
Sesuai dugaan sekolah sma galaksi di liburkan selama 3 hari, wartawan dan juga banyak orang luar yang penasaran dengan insiden di tempat kemah berbondong-bondong berkumpul di depan sekolah tersebut
untung seluruh pihak sekolah sudah memperkirakan hal ini dan lebih dulu mengumumkan libur dengan alasan agar mereka tak di hadapkan dengan banyak pertanyaan para wartawan dan juga untuk mengistirahatkan para siswa dari kejadian yang sangat mengguncang
"lo gapapa ikut kumpul sekarang?" Eneas tampak mengelus kepala Chastella namun fokus nya tetap pada jalanan di hadapan nya
"gue harus tanggung jawab, kalau gue diem aja hanya karna hal ini berarti gue kalah. korban Lucifero gak ada salah apapun tapi mereka harus jadi panggung pertunjukan untuk iblis" Chastella berucap dengan mata nya yang seakan-akan berapi-api namun di mata Eneas dia tetap menggemaskan
"gue bakal ngejeblosin Lucifero ke tempat seharusnya, ini bentuk penebusan untuk mereka yang jadi korban, gue bakal hadapin semuanya karna cuman ini yang mampu gue lakuin untuk mereka" jelas Chastella
"lo gak sendiri" saat ini mereka telah sampai di rumah Wira, saat memasuki kamar Wira terlihat seluruh teman nya sudah berkumpul
"aneh banget liat Misaki yang berangkat sekolah selalu telat tapi sekarang bisa nyampe tepat waktu" Chastella duduk di sebelah Ivona dan mencomot stick kentang milik Ivona
"tellaaa, gue gak bisa tidur makanya buru-buru kesini, lo tau nyaris banget gue tidur bareng Alfred kalau aja semalem vona nolak tidur bareng gue" Misaki merengek dengan memeluk tangan Chastella, sedangkan Chastella hanya menggelengkan kepala nya
tak lama kemudian Revdian membuka suara membuat Chastella dan ketiga sahabat nya membeku
"masa lalu Lucifero?" Ivona memastikan
"yup, kita gak tau apa-apa soal dia, jadi kita sama sekali gak ada gambaran tentang motif pembunuhan dia selain obsesi nya" -Revdian
"gak ada yang spesial sebenernya cuman yah memang masa lalu nya tragis" -Alfred
"Lucifero sama Al sepupu" ucap Chastella yang membuat seluruh pandang terpusat pada Alfred
"Alfred Lucretius Casano, Lucifero Casano. mungkin sepele tapi di keluarga gue nama tengah semacam bentuk berkah, seharusnya dari sini kalian udah sadar kalau ada sesuatu yang berbeda untuk dia" jelas Alfred
flashback on.
"oaa oaaaa" terdengar suara bayi dari salah satu ruangan di rumah sakit
"selamat anak bapak berjenis kelamin laki-laki, dia anak yang sehat" ucap seorang dokter yang tengah menggendong bayi dengan tubuh masih berlumuran darah
setelah bersih dokter tersebut membawa sang bayi kepada ayah nya, namun sang ayah sama sekali tak perduli, dia lebih mementingkan bagaimana keadaan istri tercinta nya
terlihat wanita yang sangat ia cinta tengah kesusahan, namun wanita yang saat ini sudah berganti menjadi seorang ibu tersenyum bahagia melihat anak nya walaupun ia sendiri tengah berusaha
beberapa detik kemudian mata wanita tersebut tertutup lalu lengan yang mengarah kepada sang anak terjatuh lemas, seluruh yang ada dalam ruangan tersebut mulai melakukan segala hal, namun ternyata nihil karna sang ibu sudah kembali dalam pelukan tuhan
5 tahun kemudian
"ehh tunggu kak Al" teriak seorang anak laki-laki yang tengah mengejar sepupu nya
"haha luci ayok kejar kakak, kalau gak bisa nanti gak dapat permen haha"
"kak Al, luci cape" anak laki-laki yang di panggil luci saat ini sedang mengatur nafas dengan badan yang menunduk dan memegang lutut nya
"Lucifero gak papa?"
