Oh My Lord

Oh My Lord
season 2~ 19


__ADS_3

.


.


"Kenapa?" Tanya Alex pada Emelie yang masih membuka matanya. Padahal waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam.


"Tidak bisa tidur." Jawab Emelie.


"Mau jalan-jalan sebentar?"


"Kemana? Ke pantai?" Tanya Emelie seraya memutar badannya untuk melihat ke arah Alex yang tidur di sebelah kanan Jessy. Sementara dirinya ada di sebelah kiri Jessy.


"Tidak. Sudah hampir tengah malam. Mungkin akan ada hantu pantai..."


Emelie terkekeh geli


"Seriously Alex! Kamu takut hantu?"


"Jangan menggodaku!" Sungut Alex seraya mengerucutkan bibirnya


"Manis sekali...." Emelie tersenyum lebar, "Alex, aku dengar ada bar di lantai atas. Mau ke sana?"


"Bar? Kamu mau minum?"


Emelie tersenyum mengiyakan apa yang Alex pikirkan, "yupzz! Kita minum sesuatu yang bisa membuat pikiran kita sedikit tenang." Jawabnya.


Alex tidak mengatakan apapun, dia menatap Emelie yang juga sedang menatapnya penuh harap.


"Aku sudah sangat lama tidak pernah minum minuman seperti itu." Jawab Alex.


"Kamu tidak perlu minum. Cukup temani aku saja." Pinta Emelie.


"Tempat itu bukan hanya sekedar tempat untuk minum. Ada banyak hal kotor yang di lakukan di sana..." Emelie melongo mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Alex.


"Jangan mengajak ku ke sana! Pokoknya jangan!" Ucap Alex tegas.


"Cie... Alex kini benar-benar berubah menjadi pria yang bersih... Aku benar-benar terkesan!" Emelie tersenyum lebar sengaja ingin membuat Alex merasa jengah padanya.


"Mau makan ice cream? Itu jauh lebih baik dari pada minum minuman keras. Ice cream yang dingin dan manis akan membuat mu merasa jauh lebih baik..." Ajak Alex seraya bergerak dari tempat tidurnya, "ayo..."


Emelie tertawa kecil, "Alex-ku ini sudah benar-benar berubah..." Emelie juga segera beranjak dari tempat tidurnya.


"Tapi... Bagaimana dengan Jessy?"


"Jessy terbiasa tidur sendiri... Dia akan bangun saat pagi hari. Dia tidak pernah terbangun tengah malam seperti ini. Tidak seperti seseorang yang tidak bisa tidur dan bangun saat tengah malam seperti ini." Jawab Alex seraya melirik ke arah Emelie.


"Ayolah Alex..." Dengan cepat Emelie berjalan mendekati Alex, dia juga segera memeluk lengannya, "come on, baby!" Ajaknya dengan begitu bersemangat.


Krek!


Alex membuka pintu kamar, "oh!" Alex dan Emelie terkejut saat melihat Alessia yang sedang berdiri di depan pintu


"Ale? Kenapa kamu di depan pintu seperti itu?" Tanya Emelie.

__ADS_1


"Maaf, Miss Emelie... Lord Anderson... Saya meninggalkan tas saya di kamar ini. Saya ingin mengambilnya, tapi saya takut mengganggu Miss Emelie dan lord Anderson..." Jawab Alessia.


"Mengganggu kami? Kami bahkan tidak..."


"Ale... Kamu sangat pengertian!" Ucap Emelie menyela sebelum Alex menyelesaikan kalimatnya, "Alex tidak mau melepaskan ku dari pelukannya saat dia tidur denganku."


"Huh?" Alex melongo mendengar apa yang Emelie katakan barusan, "apa yang baru saja kamu katakan?"


"Kenapa Alex? Kamu jangan malu-malu..." Emelie mengeratkan pelukannya.


"Malu-malu? Ha! Yang benar saja..."


"Diam lah, Alex! Ayo kita segera mencari ice cream!" Emelie menarik tangan Alex agar segera ikut or bersamanya, "Ale, jaga Jessy sampai kami kembali... Okay?"


Melihat itu Alessia segera menganggukkan kepalanya, "siap, Miss Emelie!" Jawabnya


"Baguslah! Kami pergi dulu..." Emelie kembali menarik tangan Alex agar segera mengikutinya.


Sementara Alessia masih berdiri di tempatnya sembari terus menatap ke arah Alex dan Emelie yang berjalan bersama dengan begitu dekat.


"Kamu cemburu?"


"Ah!!!"


Alessia terkejut saat dia mendengar suara Nick yang begitu tiba-tiba. Dia memegangi dadanya yang berdegup kencang.


Nick tertawa geli


"Kamu seperti kucing." Ucapnya


"Mm... Sangat mudah terkejut..." Jawab Nick.


"Tuan Petrovic, saya bukan kucing!" Sungut Alessia, "saya lebih suka di panggil kelinci. Itu jauh lebih manis."


