
Setelah meletakkan Cindy kedalam mobil lapis baja milik Thorn, Riyan dan robot BANE membantu orang-orang dari pihak mereka yang masih bertarung dengan Kurassha untuk mundur. Mulai dari yang berada paling dekat sampai Beni yang paling jauh.
Saat itu Riyan menggerakkan material nano diluar tubuhnya untuk membuat lawan sedikit menjauh. Beberapa dari kelompok Kurassha memang sudah dikalahkan dan beberapa lainnya tewas.
Julian dan Maria yang terluka cukup parah dengan banyak sayatan ditubuh mereka, dibantu oleh Lisa yang telah mengalahkan Adiyana untuk mundur dari pertarungan mereka melawan Hannya.
"Kling..kling..kling"
"Tak..tak..tak"
Tendangan, pukulan, Tebasan yang dilancarkan oleh Hannya dapat dihalau Lisa. Serangan Lisa kemudian membuat jarak antara mereka, Lisa menggunakan kesempatan itu untuk memberikan serum penyembuh kepada Maria dan Julian.
"kalian kembalilah ke mobil baja!" ucap Lisa
Mereka berlari menuju mobil lapis baja milik Thorn sesuai arahan Lisa. Saat itu Hannya tidak menunjukkan tanda pergerakan untuk mengejar Julian dan Maria, orang dengan topeng iblis itu hanya diam dihadapan Lisa.
Lisa kemudian mundur perlahan sambil terus siaga dengan pedangnya. Baru dua langkah mundur, Lisa sudah mendapatkan serangan cepat oleh Hannya. Pedang mereka beradu dan wajah mereka saling berhadapan.
"kau kuat" ucap Hannya dalam bahasa Jepang
Lisa yang tidak mengerti bahasa Jepang, membalas perkataan Hannya dengan tendangan kearah pinggang. Lagi-lagi Hannya dapat menahan serangan Lisa dengan menggunakan kakinya.
"tak..tak..tak"
Pertarungan keduanya begitu sengit hingga robot BANE muncul diantara keduanya dan menembakkan laser kearah Hannya. Meski tidak berhasil mengenai anggota Ju Shin Kira itu, namun robot BANE berhasil membawa Lisa bersamanya menuju mobil.
"Hei, aku bisa membantu!" teriak Lisa
Saat itu didekat mobil telah berkumpul robot BANE, pasukan Thorn dan AII yang masih bisa bertarung yaitu Markus, Heru, Julian, Maria dan Lisa. Selain dari mereka, anggota yang lain telah kelelahan dan terluka.
Terdengar rintihan dari dalam mobil milik Thorn, beberapa dari mereka memang terluka cukup parah. Selain itu serum penyembuh yang dibawa Lisa juga sudah habis.
"kalian pergilah, fokus selamatkan mereka yang terluka!" ucap Riyan
"tapi bagaimana dengan mereka?apa kau bisa?" tanya Heru
Pihak Kurassha juga telah berkumpul di tengah ruangan. Bagian dari mereka uang masih bisa bertarung saat itu tersisa Aldo, Panser dan Rei, sedang anggota Ju Shin Kira yaitu Kappa, Koomote, Kakushikijo, Hannya, Hashihime dan Kitsune.
Riyan menatap mereka yang tengah berdiri disana satu persatu. Seandainya yang berada didepan Riyan adalah orang-orang biasa, jumlah sebanyak apapun jelas bukan masalah. Namun saat itu 9 orang dihadapan Riyan bukan orang yang bisa diremehkan.
"tenang saja! robot BANE akan menemaniku. Kalian cepat bawa yang terluka kerumah sakit dan carilah bantuan !" ucap Riyan
"kalau mau pergi sebaiknya cepat!" ucap Sapri dari dalam mobil
Mereka pun menaiki mobil lapis baja Thorn dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan was-was dan tidak enak kepada Riyan. Namun prioritas menyelamatkan anggota AII dan Thorn yang terluka dirasa lebih penting.
"kalian tidak usah khawatir, bos Riyan akan baik-baik saja. Malah mungkin kalian harus kasian kepada orang-orang Kurassha itu" ucap Sapri
Saat itu mereka berpikir kalau perkataan Sapri hanya sebagai alasan untuk menutupi atas rasa bersalah meninggalkan Riyan. Namun kenyataannya Sapri pernah merasakan ketakutan terhadap kemampuan Riyan.
Mobil lapis baja itu pergi meninggalkan bangunan tua. Kakushikijo melempar pisau mencoba menargetkan ban mobil itu, namun dengan mudah pisau dihalau oleh Riyan menggunakan material nano yang keluar dari tangannya.
Pasukan Kurassha berbaris sejajar dihadapan Riyan dan robot BANE. Setiap dari mereka memegang senjata masing-masing. Saat itu Kappa memberitahukan kepada Kitsune bahwa dia sudah menusuk jantung Riyan sebelumnya, namun luka Riyan sembuh dan sekarang berdiri dihadapan mereka. Meski hanya Riyan dan sebuah robot dihadapan mereka, Rei dan yang lainnya tidak mau ambil resiko untuk maju lebih dulu.