"ini luci kenapa-kenapa kak Alfred" yah kedua anak tersebut adalah Lucifero dan Alfred kecil
__ADS_1
"hahaha mau kakak gendong?" saat ini Al tengah berjongkok membelakangi Lucifero
"luci udah besar jadi gak perlu gendong lagi kak" tolak Lucifero kecil
Alfred kecil terkekeh lalu berdiri dan memegang tangan kiri adik sepupu kesayangannya lalu berjalan ke dalam rumah, namun baru membuka pintu sudah terlihat wajah seorang lelaki yang menampakkan kemarahan, sedetik kemudian dia meraih lengan Lucifero kecil dengan kasar
"papa bilang apa, kamu harus belajar. setidak nya itu satu-satu nya hal yang paling berguna untuk anak iblis kayak kamu yang udah ngebunuh ibu nya sendiri" teriak lelaki tersebut, Arthur ayah dari Lucifero
"om Arthur, Al masih main sama luci" ucap Alfred yang masih tidak melepaskan genggaman nya karna melihat Lucifero bergetar ketakukan
"duh Al sayang, main nya sama nico aja yah" jawab Arthur dengan senyuman "Nicholas sayang sini main sama kak Alfred" teriak Arthur
lalu datang seorang anak kecil yang berumur sekitar 3 tahun, dengan senyum manis nya menghampiri Arthur
"adek boleh main?" tanya nya dengan lucu
"boleh sayang, main sama kak Alfred yah" jawab Arthur lalu mengusap surai nico dengan sayang
"eumm kalau kak fero gimana? nico juga mau main sama kak fero" rengek Nicholas kepada Arthur, namun langsung di beri gelengan tegas
"kakak kamu harus belajar, gak ada bantahan lagi" jawab Arthur dengan suara berat nya membuat aura intimidasi untuk kedua anak kecil di hadapannya. lalu ia menarik Lucifero dengan kasar, tubuh kecil Lucifero terkadang terangkat saking kencang dan kasar nya tarikan Arthur
Arthur membuka sebuah pintu dan menghempaskan tubuh Lucifero dengan kasar hingga tubuh laki-laki mungil tersebut terbentur sebuah lemari
Lucifero meringis dan mengusap kepala nya yang terbentur, namun tak lama Arthur meletakkan sekitar 18 buku di hadapan Lucifero
"kamu harus baca juga hafal kan seluruh isi buku ini, setiap kesalahan satu pukulan di betis kamu" seluruh buku di hadapannya mengenai bisnis, politik dan bahasa. bukan buku yang dapat di pahami oleh anak berusia 5 tahun, namun karna Lucifero kecil yang sudah terbiasa dengan semua ini hanya menunduk dan mulai membaca buku-buku di hadapannya
toh jika tidak kena pukul karna pelajaran dia pasti mendapatkan nya karna hal lain, begitu pikir Lucifero
saat ini Lucifero telah menginjak usia 11 tahun, tidak seperti anak seumurannya yang bebas bersekolah di luar, Lucifero tetap terkurung di rumah yang seperti mimpi buruk untuk nya
"ckck luci itu bukan buku yang bagus untuk luci mending ayok ikut main sama Al juga nico" decak Alfred saat melihat Lucifero lagi-lagi diam di sudut ruangan menjauh dari seluruh keluarga yang sedang berkumpul di rumah nya. haha, apa mereka layak di sebut keluarga untuk Lucifero?
