
sudah seminggu sejak kejadian terror yang tertuju untuk Wira, sejak hari itu keadaan selalu tenang, tak ada sedetik pun terdengar suara Lucifero, tak ada terror, tak ada korban jiwa, namun ke khawatiran tetap tidak lepas sama sekali dari pikiran Chastella
ketenangan selalu mendatang kan hal yang tidak terduga contoh nya sebuah bencana. Wira selalu berangkat bersama Revdian untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi
"ternyata lo masih aja yah nempel sama 4 pangeran sekolah, peringatan gue kurang jelas kah" saat ini Chastella sedang bersandar dengan pipi yang memerah bekas sebuah tamparan dari Renjana
"kan apa gue bilang, ohh kerang ajaib tolong enyahkan para cabe dari hadapan saya saat ini juga" ucap Chastella dalam hati, karna tidak mungkin untuk mengatakan nya langsung
"lo gak bisu kan, ini peringatan terakhir kalau dari peringatan kali ini lo masih ngeyel, gue yakinin gak ada hari esok buat lo" Renjana menunjuk wajah Chastella dengan telunjuk nya dan berlalu meninggalkan taman belakang
Chastella melihat Renjana keluar hanya dengan Layla, Fara masih dalam perawatan namun para guru bilang bahwa dia sudah membaik dan sudah dalam proses di mintai kesaksian untuk kasus nya
"mau gue peringatin mereka?" lamunan Chastella pecah karna sebuah minuman kaleng dingin menempel di pipi lebam nya
"nyokap lo pasti mencak mencak lagi kalau ngeliat pipi anak kesayangan nya jadi begini" Eneas mengelus pipi Chastella
"gue gapapa jadi gak perlu kasih peringatan apapun sama mereka, gue cuman khawatir bukan gue yang bertindak tapi Lucifero" Chastella mengambil alih minuman kaleng tersebut dan duduk di bangku taman
ting
Eneas memeriksa ponsel nya lalu membuka sebuah pesan, mendengar ponsel Eneas bersuara, Chastella pun ikut mendekati nya
"siapa?" Eneas menatap ke arah Chastella yang memancarkan ke khawatiran, Eneas mengelus kepala Chastella lalu menunjukkan ponsel nya
"kembaran lo, katanya kita di suruh ke mading utama, ada pengumuman" mendengar hal tersebut Chastella tampak lega
"kalau gitu lo duluan, gue nyusul" Eneas mengangguk lalu berlalu meninggalkan Chastella
saat ini mading utama sudah sangat penuh oleh banyak siswa yang berkerumunan hingga rasanya sangat sesak, bahkan di kerumunan sebelah kanan Chastella melihat Misaki dan Ivona
"santai dong, rusuh amat kayak pembagian sembako" Wira berteriak membuat para siswa yang tadi nya berdesak desakan penuh emosi saat ini sudah mulai tenang
"boleh juga Wira, lagi pun dia kagak jelek, di tambah tajir haha. jaga-jaga kali yah toh cowok gue masih berharap sama mantan nya, kata Nathan juga apa yang di harapkan" Chastella yang asik dengan pikiran nya seketika sadar karna bahu nya yang tersenggol dan dilihat nya pelaku tersebut adalah Renjana, Chastella hanya menundukkan kepala nya bukan karna takut atau akting namun saat ini ia sedang menahan emosi
namun ia tak sadar bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan nya bahkan sejak saat di taman belakang, menatap nya dengan datar lalu mengetik sesuatu di ponsel nya
mading sudah sepi karna pengumuman yang tertempel di mading sekolah di pulangkan lebih cepat, bukan hanya mading dalam sekejap sekolah pun mulai sepi
"camping? emang masih zaman yah camping?" ucap Chastella yang baru saja dapat kesempatan melihat pengumuman karna sedari tadi dia mengalah dengan yang lain
__ADS_1
"emang menurut lo sejak kapan camping jadi gak zaman tella" jawab Nathan
"zaman selalu sih, yah bagus deh kalau ke hutan atau gunung, selama gak kelaut" -Chastella
"thalassophobia? tapi kan gak diving" -Nathan
"merinding weh" Chastella meninggalkan Nathan yang tampak berpikir menuju kelas, tentu saja mengikuti siswa lain pulang
"lo udah gue daftarin ikut camping lusa" ucap Eneas lalu memberikan tas Chastella
"padahal mager" jawab Chastella seadanya
"tugas segunung kalau gak ikut" -Eneas
.
