Nano System

Nano System
Episode 119 Perang Bag I


__ADS_3

Rombongan Kurassha yang berangkat menuju kota Muriya membuat jalanan disana menjadi macet. Bagaimana tidak, deretan mobil mereka memenuhi jalanan arah keberangkatan sepanjang hampir 1 km.


Aldo dan Kenjo berada di mobil paling depan bertugas sebagai penunjuk arah. Aldo penasaran kenapa Kenjo yang merupakan salah satu pengawal elite Rei ikut dengannya. Saat itu pengawal elite yang lain berada satu mobil dengan Rei berjarak 4 mobil dari mereka.


"Kenjo, kenapa kau tidak bergabung dengan pengawal elite lain?" tanya Aldo


"disana penuh" sahut Kenjo ringkas


Jawaban Kenjo sama sekali tidak membuat Aldo puas. Kenyataannya didalam mobil Rei, hanya terdapat 3 orang. Pada bagian depan hanya terdapat supir dan satu orang disampingnya, serta Rei di kursi belakang seorang diri. Harada dan Miura, kedua orang di depan Rei itu merupakan pengawal elite miliknya yang memiliki kemampuan diatas Kenjo.


Satu jam kemudian, rombongan Kurassha telah memasuki wilayah perkotaan Muriya. Ruko dan berbagai bangunan sudah terlihat disisi kiri dan kanan jalan, namun keadaan sangat sepi disana.


"tidak ada seorang pun?apa ini kota mati?"


Sepanjang wilayah itu memang sengaja dikosongkan oleh aparat untuk mencegat rombongan Kurassha yang ingin masuk ke Muriya.


Tiba di gerbang yang merupakan tanda perbatasan kota, 4 buah mobil patroli menghadang rombongan Kurassha disana. Mobil paling depan dimana Kenjo dan Aldo berada, seketika itu juga berhenti. Aldo segera menghubungi Rei yang berada di mobil deretan kelima ketika melihat adanya polisi yang menjaga disana dengan senjata mengarah kepada mereka.


Saat itu Rei bersama dengan dua pengawal elitenya yang lain hanya tersenyum kecil mengetahui para petugas yang menghalangi jalan mereka.


"Serang saja!" perintah Rei saat dihubungi oleh Aldo


Maka dalam sekejap beberapa orang Kurassha mengeluarkan senjata api mereka melalui jendela dan menembaki polisi penjaga.


"treeett....treeeet"


Tentu saja para polisi juga sudah bersiap untuk menghadapi para penjahat itu. Dari sisi kiri dan kanan jalan, para polisi bahkan tentara keluar dari balik ruko dan rumah. Mereka menembaki rombongan mobil Kurassha sehingga membuat seluruh orang-orang itu mengangkat senjata.


Situasi ditempat itu tidak menguntungkan Kurassha, mereka dikepung dari kanan kiri. Meski melakukan perlawanan, tidak banyak yang bisa mereka perbuat dari dalam mobil.


"bagaimana sekarang?kita tidak bisa keluar dari mobil dengan serangan kanan dan kiri seperti ini" ucap Aldo


"tenang saja, mobil ini anti peluru. Biarkan anak buah kita mengurus para polisi" sahut Kenjo


"iya tapi sampai kapan?" ucap Aldo mulai cemas


10 menit berlalu, saat itu tidak sedikit jatuh korban dari kedua belah pihak. Namun posisi para petugas lebih dominan menekan kelompok Kurassha sehingga mereka terus melakukan penyerangan.


Disaat itu Rei terlihat sangat santai didalam mobilnya, kemudian dia pun melihat jam tangan yang dikenakannya.


"seharusnya sekarang mereka sudah disini kan?" ucap Rei


"ya, seharusnya begitu bos" sahut pengawal elit Rei bernama Miura

__ADS_1


Suara mesin helikopter kemudian terdengar bersama dengan hembusan angin berasal dari atas rombongan Kurassha. Enam buah tali dilemparkan kebawah yang kemudian turunlah 10 orang berpakaian hitam dari helikopter yang masih melayang di udara sejauh 130 meter dari daratan.


Orang-orang berpakaian hitam itu menembaki anggota polisi dengan menggunakan AK 47 sambil berayun turun dari helikopter. Serangan balasan memang diberikan oleh pihak aparat, namun pakaian hitam yang dikenakan 10 orang itu anti peluru.


