Nano System

Nano System
Episode 120 Perang Bag II AII vs Ju Shin Kira


__ADS_3

*Gerbang kota Muriya*


Matahari sudah sangat terik, peperangan antara kelompok Kurassha dengan aparat petugas masih terus berlangsung. Meski para ketua mereka telah pergi mengejar Riyan, namun dengan jumlah anggota yang banyak tentu saja masih dapat memberikan perlawanan kepada aparat.


Tidak berapa lama bantuan dari kepolisian Palangkaraya pun kemudian tiba. Mereka turun dari mobil lapis baja dan langsung terjun ke area pertempuran. Dengan jumlah yang tidak sedikit, akhirnya kehadiran para aparat dari Palangkaraya membuat situasi menjadi berubah bahkan menekan kelompok Kurassha.


Akibatnya banyak korban berjatuhan dari Kurassha. Ditengah peperangan sengit itu, sebagian anggota Kurassha lainnya memutuskan untuk pergi dari sana. Ratusan anggota Kurassha pun kembali kedalam mobil dan berusaha mengejar para ketua.


Sebagian lainnya memutuskan untuk menyerahkan diri mereka kepada aparat. Kepolisian Palangkaraya yang ingin mengejar sisa anggota Kurassha menjadi terhambat dengan adanya beberapa mobil yang masih diam di jalan.


30 mobil anggota Kurassha lolos dari peperangan disana. Berkat Komunikasi yang terjadi antara anggota Kurassha satu sama lain, mereka dapat mengikuti jalur yang dilalui para ketua Kurassha.


Beberapa saat ketika dalam perjalanan mengikuti para ketua, anggota Kurassha yang kabur dari polisi melihat dua buah mobil anggota mereka hancur. Tidak berapa jauh dari situ mereka kembali menemukan tiga buah mobil Kurassha lainnya dengan satu sepeda motor.


Kelompok itu pun memperlambat laju mobilnya dan melihat tubuh rekan mereka tergeletak disekitar mobilnya. Wajah mereka tampak sedikit khawatir melihat hal itu.


Mobil yang berada paling depan pun berhenti diikuti deretan mobil dibelakangnya. Semua orang turun memastikan apa yang terjadi disana dan memeriksa sekitar.


"Sebaiknya kita jangan buang waktu, melihat hal ini mungkin saja anggota kita perlu bantuan"


Seluruh anggota Kurassha kemudian kembali kedalam mobil, sebagian dari mereka membawa mobil rekan anggota Kurassha yang telah kosong disana.


*Bangunan Tua*


Disisi lain Riyan telah tiba di lokasi yang sudah direncanakan mereka sebelum berangkat, yaitu tempat terpencil di pinggiran kota dimana dulu pernah menjadi arena pertempuran kecil antara dia dan kelompok David yang juga merupakan bagian dari Kurassha.


Riyan merekomendasikan tempat itu karena menurutnya merupakan lokasi yang cocok untuk pertempuran. Disamping luas, tempat itu juga terpencil dan memiliki lantai dua yang bisa dimanfaatkan.


Di lokasi itu anggota AII bersembunyi dengan senjata masing-masing dilantai dua dari bangunan tua yang pernah digunakan untuk menculik nenek dan adik Riyan.


Mereka bersembunyi di kamar yang sudah terhubung karena dinding yang sudah rusak. Masing-masing telah bersiap melakukan penyerangan melalui jendela yang sudah tidak berkaca lagi.


Tepat di depan pintu bangunan tua itu, Riyan menghentikan motornya. Mobil anggota Kurassha pun satu persatu berkumpul sedikit jauh di depan bangunan itu.


"Kupikir sebaiknya Aldo tau siapa yang dihadapinya karena mungkin ini terakhir kalinya kami bertemu" pikir Riyan


Begitu memastikan deretan mobil yang mengejarnya telah berhenti, Riyan pun segera melepas Helmnya. Biasanya armor hitam langsung menutupi kepalanya, namun kali ini wajah Riyan terpampang jelas dihadapan pasukan Kurassha.


