh Cindy sebelumnya, terkena pukulan telak hingga membuat baju dan kulitnya terbakar akibat cakar yang dialiri listrik Cindy.


"Aku meremehkan mu gadis kecil"


"Hiaaaat"


Keduanya saling berteriak, tebasan pedang Rei bertemu dengan sarung tangan perak yang dikenakan Cindy.


"Teeeng"


Selanjutnya suara dentingan kedua benda itu terdengar cepat seiring dengan gerakan kedua orang yang menggunakannya.


Cindy yang terus menyerang Rei dengan teknik rahasia hukuman petir naga membuat Rei merasa kalau dia bisa saja kalah jika pertarungan terus berlanjut.


Namun keberuntungan masih berpihak pada Rei, saat itu Cindy kehabisan tenaga dan mulai kehilangan kesadaran karena terlalu lelah. Tinjunya yang hampir mengenai wajah Rei mendadak lemah, bahkan tubuhnya hampir terjatuh dihadapan Rei.


Tidak ingin melepaskan kesempatan itu, Rei mengangkat tangannya yang memegang katana untuk menebas Cindy.


"Buuuuk"


Belum sempat Rei mengayunkan tangannya, sebuah balok hitam panjang yang terbuat nano material dengan cepat menghantam perut Rei dan mendorongnya jauh.


Tubuh Cindy yang pingsan ditahan oleh serbuk hitam nano material yang telah berubah menjadi tangan untuk menopang tubuh Cindy dan meletakkannya perlahan dilantai.


Rei menancapkan katana miliknya ke tanah untuk menahan laju tubuhnya yang terdorong oleh balok hitam.


"Apa itu?"

__ADS_1


Rei yang kebingungan melihat apa yang menghantam dirinya. Dari jarak lima meter, diujung dari balok itu ternyata berasal dari tangan Riyan.


"Kau?"


Akhirnya Rei melihat sosok asli dari Riyan. Karena untuk mengeluarkan material nano itu, Riyan harus melepas armor hitamnya.


"Tidak akan kubiarkan siapapun menyakiti Cindy"


"Jleeb"


Dada Riyan mengeluarkan darah akibat tusukan pedang Kappa yang menancap dari belakang Riyan. Rantai panjang membentang dari punggung Riyan sampai ke tangan Kappa.


"Kau lengah" ucap Kappa


Kappa menarik kencang rantai yang ada ditangannya, membuat pedang yang menancap di tubuh Riyan ikut terlepas secara cepat hingga membuat darah tercecer di lantai.


Kappa mendekat dengan cepat untuk melakukan serangan lanjutan kepada Riyan, dia ingin melakukan tebasan yang akan mengakhiri nyawa Riyan.


Riyan yang masih berlutut dan menopang tubuh dengan katana milik Seichi, melakukan tebasan menggunakan pedang oriental sebelum Kappa mendekat.


Akhirnya Kappa melompat mundur sebelum mendekati Riyan. Saat itu hal aneh yang terjadi pada diri Riyan membuat Kappa tertegun.


Kappa melihat serbuk hitam perlahan meresap masuk kembali kedalam tubuh Riyan melalui tangannya. Luka dipunggung Riyan menutup dan Riyan kembali mengenakan armor hitamnya.


"Itu mustahil, makhluk apa dia?" gumam Kappa


Riyan kemudian berdiri dengan mengenakan armor hitamnya. Seketika itu juga Kappa siaga dengan senjatanya. Dibalik topeng siluman air itu, keringan ketakutan keluar dari keningnya.


Riyan tidak memperdulikan Kappa, dia berlari ketempat Cindy. Kappa yang masih merasakan perasaan takut, hanya diam dan tidak mengejar Riyan.


"Monster" pikir Kappa


Begitu tiba di dekat kekasihnya itu, Riyan mengembalikan bentuk pedang oriental menjadi liontin, begitu juga dengan katana Seichi. Riyan kemudian mengangkat tubuh kekasihnya itu untuk membawanya ke tempat yang lebih aman.


Rei yang terkena pukulan balok dari Riyan saat itu berdiri dan menyerang Riyan yang sedang menggendong Cindy.


Dalam jarak 1,5 meter sebelum Rei sempat menebaskan pedangnya, material nano kembali keluar dari tubuh Riyan. Kali ini seolah pasir hitam muncul dari bahu Riyan, benda hitam itu membelit leher Rei dan mengangkat tubuh orang jepang itu.


Rei hampir kehabisan nafas akibat cekikan material nano yang dikendalikan Riyan, hingga Rei menebas material nano tersebut dan membuatnya terlepas dari belitan benda itu.


Riyan mengarahkan tangannya kepada Rei yang diikuti gerakan material nano yang kembali berkumpul dan menghantam Rei.


Riyan melompat sangat jauh, dua kali lompat dia sudah berada di depan mobil lapis baja milik Thorn. Gerakan Riyan yang sangat mencolok itu membuat perhatian sebagian besar orang disana tertuju padanya.


"Alpha, lupakan saja lawanmu. Bisakah kau membawa yang terluka atau pingsan kedalam mobil?"


[Baik Tuan]


Alpha yang mengendalikan robot BANE bergerak menuju orang-orang yang pingsan dan terluka yang masih bisa diselamatkan. Prof Gema, Fita, dan beberapa lainnya diminta untuk mundur.


"Apa yang direncanakan Riyan?" Tanya prof Gema


"Kalau dugaan ku benar, mereka membuat Riyan marah dan dia akan mengamuk seperti waktu itu" ucap Sapri

__ADS_1


Sapri membantu untuk menahan Kitsune selama prof Gema bergerak mundur. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka mundur sambil bertahan dari serangan lawan.


"Saat itu dia tidak menggunakan pakaian hitam itu, entah bagaimana hasilnya sekarang" pikir Sapri


__ADS_2