"kakak silahkan bergabung sama nico tanpa luci" jawab Lucifero seadanya dan pergi ke kolam renang, tak ada yang mengikuti pikir nya namun tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang terlihat seumuran dengan nya
"eh kamu bukan nya anak om Arthur?" tanya gadis tersebut dengan lucu, Lucifero memutar bola matanya karna malas. hal seperti ini sering terjadi, anak perempuan yang berkunjung ke rumah selalu mendatangi nya dan menyapa, Lucifero yakin itu keinginan orang tua mereka agar mendapatkan menantu dari keluarga ternama
"aku gak berniat untuk menikah" balas Lucifero tanpa basa basi, biasanya anak perempuan jika sudah di jawab seperti itu pasti akan menangis lalu mengadu dan dia pun akan di marahi papa nya, tapi itu lebih dari cukup ketimbang harus melayani hal yang membosankan
"hah? aku juga gak mau kok nikah sama kamu, ihh kalau kata mommy yang kayak gini tuh kepedean namanya" jawaban anak perempuan tersebut membuat Lucifero membelalakkan matanya, ini benar-benar pertama kalinya ada yang tidak menjaga sikap manis di hadapannya
"hehe nama kamu siapa? aku Chastella" anak perempuan yang bernama chastella pun mengulur kan tangannya, Lucifero ragu untuk membalas uluran tangan itu namun pada akhirnya ia memutuskan untuk membalas nya
"fero" jawab Lucifero enggan memberitahukan nama sebenernya, bagaimana pun Lucifero seperti nama iblis bukan
"ahhh okay fero yah, panggil aku tella" Chastella tersenyum lebar kepada Lucifero, akhirnya mereka duduk di pinggir kolam dan bercerita banyak hal, sikap Chastella yang ceria juga menggemaskan membuat Lucifero menyukainya
sedang seru mengobrol Arthur datang menghampiri mereka berdua lalu menarik Lucifero di hadapan Chastella, tentu saja Chastella sangat kaget hingga ia pun ikut berdiri mengikuti Lucifero
"ahhh hallo Chastella, kamu udah ketemu anak om yah? ini Lucifero Casano" Arthur tersenyum ramah kepada Chastella walaupun tangan nya terlihat mencengkram lengan Lucifero dengan kuat
__ADS_1
"Lucifero, ini Chastella Pres Nathalie Gafianarzon. papa dan keluarganya sedang membicarakan masalah pertunangan Chastella dan Nicholas adik mu" ucapan Arthur membuat perasaan Lucifero tak karuan, ia menyukai Chastella jadi tentu saja harus menjadi miliknya bukan adik nya, dia sudah cukup mengalah untuk adik nya
Arthur dan Chastella meninggalkan Lucifero sendirian di kolam, jika mereka lihat pasti mereka akan sadar dengan tatapan tak biasa yang di pancarkan oleh Lucifero
"ambil. punyaku!" dua kata itu yang keluar dari mulutnya seraya memandang Arthur dan Chastella menjauh hingga tak terlihat
saat ini Lucifero dan Nicholas sedang berada di kamar nya, Lucifero bilang kepada adik nya bahwa ada yang ingin ia ucapkan, tentu saja untuk Nicholas yang sangat menunggu kesempatan untuk berbicara dengan kakak nya hal ini tidak mungkin Nicholas buang begitu saja
"kakak ada perlu sama Nicholas?" tanya Nicholas dengan girang nya, kamar Lucifero berada di lantai 2 dan sekarang Nicholas sedang berdiri membelakangi pembatas di balkon kamar Lucifero
selangkah dua langkah dan terus Lucifero mendekati Nicholas, tentu saja tanpa curiga Nicholas dengan sabar menunggu apa yang akan keluar dari mulut kakak nya. namun bukan perkataan yang keluar, Nicholas merasa tubuh nya terhempas melewati pembatas di belakang nya dan mulai terjatuh
Nicholas terdiam sedangkan tangan nya terulur berharap kakak nya akan meraih tangan mungil milik nya, namun bukan uluran yang dia dapat matanya menangkap senyuman yang sulit di artikan dari wajah kakak nya
bughhh
