
Kumpulan awan hitam berkumpul membuat langit tiba-tiba berubah warna, gemuruh yang berbunyi bersamaan dengan angin bertiup sepoi memberi pertanda bahwa hujan akan segera turun.
Di tepi jalan di tanah berumput yang tidak terlalu luas, anggota Kurassha dan anggota AII sekarang tengah bertarung disana.
Kala itu Fita baru saja membanting salah satu anggota kurassha yang menyerang mereka, begitu juga dengan Beni yang melemparkan salah satu lainnya ke pohon dekat situ.
"siapa orang-orang itu?" ucap Fita ketika melihat Riyan bersama temannya berhadapan dengan Aldo dan yang lain
"entahlah, tapi sepertinya mereka teman-teman Riyan" balas Beni
Kedua orang itu kembali bertarung melawan anggota kurassha. Meski jumlah lawan banyak, kemampuan agen AII yang telah terlatih mampu menghadapi lima orang sekaligus sehingga menghadapi anggota kurassha itu bukanlah masalah besar.
Disisi lain, dua orang asing anggota NOZ begitu juga dengan Aldo meminum serum yang diberikan kepada mereka. Steve dan Aldo meminum serum kecepatan, sedang James meminum serum penambah kekuatan fisik.
Pertarungan mereka pun diawali dengan Aldo yang menerjang dengan tombaknya kearah Cindy terlebih dahulu. Riyan yang ingin menghalau tombak itu tiba-tiba terhalang oleh tinju Steve yang menyerangnya.
Riyan terpaksa menghadapi Steve sejenak sambil terus menghawatirkan Cindy. Dengan kecepatan mode II, Steve harusnya tidak bisa mengimbangi kecepatan Riyan. Akan tetapi serum peningkatan kecepatan ditambah sepatu dan sarung tangan yang dikenakan Steve, membuatnya bisa seimbang dengan Riyan.
Hujan pun turun menyirami perkelahian yang terjadi di tepi jalan batas kota Muriya itu. Sesekali Riyan melihat kearah Cindy dan Aldo untuk melihat keadaan Cindy, hingga akhirnya tinju Steve membuat Riyan melayang dan menghantam pohon kecil hingga tumbang.
Riyan yang masih dalam posisi duduk dengan bersandar pada potongan pohon yang tumbang, kembali melihat kearah Cindy. Tidak seperti yang Riyan perkirakan, kemampuan Cindy ternyata berkembang diluar dugaannya.
Dengan hanya mengenakan sarung tangan besi miliknya, Cindy mampu menahan dan menghindari serangan tombak Aldo bahkan melancarkan serangan balik.
"ternyata kekhawatiranku berlebihan" ucap Riyan tersenyum
Sebuah tendangan dengan sepatu besi melayang dengan cepat kearah wajah Riyan.
"bruuuk" batang pohon hancur akibat kaki Steve yang berusaha menendang Riyan menghantam pohon tumbang tempat Riyan baru saja bersandar.
Riyan yang sudah tidak ada ditempatnya semula, membuat Steve kaget. Kecepatan yang dimiliki Steve saat ini harusnya seimbang dengan kecepatan Riyan. Akan tetapi Saat itu Riyan telah berdiri dibelakang Steve tanpa terlihat olehnya.
Riyan memainkan katana miliknya ditengah hujan yang turun semakin deras. Dengan memegang katana itu sejajar pergelangan tangan hingga siku, Riyan kemudian memasang kuda-kuda sundang sungai.
"ayo kita mulai lagi" ucap Riyan
Di lokasi yang tidak jauh dari situ, Lisa dengan pedangnya beradu dengan wechas milik James yang berupa tongkat dimana sabit besar terpasang di ujungnya seperti dewa kematian.
Percikan air berasal dari rumput yang mereka injak, senantiasa mengikuti irama gerakan keduanya. Dengan kemampuan peningkatan yang sama, Lisa dan James mengandalkan keahlian beladiri mereka masing-masing untuk mengalahkan satu sama lain.
Hanya saja dengan serum kekuatan yang diminum James sebelumnya, membuat Lisa tidak bisa menangkis sabit itu lebih lama dan tendangan dari James membuat tubuh Lisa terpaksa terseret mundur.
"seingat ku kau dulu lebih kuat dari ini, ayolah jangan mengecewakanku " ejek James
__ADS_1
"kalau itu mau mu, baiklah. Kita buat ini seimbang " Lisa kemudian meminum serum kekuatan yang disimpannya di saku celana olah raga.
Prof Gema yang berubah menjadi manusia besi, bertarung melawan robot BETA. Tanpa pengetahuan ilmu bela diri, Prof Gema hanya mengandalkan kekuatannya untuk melawan robot itu. Hanya saja robot itu sangat kuat ditambah tendangan gerakan capoera membuat prof Gema terlempar hingga. Rerumputan yang ada di tanah tempa prof Gema mendarat ikut terkoyak akibat tubuh besinya.
"sial" guam prof Gema
Disaat yang sama, James terpukul mudur oleh perlawanan Lisa hingga harus menjauh. Meski menggunakan serum yang sama, rutinitas Lisa yang sering latih tanding dengan Cindy membuat Lisa terbiasa menghadapi lawan cepat dan mencari peluang menyerang.
"habisi mereka semua " teriak James
Robot BANE yang mendengar perintah James, kemudian menembakkan laser dari matanya mengarah ke prof Gema. Untungnya prof Gema sempat berdiri dan menghindari serangan robot itu.
Disisi lain mata Aldo sedikit berkedip akibat air hujan yang terpercik. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Cindy, cakar naga petir menyerang Aldo dengan cepat hingga membuat Aldo terjatuh.