[apa kita bisa menghadapi mereka?]
__ADS_1
"jangan pesimis, bukankah kita tidak akan mati?biarkan robot BANE bergerak sendiri!kau bantulah aku!"
[siap tuan, tapi itu perlu sedikit waktu]
"tidak masalah"
Riyan mengubah armor hitam miliknya ke mode kecepatan. Dia mengambil wechas dan liontin perang oriental.
"Bankai"
Riyan mengaktifkan kembali pedang oriental dan katana milik Seichi. Beberapa detik kemudian Kitsune mulai bergerak mendekati Riyan. Anggota Kurassha yang lain mengikuti dari belakang Kitsune. Senjata mereka terarah kepada Riyan, namun robot BANE diprogram menyerang siapa saja dari mereka yang mendekat.
"shuuuut"
Laser beam dari robot BANE yang menembus hingga atap bangunan tua, membuat orang-orang itu terpencar. Kitsune dan Rei yang berada paling depan menebaskan pedang mereka yang disambut dengan pedang oriental dan katana Seichi oleh Riyan.
"Ting"
Ketiga orang itu tertahan oleh pedang mereka yang saling dorong. Sementara anggota Kurasha yang lain menyerang robot BANE secara bersama-sama untuk menghancurkan robot itu.
"Kau bodoh kalau bisa mengalahkan kami semua hanya seorang diri" ucap Rei
"bodoh atau tidak, kalian akan mengetahuinya" sahut Riyan
Riyan mendorong kedua pedang lawannya itu dan mengibaskan pedang dikedua tangannya untuk menebas Rei dan Kitsune. Gerakan Riyan itu mampu dihindari Rei dan Kitsune yang kemudian membalas menyerang Riyan.
Rei dan Kitsune kembali menyerang Riyan dengan cepat. Dentingan pertemuan pedang milik Rei dan Kitsune terdengar tiap kali bersentuhan dengan kedua pedang Riyan. Namun karena tidak dapat mengimbangi kecepatan Riyan, sebuah tendangan dari Riyan akhirnya membuat Rei terlempar.
Berbeda dengan Rei, Kitsune dapat mengimbangi dan melihat gerakan Riyan. Keduanya saling beradu kemampuan.
Setelah melihat Rei terlempar, Kakushikijo dan Hashihime bergegas membantu Kitsune dalam penyerangan kepada Riyan. Kedatangan dua lainnya dari Ju Shin Kira membuat Riyan sedikit kerepotan.
Meski tidak terlalu cepat, namun mereka dapat melakukan serangan dengan baik ketika Riyan terhenti oleh Kitsune. Riyan kemudian mundur menjauh dari ketiga orang itu untuk sejenak.
"masih belum?" ucap Riyan
[Selesai tuan]
"bagus, ayo kita mulai!"
Ketika itu robot BANE sudah tidak dikendalikan oleh Alpha. Robot BANE menyerang orang yang sudah diprogram Alpha sebagai musuh. Gerakan Alpha sekarang hanya kalkulasi dan perhitungan counter dari serangan lawan tanpa memperdulikan kerusakan yang ada pada bagian kakinya.
Riyan menghilangkan armor hitam miliknya, Kitsune merasakan keanehan dari perbuatan Riyan. Berbeda dengan Kakushikijo dan Hashihime yang melihat Riyan melepaskan armor hitamnya, mereka bergerak maju menyerang Riyan.
Kitsune melesat dengan cepat dan menghentikan kedua rekannya yang hampir mendekati Riyan.
"jangan gegabah!orang ini tidak semudah itu dikalahkan" ucap Kitsune
Kakushikijo dan Hashihime menuruti perkataan pimpinan mereka itu. Mereka juga teringat kalau lawan dihadapan mereka adalah orang yang telah menghabisi dua rekan Ju Shin Kira.
"kalau begitu biar aku yang maju" ucap Riyan
Dengan dua pedang ditangannya tanpa mengenakan armor hitam, Riyan berlari menuju tiga Ju Shin Kira didepannya. Saat itu Riyan mengenakan jaket berbahan jeans yang selaras dengan celananya dan sepatu sport.
Meski dipenuhi perasaan ragu, Kitsune dan yang lainnya menghadang kedatangan Riyan. Tidak logis bagi para Ju Shin Kira itu melihat Riyan menyerang hanya dengan dua pedang.
__ADS_1
Sebelum mendekati lawannya, Riyan merubah pedang oriental ke bentuk absolut attack. Tanpa peningkatan armor hitam mode II miliknya, kecepatan gerakan Riyan menjadi menurun.
Kitsune menghindari tebasan Riyan dengan mudah. Kakushikijo dan Hashihime membalas menyerang Riyan dengan senjata mereka dari dua sisi kanan dan kiri.
"sruuut"
Seketika muncul dari kedua bahu Riyan nano material yang membentuk tangan hitam cukup besar. Wujud tangan itu mencekik Hashihime dan Kakushikijo dan mengangkat dua orang tersebut hingga kaki mereka terangkat dari lantai.
