Nano System

Nano System
Episode 112 Hacking Program


__ADS_3

"ting,,ting,,,ting"


Tombak milik Aldo membentur sarung tangan yang dikenakan Cindy secara terus menerus, hal itu membuat Aldo kesal. Diapun mulai serius menghadapi Cindy, Aldo menyerang Cindy dengan jurus tombak 8 tingkat yang diajarkan salah satu master kungfu China padanya saat di Amerika.


Jurus itu memang tergolong jurus yang hebat, permainan tombak Aldo membuat Cindy kesulitan. Ketika tombak Aldo bergerak lurus mengincar leher Cindy, serangan itu berhasil digagalkan. Dengan punggung tangan yang berlapis besi, Cindy menghalangi tombak itu. Namun Aldo segera memutar posisi tombaknya dan memukulkan ketubuh bagian dalam Cindy.


Aldo yang terus menekan Cindy, membuat Cindy terpaksa memutuskan akan menggunakan jurus hukuman naga petir miliknya. Tubuh Cindy kemudian memulai gerakan pembuka hukuman naga petir dan siap melancarkan serangan.


Begitu Cindy siap untuk menyerang, Riyan muncul di depannya. Kemudian dengan pedang oriental miliknya menebas tombak Aldo dan melakukan tusukan dengan katana di tangan kanannya. Aldo pun melompat menjauh untuk menghindari tusukan katana Riyan.


"Aku bisa mengatasinya sendiri kok" ucap Cindy


"Aku tau, hanya saja jurus mu itu bukan untuk dia" sahut Riyan


Aldo kembali melompat maju dan dengan percaya diri menusukkan tombak panjangnya kearah Riyan berkali-kali. Tangan Riyan menggenggam erat katana di tangan kanannya, dengan sekuat tenaga dia menebaskan katana itu kepada tombak Aldo.


Seketika tombak Aldo patah dan ujungnya terjatuh menancap diatas tanah. Ujung pedang Riyan mengacung tepat didepan leher Aldo, perasaan ragu untuk menghabisi Aldo muncul di hati Riyan karena tidak mau Cindy melihat sebuah pembunuhan.


Melihat hal itu, Aldo mengambil kesempatan menggunakan pisau yang disembunyikan dibelakang pakaiannya dan mencoba menusuk Riyan.


"Buuuuk"


Pukulan keras dari tangan mungil Cindy tepat mengenai dada Aldo dan membuatnya melayang jauh hingga melewati jalan raya. Beberapa rusuknya patah dan darah mengalir dari mulutnya, nafasnya sesak serta tubuhnya kesulitan untuk bergerak.


"Walau terkena pun, pisau itu tidak akan bisa melukaiku" ucap Riyan


"Aku tau, hanya saja ingin menggunakan jurus ini padanya" sahur Cindy


Riyan kemudian mengajak Cindy melawan robot BANE. Saat itu Prof Gema sudah sangat kelelahan menahan pergerakan robot besar itu. Kelelahan itu bahkan membuat prof Gema kembali ke wujud manusianya.


Robot BANE melakukan tembakan laser dari jarak dekat mengarah kepada prof Gema. Disaat yang bersamaan, Lisa juga mendapatkan luka sayatan dari sabit milik James pada bagian bawah bahu kiri meski tidak dalam. Serangan berikutnya dari James membuat pedang Lisa terlepas dari tangannya.


"matilah!" ucap James


Prof Gema yang telah kehilangan tubuh besi dan kelelahan, khawatir dengan serangan laser jarak dekat yang sudah pasti tidak bisa dihindarinya. Untunglah saat itu Cindy meningkatkan kecepatannya secara instant hingga tiba diantara prof Gema dan robot BANE tepat waktu.


Laser yang keluar dari mata robot BANE mengarah lurus kelangit akibat upper cut Cindy. Prof Gema bernafas lega atas pertolongan Cindy, sedang Robot Bane tertegun tidak bergerak selama beberapa detik akibat tinju yang masih memercikkan sedikit listrik di tangannya.


Disisi lain, sabit besar yang diayunkan James untuk menyerang Lisa tertahan oleh pedang oriental.


"kau masih hidup?" ucap James yang kaget dengan Riyan yang muncul tiba-tiba.


Sadar dengan kecepatan lawan yang tidak bisa diimbanginya, James memutuskan mundur menjauh.

__ADS_1


"kau terluka, sebaiknya istirahat dulu!" ucap Riyan kepada Lisa


"tidak apa, yang pasti jangan sampai dia lolos dan keberadaan kita disni diketahui organisasi NOZ" ucap Lisa yang kemudian Lisa mengambil pedangnya yang terjatuh di atas tanah.


"tentu saja, urusan dengan Kurassa saja belum tuntas" sahut Riyan


Mata James melihat kesana kemari mencari Steve, akhirnya dia melihat tubuh Steve tergeletak di bawah guyuran hujan.


"kenapa Steve tidak bangun?bukankah harusnya kemampuan regenerasinya bisa mengatasi luka apapun. Kalau begini aku akan kalah" pikir James


James kemudian melihat lawan didepannya yang terlihat siap menyerang, kemudian melakukan kalkulasi pertarungan. Steve dan Aldo sudah tumbang, Prof Gema sudah tidak bisa bertarung karena kelelahan. Sisanya dua orang gadis dan satu orang berpakaian hitam.


