
*sesaat sebelum mobil para ketua Kurassha menerobos masuk*
"Kling....kling...kling"
Suara dentingan besi terus menerus mewarnai perkelahian robot BANE dengan serangan kombinasi pedang Koomote dan Kappa dimana pertarungan itu terjadi di ruangan berbeda.
Kedua anggota Ju Shin Kira itu dengan lihai menghindari teknik tendangan capoera dari robot BANE. Gerakan kombinasi menghindar kedua orang itu sangat sempurna, mereka saling melindungi satu sama lain dan menyerang dengan teratur.
Gerakan menunduk, berguling, dan salto disekitar BANE dari kedua orang itu dilakukan untuk menghindar sekaligus berencana menjerat robot itu dengan rantai milik mereka.
Dalam setiap gerakannya, mereka bertukar rantai. Hingga dalam waktu singkat membuat robot besar itu terjerat. Bukan masalah sulit bagi robot buatan NOZ itu untuk memutuskan rantai yang membelit tubuhnya.
Hanya saja sesaat sebelum robot BANE meregangkan tangan besinya untuk memutus rantai yang menjerat tubuh besi itu, Kappa dan Koomote mengalirkan listrik kedalam rantai tersebut. Aliran listrik dipicu dari sebuah tombol yang ditekan pada sabuk milik Koomote dan Kappa.
"Terus alirkan listrik sampai robot bodoh ini hancur!" ucap Koomote
"Ya" balas Kappa
*#Malam saat robot BANE diprogram ulang oleh Alpha#*
Begitu Alpha selesai memprogram ulang robot BANE dan memberitahukan kalau robot BANE sekarang dapat diperintah Alpha secara langsung, Riyan sangat senang. Namun ada satu hal yang mengganggunya, yaitu serangan listrik yang dapat membuat robot itu membeku sejenak.
"Alpha, apa ada yang bisa kau lakukan untuk mengatasi masalah serangan listrik?"
[Sebenarnya bisa saja dengan menggunakan alat konduktor khusus untuk mengalirkan listrik yang datang dari luar langsung menuju sumber tenaga robot ini]
"Kalau begitu lakukan saja!tinju listrik dari Cindy kemarin dapat memberi waktu beku beberapa detik, tapi kalau dilakukan secara terus menerus bukankah akan membuat robot ini terdiam selama masih terkena aliran listrik"
[Untuk penambahan seperti itu diperlukan waktu dan alat. Robot ini harus dibongkar untuk menambahkan alat semacam itu]
"Waktunya tidak akan sempat untuk melakukan itu, apa tidak ada cara lain?"
[ada satu cara lagi, yaitu dengan Nano material. Kita bisa menggunakannya untuk membuat alat pengantar listrik itu]
"Kenapa tidak bilang dari tadi, kau ini. Kalau begitu mari kita lakukan!"
[Siap Tuan]
*****
Kappa dan Koomote tertegun melihat rantai yang membelit robot BANE sekarang putus secara paksa oleh kekuatan robot BANE. Serpihan rantai mereka berjatuhan satu persatu diatas lantai.
"Bukankah seharusnya listrik itu menghancurkannya?" gumam Kappa
"Aku juga tidak mengerti, tapi yang jelas sekarang keadaan kita gawat" balas Koomote
Sinar mata robot besar itu semakin lama semakin terang dan akhirnya menembakkan sinar laser kearah Kappa dan Koomote. Kedua orang itu pun menghindar secara berpisah sehingga laser yang keluar dari mata robot BANE melintas diantara mereka.
Sinar itu menghancurkan dinding belakang bangunan tua bersamaan dengan pintu yang hancur akibat tertabrak oleh mobil Aldo.
Serangan berikutnya robot yang sekarang diperintah Alpha itu, dengan lincah melakukan teknik Capoeranya untuk menjatuhkan Koomote. Tendangan cepat dari kaki kanan robot itu dihindari oleh Koomote dengan berguling sambil menebas kaki kiri robot BANE yang menjadi penopang.
Sayangnya harapan Koomote untuk dapat memotong kaki yang terbuat dari baja itu pupus. Kappa tidak tinggal diam, dia menyerang leher robot BANE.
Percikan api terlihat saat pedang kedua orang itu menebas tubuh robot BANE. Robot BANE yang memiliki program analisa untuk mengalahkan lawan, meningkatkan kecepatan serangannya secara otomatis.
