
Kehidupan adalah perjalanan indah bagi beberapa orang, sebagian menganggapnya sebagai neraka karena tidak bisa mendapatkan apa yang dikatakan indah di dalam hidup.
Untuk pekerja kasir supermarket di pinggir jalan, memiliki mobil mewah dan rumah yang besar merupakan mimpi yang sangat tidak mungkin untuk di capai. Sementara kehidupan di balik mobil dan rumah mewah tidak selamanya berjalan mulus dan indah seperti yang dibayangkan.
Yada Aurora adalah salah satu orang yang memiliki kehidupan tidak beruntung. Rumah mewah, mobil pribadi, serta perusahaan yang menjanjikan tidak membuat hidupnya aman dan nyaman. Mungkin saat ini, dia lebih baik memilih dilahirkan oleh keluarga biasa dan menjalani hidup sebagai seorang kasir di minimarket.
Tubuh kurusnya meringkuk di atas ranjang. Luka lebam menjadi hiasan pada kulitnya yang putih pucat. Rasa sakit mulai menerpa ke setiap inci tubuh. Racun yang diberikan Zinth bereaksi lagi.
Allard menghentikan asupan narkotika pada tubuhnya sehingga tidak ada harapan bagi Yada untuk meredakan rasa sakit. Dia harus melawan rasa sakit itu dan semampu mungkin untuk bertahan.
Allard belum memiliki rencana untuk Yada ke depannya. Tapi jika sampai dia mati, maka Zinth lah yang pertama bertanggung jawab. Dia yang memberikan racun kepada Yada. Allard akan angkat tangan untuk masalah tersebut.
Allard tidak memmiliki sesuatu untuk memeras keluarga Aurora lagi. Selain David, anggota Aurora yang lain mengabaikannya. Hari ini Allard baru menyadari makna dari kalimat-kalimat yang Yada ucapkan kepadanya.
'Kau tidak akan mendapatkan apapun dengan menyekapku.'
Allard berada di dalam ruang baca, menyesap satu batang nikotin dan menghembuskan asapnya keluar memenuhi ruangan. Dia menggerakan kursinya ke kanan dan ke kiri, pandangannya tertuju pada sebuah gambar identitas milik satu keluarga. Yora.
Bahkan Allard tidak pernah menyangka jika wanita yang selama ini disekapnya adalah anggota keluarga Yora yang hilang. Permainan yang dimainkannya bak lingkaran setan yang menakjubkan. Allard memakan buah dari keteledorannya sendiri.
Barrack Aurora sangat lihat menyimpan bangkai perbuatannya. Alih-alih membunuh putri musuh, dia malah membesarkannya seperti putri kandungnya sendiri. Benar-benar diluar dugaan untuk seorang pria yang sikapnya lebih jahat daripada iblis.
Tiba-tiba ponsel Allard berbunyi. Sekretaris perusahaan memberitahu jadwalnya hari ini. Allard harus meninggalkan negara selama beberapa hari untuk kepentingan bisnisnya. Pria itu akan pergi dari kediaman.
Yada mulai bisa membuka matanya perlahan. Sayup-sayup dia melihat seorang pria duduk di tepi ranjang. Dia adalah Yoland, dokter tampan yang selalu memberinya obat.
__ADS_1
“Sudah lebih baik?” tanya Yoland yang kemudian menyentuh pergelangan tangan Yada dan mengecek denyut nadi.
Meskipun racun itu membuat rasa sakit yang tidak bisa diungkapkan, tapi rasa sakit tersebut tidak membuatnya mati. Hanya menyiksa selama beberapa jam. Dan sepertinya, tubuh Yada masih cukup kuat untuk menerima serangan racun tersebut, buktinya, dia masih hidup sampai hari ini.
“Allard meninggalkan kediaman selama beberapa hari, kau bisa beristirahat dengan tenang,” ucap Yoland sembari sibuk mengobati beberapa luka di tubuh Yada.
Pandangan Yada kosong menatap langit-langit ruangan. Kantung matanya semakin hitam ditambah pipinya yang cekung. Dia sudah seperti bukan manusia, melainkan mayat hidup.
