Obsesi

Obsesi
Rama...


__ADS_3

saat ini seluruh bis yang membawa siswa kelas 11 SMA Galaksi telah sampai di tujuan, mereka sampai di lokasi sekitar pukul 8 pagi membuat mereka masih sangat banyak waktu untuk mendirikan tenda dan beristirahat sebelum kegiatan di mulai


Misaki, Ivona, Chastella, Renjana dan Layla di satukan dalam satu tenda. bukan sebuah kebetulan namun permintaan langsung dari Misaki kepada panitia


"kemarin gue baca novel terus ada adegan female lead di bantu buat tenda sama male lead nya" ucap Misaki yang membuat perhatian tertuju padanya


"novel..." Chastella yang sedang asik mendirikan tenda menjawab dengan malas, bisa-bisa nya sahabatnya satu ini terpikirkan hal tersebut


"halu banget sih, mending bantu buat tenda sini biar cepet selesai" akhirnya Ivona menarik lengan Misaki yang sedari tadi hanya duduk dengan memainkan tanah


"biar gue aja" Alfred mengambil alih pekerjaan yang di pegang oleh Chastella


namun sebelum memulai pekerjaan ia mendekati Misaki "ini satu cabe malah enak leha-leha" ucap Alfred seraya mengacak poni Misaki


"kurang ajar nih manusia udah nyebut gue cabe terus ngacak poni keramat gue, tellaaaaa hajar Al" Misaki pura-pura menangis dengan memeluk Chastella, sedangkan Chastella hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya


Renjana dan Layla yang sedang asik dengan ponsel nya melihat kedekatan Chastella dengan siswa/i yang saat ini sedang populer di kalangan adik juga kakak kelas pun hanya menatap sinis ke arah Chastella


ting


mendengar ponsel nya berbunyi Chastella menerka nerka sebelum membuka ponsel nya, dia harus belajar dari pengalaman, bagaimana pun membuka ponsel tanpa berpikir panjang bukan gaya nya sekali, namun setelah melihat nama yang tertera wajah nya berubah cerah


Eneas : lo yang minta gue kan untuk gak ngomong langsung sama lo


Chastella terkekeh membaca isi pesan tersebut, entah mengapa di mata nya pria tersebut sedang merajuk. Chastella mengedarkan pandangan nya mencari sang pengirim pesan


ketemu! Eneas sedang menatap ke arah Chastella dengan muka cemberut nya, entah sejak kapan pria nya ini sangat manja dan mudah merajuk, padahal Chastella sangat yakin Eneas tidak serius dengan nya


Chastella : iyah gak boleh, nanti para pemuja pangeran misuh misuh


Eneas : sebenernya gue gak perduli


Chastella : untuk sementara cuman Alfred yang boleh ngobrol sama gue


Eneas : gak adil!


Chastella : mengantisipasi kemungkinan terburuk


Eneas : gue gak perduli deh


dari kejauhan Eneas terlihat akan menghampiri Chastella dengan tatapan tajam nya


Chastella : peluk jangan?


setelah mengirim pesan tersebut Eneas kembali pada posisi nya semula, tidak membalas lalu memasukkan ponsel nya ke dalam saku


.


.


saat ini seluruh siswa/i memiliki tugas masing-masing, Chastella dan kedua sahabatnya mengumpulkan kayu untuk membuat api unggun nanti malam


"tella jangan jauh-jauh nanti tau-tau udah nyebur sungai" ucap Misaki yang sangat tau jika sahabat nya satu ini sangat buta jalan

__ADS_1


"duhh gue suruh Nathan aja yang bawa kali yah, lecet-lecet nih tangan princess bawa kayu" keluh Chastella


"ini tella nya kita, manja" -Ivona


sedang asik memungut kayu Chastella merasa bahwa dia sedang di perhatikan, dia melihat kesekeliling namun yang ada hanya pohon-phone besar, bagaimana pun siapa yang akan ada di dalam hutan selain mereka saat ini, namun Chastella tidak berbohong dengan hawa sesaat tadi


"sialan gue yakin banget kalau tadi ada yang merhatiin gue" ucap Chastella yang membuat kedua teman nya mendekati nya


"gak ada apa-apa tella ini, siapa yang mau ada di sini selain kita" jawab Ivona lalu kembali memungut kayu


"atau jangan-Jangan hantu?" Misaki tampak ketakutan setelah mengucapkan hal tersebut