Sambil melemparkan senyuman kearah Aldo, Riyan kemudian masuk kedalam bangunan tua dan menutup pintu dari dalam.


"serang sekarang?" tanya Markus


"tunggu sebentar lagi!biarkan mereka berkumpul dulu" jawab Julian


Aldo yang sekarang mengetahui kalau sosok hitam yang menghalanginya dulu adalah Riyan, menjadi gusar dan kesal.


"Riyan, ternyata dia orangnya. Pantas saja waktu itu ada Cindy juga" ucap Aldo geram sambil mengepalkan tangannya


Sedang dimobil lain, Rei juga terlihat sedikit terkejut dengan penampilan sosok hitam yang pernah menyerang markas utama mereka dan bertarung melawannya.


"Anda yakin orang itu yang bertarung dengan anda dan mengalahkan anggota kita?" ucap Miura yang merupakan pengawal Rei


"Entahlah, tapi dia mengenakan pakaian yang sama. Dia lebih muda dari perkiraan ku" ucap Rei ketika melihat sosok Riyan


Seluruh anggota Kurassha yang ada disana akhirnya turun dari mobil mereka, begitu juga dengan Rei dan pengawalnya. Dari arah belakang Rei, dengan santainya Hendrik berjalan mendekat.


"Bos, kau ingin kami menangkap bocah yang barusan itu?apa kau bercanda?" Ucap Hendrik dengan nada mengejek


Harada Yang tidak terima dengan nada bicara Hendrik, langsung mencengkram kerah baju Hendrik. Dari arah belakang Hendrik, Tom yang memang selalu berada bersamanya mengacungkan pistol kearah Harada.


"Hentikan!" perintah Rei


Harada pun melepas cengkramannya, begitu juga dengan Tom yang menurunkan senjata miliknya.


"kupikir tugas penting macam apa hingga membuat seluruh pasukan kita harus berkumpul, ternyata hanya gara-gara bocah itu. Bos, bagaimana Jika kau serahkan saja posisimu padaku jika aku berhasil membereskannya?" ucap Hendrik dengan nada sombong


"boleh, silahkan saja" ucap Rei


Harada dan Miura yang tidak terima dengan perkataan itu, ingin menyerang Hendrik. Namun niat mereka tertahan oleh Rei saat tubuh mereka terhalang oleh tangan kanan Rei yang terangkat. Bahkan Rei memberikan jalan untuk maju kepada Hendrik dan anak buahnya.


Disaat yang sama Riyan telah bergabung dengan pasukan AII yang berada dilantai dua dengan menaiki tangga yang ada didalam bangunan itu. Dia mengambil senjata dan bersiap menarget anggota Kurassha yang akan maju.


Dengan membawa sejumlah anak buahnya, Hendrik dengan senyum sumringah melangkah lebih dulu untuk menuju pintu masuk bangunan tua. Dia tidak mengetahui kalau di lantai dua telah banyak senjata api yang terarah kepadanya.


"Sekarang!" teriak Julian


Enam meter dari pintu bangunan tua, pasukan Hendrik disambut hujan tebakan dari arah lantai dua bangunan itu. Seketika pasukan yang tersusun rapat itu kocar kacir kesana kemari mencari perlindungan.

__ADS_1


Hendrik dan Tom mundur dengan menundukkan tubuh mereka mencoba keluar dari area mematikan itu. Untung saja Tom sempat mendorong tubuh Hendrik dan menyelamatkannya.


Dibarisan belakang, anggota yang lain mengangkat senjata mereka dan menembaki pasukan AII yang berada di balik jendela tanpa kaca dan dinding untuk memberi perlindungan kepada Hendrik dan Tom. Anggota AII pun menghentikan serangan mereka untuk berlindung dari serangan Kurassha.


Hendrik dan Tom berhasil kembali bergabung dengan Rei dan yang lainnya berkat tembakan perlindungan itu.


"Bagaimana?apa kau berubah pikiran untuk menangkap BOCAH itu?" ejek Harada


Hendrik kesal mendengar perkataan Harada, terlihat jelas dari raut wajah yang diperlihatkannya.