"Ha ha ha..." Nick tertawa keras, "kamu benar-benar menarik... Sangat lucu."


Alessia masih merasa kesal dengan bagaimana Nick menertawakan seperti itu.


"Kamu marah?"


"Saya tidak mungkin marah dengan tuan besar seperti tuan Petrovic!" Jawab Alessia sarkis.


"Oh... Ternyata memang marah." Nick menghentikan tawanya. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, dia juga terus menatap Alexa dalam.


"Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Alessia.


Nick menganggukkan kepalanya, "ada." Jawabnya


"Ada?!" Alessia segera mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Berharap apapun yang ada di wajahnya hilang dari sana.


"Apa sudah hilang?" Tanya Alessia.


"Hmmm... Coba aku lihat." Nick mendekatkan wajahnya ke wajah Alessia, "masih ada." Jawabnya.

__ADS_1


"Masih ada?"


"Mm..." Nick menganggukkan kepalanya, "sangat jelas." Tambahnya.


"Sangat jelas? Memangnya apa yang ada di wajah ku?" Tanya Alessia dengan penuh rasa ingin tahunya.


"Ada hidung, ada mata, asa mulut ada pipi, ada... Masih banyak lagi sepertinya... Wajahmu menampung banyak hal..."


Alessia menatap malas pada Nick yang sedang kembali menertawakannya


"Benar-benar.... stupid bastard!" Desis Alessia kesal.


Mendengar itu Nick mengehentikan tawanya.


"Kamu marah padaku karena ucapan ku, atau marah karena perasaan mu yang sedang tidak menentu?" tanya Nick Petrovic.


"Perasaan saya yang tidak menentu? Memangnya apa yang sedang saya rasakan? Apa tuan Nick Petrovic mengetahuinya?" tanya Alessia.


"Entahlah. aku pikir kamu sedang cemburu melihat Emelie dan Alex pergi bersama..."


"Huh?! Saya? cemburu pada lord Anderson dan Miss Emelie???"


Nick menganggukkan kepalanya dengan cepat, "bukankah begitu?"


"Waah... Bagaimana bisa tuan Nick Petrovic mengatakan hal semacam itu! orang yang mendengarnya secara tidak sengaja akan salah paham!" kesal Alessia.


"Jadi, kamu tidak cemburu pada Emelie karena dekat dengan Alex?" tanya Nick memastikan.


"Kenapa juga saya harus cemburu? Apa itu harus?"


Nick menganggukkan kepalanya dengan pelan, "tidak harus. tapi aku pikir kamu cemburu tadi."


"Saya hanya berfikir kalau mereka sangat serasi. itu sebabnya saya terus melihat ke arah dimana lord Anderson selalu ada. Lalu aku berharap agar saya bisa mendapatkan seseorang yang menyayangi saya apa adanya. Hingga kami bisa menjalin hubungan untuk seumur hidup kami." jelas Alessia, "itulah yang saya pikirkan saat itu."


"Oh... aku pikir kamu cemburu melihat kedekatan Alex dan Emelie..."


"Cemburu?? Mana mungkin..."


"Kenapa tidak mungkin? Alex terkenal sebagai pria tampan dan kaya raya. dia memiliki status sosial tinggi dan keluarga yang luar biasa... Siapapun pasti akan berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan hatinya..."


"Lord Anderson memang tampan. Bukan hanya tampan, dia juga sangat jenius dan pekerja keras. Dia penuh kharisma dan sangat bijaksana. Dia memiliki kekayaab yang sangat luar biasa, dan memiliki keluarga dengan status sosial yang juga luar biasa. Entah seperti apa kehidupan masa lalunya.. Tapi itu seperti sama sekali tidak penting. Itu seperti sebuah berlian yang terjatuh di lumpur. walaupun sangat kotor dan menjijikkan... Berlian tetaplah berlian yang akan selalu bersinar dan memiliki harga yang tinggi... Seperti itulah lord Anderson di mata saya... Walaupun dia memiliki pribadi yang keras hati, tapi dia selalu hangat pada siapapun yang dekat dengannya.... seperti itulah pria sempurna di mata orang-orang..." jawab Alessia.


Nick tersenyum kecut


"yah... kamu benar. Berlian tetaplah sebuah berlian... Walaupun dia terjatuh di dalam lumpur..." jawab Nick Petrovic, "jadi, kamu pasti sangat menyukainya..."


"Tidak juga... Dia mungkin sempurna... Tapi dia bukan yang terbaik..." jawab Alessia.


"Huh?"


"Saya mencari yang terbaik..." ucap Alessia seraya memperlihatkan senyumanya yang manis. Setelah itu dia berjalan masuk ke kamar Jessy.


"Ha! Siapa yang akan mengerti jalan pikiran nya itu?!" ucap Nick yang kemudian tertawa kecil.

__ADS_1


"Dia benar-benar unik."


.


__ADS_2