Serangan robot BANE menjadi sulit dihindari oleh kedua orang itu hingga akhirnya Koomote dan Kappa terkena tendangan keras yang membuat mereka terpental dan memuntahkan darah.
Kedua orang itu perlahan berdiri dan membersihkan darah yang ada di mulut mereka. Mereka menancapkan senjata kelantai, kemudian melepas semacam pengait yang berada di pergelangan tangan dan kaki.
"Klaang....klaaang"
Pelindung kaki dan tangan milik Koomote dan Kappa terjatuh ke lantai hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.
Koomote dan Kappa meregangkan tubuh mereka seolah baru terlepas dari beban berat di tubuhnya. Menurut analisis dari robot BANE, pelindung-pelindung itu terbuat dari besi seberat 10kg.
Kedua orang itupun mengambil kembali senjata mereka yang menancap di lantai dan memikul di bahu mereka.
__ADS_1
"Mari kita potong kaleng berjalan ini" ucap Koomote
"Tentu saja" sahut Kappa
Kecepatan mereka memang seimbang, hanya saja robot BANE kalah dari sisi teknik. Seandainya hanya melawan satu orang tentu bisa dilakukan, namun melawan dua orang dengan kecepatan yang sama cukup membuat robot BANE kesulitan mengantisipasi serangan lawan.
Serangan kombinasi dari Koomote dan Kappa sangat baik, analisis gerakan lawan tidak dapat dilakukan dengan sempurna saat berada dalam kecepatan saat itu.
Ditambah tebasan Koomote dan Kappa terus menerus memfokuskan menyerang di titik yang sama dengan tenaga yang lebih kuat saat ada kesempatan. Kaki kiri dan leher robot BANE menjadi target utama serangan kedua orang itu sehingga kedua titik itu saat ini tergores cukup dalam.
Kappa dan Koomote kembali menyerang robot BANE secara bersamaan, tebasan pedang keduanya ditahan robot BANE dengan kedua tangannya.
Suara dari besi yang bersentuhan dengan kencang kembali terdengar, disambung dengan tendangan Koomote dan Kappa ketubuh BANE hingga membuatnya kembali terpental menuju ruang tengah melewati lubang yang terbentuk saat dia berpindah ruangan.
Tubuh besi itu menghantam salah satu mobil Kurassha yang ada di tengah ruangan. Orang-orang disana saat itu terkejut dengan kedatangan robot yang terlempar itu, ditambah Koomote dan Kappa melesat dari ruangan sebelah mencoba menusukkan pedang mereka kembali kearah BANE yang masih tersandar di mobil.
"Bruuk"
Untungnya robot itu menghindar kesamping hingga dua pedang yang mengincarnya sekarang menancap di pintu mobil. Hanya sela beberapa detik, Koomote dan Kappa kembali menyerang robot BANE.
"Jadi mereka sudah mulai serius" ucap Kitsune
Saat itu Riyan yang masih berdiri tegap ditengah ruangan, menghilang dan membantu robot BANE dengan menahan serangan kedua orang itu.
"Kliiing"
Kedua pedang Riyan menahan tebasan dari Koomote dan Kappa. Dengan adanya Riyan yang menahan serangan itu, robot BANE melakukan tendangan kepada Kappa.
Sayangnya tendangan itu dapat ditepis oleh Kappa, namun tetap membuatnya menjauh. Begitu juga dengan Koomote, Riyan melakukan sabetan yang membuat Koomote juga ikut menjauh seperti Kappa.
[Melawan dua orang dari mereka terlalu sulit bagi robot ini tuan]
"Itu juga diluar perkiraan ku, aku tidak mengira kalau robot ini bisa melayang seperti itu akibat serangan mereka" ucap Riyan
Saat itu Kitsune dan anggota Ju Shin Kira yang lain juga sudah melepas pemberat mereka. Tatapan penuh kemenangan bercampur kesombongan terlihat dimata para ketua Kurassha yang tersisa disana.
Julian dan yang lainnya gelisah ketika anggota Kurassha mulai menyadari hal itu. Orang-orang Kurassha mulai bergerak untuk memasuki bangunan tua didepan mereka.
Dari dalam bangunan itu Rei terlihat senang ketika menyaksikan anak buahnya akan masuk untuk ikut membantu mereka. Tidak banyak pilihan bagi anggota AII, Julian akhirnya memberikan komando agar semua turun ke lantai bawah untuk bertempur.