"Bocah itu tidak semudah yang kau pikirkan untuk ditangani, memangnya kau pikir siapa yang membantai pasukan kita si Xforu, membunuh Julia dan pengawalnya hingga menyerang markas utama kita waktu itu" ucap Rei


Saat itu pasukan Kurassha terus-menerus menembaki anggota AII yang berada di lantai atas. Serpihan dari dinding berhamburan didekat anggota AII akibat peluru yang terus menerus menerjang.


Disaat yang sama ketika anggota AII masih berlindung dari serangan, kelompok Ju Shin Kira telah bergerak atas komando Rei. Mereka secara cepat berlari menuju bangunan tua dan siap untuk menuju anggota AII yang berada diatas.


Ketua pasukan bertopeng itu memberi komando dengan gerakan tangannya, perintah yang dapat diartikan 7 dari mereka naik keatas dengan tali pengait dan 3 lainnya melewati pintu masuk.


Ditengah situasi terdesak itu, Beni mengeluarkan remot kecil dari saku jaketnya.


"rasakan ini" ucap Beni menekan tombol di tangannya


"duaaar" seketika ledakan dari tengah kelompok Kurassha membuat beberapa buah mobil mereka melayang. Ledakan terjadi beberapa kali sehingga hampir separuh pasukan Kurassha terluka.


Disaat itu, Julian dan yang lainya kembali menembaki Kurassha yang tengah dilanda kepanikan. Tanah ditempat itu penuh lubang peluru akibat serangan itu, selain itu banyak peluru dari anggota AII menembus tubuh anggota Kurassha.


Hal itu mengakibatkan jumlah anggota Kurassha berkurang drastis. Para ketua berlindung dibalik mobil anti peluru mereka, menunggu hingga serangan berhenti.


Sesaat kemudian tujuh pengait yang terpasang tali menembus langit-langit di lantai dua. Anggota AII sedikit bingung melihat tali yang berada didepan mereka.


Dengan menekan satu tombol yang ada di gagang pengait, tujuh orang Ju Shin Kira tertarik dan melesat dengan cepat menuju lantai atas. Mereka melepaskan pegangan dan melompat ke belakang barisan AII sambil melemparkan beberapa shuriken.


Sebagian mengenai tangan anggota AII hingga membuat senjata mereka terlepas dan jatuh ke bawah. Sebagian lagi dapat di tangkis oleh para senior.


Tujuh anggota Ju Shin Kira yang telah mendarat dibelakang orang-orang dari AII, sekarang mengeluarkan senjata tajam mereka. Para senior AII menembaki anggota Ju Shin Kira, namun tentu saja tidak berhasil karena pakaian mereka yang anti peluru.


Disamping itu gerakan mereka juga cepat sehingga dapat menghindari peluru dengan berlari dan melompat salto sambil terus mendekat. Sapri yang sedikit mendengar mengenai informasi orang-orang bertopeng itu saat masih bergabung dengan Kurassha, perlahan mendekati Riyan.


"Bos,,dari topeng yang mereka kenakan, dugaan saya mereka adalah pasukan elit pembunuh bos besar Kurassha dengan kemampuan tinggi" bisik Sapri kepada Riyan


"Kau yakin?" tanya Riyan


Merasa orang-orang itu akan merepotkan, Riyan meminta Alpha untuk mendatangkan robot BANE agar membantu mereka.


"Alpha, sebaiknya kau kirim robot itu kesini" ucap Riyan


[Maaf tuan, robot kita sedang menghadapi 3 orang dengan topeng aneh dilantai bawah]


"Jadi benar ada 10, kalau jumlahnya cocok berarti mereka memang benar orang yang dikatakan Sapri" pikir Riyan


"Bisa kau selesaikan dengan cepat?" ucap Riyan


[saya rasa itu tidak mungkin dalam waktu cepat tuan, tiga orang ini kuat dan cepat]


Saat itu rencana mereka memang menempatkan robot itu untuk menghadang anggota Kurassha yang akan masuk kesana. Hanya saja mereka tidak menyangka akan ada kelompok hebat seperti Ju Shin Kira yang ikut membantu.


