Obsession of Revenge

Obsession of Revenge
*PEMBALASAN UNTUKMU.


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Setiap malam Minggu, pihak resort mengadakan makan malam mewah di dalam sebuah kapal pesiar besar dan mewah. Semua pengunjung resort diperbolehkan untuk mengikuti perjamuan itu.


Malam ini Allard juga mengadakan pesta pernikahannya bersama Yada di kapal pesiar. Dia mengundang semua tamu resort yang datang, dan juga beberapa tamu penting lainya untuk memeriahkan. Allard akan memperkenalkan Yada sebagai nyonya besar Washington kepada semua orang.


Yada berada di dalam ruang ganti bersama beberapa wanita yang membantunya untuk bersiap.


Wajahnya dirias dengan sangat cantik dengan tipe riasan yang pas. Rambutnya dibiarkan tergerai namun tetap ditata rapih agar terlihat anggun. Tubuh sintalnya terbalut gaun panjang berwarna biru laut yang terlihat sangat menyejukan. Dia terlihat anggun dan sangat cantik.


Suara musik romantis berpadu dengan suara laut dan angin malam yang tenang. Allard menunggunya di aula kapal seraya menyapa tamu-tamu yang hadir dan tidak sabar untuk melihat Nyonya besar Washington.


Beberapa dari mereka mempertanyakan siapa wanita beruntung yang menjadi istri dari pemilik resort besar tersebut, yang pastinya dia bukanlah wanita biasa. Mereka merasa iri kepadanya.


...........


Yada berjalan menyusuri lorong diiringi beberapa penjaga bertubuh tegap. Suara nyaring higheels yang membentur lantai mengiringi langkahnya.


Dia sampai di pintu aula. Kehadirannya langsung menyita semua perhatian orang-orang di dalam aula tersebut. Mereka terkagum-kagum melihat kecantikan wanita itu.


Allard berjalan menghampirinya dan mengulurkan tangan. Yada langsung menerima uluran tangan pria itu. Lalu mereka berjalan bergandengan.


“Dia sangat anggun.”


“Keduanya cocok.”


“Benar-benar cantik dan tampan.”

__ADS_1


Semua orang mengagumi kesempurnaan pasangan itu. Mereka membicarakan bagaimana cantiknya Yada, dan Allard yang sangat berwibawa. Beberapa orang juga mempertanyakan siapa istri dari Allard Washington itu.


Allard membawa Yada ke hadapan seorang pria Jepang. Pria bertubuh tegap dengan wajah tegas itu tersenyum dan menyambut Yada dengan ramah. Meskipun sikapnya sangat segan, tetapi dia adalah pria nomor satu yang sangat menakutkan.


Pria itu membawa Yada berkenalan dengan semua orang dari kalangan mafia. Anehnya beberapa dari mereka terlihat terkejut melihat Yada, dan beberapa berbicara di belakangnya. Tapi Yada tidak memperdulikan mereka.


Yada merasa jika dia cukup untuk memperkenalkan dirinya kepada para tamu. Dia menepi ke sisi ruangan dan mengambil satu gelas redwine. Menyesapnya perlahan. Dia mulai terbiasa dengan rasa anggur beralkohol itu.


“Kenapa kamu sangat lama bersiap? Aku menunggumu hampir dua jam.”


“Aku harus berpenampilan elegan di hadapan tuan Washington. Aku tidak sabar untuk melihatnya. Di mana dia?”


Yada menggoyangkan gelas berisikan winenya. Dia mendengarkan percakapan sejoli di belakangnya. Yada tidak menoleh. Dia bisa mengenali siapa orang-orang itu hanya dengan mendengar suaranya.


“Dia, bukankah dia Allard Washington?”


“Aku harus menyapanya.”


Pria yang bersamanya langsung menarik lengan wanita itu kembali. “Tunggu, apa kamu tidak melihat jika dia sedang sibuk? Kamu hanya seorang tamu resort di sini, bukan tamu penting yang harus menyapa orang besar seperti dia.”


“Kamu tidak bisa ke sana.” Pria itu menghalanginya lagi. Namun wanita itu terlihat tidak peduli dan terus melangkah mendekati Allard yang sedang berbincang dengan tamu petinggi penting.


Senyuman sumringah tersungging pada wajahnya yang berbalut make up cukup tebal. Dia mendekati Allard dan langsung berdiri di sampingnya sambil menghimpit pria itu.


