Nano System

Nano System
Episode 95 Serangan Senior


__ADS_3

Matahari senja telah bersinar merubah langit menjadi warna jingga keemasan. Di tepi hutan pada aspal jalan, para senior kelas tiga mulai tidak sabar dan bosan menunggu kedatangan kedua gadis yang mereka buru.


"sudah dua jam kita menunggu disini, kau yakin ini motor gadis itu?"


"tentu saja, aku mengikuti mereka saat pulang sekolah dan melihat mereka masuk kedalam hutan ini"


Tidak berapa lama kemudian dari dalam hutan terdengar suara semak dan ranting yang terinjak manusia. Para siswa kelas tiga berdiri dan bersiaga untuk apapun yang akan muncul mendekat kearah mereka dari arah suara tersebut.


Begitu kaki Cindy dan Lisa menginjak aspal jalan saat keluar dari hutan, perasaan bosan 9 orang siswa kelas tiga yang telah siap menyambut kedua gadis cantik itu sekejap hilang.


"Halo gadis-gadis" ucap salah satu senior yang pernah di lawan Cindy.


Lisa dan Cindy hanya menanggapi cuitan senior itu dengan senyuman. Mereka melihat dibelakang para siswa tersebut, empat buah motor mengurung motor Lisa.


"Wah motormu kelihatannya terkurung Lis" ucap Cindy


"Maaf, bisakah kalian memindahkan motor-motor milik kalian?" ucap Lisa kepada para senior itu.


Sekumpulan murid kelas tiga itu hanya tertawa kecil dan saling melihat satu sama lain. Mereka semua berjalan mendekati kedua gadis itu, empat orang berjalan kebelakang Cindy dan Lisa dengan senyuman yang membuat kedua gadis itu merasa jijik.


"Hehe, boleh saja. Tapi kalian berdua harus jadi pacar kami, bagaimana?" ucap salah seorang senior yang mendekati mereka.


Terpisah dari kerumunan para senior, terdapat seorang siswa duduk dengan menghisap sebatang rokok diatas motor sport. Dia adalah Nino yang merupakan pemimpin kelompok senior itu.


Seorang senior kemudian mendekati Nino yang tengah santai menyaksikan dua gadis terkepung di hadapannya.


"Bos, cewek berambut pendek itu yang melawan kami di atap sekolah" bisik senior lain kepada Nino


Nino merasa tidak bisa mempercayai perkataan anak buahnya, dia berpikir tidak mungkin dua gadis itu bisa bertarung. Dia pun membuang rokoknya kemudian mendekati Lisa dan Cindy, matanya memperhatikan dengan seksama kedua gadis cantik yang mengenakan seragam olahraga didepannya.


"Bagaimana?" tanya Nino lagi


"kayaknya kami pulang aja deh" balas Lisa melemparkan senyuman kearah Nino kemudian mengajak Cindy pergi.

__ADS_1


Lisa dan Cindy berjalan melewati Nino sekaligus meninggalkan empat orang anak buah Nino yang berada dibelakang kedua gadis itu. Sesaat kemudian dia memberikan sebuah isyarat kepada anak buahnya untuk menghentikan kedua gadis itu.


"Kalau begitu aku tidak bisa menahan anak buahku untuk membalas kejadian di atap sekolah tempo hari" ucap Nino yang masih membelakangi Lisa dan Cindy.


Cindy dan Lisa memang sudah bisa menebak keinginan para senior yang ada di sana. Kedua gadis itu diam saja saat tiga senior tiba-tiba menghalangi langkah mereka.


"Heee, apa kalian ingin merasakan kejadian waktu itu sekali lagi?" ucap Cindy


"Bisakah kalian minggir!" tambah Lisa


Namun tubuh ketiga pria itu tidak bergerak dari tempatnya berdiri, ditambah sekarang empat orang yang berada dibelakang Lisa dan Cindy ikut mendekat.


"Waktu itu kau hanya beruntung, tapi tidak kali ini" ucap senior yang pernah melawan Cindy.


Lisa dan Cindy menoleh kebelakang, kemudian saling berpandangan satu sama lain.


"Bagaimana Lis?" ucap Cindy


"Boleh" balas Cindy


Lisa dan Cindy bergerak seirama melakukan sebuah tendangan kuat kepada dua orang di depannya hingga terjatuh. Pria yang berada di tengah sontak terkejut menyaksikan kedua temannya yang berada disebelah kanan dan kiri telah terjatuh.