Pihak aparat berlindung dibalik bangunan, menempelkan badan mereka di dinding untuk menghindari peluru yang mengarah kepada mereka.


Begitu 10 orang berpakaian hitam itu memijakkan kakinya di daratan, terlihat wajah mereka yang mengenakan topeng yang berasal dari mitologi maupun cerita legenda negara Jepang. Bahkan nama mereka dipanggil berdasarkan topeng yang mereka kenakan, yaitu Kokushikijo, Obeshimi, Koomote, Kappa, Karura, Hannya, Semimaru, Hashihime, Namahage, dan pemimpin mereka yang merupakan seorang gadis dengan mengenakan topeng rubah yaitu Kitsune.


Kesemua orang-orang itu melepaskan senjata api di tangan mereka dan menghunuskan pedang yang sejak awal terpasang di punggung masing-masing.


Beberapa detik kemudian 10 orang itu melesat seperti ninja menghampiri target mereka, sejenak setelah itu tembakan dari petugas aparat satu persatu berhenti terdengar. Para petugas seolah sedang menghadapi ninja modern yang dilengkapi baju lapis anti peluru dan pedang dari baja.


"akhirnya mereka tiba juga, pasukan pembunuh elit milik ayah. Ju Shin Kira" gumam Rei


"Bahkan mereka sampai diturunkan, Rei dan bos Tadoki serius sekali menanggapi hal ini" gumam Kenjo yang terkejut melihat kehadiran pasukan elit itu.


Aldo yang baru melihat keberadaan pasukan Ju Shin Kira dan aksi sepuluh orang itu, merasa tidak ada yang istimewa selain senjata dan pakaian mereka yang kebal peluru. Pedang yang mereka gunakan bahkan bisa menembus rompi anti peluru milik aparat.


"Kalau kemampuan pasukan elite hanya seperti itu, maka kita dalam masalah besar untuk menghadapi orang yang membunuh James. Kecepatan James jauh lebih cepat dari para ninja ini, dan dia tetap tewas melawan orang berpakaian hitam saat itu" ucap Aldo


"Kau tenang saja, yang kau lihat saat ini bukan kemampuan mereka sebenarnya" balas Kenjo


"semoga saja kau benar" gumam Aldo


Satu persatu petugas polisi dikalahkan dan salah seorang anggota Ju Shin Kira yang mengenakan topeng Kappa tiba dibarisan belakang polisi. Saat itu dia telah menjatuhkan dan ingin menebas seorang polwan bernama Rosa yang dulu merupakan rekan dari Tony teman Riyan, tiba-tiba peluru bazoka menghantam tubuh orang itu hingga terbang melayang. Peluru bazoka itu meledak membuat tubuh Kappa sampai menghantam mobil yang ditumpangi Aldo.


"terima kasih pak" ucap Rosa


"kau sudah bukan mata-mata lagi, sebaiknya lebih hati-hati!" ucap atasannya


Rosa mencoba berdiri dan menaiki mobil patroli bersama atasannya. Perintah untuk mundur pun dilayangkan, sebisa mungkin menghindari peluru sambil bergerak mundur. Mobil yang menghalangi jalan pun telah terbuka, namun anggota Kurassha masih terus berperang dengan aparat yang masih berada disana.


"ada yang tidak beres, informasi yang kita dapat tidak benar" ucap komandan Polisi kepada Rosa didalam mobil


"Apa menurut anda rencana penyergapan ini bocor?atau persiapan mereka yang sangat akurat" ucap Rosa


Meski berat, mereka terpaksa pergi dari tempat pertempuran itu. Saat itu mobil yang dinaiki Rosa berpapasan dengan Riyan yang mengendarai motornya dengan kencang.


"astaga ini diluar dugaan" pikir Riyan


"ciiiiiiiiit" motor Riyan berhenti dengan kecepatan tinggi


Saat itu Riyan berada di depan mobil Aldo. Kemunculan Riyan membuat Aldo dan Kenjo menjadi bersemangat. Namun tubuh Kappa yang sebelumnya terkena bazoka telah bangkit kembali dan menghalangi pandangan Aldo.