Allard menatapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Wanita itu menoleh dan memperkenalkan diri. “Perkenalkan, aku Marina Lyn, nyonya besar dari keluarga besar Lyn.”


Allard dan beberapa pria yang bersamanya langsung menatap ke arah Marina. Pada awalnya mereka terlihat bingung, namun kemudian menyapa dengan ramah kepadanya, begitupula dengan Allard. Tapi jujur saja, mereka baru mendengar nama dari 'keluarga besar Lyn'.


Keluarga besar Lyn adalah keluarga kaya raya yang cukup terkenal di kota S. Mereka cukup dihormati di sana, dan orang-orang tidak berani menganggu kekuasaan mereka. Tapi meskipun keluarga itu cukup terkenal, orang-orang dari ibukota X tidak mengenal mereka.


“Senang bertemu dengan kalian.” Marina tersenyum lebar. Dia terus mendekatkan dirinya kepada Allard.

__ADS_1


Allard tidak terlalu menanggapi sikap wanita itu. Dia hanya ramah kepada tamu pentingnya. Allard juga yakin jika wanita yang menempel kepadanya dengan tidak tahu malu adalah pengunjung resort miliknya.


Pandangan pria itu mengedar mencari sosok istrinya. Bukannya mendampingi Allard, Yada justru pergi ke tepi untuk menikmati minuman sendirian. Dia bahkan membiarkan Allard ditempeli oleh seorang wanita asing.


“Permisi, aku akan menemani istriku dan menyapa tamu lainya.” Allard pamit pada beberapa tamunya, dan segera pergi dari wanita bernama Marina itu.


Sekilas Marina menunjukan kekesalan pada raut wajahnya. Tapi dia segera mengikuti langkah Allard untuk melihat sosok wanita yang dia sebut 'istri' itu.


Allard berjalan dengan langkah besar, sementara Marina yang penasaran akan sosok istrinya langsung mengikutinya dari belakang. Dia melihat Allard yang berjalan pergi menuju seorang wanita cantik yang sedang berdiri mengenakan dress berwarna biru laut dan satu gelas redwine di genggamannya.


Lengan kanan Allard langsung merangkul pinggul Yada, dan mendekatkan tubuh ramping wanita cantik itu pada tubuhnya. Dia mencium kening Yada seraya berbisik, “Jangan pergi jauh dariku.”


Marina yang menyaksikan semua itu lantas terkejut, matanya membulat lebar dan mulutnya menganga. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat wanita yang tak lain merupakan istri Allard adalah wanita yang ditamparnya siang tadi.


Tidak mungkin!


Yada menolehkan wajahnya kepada Marina yang sedang berdiri mematung sepuluh langkah darinya. Sosok wanita itu sesekali terhalang oleh beberapa orang yang berlalu-lalang di hadapannya. Yada mengangkat sebelah bibirnya seraya satu lengannya membalas dekapan Allard. Seolah dirinya sedang menunjukan benda berharga kepada wanita itu.


Dia berhasil memukul kepala Marina dengan keadaan sehingga membuat wanita angkuh itu limbung. Tanpa Yada membalas tamparannya siang tadi, tapi Yada berhasil membuat dunia wanita itu runtuh seketika dengan memperlihatkan posisi besarnya sebagai Nyonya Washington.


“Apa kamu ingin menyapanya?” tanya Allard seraya menatap Yada yang pandangannya teralihkan sejak tadi darinya. Dia tahu jika wanita yang berada di pelukannya kini sedang menatap tajam ke arah Marina, dan Allard menawarkan untuk menyapa wanita angkuh itu bersama-sama.


Yada menolehkan wajahnya untuk menatap Allard dengan tatapan hangat, dia tersenyum kecil dan membalas, “Tidak usah, dia sudah cukup tercengang.”


Ujung bibir Allard naik ke atas. Dia melihat kemenangan pada wajah wanitanya yang merasa begitu puas. Tanpa emosi dan kekerasan, wanita cantik itu bisa mengalahkan lawannya dengan mudah.


“Ini permulaan, lain kali kamu tidak bisa menggunakan trik ini kepada orang lain,” pesan Allard.


“Aku mengerti. Aku hanya bermain-main dengannya.”


.


.

__ADS_1


.


Bersambung ....


__ADS_2