"apa boleh buat. Teman-teman, kita harus menghadapi orang-orang ini" ucap Riyan


"memangnya kau pikir kami menembaki apa dari tadi?" balas Markus


Tujuh anggota Ju Shin Kira mulai berlari secara terpisah mendekat kearah Riyan dan yang lainnya. Dalam waktu sempit itu, Riyan mengaktifkan kembali armor hitamnya sekaligus mengeluarkan pedang katana.


"Tiing" tebasan pedang salah satu Ju Shin Kira tertahan oleh pedang Riyan.


Prof Gema seketika itu segera mengubah tubuhnya menjadi logam untuk menahan tebasan dari lawannya.


Serangan sabetan pedang pasukan milik Obeshimi dan Kappa melukai beberapa junior AII, untungnya hanya merobek pakaian pelindung dada mereka. Para senior pun bergerak untuk melindungi bawahan mereka dan berhasil menjauhkan Kelompok Ju Shin Kira dari para junior mereka.


Julian, Maria, Beni, Markus, Prof Gema, Sapri dan Riyan menghadapi anggota Ju Shin Kira dan berkelahi dengan mereka. Pertarungan royal rumble kedua belah pihak sedikit menyulitkan kelompok Riyan karena perbedaan kekuatan, terlebih Beni yang bisa dikatakan memiliki kemampuan bertarung rendah.


Bahkan Sapri yang merupakan atlet beladiri tidak bisa mengimbangi kemampuan salah satu anggota Ju Shin Kira dalam pertarungan satu lawan satu.


Sementara itu letusan senjata api dari Rei dan ketua kelompok Kurassha lainnya masih saling terdengar berbalasan dengan tembakan para junior AII.


Sambil terus bertarung dengan anggota Ju Shin Kira, Julian meminta kepada Junior mereka agar terus menahan pasukan Kurassha agar tidak mendekat ke bangunan tua.


"Tak...tak...tak"

__ADS_1


Serangan dan tangkisan silih berganti, pertarungan epik terlihat dimana gerakan saling melindungi dan menyerang terjadi secara bergantian dan bertukar pasangan. Sayangnya tendangan Karura akhirnya mengenai Beni dan membuat tubuhnya terbang.


"Bruuk" tubuh Beni terhempas ke dinding disamping jendela tepat didekat Sony yang merupakan Junior mereka.


Sapri pun hanya bisa bertahan sejenak dan terus mendapatkan pukulan dan sabetan pedang yang merobek rompi yang dikenakannya.


Sony sedikit terkejut melihat Beni yang merupakan agen senior terjatuh disampingnya. Sony pun menoleh kebelakang dimana terlihat para Senior bertarung dengan 7 orang bertopeng aneh.


Dia tidak mengira kemampuan lawannya cukup hebat ketika baru menyaksikan pertarungan yang sejak tadi terjadi dibelakangnya. Namun dalam pikiran Sony dia harus dapat membantu seniornya.


"Senior gantikan posisi saya, anda bisa memimpin rekan-rekan saya" ucap Sony menyerahkan senjatanya kepada Beni


Tanpa menunggu balasan dari Beni, Sony langsung melancarkan tendangannya kearah Karura dan bergabung dengan pertarungan para senior. Julian dan Markus tidak mengira kalau Sony mempunyai kemampuan yang baik untuk menghadapi lawannya.


Merasa kalau lawan mereka saat itu berbeda dari aparat sebelumnya, anggota Ju Shin Kira mulai menunjukkan sedikit kemampuan asli mereka.


Mereka menaikkan kecepatan serangan dan mulai menampilkan kekompakan gerakan kombinasi serangan. Keadaan berbalik, kelompok Ju Shin Kira berhasil menjatuhkan Maria dan Julian.


Riyan pun ikut meningkatkan kecepatannya dan langsung menggunakan pedang di kedua tangannya ketika merasakan perubahan yang terjadi. Dengan dua pedang itu Riyan menahan tiga orang Ju shin Kira sekaligus hingga Maria dan Julian kembali berdiri.


