
*Kediaman Prof Gema*
Sore itu Riyan yang baru tiba disana, disambut oleh Lisa dan langsung dibawa menuju ruang kerja prof Gema. Di dalam ruangan tersebut Riyan diperlihatkan Luxerion, kemudian prof Gema menanyakan pendapat Riyan mengenai alat tersebut.
"Kalau untuk melawan penjahat, Alat ini agak berat, juga terlalu besar untuk dipakai dan dibawa kemana-mana" ucap Riyan
"Itu yang kami pikirkan, namun berbagai upaya telah dicoba dan alat ini tidak bisa kami buat lebih kecil lagi" jelas prof Gema
"Lalu apa hubungannya dengan saya prof?apa prof ingin saya yang memakainya?" tanya Riyan
"nano teknologi, hanya itu yang dapat memungkinkan benda ini bisa disamarkan" balas prof Gema
Prof Gema kemudian meminta Riyan mencari informasi mengenai pengolahan nano material yang dilakukan Dr Albert melalui Alpha. Riyan kemudian meminta Alpha untuk mencari informasi yang berkaitan dengan nano material.
Beberapa saat kemudian semua informasi masuk secara langsung di kepala Riyan. Dari situ Riyan memberitahukan kepada prof Gema bagaimana cara menjadikan nano material sebuah benda yang dikembangkan oleh organisasi NOZ, khususnya Dr Albert.
Riyan menuliskan pengetahuan yang didapatnya kedalam sebuah buku yang kemudian diserahkan kepada Prof Gema. Tertulis di dalam catatan Riyan bahwa untuk mengubah benda menjadi nano material dan memiliki dua bentuk fisik memerlukan sebuah alat khusus.
Untungnya alat tersebut juga tertulis dibuku yang Riyan tulis sehingga alat tersebut bisa dibuat apabila memiliki peralatan, perlengkapan dan bahan yang cukup. Sebagian besar dari peralatannya bisa dibuat, namun beberapa material dasar tergolong sulit ditemukan.
Ditambah lagi permasalahan program untuk menjalankannya yang sama sekali tidak ada dalam informasi yang diberikan Alpha. Dengan hanya bermodalkan konsep fungsi dan cetak biru dari alat untuk mengubah benda menjadi nano material, Prof Gema berniat meminta bantuan kembali kepada Rahul.
"Aku akan mengirimkan data ini kepada temanku di Delhi, semoga dia bisa membantu" ucap Prof Gema
*Kediaman Aldo*
Disaat yang sama, Fita dan Benji tiba di rumah Aldo. Tidak jauh dari gerbang depan kediaman Aldo, mereka melakukan pengintaian dari dalam mobil minibus putih yang mereka gunakan.
Seperti yang dilakukan Julian sebelumnya, Beni mengeluarkan robot lebah pengintai dan mengendalikannya hingga memasuki tempat itu.
Robot kecil itu terbang melewati halaman rumah kemudian masuk ke bagian dalam hingga sampai di ruang tamu. Hanya beberapa pengawal yang terlihat disana, tidak terlihat keberadaan Aldo.
Robot lebah kembali menyusuri tempat itu hingga akhirnya tanpa sengaja memasuki kamar James melalui ventilasi udara.
Itu adalah kamar dengan ukuran deluxe tertata rapi dan mewah, bahkan terdapat meja dan kursi tamu disana. Robot lebah terus terbang dan berhenti diatas lampu hias yang berada tepat di tengah kamar.
Beni memutar pandangan robot lebah untuk memeriksa keadaan disana. Gerakan kepala robot lebah berhenti ketika di layar Beni terlihat sebuah robot besar yang ada dipojok ruangan.
"Apa itu robotnya?terlihat sedikit berbeda dari yang kita lihat di video" ucap Fita
"terlihat mirip, mungkin sebaiknya kita periksa sedikit lebih dekat" balas Beni kembali menggerakkan robotnya
"Shuuut" tiba-tiba robot besar itu mengarahkan matanya kepada robot lebah dan menembakkan laser hingga membuat robot kecil itu hancur.
Layar monitor di komputer Beni berhenti menampilkan gambar ruangan James.
__ADS_1
"Bagaimana bisa robot itu mendeteksi robot lebah kita" ucap Beni sedikit heran
Beni kemudian mengeluarkan dua robot lainnya yang tersisa dan membuat keduanya bergerak memasuki rumah Aldo kembali. Kali ini dia meninggalkan robot itu di ruang makan dan tanaman yang ada di depan pintu masuk rumah.
"Selesai" ucap Beni sambil menggeliatkan badannya
"Apa maksudmu selesai?" tanya Fita
"Kita tunggu saja sambil istirahat" Beni merebahkan tubuhnya pada ranjang kecil yang ada di mobil itu.
***
Langit senja menandakan hari hampir menjelang malam. Sebelum bergerak, Beni dan Fita masih menunggu adanya informasi penting lainnya selain posisi robot yang diketahui ada dikamar itu.
James yang baru saja keluar dari kamar mandi, mengganti pakaiannya dengan kaos yang lebih santai. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu kamar James.
Begitu pintu dibuka, Steve tengah berdiri di depan pintu itu. Terlihat seperti ada yang ingin dibicarakan, James pun menyuruh Steve untuk masuk ke dalam kamarnya dan mempersilahkan duduk di kursi yang tersedia disana.