"bakal lebih baik kalau itu hantu, gue saat ini lebih takut Lucifero ketimbang hantu, dia mudah buat gue jadi hantu" akhirnya Chastella kembali memungut kayu walaupun dalam pikiran nya masih memikirkan hal sebelumnya, Ivona melirik kearah Chastella lalu mulai berjalan kembali ke tenda di ikuti kedua temam nya


tidak membutuhkan banyak waktu akhirnya mereka sudah mengumpulkan kayu yang cukup banyak, bagaimana pun selama membawa anak yang selalu tersesat tentu saja mereka tidak boleh jauh masuk ke dalam hutan


langit sudah menggelap dan para pria pun sudah selesai membuat api unggun, saat ini para siswa/i sedang mengelilingi api unggun tersebut


"mungkin kita main game, cerita horror dan menyanyi saja malam ini. bagaimana pun ini bukan kegiatan kemah untuk kalian memperlajari tentang pramuka, osis menyarankan kegiatan ini untuk kalian yang sebentar lagi ujian, jadi mari lupakan soal perujian dan bersenang-senang" mendengar hal tersebut para murid berteriak senang, yah sesekali seperti ini bukan hal yang buruk


banyak murid bercerita juga bernyanyi, mereka tidak perduli dari kelas mana mereka berasal semuanya di penuhi tawa yang ceria


"ENEAS NYANYI" teriak para murid, tentu saja tak terkecuali Wira yang saat ini sudah berteriak di dekat wajah nya


"apa? kalian semua mau gue nyanyiin lagu pengusir setan atau kalian mau gue ngajiin aja biar tenang?" Eneas mendorong dan menahan wajah Wira agar menjauh dari nya, mendengar perkataan nya para siswa berteriak menyoraki Eneas


Eneas memang kaku dan dingin pada orang lain tapi bukan berarti dia tak bisa di ajak berbicara, tatapan nya selalu terlihat kesal setiap berjalan yang membuat siswa lain tak berani mengajak nya berbicara, namun jika ada yang berani mengajak nya berbicara maka tidak ada alasan Eneas untuk tidak menjawab nya. terlebih jika sudah tentang game dia tidak akan melewati nya, karna itu dia banyak memiliki teman


"nyanyi buat pacar kalau gitu" teriak Wira yang membuat keadaan hening seketika, para siswa lain berpikir sejak kapan seorang Eneas memiliki kekasih baru


"ahhh sial tolong gue!" mendengsr teriakan Wira membuat keadaan yang tadi nya hening kembali heboh karna tawa seluruh siswa yang pecah mendengar teriakan Wira


.


.


setelah bersenang-sensing saat ini seluruh siswa telah kembali kedalam tenda masing-masing untuk tidur. Chastella tidur tepat berada di tengah-tengah antara Misaki dan Ivona, untuk menghindari Renjana tentunya


disaat yang lain telah tertidur Chastella keluar tenda dan menuju tempat dia menjadi kayu bakar


"gila tella lo bukan nya waspada malah ngedatangin bahaya, kalau disini ada genderewo yang mau godain cewek seksi kayak lo gimana dah" Chastella bermonolog dengan asik menyusuri jalan yang gelap, namun tentu nya dia membawa senter


"gue yakin banget tadi yang merhatiin manusia, bukan Lucifero kan? kalau gue datengin dia dengan nekat kayak gini apa dia ganti target jadi gue?" -Chastella


"kalau gitu apa gunanya lo minta tolong kalau akhirnya mau nyerahin diri" terdengar suara seorang pria di belakang Chastella


"a.... " sebelum Chastella berteriak pria tersebut sudah menarik pinggang Chastella dan menutup mulut nya, Eneas pria tersebut melihat Chastella keluar tenda lalu mengikuti nya


"N, sejak kapan lo disini" -Chastella


"ada yang janji peluk gue" Chastella menjauh kan diri nya dari Eneas lalu berpura-pura sibuk mencari sesuatu, Eneas memeluk Chastella tanpa persetujuan sang gadis lalu menenggelam kan wajah nya di leher Chastella


Chastella hanya diam, entah bagaimana awal nya hingga ia terbiasa dengan pria di hadapan nya "N, tadi gue sama Misaki-Ivona ngumpulin kayu bakar disini, terus gue ngerasa ada yang lagi merhatiin kita bertiga, gue yakin banget kalau itu tatapan manusia"

__ADS_1


"apa menurut lo itu Lucifero?" Eneas sudah melepas pelukannya dan melihat Chastella yang mengangguk lesu