Telinga Yada mendengarkan setiap kata yang diucapkan Yoland. Tapi dia tidak peduli ada atau tidak adanya Allard di rumah itu. Yada hanya tahu dia akan hidup jika masih bernafas, dan akan mati jika nafasnya terputus.
“Apa harapanmu untuk ke depannya? Apa kau masih ingin menjadi direktur di perusahaan perhiasanmu?”
Yoland terus bertanya, dan Yada masih mengabaikan. Harapan demi harapan Yada musnah seiring berjalannya waktu. Yoland sangat tahu itu, Yada tidak memiliki harapan lagi bahkan untuk hidup sekalipun.
“Aku harap kau masih bisa bangkit dan menjalani kehidupanmu. Jika kau memiliki dendam, semoga kau membalaskannya pada orang yang tepat.”
Aku sangat tahu apa yang kau alami Yada Aurora. Pikir Yoland.
Karena di masalalu, Yoland memiliki seseorang dengan kondisi persis seperti Yada. Seseorang yang direnggut paksa darinya dan menjadi sebuah ancaman untuk balas dendam.
Yada melihat nanar ke arah nakas, tidak ada sedikitpun air putih yang tersedia. Dia kehausan. Tubuhnya terlalu lemah untuk beranjak meminta bantuan. Dia tidak bisa melakukan apapun.
Di dalam diam, air mata Yada tiba-tiba mengalir membasahi kelopak matanya. Semakin lama tangisannya semakin tidak tertahankan, tersedu-sedu dan terdengar sangat menyayat hati.
Kehidupannya hancur, kehormatannya di renggut, dan jiwanya hampir gila karena rencana pembalasan dendam yang dilakukan oleh Allard untuk keluarga Aurora.
__ADS_1
Kenapa harus aku yang merasakan semuanya? Batin Yada.
Sekuat tenaga Yada mencoba beringsut dari ranjang. Kakinya yang lemah mencoba untuk berdiri namun gagal, dia malah tersungkur ke atas lantai.
Seketika itu juga seorang pelayan membuka pintu. Pelayan tersebut terkejut melihat kondisi Yada. Lantas pelayan tersebut langsung memanggil beberapa pelayan yang lain untuk membantu membopong tubuh Yada kembali.
“A-air ....”
Suara Yada terputus-putus meminta air. Dengan sigap pelayan memberikan Yada segelas air dan membantunya untuk minum. Setelah itu tubuh lemahnya kembali berbaring di atas ranjang.
***
Allard berada di sebuah club malam, berkumpul bersama beberapa rekan sesama mafia untuk sekedar merayakan kehadiran Allard. Mereka minum dan berbincang bersama satu sama lain.
Seorang wanita **** menari di antara tiang panjang yang menjulang ke atas. Pakaian minim dan memperlihatkan setia lekuk tubuh sexinya. Tatapannya menggoda seolah meminta untuk segera membantingnya ke atas ranjang.
Beberapa wanita **** lainya datang membawa satu nampan berisikan serbuk putih. Masing-masing mereka menghirupnya, dan sampai pada Allard. Allard menolak itu karena dia masih harus pergi ke pertemuan penting untuk bisnis perusahaannya besok pagi.
Allard merangkul pinggul wanita **** di pangkuannya. Jemari wanita tersebut mulai menyentuh inti tubuh Allard yang mulai menegang. Perlahan wanita itu membuka resleting celana Allard, kemudian memainkan jemarinya dari dalam celana.
Nafasnya semakin tidak karuan. Gairah seksual mulai muncul tidak terkendali. Di rasa keadaan sudah tidak kondusif, Allard meminta ijin untuk pergi terlebih dahulu. Dia pergi dengan membawa wanita tadi bersamanya.
Di dalam sebuah kamar hotel, Allard membanting tubuh wanita tersebut ke atas ranjang. Melucuti semua pakaiannya dan mulai menindih tubuhnya. Memakai karet tipis sebagai pengaman, lalu memasukan milik kebanggaannya pada lorong wanita cantik tersebut, dan mulai dengan permainan panas mereka.
“Hum ....”
__ADS_1
Wanita cantik itu mengerang kenikmatan. Jemarinya mencengkram ujung sprei, membuatnya tidak beraturan.
Like dan koment untuk menyemangati Authorrrrr...