tubuh kecil Nicholas sudah sempurna terjatuh tepat di sebelah kolam dengan mengenaskan, seluruh manusia yang berada di rumah tersebut tergesa-gesa menghampiri sumber suara, sedetik kemudian terdengar teriakan histeris dari bawah sana melihat darah mengalir dari tubuh Nicholas, Lucifero sangat yakin bahwa itu suara ibu tiri nya
"LUCIFERO!" pintu kamar nya terbuka dengan keras oleh Arthur, namun pemandanagn yang Arthur dapatkan adalah Chastella yang menangis dalam pelukan Lucifero
"papa cepat panggil ambulan, aku yakin Nicholas tidak baik-baik saja, juga Chastella yang melihat Nicholas terpeleset dan jatuh tadi pasti sangat terguncang" Lucifero berbicara dengan panik agar terkesan bahwa dia pun terguncang, Lucifero juga mengeratkan pelukannya pada Chastella guna memberikan ketenangan, namun bagi Chastella malah sebaliknya
"Nicholas terpeleset lalu terjatuh?" tanya Arthur yang tak percaya dengan pernyataan anak sulung nya
"aku tau papa mungkin tidak percaya tapi tadi aku hanya ingin memberikan boneka kayu yang ku buat untuk nya, namun saat aku mendekat dia terus mundur, mungkin karna aku sangat menyeramkan" Lucifero menjelaskan dengan nada yang di buat sedih oleh nya dengan kepala tertunduk
"tidak! kamu tidak menyeramkan sayang. kamu pasti sangat terguncang menyaksikan langsung adik mu jatuh tapi tidak bisa berbuat apapun" saat ini Wendy sang ibu tiri tengah memeluk Lucifero dengan hangat "sayang, aku sudah mengatakan nya berkali-kali bahwa pagar tersebut terlalu pendek bahkan untuk anak seumuran mereka" Wendy berteriak kepada suami nya
"ahh tentu saja akan ku ubah. tapi sayang mengapa kamu meninggalkan Nicholas" -Arthur
"Nicholas sudah di beri pertolongan pertama tinggal menunggu ambulan, aku benar-benar tak kuat melihat nya dan juga anak ku bukan hanya satu" Wendy menangis saat mengucapkan hal tersebut lalu terdengar suara ambulan dari luar
Arthur membopong Chastella yang melemas, sedangkan Wendy menggandeng tangan Lucifero mengajak nya keluar. saat sampai bash terlihat Nicholas yang akan di bawa ke rumah sakit, dengan terburu-buru Wendy memasuki ambulan tersebut dan ikut ke rumah sakit
"tella gak papa? luci?" Chastella tanpa berkata apapun menghampir kedua orang tua nya, sedangkan Lucifero hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Alfred
flashback off.
"apa cerita segini cukup?" tanya Alfred setelah bercerita "kalau kalian mau banget gue bisa cerita lebih banyak dari ini" lanjut nya
"lo gak ada di tempat kejadian, terus gimana cara lo tau kalau Nicholas bukan terpeleset?" tanya Wira penasaran
"kan ada saksi matanya disini" jawab Alfred menunjuk Chastella
"lo gak laporin soal ini?" -Revdian
"menjadi saksi gak mudah, gue pun belum lama ini berani cerita soal ini ke Alfred. waktu kecil gue gak bohong kalau gue bener-bener shock, tapi setelah besar untuk apa gue lapor? itu kejadian 6 tahun yang lalu dan dia masih di bawah umur" jelas Chastella
"itu juga yang di omongin sama Nicholas, bagaimana pun Lucifero kakak nya sampe detik ini dan itu fakta yang gak akan pernah berubah, juga percuma untuk ngelaporin hal ini sekarang" -Alfred
"Nicholas masih ada?" - Nathan
__ADS_1
"yup, keajaiban dia masih hidup saat itu, tapi tangan kiri dia lumpuh makanya dia gak mau sekolah di luar. kabar terakhir nya sih dia ikut sama detektif yang nanganin masalah kakak nya, yah kurang lebih macam murid sama guru" -Alfred
"ayah nya yang buat dia jadi iblis" ucap Eneas, yang disetujui oleh semua nya "tapi tetep aja dia salah, thank you untuk cerita lo Al segitu pun udh cukup" lanjut Eneas