Obsession of Revenge

Obsession of Revenge
*UNDANGAN PERNIKAHAN


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Undangan pernikahan?”


David berdiri di ambang pintu dan melihat kegaduhan besar yang terjadi di dalam rumahnya. Pria itu langsung kembali ke rumah setelah mendengar kabar jika Yada kembali bersama dengan Allard Washington. Dia begitu khawatir memikirkan hal itu sepanjang jalan. David berpikir jika Yada disandera oleh Allard. Tidak menyangka jika dia akan mendengarkan hal yang diluar dugaan.


Pria tersebut segera menghampiri Yada. Menatap wajah wanita cantik dengan tatapan kosong, dan enggan menoleh untuk menatapnya. David mengguncang lengannya, bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


“Undangan pernikahan apa yang dia maksud?”


Hanya keheningan yang Yada berikan untuk pertanyaannya. David tidak kunjung mendapatkan jawaban dan terus mengguncang tangan Yada. Saat itu Allard menepis tangan David pada wanita itu, lalu merangkul Yada dan membawanya ke dalam pelukan.


“Jaga sikapmu pada calon istriku. Aku tidak mau kalian membuatnya tertekan menuju hari pernikahan.” Allard menekankan semua kalimatnya.


David menatap Yada dengan tatapan bingung. Pernikahan konyol apa yang dia katakan. Allard adalah musuh keluarga Aurora, dan bagaimana mungkin mereka akan menikah. Bagaimana bisa Yada menikai pria itu. Allard pasti mengancam adiknya.


“Katakan padaku, apakah pria ini mengancammu?”


“....Yada katakan padaku! Kau tidak perlu takut, tidak ada yang perlu kau sembunyikan dariku.”


David menyentuh lengan Yada, namun wanita itu segera menepisnya. Dia menatap David dengan tatapan kosong.


“Aku akan menikah dengannya, dan tanpa paksaan. Aku harap kau bisa menghargai keputusanku, dan hadirlah di hari pernikahan kami.”


Setelah mengatakan kalimatnya, Yada segera pergi meninggalkan kediaman itu. Allard segera menyusulnya menuju mobil. Dia tidak bisa berada lebih lama lagi di tempat yang menyesakan itu. Terlebih lagi, Yada tidak bisa menatap David karena rasa peduli dan rasa kecewa bercampur menjadi satu untuk pria itu. Dia telah membohonginya selama hidupnya. Pria itu tahu segalanya.


“Sangat bagus kau bisa mengendalikan semuanya,” kata Allard seraya focus mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


“Jangan membawaku masuk ke sana lagi!”


“Tentu aku akan membawamu ke kediaman Aurora lagi, tapi tunggu sampai kau benar-benar siap.”


***


Sebelum hari pernikahan, Allard disibukan dengan banyaknya jadwal rapat di dalam klan. Dia memberitahu kepada tetua klan alasannya menikahi Yada, dan juga memberitahu mereka identitas wanita itu yang sebenarnya. Beberapa dari mereka setuju dan sebagian tidak. Namun Allard tetap meyakinkan mereka agar menyetujui pernikahanya.


Allard juga memiliki meeting dengan beberapa klan yang bekerja sama dengannya. Dia menjelaskan dengan detail agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi ketika pernikahannya berlangsung. Dia meyakini semua orang kecuali klan musuh. Klan musuh akan beranggapan jika Allard telah berkhianat pada klannya karena menjalin hubungan dengan wanita dari keluarga Aurora.


Satu-satunya orang yang belum Allard hubungi ialah Zinth Yora. Wanita yang seharusnya menjadi pendamping calon istrinya ini malah Allard abaikan. Kabar pernikahanya tidak Allard sampaikan kepada wanita itu secara langsung. Zinth mengetahui kabar tersebut dari seorang mata-mata yang dia pekerjakan.


Wanita itu berada di negara F saat mendengar kabar pernikahan Allard. Dia langsung kembali ke negaranya saat itu juga untuk mendapatkan penjelasan dari pria itu. Kepalanya berasap jika mengingat rekan bisnisnya itu malah ingin menikahi wanita dari keluarga Aurora.