"ada apa ? " tanya James
"atasan baru saja menghubungiku " ucap Steve
"lalu ? "
"Kenapa mereka terburu-buru sekali, lagi pula uji coba sudah dilakukan di negara-negara kuat kan " ucap James
"Mereka bilang itu untuk memancing orang yang memakai armor hitam itu muncul " balas Steve mengambil minuman botol yang ada diatas meja.
"Bukannya sosok itu muncul di Nevada ? " tanya James heran
"Kau itu terlalu lama di ruang kerjamu, kematian Brian terjadi di negara ini, dan terakhir kali Thomas meninggalkan Brian adalah di Kota bernama Muriya yang akan kita kunjungi besok " jelas Steve
Brian merupakan salah satu dari orang yang mendapatkan peningkatan kemampuan sama seperti Thomas dan Steve. Tersadar dengan ucapannya sendiri, Steve tertegun hingga membuat James heran.
"Ada apa?tidak biasanya kau terdiam " ucap James
"Aku hanya teringat kalau waktu itu di pantai aku bertarung dengan orang yang menggunakan armor hitam, apa mungkin itu dia ? " ucap Steve
Banyaknya titik pertemuan yang berbeda dan jauh, membuat James berasumsi kalau orang yang mengenakan armor hitam itu tidak seorang diri.
"Kalau benar, kemungkinan sosok itu lebih dari satu orang. Mungkin saja sebuah organisasi, kalau seperti itu pantas saja atasan meminta cepat melakukan gerakan " sahut James
"Tok..tok..tok"
Suara ketukan pintu memecahkan pemikiran mereka. Steve kemudian berdiri untuk membukakan pintu. Seorang pelayan yang merupakan wanita muda terlihat ketika pintu dibuka.
__ADS_1
"Makan malam siap tuan, anda diminta ke ruang makan " ucap wanita itu
"Baiklah, terima kasih " balas Steve
Wanita itu tetap menunggu di tempatnya berdiri. Steve kembali kedalam dan mengajak James untuk makan malam.
"Tunggu disini ! " ucap James kepada robotnya yang ada disana
Kedua orang itu pun meninggalkan kamar itu dan menuju ruang makan diantar oleh wanita yang menyambut mereka.
Di ruang makan, Aldo dan beberapa tangan kanannya telah terlebih dahulu duduk disana. Dia pun berdiri dari kursinya untuk menyambut kedua tamu istimewa itu.
Di saat yang sama dalam mobil mini bus, Fita menyaksikan orang-orang itu berkumpul di ruang makan. Tanpa pikir panjang dia menggerakkan tubuh Beni yang tengah berbaring memainkan rubik untuk memberitahukan apa yang dilihatnya di monitor.
"Lihat ini!" ucap Fita sedikit keras
Beni seketika bangkit dari kasurnya, kemudian memperkeras volume suara sehingga dapat terdengar percakapan di ruang makan tersebut.
Dari percakapan yang mereka dengar melalui robot kecil yang diletakkan diruang makan, Beni dan Fita mendapat informasi kalau Aldo dan dua orang asing itu akan pergi ke kota Muriya besok untuk menjalankan sebuah rencana yang berkaitan dengan robot. Hanya saja tidak disebutkan operasi apa yang dimaksud oleh orang-orang itu.
Fita berhenti mengawasi monitor kemudian mengenakan rompi dan membawa beberapa perlengkapannya. Melihat rekannya itu, Beni heran kemudian menanyakan apa yang akan Clafita lakukan.
Ternyata Clafita ingin menyelinap kedalam rumah besar yang seperti benteng itu, dia bermaksud menghancurkan robot milik NOZ sebelum aksinya dimulai.
"Aku yakin besok mereka akan menggunakan robot itu, kita harus mencegahnya sekarang" ucap Fita
Beni melarang Fita untuk meneruskan niatnya dengan alasan tidak mudah untuk masuk ke sana terlebih lagi keluar, ditambah menghancurkan robot itu bukan perkara yang mudah dilakukan.
"Jangan konyol, robot itu bahkan bisa menahan bom. Lagi pula kau lihat bagaimana robot itu menghancurkan lebah pengintai kita kan?robot itu bahkan bisa mendeteksi gerakan sekecil itu, bagaimana kau bisa mendekat? " ucap Beni
Fika kemudian terdiam merasa apa yang dikatakan oleh Beni merupakan hal yang benar.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Fika
"Sepertinya kita akan kembali ke Muriya, kau beritahu Riyan mengenai hal ini. Kita harus menghentikan apapun rencana mereka besok" ucap Beni
"Tapi bagaimana menghadapi robot itu besok?" ucap Fita
"Jangan khawatir, akan kucari cara melawan robot itu. AII merekrutku bukan karena otot kau tau?" ucap Beni dengan senyuman
Beni kemudian berdiri mengambil kotak hitam berukuran 30cm persegi, meletakkannya disamping komputer dan membukanya. Benda itu terlihat seperti laptop kecil, Beni kemudian menarik kabel yang ada di kotak tersebut dan menghubungkan kotak itu dengan komputer yang mereka gunakan untuk mengintai.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Fita
"Lihat saja nanti" ucap Beni
__ADS_1