Tiba-tiba seberkas sinar laser terlihat mengarah kepada Cindy setelah berhasil membuat jatuh Aldo. Untungnya Cindy dapat mengantisipasi serangan itu dengan melompat mundur dalam waktu singkat untuk menghindari sinar tersebut.
Akibatnya sebuah pohon besar terbakar dan tumbang ditengah hujan akibat serangan laser robot BANE. Prof Gema kembali melawan robot itu untuk menahan gerakannya.
Bersamaan dengan itu, Aldo juga tidak ingin melepaskan kesempatan itu. Dia melemparkan tombaknya kearah Cindy yang baru saja memijakkan kakinya di tanah. Cindy yang baru saja mendarat kehilangan momentum pada tubuhnya untuk menghindar.
Cindy pun berusaha menahan tombak itu untuk melindungi dirinya dengan menutupi kepalanya menggunakan kedua sarung tangan besi miliknya.
"teeng"
Perisai hitam menghilang dan berubah menjadi tombak hitam yang menyerang Aldo yang sedang mendekat. Terlihat Riyan sedang berdiri di depan Cindy dengan katana di tangan kanan dan tangan kiri merentang kedepan mengendalikan tombak yang menyerang Aldo.
Sayangnya Aldo terus mundur hingga membuat jarak Aldo sekarang berada diluar jangkauan tombak Riyan.
"orang ini hebat, apa Steve sudah dikalahkan" pikir Aldo ketika melihat sosok hitam itu.
Tidak jauh dari sana, terlihat Steve kembali terbaring di tas tanah dengan begitu banyak luka yang cukup besar melintang di tubuhnya.
Riyan kemudian menyerap kembali material nano berbentuk tombak tersebut.
"kamu tidak apa?" tanya Riyan
"ya" sahut Cindy dengan baju olahraga yang basah kuyup
Saat itu seluruh anggota kurassha telah dikalahkan, Fita dan Beni bersandar pada pohon besar dibawah hujan yang sudah berkurang untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Riyan menoleh kearah rekan-rekannya itu, Beni membalas tatapan Riyan dengan menganggukkan kepalanya kepada Riyan agar Riyan tidak perlu menghawatirkan mereka dan fokus melakukan tugasnya.
"bantulah mereka!aku bisa menghadapi Aldo" ucap Cindy
__ADS_1
Tanpa membalas perkataan dari kekasihnya itu, tiba-tiba Riyan kembali menghilang meninggalkan genangan air yang tersibak ditanah.
"percaya diri sekali" ucap Aldo melihat Riyan yang telah pergi
Cindy yang telah berdiri dibawah guyuran hujan kembali menyerang Aldo yang sudah bersiap dengan tombaknya. Cindy menyerang dengan jurus naga langitnya, Aldo yang sudah belajar berbagai seni beladiri sedikit santai menghadapi Cindy.
"hiaaaat" teriak Cindy
Sebuah serangan yang awalnya berupa cakar tiba-tiba berubah menjadi tinju kecil. Namun serangan tinju kecil itu, bahkan Aldo yang sudah menahan menggunakan tombaknya tetap terseret mundur kebelakang.
"kau lebih hebat dari tahun lalu, sepertinya kau juga berlatih keras ya" ucap Aldo
Cindy tidak membalas perkataan Aldo, dia kembali mengepalkan tangan mungilnya yang memercikkan sedikit listrik kemudian kembali menyerang Aldo.
Robot BANE sekarang tengah menyerang Lisa, sedang prof Gema melawan James. Mereka sesekali berganti lawan menyerang karena jarak yang berdekatan.
Ditengah pertarungan Lisa dan robot BANE, Riyan tiba-tiba muncul di samping robot BANE. Bukan hanya James, bahkan prof Gema dan Lisa terkejut dengan kehadiran Riyan.
James terus melancarkan serangan menggunakan sabit besarnya yang terus ditahan oleh Lisa. Riyan berniat untuk memasang alat yang diberikan oleh Beni dengan menyerang leher robot besar itu. Sayangnya robot itu malah melakukan gerakan salto kebelakang sambil melakukan tendangan.
"robot itu sangat kuat" gumam Beni
Riyan terus menyerang robot BANE, namun robot itu kembali melakukan gerakan capoera untuk melawan Riyan. Meski menggunakan sundang sungai dan pedang, tubuh robot itu tidak tergores. Riyan semakin tidak mengerti, bahkan setelah dia menggunakan mode II dan sundang sungai, masih belum bisa mengalahkan robot itu.
Sekarang robot BANE berbalik dan melakukan tendangan tinggi sebanyak tiga kali sehingga membuat Riyan mundur.
"prof bantulah Riyan" ucap Lisa
Saat itu Lisa terus menghadapi James, dentingan senjata keduanya mengibas air hujan. Mengikuti permintaan Lisa, prof Gema kemudian menyerang robot BANE. Prof hanya bisa bertahan sejenak tanpa bisa sekalipun memukul robot itu.
"Alpha"
[Sepertinya robot itu sangat canggih, sepertinya dia menggunakan beladiri capoera asal Brazil]
"tubuh keras dan cepat ditambah memiliki beladiri, apa kau punya cara mengalahkannya?" gumam Riyan
[mungkin serangan listrik bisa sedikit mengganggu sistemnya]
"listrik ya, satu-satunya yang bisa mengeluarkan listrik adalah Cindy" ucap Riyan memandang kekasihnya yang tengah bertarung.
"Professor, tolong tahan robot itu selama satu menit!" pinta Riyan
"kau mau kemana?" teriak Prof Gema
__ADS_1
"Membuka jalan mengalahkan robot itu" sahut Riyan yang kemudian mengaktifkan pedang oriental sehingga dua tangannya kini memegang satu pedang dan satu katana.