“Apa kau melupakanku? Kau ingin menyingkirkan ku begitu saja? Kenapa kau menikahi jalaang itu!”


Rentetan pertanyaan dilayangkan oleh Zinth. Wanita cantik dan keras kepala itu tidak pandai menyembunyikan emosinya. Dia langsung meledak ketika melihat Allard yang sedang duduk santai di atas sofa bersama Darren dan Jonathan.


Dengan santai pria itu melemparkan sebuah amplop coklat kepada Zinth, meminta wanita itu untuk membukanya. Zinth yang sejak tadi tidak mendapatkan jawaban langsung dari Allard, dengan cepat membuka isi dari map coklat tersebut.


“Omong kosong macam apa ini!” protesnya tidak terima.


“Kau harus menerima kenyataan itu Zinth.”


“Omong kosong! Allard, jangan bermain-main denganku atau aku akan menghancurkan mu!”


“Kau tidak bisa menghancurkan ku. Milikmu yang berharga berada di dalam genggamanku.”


Wanita cantik itu mengepalkan jemarinya erat. “Sejak kapan kau tahu?”


“Setelah kau meracuninya.”


“Aku akan membawanya pergi menjauh darimu.”

__ADS_1


“Dia mungkin membencimu. Setidaknya dia tahu bahwa kaulah orang yang ingin melihat dia mati.”


Zinth tidak menyangka jika kenyataan akan berbelit seperti ini. Seorang adik yang dicarinya selama ini ternyata berada di depan matanya. Wanita cantik itu kalut. Dia bahkan sempat meracuni adiknya dengan racun yang begitu mematikan.


Dia tidak dapat mempercayai semuanya begitu saja. Zinth akan memastikannya sendiri jika wanita itu benar-benar adiknya. Dia tidak bisa percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut lelaki yang selalu mengatakan omong kosong itu. Zinth harus mencaritahu sendiri kebenarannya.


Wanita cantik itu melenggang keluar dari ruangn privateroom. Allard menyesap wine miliknya dengan tenang. Kini, yang dia perlukan adalah posisi Yada di dalam klan Yora. Klan itu harus mengakui keberadaanya agar kuasa Allard semakin kuat.


***


Allard mengurung Yada di dalam apartementnya. Pria itu mengatakan jika Yada tidak bisa keluar kemanapun karena banyak orang mengincar dirinya. Semua itu terjadi karena rencana pernikahan mereka sudah tersebar luas. Allard menyimpan beberapa penjaga untuk menjaga gedung apartement itu. Dan meminta Yada untuk menghubungi Laura jika dia membutuhkan sesuatu.


Selama tiga hari dia tidak bisa melihat pria itu. Entah kemana perginya. Dia menghilang begitu saja. Allard hanya menelpon untuk memperingatkan Yada tidak melakukan hal-hal konyol seperti melarikan diri.


Yada mendapatkan panggilan video dari Laura. Wanita itu sedang berada di sebuah gedung besar yang mana akan menjadi tempat pernikahan Yada dan Allard berlangsung. Gedung besar itu tampak mewah ketika dibalut dengan hiasan yang begitu glamor.


“Bagaimana Nona, apakah Anda menyukainya?”


“Aku sangat menyukainya.”


“Semua persiapan untuk pernikahan telah dibuat. Waktunya untuk mempersiapkan diri Anda sendiri Nona. Saya sudah mengirimkan beberapa orang yang akan melakukan perawatan untuk Anda. Selamat menikmati.”


Panggilan video itu berakhir berbarengan dengan suara pintu dibuka. Yada yang tengah duduk di ruang tamu langsung melihat siapa yang datang. Para penjaga membuka pintu dan membiarkan beberapa wanita masuk ke dalam apartementnya. Mereka membawa banyak perlengkapan kecantikan.


“Kami akan merawat rambut, kuku, serta kulitmu. Nikmati diri Anda, Nona!”


Seorang wanita cantik datang menyapanya. Yada langsung disuguhkan dengan beberapa perawatan kecantikan. Mereka membuatnya nyaman senyaman mungkin dan tidak ada satupun kesalahan kecil yang mereka buat.


Mungkin ... inilah rasanya menjadi Nona yang sebenarnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung ....


__ADS_2