Sontak senior itu langsung melancarkan serangan kepada kedua gadis dihadapannya, begitu juga dengan keempat senior yang sudah berada di belakang mereka. Lima orang itu menyerang Lisa dan Cindy bersamaan, bahkan dua orang yang terjatuh akibat tendangan Lisa dan Cindy juga sudah berdiri dan ikut menyerang.


Lisa dan Cindy membuat jarak sehingga sekarang keduanya terpisah, yang pada akhirnya masing-masing dari mereka dikeliling 4 siswa senior.


Saat itu tanpa memasang posisi bertarung, lisa mengangkat satu alisnya yang di tambah dengan senyum manis seolah menantang para senior untuk menyerangnya.


Tanpa menunda waktu, keempat senior yang mengepung Lisa melancarkan serangan bersamaan. Serangan pukulan dan tendangan para senior hanya melintasi tubuh Lisa, gerakan Lisa membuat tidak satupun tangan maupun kaki para senior mampu menyentuh tubuh gadis itu.


Sesekali dia menepis dan menepuk ringan kepala ataupun punggung para senior itu dengan senang seperti sedang bermain.


"Sudah sore nih, kau sedang apa sih" ucap Cindy

__ADS_1


Lisa menoleh kearah Cindy sambil terus menghalau serangan yang tertuju kepadanya, di sana Cindy berdiri diantara empat senior yang telah terbaring di atas aspal jalan.


"Iya...iya" sahut Lisa


Lisa menangkap tinju yang mengarah kewajahnya, memelintir tangan itu kemudian menendang perut senior yang melakukan serangan tersebut. Tanpa menurunkan kakinya ketanah, Lisa melanjutkan tendangan ke arah belakang tepat kewajah senior lainnya.


Tinju dengan kecepatan tinggi dilancarkan Lisa untuk menjatuhkan dua senior yang tersisa. Dengan kecepatan gerakan yang digunakan Lisa, para senior itu sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melakukan pertahanan.


Hanya dalam waktu sekejap, keempat senior sudah ditumbangkan oleh Lisa. Sekarang hanya tersisa Nino yang tertegun melihat semua anak buahnya terbaring di aspal dan beberapa terlempar di semak merintih kesakitan.


Lisa memandang kearah Nino yang merasakan sedikit takut dan keraguan antara ingin berkelahi atau melarikan diri. Namun harga dirinya sebagai pimpinan akan dipertaruhkan apabila dia kabur.


Dengan keraguan besar, Nino berlari untuk menyerang Lisa sambil berteriak. Kepalan tinju mengarah ke wajah Lisa, namun serangan itu terlihat jelas dimatanya sehingga dapat dengan mudah untuk menghindar.


Bersamaan dengan tinju yang melintasi wajahnya, Lisa meletakkan kakinya dibelakang kaki Nino kemudian menggunakan telapak tangan kecilnya mendorong wajah Nino.


Hempasan tubuh Nino yang jatuh kejalan membuatnya tidak berdaya, sebuah tinju dengan kekuatan penuh dilayangkan Lisa kearah Nino yang tengah terbaring.


"Bruuuk"


Tinju kecil itu membuat retakan besar pada aspal tepat di samping kepala Nino, membuat nafasnya menjadi berat dan bersamaan dengan itu keringat dingin mengucur dari kepalanya.


"Kurahap kau dan boyband mu ini tidak berurusan dengan kami lagi, karena berikutnya tinjuku tidak akan meleset lagi" ucap Lisa


Nino hanya terdiam seakan mulutnya terkunci. Lisa berdiri kemudian berpaling dimana dia mendapati Cindy telah menyingkirkan motor milik senior yang mengurung motor Lisa dan duduk diatasnya.


"Sudah selesai?" tanya Cindy


"Ya, ayo pulang!" sahut Lisa


Cindy berpindah kekursi belakang dan membiarkan Lisa duduk didepan untuk mengendarai motornya. Sayangnya kejadian itu tidak membuat senior kelas tiga jera, namun meninggalkan dendam dan kebencian para senior, khususnya Nino.


"awas saja, aku akan membalas kalian" gumam Nino

__ADS_1


__ADS_2