Wajah para Junior terlihat ragu karena akan menghadapi senjata api, namun Julian dengan segera menjelaskan rencana pertarungan jarak dekat sehingga dapat memberikan dorongan semangat anggotanya.
Julian dan yang lainnya menuruni tangga, sekarang seluruh orang berada di ruangan tengah itu. Seluruh orang melihat kearah AII yang turun serempak dan berbaris di depan tangga.
Sony dan Sapri yang masih berada diantara Harada dan Miura dengan kuda-kuda siap bertarung, memanfaatkan situasi kedatangan rekan-rekannya untuk kabur dan bergabung dengan Julian dan yang lain.
"Seraaaaang" teriak Rei
Pertempuran kedua terjadi ditengah ruangan itu. Ju Shin Kira yang telah melepas pemberat mereka kini melesat bebas dengan kecepatan seperti ninja.
Dengan orang sebanyak itu, Riyan tidak bisa melindungi mereka semua atau menggunakan sundang sungai miliknya karena khawatir akan mengenai rekan-rekannya.
Bentrokan pun terjadi tanpa menggunakan senjata api. Masing-masing dari mereka mencari lawan masing-masing di ruangan itu. Meski para Junior bukan tandingan bagi Aldo maupun ketua Kurassha yang lain, namun mereka tidak serta merta dengan mudah dapat dijatuhkan.
Hal lainnya yang diluar perkiraan adalah Riyan dapat diimbangi oleh Kitsune. Sedang robot BANE kembali diserang Koomote dan Kappa. Julian bertarung melawan orang yang mengenakan topeng Hannya. Disisi lain Markus berhadapan kembali dengan Namahage, orang yang melukai dirinya dengan sabetan pedang.
"Kemarilah! kali ini aku akan membalas perbuatanmu padaku" ucap Markus
"Kali ini tebasanku akan memisahkan jiwa dari ragamu" balas Namahage
Markus bergerak melayangkan pukulannya kearah Namahage, terus menerus berusaha memukulnya. Namahage dengan santai menghindari serangan Markus, kemudian melakukan tebasan kecil yang melukai tubuh Markus.
Namahage terlihat senang mempermainkan Markus, dia terus menyerang dengan cepat. Sampai akhirnya Namahage menendang dan memukul Markus hingga berlutut.
"Markuuusss" teriak Maria yang saat itu melawan Hendrik
Tendangan Hendrik hampir mengenai wajah Maria saat itu, untungnya Sony menahan tendangan Hendrik.
__ADS_1
"Senior, tidak ada waktu untuk mencemaskan orang lain" ucap Sony
Perkataan Sony membuat Maria kembali menyerang Hendrik meski masih memikirkan kondisi rekannya. Pengawal Hendrik yaitu Tom tiba disamping Hendrik setelah mengalahkan dua Junior AII dengan pukulannya.
"Sekarang giliran kalian" ucap Tom
"Hiaaaaa" teriak Maria yang kemudian menyerang Hendrik dan Tom bersama dengan Sony
Markus yang telah dipermainkan oleh Namahage sadar kalau kecepatan orang itu sekarang lebih cepat dari sebelumnya, maka dari itu dia berencana menerima serangan dari Namahage sekali lagi.
Markus sekali lagi bangkit dan melayangkan pukulan kearah Namahage, anggota Ju Shin Kira itu hanya sedikit memundurkan kepala untuk menghindari pukulan Markus.
"Aku sudah bosan" ucap Namahage yang Kemudian melakukan sebuah tusukan langsung keperut Markus.
"Tes...tes"
Darah Markus menetes hingga jatuh ke lantai karena tusukan pedang Namahage yang tepat di perutnya, namun tangan Namahage dipegang erat oleh Markus.
"Secepat apapun serangan seseorang, mereka tetap akan berhenti saat melukai lawannya" itulah yang ada dipikiran Markus saat dia memutuskan menerima sekali lagi serangan Namahage.
"Hehehe" dengan darah yang sedikit keluar dari mulut Markus, dia tersenyum.
Namahage yang tangannya saat ini dipegang oleh Markus kemudian melompat dan menendang tubuh Markus. Sayangnya tubuh hitam Markus tidak bergeming bahkan dengan luka yang baru saja didapatnya.
