
....
"Alex, Eliza mengi..." Dengan cepat Eliza memotong pembicaraan Patricia, Eliza tidak mau jika Alex mengetahui tentang penyakitnya.
"Alex, iya aku kemarin sempat sakit, karena aku sangat lemah saat kamu menghianati ku, dan aku tidak makan dan tidur dengan teratur, oleh karena aku jatuh sakit, dan sekarang aku harus menjalani berbagai macam pengobatan untuk menyembuhkannya, bukan penyakit yang berbahaya, hanya aku perlu penguat kandunganku, agar anak kita selalu sehat" jawab Eliza dengan wajah yang di buat-buat agar terlihat menggemaskan.
Eliza berharap jika Alex tidak mengetahuinya, Eliza merasa takut, Eliza tidak ingin Alex pergi menjauhi dirinya jika dia tahu kalau dirinya mengidap penyakit berbahaya.
Patricia dan Nick melihat Eliza yang memberikan kode pada mereka untuk tidak memberitahu pada Alex tentang penyakitnya itu.
Patricia dan Nick hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang Eliza inginkan. Mereka tidak mau jika Eliza berfikir terlalu banyak dan malah akan berpengaruh terhadap kesehatannya dan janin yang ada di dalam kandungannya.
"Alex, aku mau kita tinggal di sini bersama Patricia, Robert dan Leo, selain karena Patricia yang berprofesi sebagai dokter, yang bisa di andalkan saat tiba-tiba terjadi sesuatu pada calon anak kita, aku juga bisa bermain bersama Leo agar aku tidak bosan saat kamu pergi bekerja, kamu akan bekerja bukan untuk masa depan kita dan anak kita?" Pinta Eliza.
Alex tersenyum dan kembali memeluk tubuh Eliza. Alex merasa sangat bahagia saat ini, sungguh tidak ada kebahagiaan yang pernah dia rasakan sebelumnya selain hidup bersama dengan Eliza dan anak-anaknya kelak.
"Tentu, aku akan mulai bekerja untuk masa depan kamu dan anakku, aku tidak mau anak-anakku kekurangan suatu apapun, aku mau mereka hidup bahagia tanpa memikirkan masalah materi, walaupun aku bukan lagi pangeran dari keluarga bangsawan, aku masih bisa berusaha dengan keras untuk membuat kerajaan bisnisku sendiri yang akan aku wariskan kepada anak-anakku kelak, doakan aku sayang" jawab Alex.
"Iya Alex, aku selalu berdoa untukmu, agar kamu bisa berhasil dalam semua usahamu" jawab Eliza sembari membalas pelukan Alex.
Nick menahan diri saat melihat pemandangan yang begitu menyakitkan di hadapannya, tapi dia tidak akan melakukan apapun untuk memisahkan mereka, baginya kebahagiaan Eliza adalah tujuan utamanya, dia hanya berharap jika Alex akan membuktikan kata-katanya.
"Ekhemmmm...! Eliza, ayo masuk, dan Alex ,Nick, kalian juga ayo kita masuk" ajak Patricia membuat Eliza dan harus melepaskan pelukannya.
"Sorry Tris, sebenarnya aku masih ada pekerjaan, aku harus kembali bekerja, lain kali aku kesini lagi, Eliza jaga kesehatanmu ya? Jangan terlalu banyak melakukan hal yang bisa membuatmu lelah" ucap Nick dengan tatapan matanya mengarah pada Alex.
Alex tersenyum miring pada Nick dan menjawab ucapannya.
"Tenang saja kak Nick, aku tidak akan membuat Eliza kelelahan, aku akan membuatnya merasakan kenikmatan" jawab Alex dengan senyuman kemenangan di wajahnya.
Eliza dan Patricia membelalakkan matanya mendengar ucapan Alex yang begitu vulgar. Begitu juga dengan Nick yang merasa sangat kesal, namun dia tetap berusaha menahannya dan mengembangkan senyumnya.
"Baguslah kalau begitu, Eliza, Tris, aku pergi dulu ya?" Ucap Nick seraya mengusap puncak kepala Eliza.
"Iya kak Nick terimakasih" jawab Eliza.
__ADS_1
"Hati-hati Nick" pesan Patricia saat Nick sudah masuk ke mobilnya yang sudah mulai bergerak menjauh dari pekarangan rumah Patricia.
Eliza, Patricia, dan Alex memasuki rumah Patricia. Mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu dan melihat Leo sedang menggambar di buku gambarnya.
"Hai Leo apa yang kamu gambar?" Tanya Eliza pada anak laki-laki yang dia mau untuk menjadi menantunya kelak.
"Aku melukis mama, papa, aunty Eliza sama uncle Nick" jawab Leo.
Alex merasa sebal dengan gambar Leo yang justru memasangkan Eliza dengan Nick malah bukan dirinya.
"Kok enggak ada uncle Alex, Leo?" Tanya Alex pada Leo yang sudah selesai menggambarnya.
"Enggak uncle, uncle Alex kan jahat" jawab Leo begitu jujur.
"Kata siapa uncle Alex jahat, uncle sangat baik tahu..." Ucap Alex yang tidak terima di bilang jahat oleh anak kecil.
"Uncle Alex bikin aunty Eliza sakit" jawab Leo lagi.
Eliza takut jika Leo mengatakan apapun yang berhubungan dengan penyakitnya, dia segera mengalihkan pembicaraan ke topik pembicaraan yang lain.