Riyan kemudian mengarahkan kedua pedangnya menusuk tubuh dua orang yang tengah tergantung didepannya. Tanpa penguatan dari armor hitam nano material, tusukan Riyan tidak dapat menembus pakaian Hashihime dan Kakushikijo. Tusukan dari Riyan hanya membuat dua orang itu sedikit mengayun di udara karena tertahan oleh tangan hitam.
Saat itu Kitsune melakukan tebasan kepada Riyan untuk membebaskan kedua rekannya. Riyan terpukul mundur, kedua tangan hitam akhirnya melepaskan Kakushikijo dan Hashihime.
"aku lupa memperhitungkan pakaian mereka"
Riyan menggunakan armor hitam untuk melapisi tangan dan kakinya. Hal itu dilakukan untuk menambah kekuatan pada tangan dan kecepatan gerakan pada kaki. Sedangkan didepan Riyan saat itu, Hashihime dan Kakushikijo terdengar batuk dari balik topeng mereka akibat bekas cekikan.
"hati-hatilah!berikutnya mungkin dia tidak akan mengincar tubuh kalian" ucap Kitsune
Sekarang mereka lebih berhati-hati melakukan serangan kepada Riyan. Serangan kombinasi ketiga Ju Shin Kira itu sangat rapi dan teratur. Untungnya Alpha yang mengendalikan material nano di tubuh Riyan dapat menghalau serangan yang luput dari penglihatan Riyan.
Pertempuran mereka sangat sengit dengan kecepatan dan tebasan Riyan yang sudah seperti semula, beberapa kali tebasan Kitsune terhalang oleh serbuk hitam yang muncul dari tubuh Riyan. Begitu juga dengan serangan dari material nano yang mengarah ke leher para Ju Shin Kira pun dapat ditangkis dan dihindari oleh tiga orang itu.
"Alpha, selanjutnya kuserahkan padamu"
[saya mengerti tuan]
Riyan kemudian mengambil posisi jurus pamungkas kuda-kuda Sundang Majapahit. Ketiga Ju Shin Kira memposisikan diri mereka untuk bertahan.
Beberapa detik kemudian Riyan kembali menyerang dengan kecepatan sedikit bertambah. Kitsune merasakan atmosfir aneh dari Riyan, hanya saja dia masih tidak tau apa yang akan terjadi.
"Kling,,,kling"
Dua serangan Riyan berhasil ditahan Kitsune, namun serangan ketiga bukan mengarah kepada Kitsune tapi Hashihime. Untungnya dia berhasil menghindar dalam serangan yang berubah arah dalam sekejap itu, pedang Riyan hanya berjarak 1cm dari kaki Hashihime.
Riyan terus bergerak sambil menebaskan dua pedangnya ke posisi yang tidak bisa di prediksi. Tidak jarang para Ju Shin Kira mengarahkan tangkisan kepada angin kosong ketika Riyan melakukan serangan.
"gerakan ini benar-benar aneh, seperti dia bergerak hanya dengan insting tanpa rencana" pikir Kitsune
Disaat tiga orang itu memutuskan menyerang Riyan bersamaan, nano material kembali muncul dari tubuh Riyan. Hanya saja kali ini tidak berbentuk tangan, melainkan beberapa duri panjang dengan diameter 1cm yang keluar dengan cepat.
Kitsune dan Kakushikijo dapat melompat untuk menghindari duri itu, namun tidak dengan Hashihime. Duri hitam yang keluar dari tubuh Riyan menembus bahu dan kakinya. Hashihime menebas duri hitam itu untuk melepaskan diri, namun disaat bersamaan Riyan juga sudah melancarkan tebasan yang tidak terduga oleh Hashihime.
"Sreeet"
Tubuh Hashihime berputar sejenak kemudian roboh. Darah pun mengalir membasahi lantai dari sebuah luka sayat yang dalam pada bagian leher Hashihime. Riyan yang sudah menggunakan teknik amukan pedangnya tidak berhenti sampai disitu, dia segera menyerang Kitsune dan Kakushikijo. Bahkan kali ini teknik Riyan itu menjadi lebih menakutkan dengan kombinasi Alpha yang mengeluarkan duri hitam untuk menyerang lawan.
"Kling..kling...kling"
Kitsune sampai mengerahkan kecepatan maksimal miliknya untuk menebas Riyan, namun tetap saja tebasannya kadang terhalang nano material yang dikeluarkan Alpha.
Kitsune sempat melihat kalau robot BANE sudah tidak bisa bergerak cepat dan terlihat mengalami kerusakan berat. Maka dari itu dia memutuskan meminta bantuan rekan-rekannya dan meninggalkan robot rusak itu. Rei, Panser dan Aldo sudah cukup untuk menghadapi robot BANE saat itu.
"Hannya, Kappa, Koomote, kemarilah!" teriak Kitsune
Ketiga rekannya itu pun mendekat, Kitsune kemudian memerintahkan untuk melakukan semacam formasi kombinasi penyerangan yang akan mereka gunakan melawan Riyan.
__ADS_1