__ADS_1


"siapa lagi orang bertopeng aneh itu" gumam Riyan melihat Kappa


"swiiing...swiing...swiiing" beberapa Shuriken dilemparkan Kappa kearah Riyan yang masih di atas motornya


"tap..tap..tap" shuriken itu ditangkap dengan mudahnya oleh Riyan kemudian dilemparkannya kembali kearah Kappa.


Kappa melompat dan meliukkan badannya sehingga shuriken yang dilempar balik oleh Riyan melewati tubuhnya. Shuriken itu akhirnya mengenai anggota Kurassha yang berada di mobil kedua.


Riyan memutar balik motornya dan menjalankannya dengan kencang seperti seorang pembalap ahli. Aldo dan yang lain sekarang menyalakan mesin mobil mereka dan mengejar Riyan. Hal itu memberikan peluang bagi aparat untuk bersembunyi dan mundur karena sebagian anggota Kurassha telah pergi.


Ju Shin Kira naik keatas masing-masing satu kap mobil untuk mengikuti pengejaran terhadap Riyan. Anggota Kurassha terus mengejar hingga daerah pinggiran yang sepi, jumlah total yang mengejar Riyan sekitar 50 mobil.


Sesuai rencana tahap pertama, Riyan membawa anggota Kurassha ke daerah yang sudah mereka rencanakan dimana lokasinya merupakan jalan sepi yang jarang digunakan orang.


Dari awal masuk wilayah pinggiran kota yang sepi, Lisa yang sudah menunggu bersama dengan Fita bersiap untuk mengikuti mobil paling belakang. Begitu mobil terakhir melewati mereka, Lisa menutup helm dan menjalankan motornya.


Begitu sejajar dengan sopir anggota Kurassha, Fita bertugas menembak sopir itu untuk menghabisinya. Dengan senjata api tipe SMG, Fita menembak kepala sopir mobil Kurassha urutan terakhir itu. Dengan kaca mobil yang terbuka ketika perang sebelumnya, sehingga Fita dengan mudah melakukan tugasnya.


Mobil itu pun langsung hilang kendali akibat kematian sopirnya hingga keluar dari jalan. Dengan kecepatan tinggi membuat mobil itu terbalik seketika.


Lisa menambah kecepatan motornya hingga sekarang kembali sejajar dengan mobil urutan 49. Sayangnya hal diluar dugaan terjadi, Fita yang menembakkan senjatanya kearah sopir, terhalang kaca mobil anti peluru. Hal itu membuat mereka yang berada didalam mobil siaga.


"sial, anti peluru" teriak Fita


Anggota Kurassha pun langsung mengeluarkan senjata mereka dan menurunkan kaca mobil untuk menembaki Lisa dan Fita yang berada disamping mereka. Lisa yang melihat hal itu segera mengerem motornya, sehingga sekarang mereka sedikit dibelakang mobil itu.


Anggota Kurassha yang kehilangan target disamping mereka, mengeluarkan separuh badannya untuk menembak Lisa dan Fita yang ada dibelakang mobilnya.


"pakai granat" teriak Lisa


"tretetetet"


Anggota Kurassha di mobil 49 memulai tembakan mereka, Lisa kembali menaikkan kecepatan motornya dan bergerak kesamping untuk menghindari tembakan itu. Hingga saat anggota Kurassha kehabisan peluru, Lisa kemudian sekali lagi menaikkan kecepatan motornya. Bersamaan dengan itu, Fita melemparkan granat kedalam mobil yang mereka lewati.


"duaaar"


Mobil urutan 49 hancur terpental, akan tetapi ledakan itu membuat mobil di depannya sadar kalau ada musuh dibelakang mereka. Lisa menghentikannya laju motornya, begitu juga dengan tiga buah mobil Kurassha yang mengejar Riyan urutan 46, 47 dan 48.


"sepertinya kami akan sedikit terlambat, tiga mobil sedang menghadang kami" ucap Fita kepada yang lain dengan alat komunikasi mereka


"tidak apa, sebentar lagi aku tiba di titik pertemuan. Semoga yang lain siap" ucap Riyan sambil terus melarikan motornya dengan cepat


"tenang saja, kami sudah siap disini. Kita akan menyambut mereka dengan meriah" sahut Julian

__ADS_1


__ADS_2