Obsesi

Obsesi
saat nya pergi


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa tiba saatnya untuk yoona berangkat ke kota seoul.


sebelum pergi yoona terus menerus cek barang-barang nya yg akan dia bawa ke seoul.


termasuk berkas untuk daftar ulangnya.


"sayang,disana harus jaga diri baik-baik ya .ini ada sedikit tabungan untuk kamu disana,berhematlah karena itu kota besar." ucap ibu yoona sambil memberikan uang tabungan untuk bekal anak nya di seoul.


ibunya tau persis kota seoul itu seperti apa,karena almarhum ayah yoona berasal dari sana.


yoona memeluk ibunya sangat lama.


"yoona akan ingat semua nasehat ibu,yoona juga khawatir meninggalkan ibu sendrian dirumah.tapi ini demi masa depan yoona dan demi ibu juga.ibu harus jaga kesehatan ibu ya,jangan terlalu lelah bekerja" yoona melepas pelukan ibu nya dan menggantinya dengan menggenggam tangannya.


"iya sayang,ibu pasti jaga kesehatan ibu demi kamu" sambik tersenyum bahagia kedua nya berpelukan sekali lagi


"yoona pamit pergi bu" yoona pergi sambil mencium pipi ibu nya


berat sangat berat untuk mereka berdua berpisah.tapi mereka harus sampingkan ego keduanya demi masa depan yoona yg lebih baik.


ibu nya juga tidak ingin nasib yoona sepertinya,kerja sebagai pembuat roti di toko orang lain dengan upah yg sangat murah.


"ya sayang,hati-hati.beri kabar kepada ibu jika telah sampai di seoul"


"oke bu"


bus yg mengantar yoona segera jalan pergi meningalkan kota kelahirannya.


sepanjang perjalanan yoona hanya bisa berdoa dan berharap ibu nya akan baik-baik saja selama dia kuliah di seoul.


setengah perjalanan bus berhenti karena ada penumpang yg akan ikut dalam bus tersebut..


penumpang tersebut langsung duduk di samping yoona tanpa basa basi dan permisi.


yoona terkejut dan memperhatikan sekitar dalam bus.


lalu yoona mengerti bahwa hanya bangku di sampingnya lah yg kosong.jadi wajar saja penumpang itu duduk di samping nya.


yoona melirik penumpang tersebut "wahh tampan juga ni cowok" ungkapnya dalam hati


"tidak pernah lihat cowok tampan ya?" kata cowok itu seperti tau apa yg sedang di fikirkan yoona


"maksud kamu apa?" yoona terkejud dan salah tingkah di buat nya


cowok itu langsung menghadap yoona


"aku tau kamu dari tadi melirik ke arah ku.jadi aku tanya seperti itu" cowok itu tersenyum manis kepada yoona


dunia yoona langsung penuh bunga-bunga di udara


"aku cuma mau pastikan kalau yg duduk di samping ku beneran manusia apa bukan" elaknya


"ya jelas la aku manusia,mana ada hantu setampan ini" ucap nya sambil tertawa pelan


"kamu lucu juga.aku kim yohan,kamu?" sambil mengulukan tangannya kepada yoona


"aku yoona" dan membalas uluran tangan yohan


"ok,kamu mau kemana?"


"aku mau ke seoul dan menetap disana"


yoona menceritakan kisah nya kenapa dia akan menetap diseoul kepada cowok yg barusan saja dia kenal dan yohan akan membantu yoona untuk mencari tempat tinggal di sana.


yoona seharusnya tidak langsung percaya kepada orang yg baru saja dia kenal.


yohan membantunya mencari tempat tinggal punya maksud yg sangat buruk.


sepanjang perjalanan yoona dan yohan terus bercerita tentang latar belakang satu sama lain.


hingga yohan juga tau tentang kualitas suaranya.