"kalau bener dia seru kayak nya kalau kita ciuman disini terus dia liat jadi makin brutal" Eneas terkekeh lalu memeriksa ke beberapa balik pohon, mungkin saja dia menemukan sebuah petunjuk


namun ternyata nihil, jangan kan bukti nyata bahkan aroma pun tidak ada sama sekali "mungkin karna kejadian nya tadi siang jadi sekarang udah gak ada aroma yang tertinggal selain aroma pohon" Chastella menatap ke arah Eneas heran


"hah? kenapa bahas aroma? padahal cuman kecium bau hutan" Chastella mencoba mengendus-ngendus namun tetap tak mengerti maksud Eneas


"gue dari kecil punya penciuman yang tajam. entah kenapa aroma pohon di hutan bercampur sama aroma perfume" -Eneas


"LUSH Breath Of God, kalau gak salah inget itu perfume kesayangan Lucifero" -Chastella


"ckck pantes gak keciduk, itu perfume yang pure woody notes di hidung gue" -Eneas


"sekarang lo balik ke tenda terus tidur, biar ini gue sama yang lain yang urus" Chastella hanya menurut dan mengikuti langkah Eneas yang mengantar nya kembali tanpa menyadari tatapan tajam dari balik salah satu tenda


.


.


pukul 7 pagi seluruh murid di bangunkan dan di wajibkan mengikuti kegiatan pagi yaitu senam, para pengurus bilang ini untung bersenang-senang


"woylah masih ngantuk banget ini" gerutu Revdian dengan setengah sadar


"pak, dari jarak segini saya denger bantal saya manggil, katanya disuruh tidur lagi" ucap Wira ngawur yang akhirnya dapat sorakan dari seluruh siswa/i


"gak ada alasan yah, anak muda harus semangat" ucap pak Randy selaku guru olahraga juga pengawas "sebelum itu seluruh ketua kelas silahkan absen terlebih dahulu dan berikan kertas absen nya pada bapak"


"Bima, kemana Rama?"


"maaf pak saya juga gak tau, semalam sewaktu pemeriksaan sebelum tidur dia masih ada" ucap Bima selaku ketua kelas


"teman satu tenda nya apa tidak ada satu pun yang melihat?"


"saya yang bangun pertama pak, tapi sewaktu saya bangun Rama udah gak ada" jelas Alfred


"semua nya tidak ada yang melihat Rama Sandhika dari kelas 11 ips-1?" seluruh siswa tampak menggeleng, namun ada satu orang yang mengangkat tangan nya


"terakhir saya liat Rama sekitar pukul 1 dini hari pak, pas saya tanya katanya mau ke toilet" jelas Eneas


mendengar penjelasan Eneas para guru mulai panik "semuanya tetap diam disini, Eneas tolong ikut bapak, Wira dan Revdian juga" yang di sebut namanya hanya mengikuti. ah mungkin belum di jelaskan bahwa sebenarnya Eneas baru saja terpilih menjadi ketua osis, Wira dan Revdian mereka anggota osis sejak kelas 10


"perasaan gue gak enak" Chastella memegang dada nya yang entah mengapa berdegup kencang


saat ini Chastella, Nathan, Alfred, Misaki dan Ivona sedang bersama. "gimana kalau kita ngelewatin sesuatu? ini Lucifero loh, kalau kita pikir-pikir lagi target dia selalu orang yang pernah berurusan sama gue, apa kalian gak curiga dia gak pernah bilang gak bakal nargetin orang yang sekalipun gak ada urusannya sama gue yang penting bisa bikin gue hancur?"


teman-temannya yang mendengar hal tersebut mulai berpikir ulang dengan apa yang Chastella katakan, setelah mengucapkan hal tersebut Chastella membelalakkan matanya lalu berlari ke tempat yang semalam dia datangi tentu saja yang di ikuti oleh temannya yang berteriak memanggil namanya


saat sedang sibuk berlari Chastella tersandung sesuatu hingga dia terjatuh, bahkan lengan nya mengenai batu yang cukup tajam membuat luka sobek yang lumayan besar, darah terus mengalir dari lukanya namun dia tidak memperdulikan hal tersebut dan beralih melihat apa yang membuat nya terjatuh


"AAAKKKK" teriak Chastella seketika, mendengar teriakannya temannya bahkan Eneas dan beberapa guru menghampiri nya


mereka hanya melihat Chastella yang terduduk dengan luka di lengannya, namun tubuh nya bergetar hebat, mereka tak tau apa yang Chastella lihat

__ADS_1


"tella" "Chastella" teriak semua nya sebelum sampai di tempat, Chastella berbalik menatap semuanya dengan air mata yang mengalir deras, terlihat jelas bahwa dia sangat terguncang


"Rama..."


__ADS_2