"Dua gadis itu bukan masalah, masalahnya ada pada orang itu. Kecepatannya melebihi aku, hanya Steve dan robot BANE yang bisa menandingi kecepatannya" pikir James


Sesaat kemudian James berteriak meminta robot BANE untuk berkumpul dengannya. Tentu saja robot itu segera meninggalkan Cindy dan berdiri di depan James.


Hujan mulai mereda, langit membuka sinarnya menerangi arena pertarungan di batas kota itu. James bergerak bersama dengan robot BANE menuju tubuh Steve. Riyan dan kedua gadis menyerang bersamaan namun dihalangi oleh BANE.


"Apa yang dia rencanakan?" pikir Riyan yang terus dihalangi oleh robot BANE.


Kemampuan robot itu sangat merepotkan bagi mereka bertiga, gerakan capoera dari robot itu akhirnya membuat James berhasil menjauh. Riyan kemudian meminta Cindy menyerang dengan menggunakan petirnya.


Hukuman naga petir tingkat kedua digunakan oleh Cindy, sarung tangannya dipenuhi aliran listrik. Dengan bantuan Riyan dan Lisa, akhirnya tinju Cindy berhasil menghantam tubuh robot itu. Dalam beberapa detik robot BANE kembali tertegun tidak bergerak.


Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Riyan dengan menempelkan alat yang diberikan oleh Beni. Alat itu tepat menempel di titik yang diinginkan Beni sehingga efek yang ditimbulkan langsung aktif seketika.


"Kemana mereka?" tanya Riyan heran


Disaat yang sama, James telah selesai mengenakan sarung tangan dan sepatu milik Steve. Tidak sulit untuknya melepas dan mengenakan kedua benda canggih itu.


James berlari mendekati robot BANE yang sedang dikeliling oleh Riyan, Lisa dan Cindy. Melihat James yang mendekat, Riyan juga berlari mendekati James untuk menghalaunya.


Lisa dan Cindy mengerahkan kemampuan mereka untuk menghancurkan robot BANE, namun semua serangan mereka hanya membuat goresan di tubuh baja robot itu.


"Apa robot ini tidak bisa dihancurkan?" Gumam Cindy


"Sepertinya kita perlu peledak berskala besar untuk robot ini" balas Lisa


"Bahkan roket launcher tidak bisa menghancurkan robot itu, apalagi kalau cuma peledak" ucap Fita yang mendekati mereka dengan seragam taktis.


Lisa dan Cindy mengacungkan senjata mereka dan memasang kuda-kuda siap bertarung.


"Tenanglah, kita dipihak yang sama" ucap Fita

__ADS_1


"Siapa kau?" tanya Cindy


"Aku teman Riyan" jawab Fita


Lisa dan Cindy kemudian menurunkan senjata mereka, setelah itu Fita menjelaskan kalau mereka hanya bisa menunggu rekannya menghancurkan program robot yang ada di depan mereka.


Saat itu James mencoba mendekati robot BANE diantara perkelahiannya dengan Riyan. Dia berteriak untuk memberikan perintah, namun robot itu tetap tidak bergerak.


"Apa yang kalian lakukan dengan robot itu?" teriak James yang bergerak cepat kearah tiga orang lawannya


"Kliiing" tebasan sabit besar dari James tertahan katana di tangan kanan Riyan.


Dengan oriental di tangan kirinya Riyan membalas serangan itu, namun kecepatan James yang sudah ditingkatkan mampu menghindari tebasan Riyan.


Kecepatan yang sama diantara keduanya membuat pertarungan jarak dekat itu berlangsung ketat. Disisi lain Cindy dan Lisa atas permintaan Fita berdiri menjaga robot BANE yang masih tidak bergerak.


"Tit...tiiit...tiit"


Alat yang ditempelkan oleh Riyan mengeluarkan bunyi dan memancarkan sedikit cahaya biru.


"Sepertinya sudah dimulai" ucap Fita


Beni yang sudah kembali kedalam mobil, memulai program untuk mengacaukan sistem robot BANE.


"Astaga, banyak sekali firewall yang harus di tembus" gumam Beni sambil terus memainkan komputernya.


Semenit kemudian Beni menemukan sebuah program penghalang terakhir, dia pun terdiam sejenak.


"Eeeeee, sepertinya ada sedikit masalah" ucap Beni melalui alat komunikasinya


Fita yang berada disamping robot Bane bersama Lisa dan Cindy heran mendengar perkataan Beni.


"Ada apa?" tanya Fita


"Setelah menembus Program ini, aku akan bisa masuk program pengendali utamanya. Tapi masalahnya, kalau aku menembus ini maka robot itu akan bergerak" sahut Beni


"Tapi setelah kau selesai, robot itu akan berhenti sepenuhnya kan?" ucap Fita


"Benar, tapi mungkin perlu 3 sampai 5 menit untuk melakukannya. Saat ini Riyan bertarung dengan orang asing itu, dan aku ragu apa kau dan teman-teman Riyan bisa menahan robot besar itu" sahut Beni


Fita mengambil senjatanya dan beberapa perlengkapan lain dari tas yang sudah dibawa dari mobil.


"Kau bersiaplah memulai pekerjaanmu, aku akan membantu menahan robot itu" ucap Fika kemudian keluar sari mobil.

__ADS_1


Lisa dan Cindy ingin pergi membantu Riyan, namun Fita menahan kedua gadis itu karena memerlukan tenaga mereka.


"Teman-teman, kita akan sedikit sibuk disini sebentar lagi" ucap Fita kepada Lisa dan Cindy


__ADS_2