***


"yoona,yoona,kita sudah sampai" yoona tertidur karena kelelahan bercerita sepanjang jalan sampai dia tidak sadar menyandarkan kepalanya di pundak yohan


"ohh ya,maaf ya.kita sudah sampai?"sambil membenahi dirinya


""iya kita sudah sampai,ayuk kita segera cari tempat tinggal untuk kamu"


mereka sampai di seoul jam 8malam


begitu turun dari bus ,yoona melihat sekeliling kota seoul dan yoona sangat sangat takjup.

__ADS_1


"ini kah seoul? aku seperti sedang bermimpi sampai kesini" ungkapnya dalam hati


yoona melihat sekelilingnya begitu indah dan ramai. tidak seperti di kota tempat nya tinggal,sepi saat malam hari.


"hey kok melamun?"


"ohhh ehmm aku baru pertama kali kesini jadi masih terkagum-kagum melihat seoul"


yohan tertawa kecil "aku janji selama kamu disini aku akan membawa mu ke tempat-tempat indah di seoul.sekarang ayo ikut aku,kita cari tempat tinggal untuk mu.


yoona dengan polos nya terus menfikuti dan mendengarkan perkataan yohan.


tiba lah mereka di tempat yang sepi dan tak ada satu pun yg lewat.


yoona mulai merasakan hal aneh


"apakah di tempat seperti ini terdapat penginapan?" fikir nya dalam hati


"yohan,apa kamu yakin di sekitar sini ada penginapan?" yoona mulai curiga dengan yohan


"uda ikut aja" yohan yg mulai ketus kepada yoona membuatnya semakin yakin bahwa ada yg tidak beres


di suatu gedung kosong yohan menyuruh yoona untuk masuk dengan paksa


"sekarang kamu masuk kedalam" sambil menarik tangan yoona


yohan mengunci pintu dan melangka berjalan mendekati yoona.


"kok tempat nya seperti ini,dan kenapa pintunya kamu kunci?" yoona mulai ketakutan dan mencoba membuka pintu nya


"kamu tidak akan bisa membukanya karena kuncinya ada di tangan ku" ucap nya sambil tertawa jahat


yoona yg terduduk di depan pintu sambil menangis hanya bisa berdoa ada seseorang yg akan menolongnya


yohan mulai mendakati yoona dan mulai mengelus pipi yoona


"kenapa kamu menangis ? kita akan senang-senang sebentar disini.nanti aku akan mengantarmu kepenginapan didekat sini" ucap nya dan mulai mencium rambut yoona yg terurai.


"kamu jangan macam-macam,kalau tidak aku akan teriak" ancamnya


yohan tertawa dengan kencang "hahaha silahkan teriak sayang,silahkan.tidak akan ada yg mendengar mu."


yoona terus berteriak dan berharap ada yg mendengar nya.


yohan terus mencoba mencium bibir yoona tapi yoona terus mengelak dan membuat yohan geram


" brukkhhh" suara pintu dari belakang rumah.


yohan langsung kesana dan memeriksanya


tapi dia tidak menemukan siapa pun


yg dia dapati hanya pintu yg rusak karena ada yg membuka paksa


saat dia kembali dia melihat yoona sedang di bantu oleh seorang cowok.


"kamu siapa? bagaimana bisa kamu masuk kesini?" tanya nya sambil hendak menarik yoona dari nya


"kau tidak perlu tau siapa aku,sekarang lepas kan dia atau aku paksa " ucapnya tenanga sambil tersenyum


yohan yg melihat wajah cowok itu samar-samar seperti mengenalinya.


"aku pernah melihatnya ,tapi dimana?" yohan terus berfikir tapi dia tidak mengingatnya


yoona yg syok hanya bisa menangis.


karena ini pengalaman yg sangan pahit dalam hidupnya.


"ckk sudah la jangan banyak mikir kemarikan tu cewek." sambil menarik yoona dengan paksa


yohan tidak terima karena ulah nya,yohan langsung melayangkan pukulan ke arah wajah cowok iitu.