"Emm... Leo, uncle Alex tidak jahat, uncle Alex sangat baik, aunty Eliza sangat menyayanginya" ucap Eliza pada Leo.
"Iya aunty, Leo juga sayang sama uncle Alex, kalau aunty Eliza sayang sama uncle Alex" jawab Leo yang kemudian mengecup pipi Alex pertanda dia menyayangi Alex.
"Terimakasih Leo, kamu sangat tampan seperti ayahmu, tapi aku lebih tampan darinya" ucap Alex yang membuat mereka semu menertawainya.
"Patricia, aku akan tinggal di sini sampai Eliza melahirkan, aku harap kamu tidak akan keberatan, dan saat Eliza sudah melahirkan nanti, aku akan membawa Eliza ke rumahku sendiri. Sementara ini, aku akan berjuang untuk membangun kerajaan bisnisku sendiri, untung saja aku menabung banyak saat aku masih kuliah dulu, dan itu lebih dari cukup untuk memulai semuanya" jelas Alex pada Patricia.
"Iya Alex, aku tidak keberatan sama sekali, justru aku seneng, karena Eliza ada di sini, aku bisa tenang saat aku bekerja, karena Eliza menjaga Leo dengan sangat baik" jawab Patricia.
"Terimakasih banyak Tris, dimana Robert?" Tanya Alex.
"Dia akan pulang malam setiap harinya, dia sangat sibuk semenjak memiliki sekolahnya sendiri" jawab Patricia.
"Itu bagus, baiklah sepertinya aku perlu menggunakan ke kamar saat ini, dimana aku harus tidur?" Tanya Alex yang sudah ingin menghabiskan waktunya bersama Eliza.
__ADS_1
"Kamar Eliza ada sana, di kamar nomor dua dari sini, dan sebelahnya juga kamar kosong, terserah kamu mau menggunakan kamar yang mana" jawab Patricia sembari menunjukkan kamar yang dimaksud dengan jari telunjuknya.
"Tentu saja kamar Eliza, ayo Eliza" ajak Alex menarik tangan Eliza untuk pergi bersamanya. Sementara Patricia hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alex yang kini sudah berubah.
"Leo, ikut mama ke kamar atas, disini akan ada suara yang mengerikan jika sampai kamu mendengarnya, ayo ikut mama" ajak Patricia pada putranya yang akan mendengar suara Eliza dan Alex yang sedang melepaskan kerinduan mereka.
"Iya ma" jawab Leo dengan patuh mengikuti ajakan ibunya yang segera membawanya ke kamar atas.
Alex berjalan dengan perlahan agar eliza tidak mengetahui jika kakinya masih sangat terasa sakit.
Eliza membuka pintu kamarnya dan memasukinya bersama dengan Alex. Dengan cepat Alex mengunci pintu kamar itu setelah itu memeluk tubuh Eliza yang berada di sebelahnya.
"Eliza, aku sangat merindukanmu, bolehkah jika aku menemui anakku sekarang?" Tanya Alex yang sudah mulai membuka kancing baju yang Eliza pakai.
"Alex..." Panggil Eliza saat Alex membawa tubuhnya ke atas ranjangnya.
"Iya sayang, aku sangat menginginkanmu Eliza" jawab Alex yang dengan cepat sudah menyatukan bibirnya dengan bibir Eliza hingga mereka melakukan lebih dari itu.
Eliza terus mendesah nikmat saat Alex dengan kemampuan bercintanya yang sudah sangat mahir membuatnya menjadi lupa diri dan bahkan terus memanggil namanya.
Mereka berdua tidak peduli jika mereka berdua berada di rumah orang lain. Hingga mereka berhenti mendesah dan mengerang saat mereka berdua sudah mencapai puncak kenikmatan mereka.
Mereka masih sama-sama terengah-engah kelelahan akibat permainan panas dan cepat mereka, namun terukir senyuman kepuasan di wajah keduanya.
"Istirahatlah sayang, karena kita akan memulainya lagi nanti" ucap Alex seraya mendaratkan ciuman di kening Eliza.
"Alex, kata dokter jangan terlalu sering" jawab Eliza yang masih berada di dalam pelukan hangat dari Alex.
"Aku akan melakukannya dengan sangat lembut sayang, itu tidak akan bermasalah, lagipula, aku yakin jika calon anak kita sangat menyukainya jika aku sering-sering menjenguknya dan satu lagi, aku sangat merindukan bagaimana kamu selalu memanggil ku 'my Lord' ayo panggil aku seperti itu" ucap Alex yang tidak mau jika Eliza akan menolaknya untuk kembali melakukan permainan panas mereka dan memang selalu menyukai saat Eliza memanggilnya dengan panggilan kesayangannya itu.
"Baiklah my Lord, aku pasrah saja dengan keinginanmu, karena aku juga menginginkannya" jawab Eliza dengan wajahnya yang kembali merona seperti saat melakukannya tadi.
"Eliza, ayo kita mulai lagi" ajak Alex yang sudah kembali m*nidihnya.
"My Lord sayang, aku masih lelah" tolak Eliza.
__ADS_1
"Kamu hanya perlu menikmatinya sayang, biarkan aku yang bekerja keras" jawab Alex yang sudah kembali memasuki Eliza dengan lembut, hingga Eliza pasrah dengan apa yang Alex sedang lakukan.
...