Sementara itu dilantai bawah, tiga orang Ju Shin Kira yaitu Kitsune, Kappa dan Koomote tengah melawan robot yang sudah diprogram ulang oleh Alpha. Tentu saja bukan hal mudah bagi orang berkemampuan biasa untuk melawan robot itu.


Ketiga orang itu bahkan telah meningkatkan kemampuan mereka dan tetap tidak bisa menjatuhkan robot itu. Koomote dan Kappa sampai kelelahan dengan gerakan cepat mereka sendiri namun tetap bisa diimbangi robot BANE.


Keduanya pun kembali menyerang robot BANE dari depan dan belakang, sedang Kitsune hanya diam memperhatikan kedua rekannya.


"Ting...ting..ting"


Tebasan mereka sama sekali tidak berguna melawan kerasnya tubuh baja itu. Keduanya dipaksa mundur dengan gerakan capoera dari robot BANE.


Nafas mereka terdengar berat, bahu terangkat baik turun seirama dengan udara yang keluar masuk dari hidung mereka.


"Dia robot, Serang dengan listrik!" ucap Kitsune


"Baik" sahut keduanya secara bersamaan


Koomote dan Kappa mengeluarkan ujung rantai dari pakaian mereka yang kemudian dipasang ke gagang pedang. Kitsune mengambil tiga buah bola kecil dari kantung belakang yang terpasang pada bagian belakang sabuknya.


"Kita mulai!" ucap Kitsune


Bola-bola kecil itu dilemparkan kearah robot BANE dan "buupfh" asap tebal seketika keluar disekitar robot BANE hingga menjadi kabut tebal yang menutupinya .


Merasa yakin dengan kombinasi serangan mereka kali ini, Kappa dan Koomote melesat kearah robot BANE.


"Bruuuuuk"


Tiba-tiba bongkahan semen jatuh dari lantai atas bersamaan dengan sejumlah orang. Dari ketinggian sekitar 4 meter, bongkahan itu seketika melenyapkan asap tebal yang baru saja dibuat Kitsune.


Tujuh anggota Ju Shin Kira masing-masing mendarat dengan sempurna, sedang dari pihak AII hanya Riyan, prof Gema dan Julian yang berhasil mendarat mulus.


Maria dan Markus tidak mendarat dengan lancar namun mereka baik-baik saja. Ketiga anggota AII itu pun berdiri sambil membersihkan debu akibat reruntuhan yang baru saja terjadi.


"Seharusnya kau bilang dulu kalau ingin menghancurkan lantainya" ucap Markus


"Maaf, tapi itu situasi mendesak" balas Riyan


"Emmmm..teman-teman, apa menurut kalian sekarang situasi jadi lebih baik?" tanya Maria perlahan


"Entahlah, tapi kurasa lebih buruk" balas Julian ragu


Sekarang dihadapan mereka telah berkumpul pasukan elit Ju Shin Kira dalam jumlah lengkap, sedang disisi AII telah bergabung dengan robot BANE.


"Senior, kami akan kesana" teriak Sony dari pinggir lubang yang masih berada diatas


Sony dan Sapri tidak ikut terjatuh karena saat itu mereka menjadi target anggota Ju Shin Kira maka Riyan meruntuhkan lantai untuk menyelamatkan dua orang itu.


"Tidak perlu, kalian bantu disana saja. Terus tahan jangan sampai mereka yang diluar kemari!" ucap Julian


Sapri dan Sony kemudian kembali memegang senjata untuk membantu rekan-rekannya berperang dengan anggota Kurassha yang ada di luar.


"Kalian berlima?menghadapi kami?sebaiknya kalian sudah menulis suray wasiat" ucap Hashihime


Robot BANE kemudian mendekati anggota AII dan berdiri dibelakang Julian. Markus kemudian mengenakan sarung tangan berduri miliknya, sedang Julian mengambil dua buah pisau pendek dari celanya.


"Kita lihat saja nanti" balas Julian


---------------KELOMPOK JU SHIN KIRA------------

__ADS_1



__ADS_2