"itu balasan untuk orang asing yg suka ikut campur urusanku"


buakhhhh


tumbukan yg lebih keras di balas kearah wajah yohan hingga dia terjatuh.


lalu cowok itu melangkah kearah nya.


menarik baju yohan "jangan coba-coba berurusan dengan ku,kalau tidak kamu akan menyesal." sangat dekat dan menjadi lebih jelas yohan melihat wajah nya.


dia langsung ingat siapa yg ikut campur dalam urusannya.

__ADS_1


dia adalah jimin ,park jimin


salah satu member BTS boyband no 1 di korea selatan.


yohan langsung bangkit dan menahan sakitnya akibat perbuatan jimin.langsung pergi begitu saja.


saat jimin telah memastikan yohan telah pergi jauh dari gedung itu,jimin bergegas kembali dan menolong yoona


"hey,sudah jangan menangis.kamu aman sekarang.apa kah ada yang terluka?


jimin membantu yoona berdiri dan membereskan barang-barang nya.


"terimakasih banyak" ucap yoona


"alamat kamu dimana mari aku antar,tapi sebelumnya apakah kamu punya penutup kepala?"


yoona heran dengan nya


"kenapa tanya penutup kepala ? apakah diluar sedang hujan?"fikirnya dan sambil mengingat apakah dia membawa topi nya


"aku hanya ada ini" sambil memberikan topi itu kepada jimin


yoona tidak tau dia sedang bersama siapa dan siapa yg sedang menolongnya barusan


"ayo aku antar kerumah mu" ajaknya


"aku baru sampai di sini,aku tidak tau ini dimana? rumah aku di sokcho"ucapnya


jimin terbengong mendengar perkataan yoona


"aku harus bagaimana ini" jimin mulai bingung dengan situasinya


"kamu tidak kenal cowok tadi?"


jimin mulai penasaran


"aku kenal dia saat di bus menuju ke sini"


"jadi kamu baru mengenalnya?bagaimana bisa kamu mau diajaknya ketempat seperti ini"


yoona menceritakan semua nya dari awal kepada jimin.


jimin yg terkejut dan hanya berfikir bahwa yoona gadis yg terlalu polos


dia tidak tahu bahwa banyak orang jahat di sini .


disini juga tidak ada yg saling perduli,ini juga kota bebas.


"kamu besok saja mencari tempat tinggal ,malam ini percuma karena semua sudah tutup. ini sudah larut malam"


tidak lama kemudian suara hp jimin berbunyi


"taehyung" tertera di layar nya


"halo,ada apa?"


"kamu dimana? semua mencari mu"


"aku sedang di gedung kosong dekat dorm,apakah di dorm ada manejer lee? aku akan membawa seseorang kesana."


"tidak ada,kamu mau membawa siapa? seorang gadis lagi? kamu jangan terus membuat skandal dengan banyak wanita.reputasi BTS bisa hancur"


jimin tidak memperdulikan omongan taehyung langsung menutup telefonnya


"ayo ikut aku"


yoona tdiak bergerak sedikitpun ,yoona takut kejadian yg sama barusan menimpanya lagi.malah lebih parah karena yoona mendengar bahwa dia menelfon temannya barusan dan ingin membawanya kesana


"kamu gak usah takut,aku gak akan bertindak hal bodoh seperti orang tadi"


yoona tetap diam dan tidak percaya.


lalu jimin mengungkapkan identitas aslinya


"aku park jimin"


dengan sedikit sombong saat menyebutkan namanya


"lalu?"


jimin melongo "apa aku tidak salah dengar,katanya lalu?" jimin terkejut dan berfikir bahwa yoona sama sekali tidak tau tentanf dirinya


jimin mengutak ngatik hpnya dan menunjukan foto BTS kepada yoona.

__ADS_1


"apa kau tau ini?" sambil menunjukan layar hpnya ke arah yoona agar dia bisa melihat fotonya


mata yoona langsung melotot dan terkejut .yg barusan menolongnya adalah biasnya sendiri.


__ADS_2