"Kau benar, aku juga sudah bosan" ucap Markus
Namagahe mulai panik karena tangannya tidak bisa lepas meski sudah menendang tubuh besar Markus. Tangan kanan Markus mengepal seolah sedang menumpukkan semua tenaga dalam tinjunya itu.
Meski kesadarannya sudah hampir habis, Markus memaksa tubuhnya untuk tetap bertahan paling tidak sampai serangannya berhasil.
Tangan kiri Markus melepaskan pegangannya hanya untuk beralih mencekik leher Namahage. Kemudian dengan kuat mendaratkan tinju tangan kanannya tepat ke wajah Namahage.
Tinju kuat ditambah sarung tangan berduri seketika membuat topeng Namahage hancur. Kerusakan yang dibuat oleh tinju Markus bahkan sampai membuat wajah Namahage berdarah.
"Buuuk"
Sekali lagi Markus mendaratkan bogem mentahnya kewajah Namahage dan cukup untuk membuat orang itu pingsan dengan wajah penuh darah diatas lantai kotor ruangan itu.
Markus kembali terjatuh dan menopang tubuh dengan lututnya. Pandangan matanya mulai tidak jelas, hal dapat dia lihat secara samar adalah tubuh Namahage yang tergeletak didepannya.
Saat itu anggota Kurassha yang berada di luar telah berbaris di depan pintu masuk. Pemandangan anggota Kurassha yang bersenjata itu semakin membuat AII cemas.
"Sepertinya kita akan berakhir disini" ucap Beni
Sesaat kemudian sebuah mobil lapis baja menabrak semua mobil yang berada di luar bangunan tua. Entah suara keras dari mesin mobil itu atau suara dari mobil yang ditabraknya yang membuat orang-orang dari Kurassha memalingkan pandangan mereka ke belakang dimana mobil lapis baja itu datang semakin dekat dan jelas.
"Mobil itu, kenapa mereka bisa kesini" gumam Riyan saat menyadari kalau itu adalah mobil lapis baja milik Thorn yang dulu menyerang kediaman bos Tirta bersamanya.
Dengan cepatnya mobil itu melakukan drift sehingga sejajar dengan barisan Kurassha yang berada di pintu. Bersamaan dengan itu pintu tengah mobil lapis baja terbuka dan terlihat beberapa orang mengacungkan senjata api.
"Halo teman-teman" ucap Adrian
"Treeeeeeet......"
Rentetan dari senjata api itu menghabisi semua anggota Kurassha yang berdiri disana. Kedatangan orang-orang dari Thorn meski hanya berlima dari mereka dapat menyeimbangkan keadaan .
Bahkan dari mobil lapis baja itu juga ikut turun Fita, Lisa dan Cindy. Kehadiran Cindy tentu membuat Riyan terkejut, namun dia tidak bisa menunjukkan kekhawatirannya saat itu.
Sekarang bukannya anggota Kurassha yang berada di pintu masuk bangunan tua itu, melainkan organisasi Bodyguard terkenal bernama Thorn bersama dengan tiga orang wanita kuat sebagai tambahan kekuatan bagi kelompok Riyan.
"Ah ternyata kau memang berada disini, Hendrik Panser" ucap Heru
"Heru?ternyata ini bisa jadi lebih menarik" ucap Hendrik
Heru memberikan komando kepada anak buahnya untuk menyerang, sayangnya senjata api mereka dijatuhkan oleh kelompok Ju Shin Kira dengan pisau lempar. Perkelahian pun berlanjut dengan tambahan orang.
Saat ini di pihak Kurassha terdapat 7 orang Ju Shin Kira yang masih kuat serta para petinggi Kurassha yaitu Hendrik dan Tom, Aldo yang ingin balas dendam kepada Riyan, Rei bersama tiga pengawalnya Kenjo, Miura dan Harada, di tambah Adiyana yang merupakan ketua dari wilayah Bali.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain setelah para junior AII dikalahkan, Agen AII yang masih bisa bertarung yaitu Julian, Riyan, Maria, Beni, Sony, dan Fita yang baru saja tiba. Rekan mereka Prof Gema, Lisa dan Cindy. Ditambah robot BANE dan pasukan dari Thorn yang juga baru tiba yaitu Heru, Adrian, Lei, Hendri dan Jonathan.