.
hari keberangkatan
seluruh posisi duduk telah di tentukan oleh panitia, mereka berpasangan dengan teman sebangku mereka di kelas, seperti saat ini Chastella yang sebangku dengan Nathan
"anggap aja deh yah ini keberuntungan gue karna duduk sama abang sendiri, jadi kagak awkward" ucap Chastella yang sedang berusaha membuka cemilan yang dia bawa
"duh apa gue pacaran sama lo aja yah" -Chastella
"lah nanti N menduda lagi kalau di tinggal tella" tiba-tiba Wira muncul dari bangku di depan Chastella
"nanti berubah genre kalau tella sama Nathan" kali ini yang berbicara Revdian
"siapa lo manggil cewek gue 'tella' hah" Eneas mendekati Revdian dan Wira lalu menjitak mereka berdua, bangku Eneas dan Alfred tepat berada di setelah bangku Nathan
"bukan cewek lo!" sewot Nathan, baru Eneas ingin menjawab tiba-tiba salah satu guru yang berada di bis mereka memberitahukan bahwa bis akan berangkat dan menyuruh seluruh siswa untuk duduk dengan tenang
dalam perjalanan tidak ada kegiatan apapun karna ini masih sangat pagi maka seluruh siswa sibuk menyambung waktu tidur mereka yang terputus, begitu juga dengan Chastella yang saat ini sedang mencoba tertidur dengan earphone di telinga nya, namun tiba-tiba terdengar suara ponsel nya yang menandakan pesan masuk
tanpa curiga Chastella membuka pesan tersebut, sedetik kemudian Chastella meremas lengan Nathan hingga saudara nya bangun, Chastella berusaha agar tidak mengeluarkan suara ribut
"kenapa?" meraih ponsel Chastella dan membaca pesan masuk
__ADS_1
+62 300 **** *066 : selamat bersenang-senang, aku bakal mempersembahkan pertunjukkan yang luar biasa, hutan tempat yang gak buruk untuk adegan berdarah, selamat menikmati
rahang Nathan mengeras, ia pun melirik ke arah Eneas yang entah sejak kapan sudah memperhatikan mereka, Nathan memberikan ponsel Chastella kepada Eneas dan ia pun berusaha menenangkan saudara nya
mereka berusaha sebisa mungkin untuk tak membuat keributan karna teman-teman nya sedang tertidur
"kemungkinan Layla atau Renjana, tapi gue gak mungkin terus di sisi mereka jadi gue bakal minta Misaki dan Ivona yang nempel sama mereka, seharusnya berhasil karna Renjana gak ada masalah apapun sama mereka, terlebih mereka berpenampilan sesuai standar pertemanan Renjana"
"gue bakal jagain Chastella, lo jagain dua curut ini dan Alfred yang bakal gue minta untuk jaga Misaki dan Ivona" Eneas menjelaskan satu-satu nya strategi yang saat ini terlintas di kepala nya, karna hanya itu yang saat ini terlihat menjamin sedikit keberhasilan
Eneas mengelus surai Chastella dengan lembut lalu beralih ke pipi yang saat ini sudah mengeluarkan air mata
"kenapa lo yang jaga Chastella? Kan ada gue N" kesal Nathan namun masih dalam nada suara yang rendah
"kok itu yang lo permasalahin, lo yang lebih bisa ngatur mereka, lo tau sendiri kalau mereka sama gue selalu ada aja ide gila nya" jawab Eneas yang saat ini masih berdiri dekat bangku Nathan
"loh gue gak perduli kalau itu, kan urusan lo sama mereka" -Nathan
"kalau mereka taruhan lagi dan berhubungan sama Chastella, lo juga gak perduli?" pancing Eneas dan benar saja sejak kepindahan Chastella ke Indonesia membuat Nathan sangat sensitive jika berhubungan dengan kembaran nya
"sialan! Fine, tapi kalau sama lo Chastella kenapa-kenapa lo gue buang ke hutan" ancam Nathan
"clif kayak nya N bukan yang kayak tella deh, kayak nya N gak buta jalan jadi mungkin dia bisa pulang lagi kalau di buang ke hutan" Chastella berbicara dengan air mata yang masih mengalir, Eneas terkekeh mendengar pernyataan dari gadis nya
"nanti clif buang ke laut biar tenggelem" ucap Nathan sengit
"tapi gue bisa berenang" jawab Eneas santai
"ke gunung biar gak bisa pulang lo" Nathan akhirnya terlihat tak mau kalah
"lo tau sendiri gue anak pramuka, gue pendaki, gue cinta diving, gue pria yang punya segala nya" jawab Eneas dengan percaya diri nya, yang membuat Nathan pun memutar bola matanya
"terus apa yang gak lo bisa" tanya Nathan
"kehilangan saudara lo" jawab Eneas asal
"kampret banget" -Nathan
"tapi kenapa lo jadi orang gak curigaan banget sih, pake sedikit dong kecurigaan lo, udah ngehadapin banyak insiden juga" bagaimana pun Nathan geram melihat kelakuan saudara nya, sejak kapan saudara nya ini melonggarkan kewaspadaan nya padahal tella kecil selalu merasa curiga pada apapun
__ADS_1
"sekarang lo tenang, gue sama yang lain gak akan biarin dia nyentuh lo, terlebih di liat dari target nya selama ini kemungkinan mereka ngincer yang ada hubungan nya sama lo kan, jadi lo gak perlu khawatir" Eneas kembali ke tempat duduk nya melihat ada beberapa sides yang mulai terbangun
"yang jadi masalahnya apa gue yakin kalau kali ini orang yang berhubungan sama Chastella target nya, tapi biasanya gitu kan? tapi entah ke apa firasat gue buruk tentang kemah kali ini" Eneas tak sadar ternyata dia melupakan sesuatu